My Darling

My Darling
16



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Mereka semua berjalan secara teratur menuju lobby rumah sakit menunggu Robi dan sopir lainnya menjemput mereka. Ali meminta Robi untuk segera turun, agar dirinya saja yang akan segera mengambil alih tugas Robi, dan kali ini Robi bertahan dari posisinya, tidak ingin digantikan oleh Ali.


Zhafira menarik nafasnya dalam-dalam, dan menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan. Tidak mudah membuat mereka mengerti, bila Zhafira kapan saja bisa juga meledakkan emosi nya.


" Nona "


" Saya dan Eva "


" Akan ikut ke mobil satunya "


" Nanti setelah itu kami akan bisa langsung diantar oleh sopir " ucap Diana menengahi permasalahan baru dihadapan mereka saat ini


" Bagaimana, Gie "


" Kita antar mereka berdua lebih dahulu "


" Setelah itu, baru mengantarkan kamu pulang "


" Tenang saja, jangan khawatirkan aku "


" Ada abang Yoyok, abang Ali, dan juga abang Robi yang akan menemani aku "


" Lagipula aku akan menginap di mansion pakde Azzam " ucap Zhafira yang ikut mempertimbangkan pendapat dari Diana sebelumnya


" Terlalu bertele-tele "


" Atau mengantarkan kamu terlebih dahulu, Zha " tanya Anggie


" Ck "


" Cukup aku yang memberikan penjelasan kepada keluarga aku, Gie "


" Aku tidak mau kamu bertemu dengan Zhidan dan yang pada akhirnya akan membuat aku harus mendengarkan lagi pertengkaran kalian "


" Aku sangat lelah, Gie " ucap Zhafira dengan memelas. Memang Zhafira tidak berbohong, tubuhnya memang masih terasa sakit, tapi tidak perlu terlalu dikhawatirkan juga, sakit pada umumnya jika seseorang mengalami cidera biasa.


Zhafira hanya ingin mengakhiri sesi drama yang tidak berkesudahan ini saja.


" Baiklah " ucap Anggie yang membantu Zhafira untuk masuk ke dalam mobil yang akan mereka tumpangi. Anggie menerima apa yang sudah Zhafira sampaikan, karena mempertimbangkan kondisi Zhafira yang mungkin masih butuh istirahat.


Sesampai mereka di dalam mobil. Anggie bertanya apakah perlu Zhafira untuk di rawat inap saja, mumpung masih berada di dalam kawasan rumah sakit. Akan tetapi Zhafira menjawab tidak perlu, cukup di rawat di rumah saja. Dari pada harus membuat anggota keluarga panik dan mengkhawatirkan dirinya yang tidak terlalu buruk kondisi kesehatannya.


Perjalanan pulang sudah mereka tempuh, dan rute yang dilalui oleh mereka mengikuti rencana yang telah disepakati. Anggie masih merasa kesal dengan kejadian yang terjadi secara tidak pernah mereka duga sama sekali. Secara kasat mata masih terlihat jika Anggie tidak yakin jika apa yang menimpa Zhafira sesuai dengan ucapan Zhafira. Karena Zhafira terkadang lebih suka membalikkan fakta untuk melindungi orang lain dari kejamnya Anggie.


Anggie masih diliputi kegelisahan hal itu, kecuali Eva sudah berhasil melaporkan kepada dirinya tentang hasil CCTV mengenai kejadian yang sesungguhnya. Namun tanpa Anggie sadari jika Zhafira untuk hal yang dianggapnya penting, dia harus bergerak cepat daripada akan membuat hal yang lebih menakutkan lagi.


Pria itu sepertinya bukan dari kalangan biasa, apalagi sikap keras kepala hampir sama dengan adik dan sahabatnya ini, oleh karena itu, sebelum Anggie berhasil menghubungi Zhafira kembali.


Zhafira telah memerintahkan bagian ITE segera bergerak cepat membuat troubleshooting pada hasil rekaman CCTV di area pelataran menuju ke tempat parkir, entah dikarenakan faktor internal seperti koneksi kabel coaxial yang kurang baik, atau karena power supply yang kurang baik. Intinya hasil CCTV dibuat menjadi trial and error agar Anggie dan keluarga tidak lagi mencari masalah dengan pria itu.


Zhafira hanya diam saja setelah mereka melanjutkan perjalanan bukan karena ketakutan. Akan tetapi, lebih ke arah jangan sampai Anggie menaruh kecurigaan lebih lanjut, dengan alasan capek, Zhafira bisa beristirahat di dalam mobil, tanpa harus berbicara dengan Anggie yang pasti Anggie akan menyelipkan pertanyaan dan Zhafira yang terbiasa jujur, tentu saja akan terjebak dalam dilema itu.


Maka dari itulah wajah Anggie masih terlihat cukup kesal. Cukup menggali kondisi sesungguhnya dengan menanyakan langsung kepada Zhafira, daripada harus mencari bukti kesana kemari. Namun, diamnya Zhafira membuktikan bahwa Zhafira mencoba melindungi pria tersebut, atau Zhafira memang dalam kondisi tidak cukup baik. Perjalanan malam menuju pulang berlalu dalam keheningan.


Robi sesekali menatap Zhafira melalui kaca spion yang berada di tengah samping kanan sopir. Tapi yang lucunya Ali yang membalas tatapan mata Robi yang memantul di kaca spion. Robi yang sudah terbiasa bekerja di bagian intelijen, membuat hal yang dilakukan oleh Robi seolah-olah lumrah terjadi, nampak seperti biasa saja, natural sekali refleks dari Robi, dan seperti apa yang diharapkan oleh Robi, ternyata sikap yang Robi lakukan membuat Ali tidak merasa jika Robi telah mencoba mencuri perhatian kepada Zhafira.


Kembali ke tempat kejadian perkara sore hari itu. Sebelum Kenzie dan Zhafira dipertemukan oleh takdir, Kenzie yang akan melakukan pertemuan dengan sang ayah di sebuah restoran mewah yang sudah memiliki testimoni sangat baik pada rating aplikasi, dan juga para pecinta kuliner. Tempat yang selama ini seringkali dijadikan tempat untuk pertemuan penting para pebisnis, pengusaha, termasuk salah satunya tuan Ibrahim.


Bukan karena dia tidak memiliki restoran yang sama mewah nya seperti restoran mewah ini, hanya saja Azzam yang tidak lain adalah salah satu sahabat tuan Ibrahim pernah mengajak tuan Ibrahim dan kolega-kolega lainnya hanya untuk sekedar hang out membicarakan berbagai tema random kehidupan mereka.


Tanpa pernah Azzam berkata, jika restoran mewah ini adalah milik dari keponakan perempuannya, anak dari Aisyah, Adik kandung Azzam. Azzam cukup malas untuk memberitahukan kepada teman, sahabat, dan kolega-kolega Azzam, karena diantara mereka terkadang masih suka meminta Azzam untuk mendekatkan mereka dengan Aisyah yang terkenal cantik, sukses dan juga soleha.


Dan alasan yang paling mendasar inilah membuat Azzam cukup selektif walaupun dalam circle-nya Azzam dengan para pria sukses, namun sekali lagi bagi Azzam, untuk pria yang mendampingi Aisyah maupun Zhafira adalah sosok pria yang mencintai mereka berdua dengan tulus, sehingga jika suatu saat nanti baik Aisyah maupun Zhafira tidak memiliki apapun, tidak akan mempengaruhi rasa sayang dari pasangan mereka masing-masing.


Untuk itulah Azzam berharap besar jika mereka berdua mendapatkan pria yang mampu melihat lebih ke lebih inner beauty yang dimiliki oleh Aisyah, dan juga Zhafira bukan dari latar belakang yang keluarga mereka miliki.


Padahal, tanpa Azzam ketahui jika para sahabatnya, atau para kolega-kolega Azzam, tidak harus Aisyah maupun Zhafira memiliki penghasilan pun mereka para pria itu yang sudah jatuh hati kepada wanita pilihan mereka masing-masing dan tetap menginginkan memiliki salah satu diantaranya karena pasangan ibu dan anak ini memiliki pesona yang luar biasa menarik. Dan sangat diharapkan menjadi isteri, atau menantu di keluarga mereka, termasuk tuan Ibrahim.


Ibrahim pernah mengajukan permohonan ta'aruf kepada Azzam, untuk meminta Zhafira dinikahi oleh salah satu putra kandung nya karena dengan latar belakang keluarga Lesham yang cukup kental dengan ketaatan kepada agama yang diyakininya. Namun permintaan ta'aruf untuk salah satu putra Ibrahim dengan Zhafira keponakan Azzam.


Azzam menolak permohonan ta'aruf itu dengan cara halus. Azzam meminta kepada Ibrahim untuk mempertimbangkan kembali keinginannya untuk menikahkan putranya dengan keponakannya.


Memberikan Ibrahim kesempatan untuk mempertimbangkan kembali keinginannya untuk menikahkan putranya dengan keponakannya, bukan berarti Azzam menolak keinginan Ibrahim, bukan seperti itu. Azzam memberikan kesempatan kepada Ibrahim dengan memberikan CV Zhafira kepada Ibrahim sebagai bahan untuk dipertimbangkan kembali oleh Ibrahim dan keluarga. Seandainya mereka masih berkeinginan untuk memperistri keponakannya, maka satu kalimat Azzam yang selalu sama kepada para orang tua yang meminta Azzam untuk merestui hubungan anaknya dengan Zhafira


" Telah aku berikan hampir semua yang aku ketahui tentang keponakan kesayangan saya"


" Untuk selanjutnya, silahkan anak kalian melakukan perjuangan nya sendiri"


" Karena jodoh anak perempuan saya itu, telah saya serahkan kepada Allah swt yang akan menuntun nya ke sebuah pernikahan "


" Yang sudah pasti , sudah saya titipkan kepada Allah kriteria suami seperti apa yang kami inginkan untuk anak perempuan saya Zhafira " ucap Azzam. Dan ucapan Azzam inilah yang selalu sama Azzam katakan jika ada pria atau pihak keluarga dari pria yang telah mengajukan permohonan ta'aruf tersebut.


Azzam berkata-kata seperti ini, setelah dia sampai di titik dimana Azzam merasa mungkin ini jauh lebih baik daripada dia dan keluarga Lesham melakukan perjodohan lagi seperti yang sudah-sudah, yang akan berakhir dengan apik sesuai dengan skenario seseorang, dan orang dibalik itu semua tentu saja Zhafira.


Karena Zhafira tidak mau dijodohkan, yang alhasil Zhafira selalu bisa menggagalkan acara perjodohan tersebut bagaimana pun caranya selalu berhasil sesuai keinginan Zhafira dengan cara yang elegan, namun tidak membuat keluarga sang pria merasa dipermalukan. Akan tetapi Azzam beserta keluarga Lesham sudah tahu jika Zhafira tidak mau menikah, ditakutkan jika pemikiran Zhafira dibiarkan saja akan membuat Zhafira hidup melajang sampai tua.


Azzam dan keluarga besar Lesham hanya tidak ingin anak, keponakan, dan cucu keluarga besar mereka yang merupakan anak perempuan dari Aisyah akan terus berpikiran seperti ini. Perlu ada seseorang yang menasehati Zhafira. Bukan sekali, dua kali nasehat yang sudah disampaikan kepada Zhafira. Namun tidak ada satu orang pun yang bisa meluluhkan hati Zhafira untuk satu hal itu. Tidak bisa menyalahkan Zhafira atas pendiriannya untuk hal itu, namun Zhafira perlu membuka pintu hatinya untuk cinta yang baru. Azzam dan keluarga besar Lesham masih selalu berharap agar harapan mereka untuk melihat Zhafira menikah akan segera terwujud.


Kembali ke masa di mana Kenzie masih berada di area pelataran parkir, dan Zhafira telah pergi. Sedangkan Darren telah di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akan luka yang di deritanya. Anggie memberikan pukulan yang tidak main-main di tubuh Darren. Rasanya Kenzie ingin menjebloskan Anggie ke dalam penjara saat ini juga.


Akan tetapi setelah mengetahui latar belakang keluarga Anggie yang tidak kaleng-kaleng membuat Kenzie memutuskan untuk menunda keinginan nya untuk memasukkan Anggie ke penjara. Dan mungkin saja Kenzie bisa memanfaatkan hal ini untuk menjerat Zhafira.


Asisten pribadi Kenzie yang masih berada tidak jauh dari Kenzie berada, dengan segera memberitahukan kepada Kenzie jika sang ayah akan segera tiba di restoran mewah ini. Dan juga memberikan kabar yang cukup mengejutkan Kenzie, bahwa Zhafira lah pemilik restoran mewah ini.


Informasi ini dia dapatkan ketika dia ingin meminta hasil rekaman CCTV yang akan dia berikan kepada Kenzie. Dan informasi lainnya asisten pribadi Kenzie memberikan informasi bahwa bawahan Zhafira di bagian ITE menjelaskan jika rekaman CCTV dilindungi oleh pemilik restoran. Di sanalah asisten pribadi Kenzie bergerak cepat untuk mendapatkan kaset rekaman CCTV bagaimana pun caranya. Namun hasil yang didapatkan, pada waktu kejadian perkara, rekaman itu sudah dalam keadaan rusak. Dan keadaan rusak itu dibuat seakan-akan rusak secara teknis, sehingga tidak bisa digunakan sebagai bukti yang valid.


Tapi bagaimana pun kerusakan pada kaset rekaman CCTV, asisten pribadi Kenzie mampu berhasil mendapatkan rekaman CCTV tersebut, bahkan berhasil meng-copy kaset rekaman CCTV, dan akan memulihkan kembali hanya beberapa jam saja. Asisten pribadi Kenzie melakukan semua hal itu agar bisa menyenangkan hati tuan muda Abrisham.


Kenzie masih melihat secara keseluruhan area restoran mewah milik Zhafira. Memindai semua dengan manik matanya sembari berjalan mengelilingi area restoran mewah. Tersirat kekaguman di sana, karena restoran mewah ini memiliki spot - spot instagenic yang selalu bisa menarik pelanggan untuk datang berkunjung dan menikmati suasana restoran mewah ini. Di dalam lubuk hati Kenzie memuji kepiawaian Zhafira dalam mengelola tempat bisnisnya dengan baik. Ternyata perempuan yang dia sukai ini memiliki bakat dalam bidang arsitektur di pada tempat bisnisnya, yang tentu akan menghasilkan pundi-pundi uang yang tidak sedikit, dan perempuan ini pintar menginvestasikan dananya dengan baik.


" Cari semua informasi mengenai perempuan itu " ucap Kenzie yang langsung dikerjakan oleh salah satu asisten pribadi Kenzie. Tanpa menunda-nunda nya lagi. Apalagi tuan muda Abrisham yang satu ini, terkenal sangat suka sekali dengan pegawai yang bekerja dengan cekatan, terbukti semua asisten pribadi Kenzie merupakan pilihannya sendiri. walaupun ada juga beberapa orang merupakan rekomendasi dari sang ayah. Karena ada tujuan tersembunyi dari tuan Ibrahim, yang sudah tentu diketahui oleh Kenzie. Oleh karena itu, untuk perintah Kenzie yang bersifat privasi, maka Kenzie akan memerintahkan perintah itu kepada orang-orang pilihannya bukan orang-orang pilihan sang ayah.


Tidak berselang lama kemudian, kedatangan tuan besar Ibrahim Abrisham di restoran mewah ini dikabarkan oleh Dawn, salah satu asisten pribadi Kenzie yang juga ikut bersama Kenzie. Kenzie segera bergegas menuju ke lantai dan ruangan yang sudah dipesan oleh tuan besar Ibrahim sebelumnya setelah merasa cukup puas mengangumi tempat makan estetik dan terhitung baru dibandingkan dengan restoran mewah milik keluarga Abrisham.


Seperti biasanya, Kenzie selalu memberikan salam dan sapa kepada sang ayah di saat awal pertemuan untuk menunjukkan kepada sang ayah jika dirinya masih memiliki attitude yang baik, meskipun sudah tidak tinggal satu rumah dengan kedua orangtuanya.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺