My Darling

My Darling
30



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Zhafira tidak menyangka jika akan bertemu kembali dengan Kenzie. Namun entah kenapa Zhafira merasa jika tatapan mata Kenzie kali ini terlihat begitu menyeramkan dari tatapan mata Kenzie sebelumnya. Dan hal ini pula lah yang membuat buku kuduk Zhafira merinding.


Secara naluriah, Zhafira merasa jika dia harus bisa melindungi dirinya dari pria yang saat ini berada di hadapannya, dikarenakan sudah adanya sinyal peringatan dari dalam dirinya sendiri ketika tatapan mata Kenzie yang sudah terlihat nampak begitu menyeramkan. Akan tetapi Zhafira berusaha untuk tetap positif thinking, yang diajarkan dalam Islam bahwa kita harus ber-huznudzon atau bersangka baik dalam segala sesuatu yang belum terjadi atau yang terjadi pada kita.


Akan tetapi Zhafira juga tidak dapat mengindahkan isi batinnya yang menyatakan bahwa saat ini dia harus bisa bersikap waspada terhadap bahaya yang akan mengancam, dan dia juga harus bisa memberikan proteksi diri apabila memang Kenzie akan berbuat dzalim kepadanya. Walaupun sebenarnya saat ini Zhafira sedang di dera rasa takut, Zhafira berusaha untuk bersikap setenang mungkin dengan kewaspadaan tinggi.


Akan tetapi dari sikap yang ditunjukkan oleh Zhafira seperti ini, membuat Kenzie semakin tidak suka dimana cara Zhafira terhadap Kenzie berbeda dengan Zhafira memperlakukan seorang pria yang dilihat oleh Kenzie tadi. Dimana Zhafira memilih bersikap seolah-olah Kenzie adalah seorang musuh, dan tidak ada sebuah senyuman ramah yang Zhafira berikan kepada Kenzie yang tentu saja sukses membuat Kenzie semakin tersulut emosi yang semakin membara.


Dan dari gerakan Zhafira yang terlihat oleh Kenzie yang akan menghidupkan alarm pertanda bahaya pada jam tangan nya, membuat Kenzie langsung segera mengagalkan rencana pertama Zhafira, dimana hal tersebut lah sebagai titik awal dari pertarungan yang terjadi di dalam ruangan private tersebut.


Meskipun Zhafira sangat mahir dalam ilmu beladiri, akan tetapi kemampuan Kenzie dalam ilmu beladiri juga tidak bisa dianggap remeh begitu saja . Selain mumpuni, perbedaan tenaga jelas mempengaruhi hasil pertandingan.


Apalagi kondisi Kenzie saat ini yang sedang tersulut emosi akibat terbakar rasa cemburu luar biasa, yang membuat Kenzie semakin brutal. Semua peralatan yang dipakai Zhafira yang memiliki alat detektor posisi Zhafira, dan bisa memberikan peringatan tanda bahaya dihancurkan begitu saja oleh Kenzie tanpa sisa. Baik itu yang terdapat dalam cincin, anting, dan di peralatan apapun yang dikenakan oleh Zhafira hancur lebur, yang anehnya hal tersebut dapat dengan mudah diketahui oleh Kenzie.


Zhafira semakin ketakutan dengan sosok laki-laki yang saat ini sedang menjadi lawan tarung nya kali ini. Zhafira yang masih memberikan perlawanannya tetap tidak bisa mengalahkan Kenzie. Malah Kenzie dengan mudahnya mematahkan perlawanan Zhafira.


Sampai di titik ini, Zhafira hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT atas apapun yang akan terjadi jika pada akhirnya dirinya akan kalah dalam pertarungan ini. Zhafira tidak tahu apa yang menjadi sebab musabab , mengapa pria ini terlihat begitu menyeramkan seperti ini, apa yang telah Zhafira lakukan kepadanya, apakah ada kaitannya dengan Zhafira, atau apa !.


Semua kalimat pertanyaan lainnya, Zhafira pertanyakan dalam batinnya dalam posisi bertahan ketika Kenzie semakin lama semakin brutal menghancurkan semua barang yang berada di sekeliling Zhafira.


Semua barang yang digunakan Zhafira maupun tidak digunakan Zhafira untuk melindungi dirinya, begitu mudah hancur lebur di dalam pandangan Zhafira yang tentu saja membuat Zhafira ketakutan namun masih berusaha melindungi dirinya dalam posisi bertahan. Sembari masih memikirkan apa yang menjadi penyebab Kenzie bersikap seperti ini sekali lagi sehingga membuat pria ini membabi-buta seperti ini.


Di tengah-tengah kekalutan, Zhafira menyadari sesuatu dan janggal menurut Zhafira jika Kenzie yang terlihat sangat emosional, bukannya memberikan pukulan kepada Zhafira, namun Kenzie meluapkan emosi nya dengan menghancurkan semua barang yang ada di dalam ruangan ini tanpa sekali pun menyentuh Zhafira, dan juga tidak menyakiti Zhafira sama sekali.


Zhafira yang merasa hal itu sangat janggal juga cukup pusing untuk menganalisis alasan apa yang mendasari Kenzie melakukan hal seperti ini, bersikap seperti ini. Akankah faktor pencetusnya adalah Zhafira atau orang-orang yang berada di sekitar Zhafira.


Berbagai analisis Zhafira pikirkan dengan baik, akan tetapi tidak ada yang bisa Zhafira jadikan landasan dasar penyebab Kenzie bersikap seperti ini. Namun yang Zhafira sadari Kenzie tidak pernah menyentuh dan menyakiti Zhafira satu inci pun walaupun semua barang di dalam ruangan private ini hancur lebur tidak ada yang tersisa akibat Kenzie yang melampiaskan rasa cemburunya yang begitu besar kepada Zhafira yang telah bersikap baik kepada James tetapi tidak dengan Kenzie. Tersenyum dan tertawa dengan tulus dengan James tetapi tidak dilakukan oleh Zhafira bila berhadapan dengan Kenzie.


Zhafira yang masih belum menyadari kesalahannya malah bergumam di dalam batinnya " ada apa dengan pria gila ini, ck menyusahkan saja, aku belum mendapatkan satu pun clue-nya penyebab dia bersikap seperti ini "


Jikapun Kenzie membenci Zhafira harusnya Kenzie mencederai Zhafira, dan ini tidak sama sekali. Artinya bukan karena Kenzie membenci Zhafira, tapi apa itu . Yang membuat pikiran Zhafira masih terus menganalisis hal tersebut sampai di satu titik Zhafira memiliki ide untuk mengajak Kenzie berbicara mengenai hal apa yang membuat Kenzie bersikap seperti ini.


Dan Kenzie juga terlihat sekali menahan diri untuk tidak menyentuhnya. Zhafira dengan polosnya masih mempertahankan diri, begitu pula dengan Kenzie yang masih terus menyalurkan emosi. Melihat tenaga Kenzie yang luar biasa tanpa lelah membuat Zhafira yang berfikir dengan pikiran sebelumnya yang akan mengajak Kenzie untuk berkomunikasi, yang mungkin saja akan bisa sedikit menenangkan Kenzie yang sedang dilanda amarah.


" Kenapa dengan anda , tuan " ucap Zhafira dengan tatapan mata yang waspada


" Tuan "


" Tuan "


" Berhenti mengucapkan tuan " ucap Kenzie dengan penekanan menatap tajam ke arah Zhafira


" Abang ! "


" Sapa aku dengan sebutan itu ! "


" Bila perlu sapa aku dengan sapaan seorang yang kamu sayangi " ucap Kenzie lagi dengan tatapan bengisnya. Yang membuat Zhafira kesulitan menelan salivanya.


Zhafira memejamkan kedua matanya, meresapi setiap kalimat istighfar yang dia ucapkan dalam batinnya. Dan mengakhirinya dengan menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan.


" Abang " ucap Zhafira dengan sangat lembut. Dan hal itu sukses membuat Kenzie sedikit melunak


" Bisakah kita bicarakan ini, baik - baik " ucap Zhafira dengan sangat lembut


" Bukankah semua ini berawal dari kamu " ucap Kenzie yang sukses membuat Zhafira bertambah pusing akibat jawaban yang dinantikan malah sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh Kenzie kepadanya.


Yah, salahnya Zhafira dimana. Tahu-tahu pria ini nongol saja di hadapannya. Dan karena Zhafira merasa takut jika pria ini kembali menyentuhnya seperti yang pernah dia lakukan sebelumnya pada saat itu. Kemudian pria ini mengamuk seperti banteng.


" Baiklah, saya yang salah " ucap Zhafira yang terpaksa mengalah menghadapi orang seperti Kenzie.


"Jelas kamu yang salah " ucap Kenzie


Dan Kenzie yang mulai melunak segera menyenderkan punggungnya pada dinding, karena semua benda di dalam ruangan telah dirusak oleh dia.


" Salahnya dimana, Abang " ucap Zhafira yang berusaha menahan diri untuk tidak terpancing emosi akan tuduhan Kenzie yang tidak mendasar ini


" Iya "


" Kamu yang salah "


" Bisa-bisanya kamu tersenyum, tertawa dengan lepas begitu saja kepada seorang pria "


" Sedangkan, lihatlah " ucap Kenzie sembari menunjuk ke arah Zhafira dengan tatapan menghunus tajam


" Tatapan mata seperti ini yang kamu berikan kepada Abang " ucap Kenzie yang sukses membuat Zhafira melongo


" Iya "


" James itu temannya Abang aku, loh "


" Bang "


" Salah nya dimana " ucap Zhafira yang merasa tidak terima akan ucapan Kenzie, dan baru terkoneksi apa yang menyebabkan Kenzie seperti ini


" Aku "


" Siapa kamu " ucap Kenzie bertanya kepada Zhafira


" Iya "


" Kamu "


" Kamu , bukan siapa-siapa, aku " jawab Zhafira dengan retoris


" Apa ! " Ucap Kenzie yang tatapan matanya berubah semakin kelam , yang membuat Zhafira semakin takut ketika kedua manik mata mereka berdua bertemu


" Ulangi " ucap Kenzie yang berjalan semakin dekat dengan Zhafira, dan hal itu sukses membuat Zhafira semakin kesulitan menelan salivanya ketika Kenzie sudah berada tinggal satu jengkal di hadapannya


" Ulangi " ucap Kenzie lagi, dengan aroma nafas Kenzie yang beraroma mint tersebut menyapu wajah cantiknya.


Zhafira menundukkan kepalanya, tidak berani melihat ke arah Kenzie lagi, sedangkan Kenzie meletakkan kedua tangannya pada dinding di belakang Zhafira. Aroma tubuh Zhafira bercampur keringat yang harusnya membuat Zhafira malu, malah Kenzie resapi, hingga membuat Kenzie merasa tenang,


" Aroma tubuh kamu, wangi " ucap Kenzie dengan suara lembut dan posisi yang masih sama. Kenzie menahan diri untuk tidak merengkuh tubuh Zhafira masuk ke dalam dekapannya, sedangkan Zhafira berkata dengan nada suara yang lirih


" Bang "


" Kita bukanlah mahram "


" Jika Abang berbuat seperti ini "


" Hanya akan mempermalukan kita di mata Allah SWT " ucap Zhafira


" Menikah lah dengan ku "


" Jadilah istriku "


" Demi tuhan, aku sudah sangat menahan diri untuk tidak melakukan hal melebihi ini " ucap Kenzie dengan suara serak yang membuat tubuh Zhafira mematung


" Maksudnya " gumam Zhafira dalam batinnya, yang merasa jika Kenzie memiliki pikiran yang kotor terhadap dirinya yang tentu saja akan berdampak buruk bagi dirinya.


" Pertemukan aku dengan ibu, dan tuan Azzam "


" Atau aku akan melakukannya sendiri dengan caraku yang aku takutkan akan merugikan dirimu " ucap Kenzie yang membuat Zhafira semakin ketakutan.


" Bang " ucap Zhafira dengan sangat lembut


" Alangkah lebih baiknya jika kita berpikir dengan jernih, Abang membutuhkan istirahat " ucap Zhafira yang masih membujuk Kenzie dengan nada suara yang lembut


" Tidak "


" Aku tidak membutuhkan istirahat "


" Yang aku butuhkan adalah dirimu berada di sisiku " ucap Kenzie yang kekeuh dengan keinginannya yang membuat Zhafira memutarkan kedua bola matanya dengan jengah, tanpa sepengetahuan Kenzie


" Akan tetapi Zhaza, capek bang " ucap Zhafira dengan manja, berharap pria di hadapannya ini luluh. Dan berhasil


Kenzie yang mendengarkan kalimat Zhafira seperti itu, yang terlihat sangat menggemaskan seketika luluh, melupakan emosi nya tadi, yang terbakar api cemburu


" Baiklah "


" alangkah baiknya kita membersihkan tubuh terlebih dahulu sebelum pulang "


" Ikuti aku " ucap Kenzie, dan sukses membuat Zhafira menyunggingkan senyuman di wajah cantiknya karena akan terlepas dari Kenzie


" Tunggu " ucap Kenzie menahan tubuh Zhafira tetap berada di tempatnya


" Kenapa " tanya Zhafira tanpa berani mengangkat kepalanya


" Tunggulah sebentar, biar aku menghirup aroma tubuh yang pasti akan aku rindukan malam ini " ucap Kenzie yang kembali meresapi aroma tubuh Zhafira


" Cium - cium deh sampai puas, aroma ketek gue yang super duper bau ini " gumam Zhafira dalam batinnya


" janganlah, bang "


" Ayo lah , aku sudah sangat kelelahan " ucap Zhafira yang bertolak belakang dengan apa yang ada di dalam otaknya


" Baiklah " ucap Kenzie dengan berat, dan berjalan mendahului Zhafira.


Dengan terpaksa Zhafira harus berjalan mengikuti langkah kaki Kenzie setelah memasang kembali setiap barang Zhafira yang dilemparkan oleh Kenzie ke sembarang tempat.


" Abang akan segera menggantinya " ucap Kenzie ketika Zhafira menatap sedih cincin pemberian Zhayn yang permata nya terlepas dari cincin.


" Ini adalah pemberian Abang Zhayn "


" Dan kamu menghancurkannya " ucap Zhafira dengan menahan isak tangisnya


" Maafkan aku " ucap Kenzie yang sudah duduk menyerong ke hadapan Zhafira. Andai saja Zhafira tidak mempermasalahkan sentuhan, Kenzie pasti sudah memeluk dan memberikan kecupan untuk menenangkan Zhafira.


" Abang akan bertanggung jawab, "


" Kita akan menuju tempat yang akan memperbaikinya '


" Sekarang juga " ucap Kenzie dengan suara yang lembut sekali membuat sopir menahan tawanya karena dia belum pernah melihat Kenzie bersikap manis seperti ini sekali pun bahkan dengan sang ibunda nya saja tidak seperti ini perlakuan Kenzie.


Sopir yang mendengarkan isi pembicaraan Kenzie dan Zhafira tanpa diberikan perintah oleh Kenzie, segera melajukan mobil ke arah toko perhiasan terbaik untuk memperbaiki cincin Zhafira yang telah rusak akibat Kenzie.


Kenapa bisa sopir mendengarkan percakapan sang tuannya, karena Zhafira tidak ingin Kenzie dan dirinya berdua saja di dalam mobil, sehingga akses untuk private tersebut tidak digunakan oleh Kenzie. Sebab itulah, sang sopir bisa mendengar apapun pembicaraan mereka berdua. Hanya saja tatapan mata Kenzie yang menghunus tajam ke arah sang sopir membuat sang sopir sadar, jika Kenzie tidak suka jika pembicaraan Kenzie dan Zhafira diperdengarkan oleh sang sopir.


Oleh karena itu tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, sang sopir meletakkan earphone, mengaktifkan playlist lagu yang dia sukai, lalu mendengarkan musik dengan volume besar, agar dia tidak dapat lagi mendengarkan isi percakapan yang terjadi di antara Zhafira dan Kenzie.


Padahal isi percakapan kedua orang ini adalah berisi dengan permintaan dari Kenzie yang terus-menerus meminta Zhafira untuk merespon semua yang di bahas oleh Kenzie yang belum pernah Kenzie lakukan sebelumnya. Kenzie juga terlihat sangat berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh Zhafira.


Di tempat sebelumnya, baik Ali dan Yoyok terkejut ketika Zhafira sudah berada di depan room mereka. Bukan terkejut dengan Zhafira, melainkan terkejut ketika ada seorang pria yang berada di belakang Zhafira yang memegang tas milik Zhafira, yang belum pernah Zhafira lakukan selama ini, membiarkan seorang pria untuk mendekati dirinya dalam jarak dekat, meskipun dekat versi orang beda dengan dekat versi Zhafira yang jangan kan menyentuh barang Zhafira untuk berada dalam radius beberapa jengkal saja hanya beberapa orang yang diizinkan oleh Zhafira. Dan ini, membuat Ali bertanya-tanya di dalam hatinya, siapakah pria ini. Ingin rasanya bertanya langsung dengan Zhafira, namun waktu tidak memungkinkan, mungkin nanti akan Ali tanyakan langsung kepada Zhafira.


Di dalam mobil, dalam mengikuti mobil yang berada di depan mobil mereka yang membawa Zhafira entah kemana. Suasana hati Ali masih di rundung duka. Ali merasa heran saja, bisa-bisanya seorang pria tampan yang terlihat maskulin ini, memegang tas tangan perempuan, yang terlihat sangat aneh sekali apalagi dari penampilan nya, pria ini termasuk tipikal orang berkelas. Akan tetapi, lebih anehnya lagi , kenapa sampai Zhafira membiarkan saja pria ini memegang tas tersebut, berada di dekat Zhafira, bahkan Zhafira tidak memberikan mereka berdua alasan kenapa Zhafira membiarkan pria ini memegang barang-barang yang bersifat pribadi seperti ini, terlihat ketika telepon Zhafira berdering dengan tanpa malu Kenzie melihat siapa yang menghubungi Zhafira setelah itu barulah Kenzie menyerahkan ponsel kepada pemiliknya.


*


*


*


*


*


*


🌺🌺