
ππππππππππππππ
Pembicaraan diantara mereka berlanjut. Dan disinilah mereka tahu apa yang dialami oleh Fauziah dikarenakan karena ternyata penghuni tempat itu menyukai Fauziah. Berniat menjadikan Fauziah sebagai pengantinnya, dimana dia adalah seorang pangeran di kerajaan itu. Oleh karena itu, dia mengikuti Fauziah hingga sampai disini.
Bukan hanya Fauziah sebenarnya yang menjadi incaran, yang paling sangat diincar adalah Zhafira karena Zhafira memiliki energi yang bersih dan sangat kuat, bahkan cenderung menarik penghuni dunia metafisika untuk menjadikan Zhafira sebagai sosok yang ingin mereka lindungi. Bahkan beberapa sudah mengikuti Zhafira sejak kecil. Namun Zhafira tidak mau membuka tabir tersebut oleh karena keluarga besar Lesham sangat kental sekali ilmu agama sehingga untuk hal itu bukan tidak mempercayainya. Akan tetapi, tidak ingin memperdalamnya dikarenakan tidak semua orang kuat dalam menerapkan hal tersebut, cukup Allah SWT yang menjadi tempat meminta segala sesuatu, dan selain itu kedudukan nya sama di mata Allah yaitu makhluk ciptaanNya.
Jika beberapa orang terkejut, maka Zhafira terlihat sangat santai, dikarenakan hal yang tidak bisa dibayangkan dengan logika, terkadang sering dirasakan oleh Zhafira. Namun, Zhafira yakin jika sebaik-baiknya pelindung hanyalah perlindungan dari Allah SWT, sehingga jika memang ada yang katanya tanda kutip makhluk tidak kasat mata itu melindungi Zhafira, toh semata-mata itu seizinnya Allah SWT, sehingga tidak perlu Zhafira harus membesar- besarkannya dan menjadi superior akan hal itu, tidak, tidak seperti itu konsepnya.
Yang paling penting baginya, Fauziah berhasil terselamatkan, itu saja. Walaupun Zhafira jengkel mengapa bisa-bisanya Fauziah melamun di tempat - tempat yang sangat jelas sangat beresiko dimana banyak sekali penghuni dari dunia metafisika itu.
Ustadz tersebut pulang dengan kekecewaan di hatinya, namun itu hak Zhafira untuk menolak, walaupun Zhafira memiliki potensi untuk membantu orang dalam proses me'ruqyah. Begitu pula dengan Zhidan yang enggan merespon permintaan ustadz ini.
Waktu pun berlalu, semua orang kembali ke kamar masing-masing setelah lelah beraktivitas hari ini. Berleha-leha menikmati keindahan di area sekitar kawasan villa tidak terlalu buruk.
Fauziah pun sudah kembali ke dalam kamar yang dia tempati bersama Liliana. Rasa penasaran Liliana sangat kuat begitu juga rasa takut Liliana sehingga membuat Queen berpuas hati mengerjainya. Awal kesedihan kini telah berganti dengan canda tawa para perempuan yang saat ini berkumpul dalam ruangan Liliana dan Fauziah
" Cleo "
" Bagaimana rencana kita malam hari ini
Apakah tetap akan kita lanjutkan atau tidak " tanya Inez yang sebenarnya lebih menginginkan untuk tidak melanjutkan dikarenakan memikirkan kondisi Fauziah yang mungkin masih butuh istirahat
" Kenapa tidak dilanjutkan " tanya Fauziah yang merasa tidak enak hati, karena dirinya lah yang membuat rencana malam ini terancam gagal
" Lebih baik kita beristirahat saja "
" yang kamu butuhkan tuh itu, Zia " nasehat Inez yang kali ini bersikap dewasa. Apalagi dialah satu-satunya yang sudah berumahtangga
" Jangan dong "
" Aku ingin menikmati malam ini bersama kalian "
" Lagipula aku sudah merasa baikan "
" Entahlah, aku tadi hanya tidak memikirkan apa-apa. Kosong aja " ucap Fauziah yang tidak ingin malam ini hanya diisi dengan tidur saja di kamar masing-masing.
" menurut kamu, bagaimana ustazah " tanya Liliana pada Zhafira
" Hm "
" Nyamannya kalian lah "
" Kalau Zia memang merasa baik-baik saja tidak masalah jika kita masih melanjutkan acara kita"
" Akan tetapi jika Zia hanya sekedar merasa tidak enak jika tidak melakukan apa-apa, alangkah baiknya kita beristirahat saja, toh kami sayang padamu, Zia " ucap Zhafira yang mendapatkan anggukan kepala dari setiap sahabat nya
" Sungguh "
" Aku baik-baik saja, Sayang " ucap Fauziah dengan bersungguh-sungguh. Karena dia memang merasa tidak ada apa-apa, walaupun beberapa jam sebelumnya dia merasa kelelahan entah karena apa.
Mereka masih melanjutkan acara temu kangen di dalam salah satu kamar yang mereka tempati hingga waktu isya selesai. Satu persatu sudah berkumpul di area yang memang akan menjadi spot diadakannya acara malam ini. Suara musik sudah mulai ditabuhkan.
Para perempuan yang masih betah berada di dalam kamar masih melanjutkan kegiatan mereka. Dimana mereka saling memberikan kritik ketika salah satu mereka memakai tahapan dari make up, bagaimana cara mengaplikasikan primer dengan baik, begitu pula teknik sentuhan foundation yang baik saat dioleskan secara merata ke seluruh wajah serta hal lainnya yang pasti bila itu pria, tentu saja hal ini sangatlah membosankan.
Sangking asyiknya mereka bercerita banyak hal, mereka melupakan tujuan awal mereka malam hari ini yang hendak menikmati malam. Sampai - sampai Mr P mengetuk pintu kamar, Anggie yang berada tidak jauh dari pintu kamar segeralah membuka pintu. Dan Mr P menyampaikan pesan, dimana semua sudah siap jika para hadirin gadis ingin ke area tersebut.
Semua gadis tentu saya sangat bersemangat, apalagi kali ini mereka akan melakukan challenge, yang akan beradu kemampuan dalam bernyanyi. Cleo memilih untuk berduet dengan Queen dengan memilih lagu yang sangat apik jika mereka menyanyikannya. Begitu pula dengan Inez memilih untuk berduet dengan sang suami, sedangkan Liliana memilih untuk solo.
Sedangkan Fauziah meminta Zhafira untuk bersama-sama dengan dirinya memilih lagu yang mereka dua sukai. Dan Anggie meminta Zhafira sebagai partner dia bernyanyi malam hari ini. Tidak adil sekali hanya Zhafira yang double sing, namun hal ini sudah seringkali terjadi, daripada menjadi sebuah masalah. Lebih baik mereka mendiamkan saja jika Zhafira diajak untuk berduet oleh sahabat mereka lainnya walaupun Zhafira sudah mendapatkan ajakan dari sahabatnya yang lain asalkan Zhafira bersedia, maka tidak ada complain dari mereka semua.
Mereka berjalan menuju spot live music yang telah dipersiapkan dengan panggung yang cukup besar. Bahkan sudah ada beberapa orang yang sudah menampilkan kemampuan dalam tari dan dance. Entah dancer dari mana, penyanyi dari mana yang pasti penampilan bakat penampilan tersebut cukup menghibur.
Sebenarnya cukup malas bagi para gadis untuk keluar, karena niat awal mereka berkumpul yah untuk mereka saja. Namun, beberapa sepupu, adik, dan saudara mereka ingin ikut dalam acara party nya para gadis sehingga area kawasan villa ini di penuhi orang-orang yang masih termasuk kerabat. Bahkan seluruh kamar full terisi.
Kedatangan tujuh gadis ini menarik perhatian semua pria. Padahal di atas panggung sedang asyik-asyiknya para dancer menari mengikuti irama lagu yang nge' beat yang lirik lagu nya masih sangat populer.
Liliana bahkan tanpa malu sudah nge'dance mengikuti irama musik yang sudah bersentuhan memekakkan telinga. Bahkan mengajak Queen untuk ikut melakukan gerakan yang dilakukan oleh Liliana. Yang sudah tentu Queen menuruti maunya Liliana. Anggie terdiam saja memperhatikan dua sahabatnya yang tidak diam di kursinya bukan karena tidak suka, hanya sekedar jaga image saja, kecuali jika Zhafira yang mengajak nya, tentu akan berbeda.
Melihat sang kakak sudah tiba, tanpa ragu Zhidan mendekati sang kakak, yang diikuti oleh Rasyid, Maxwell, dan beberapa sepupu mereka dari keluarga Bhalendra yang entah sejak kapan tiba di sini. Itu juga yang membuat Zhidan merasa risih, namun tidak demikian dengan Zhafira yang nampak santai menerima kehadiran dari para sepupu dari keluarga sang ayah.
Lukman melepaskan rindunya pada satu-satunya sepupu perempuan yang dimiliki keluarga Bhalendra. Lukman segera mendekap erat adiknya. Zhafira hanya memberikan usapan pada punggung sang kakak. Lukman bahkan meletakkan kepalanya di ceruk leher sang adik. Entah apa yang diucapkan oleh Zhafira yang terlihat Lukman menganggukkan kepalanya saja. Ameer yang tidak terima sang Abang berhasil mendahului Lukman membuat Ameer segera menimpuk keduanya dan diikuti oleh sepupu Zhafira lainnya sehingga membuat mereka menjadi bulatan.
Rasyid menertawakan tingkah kocak para lelaki itu, sedangkan Maxwell menekan pelipis nya. Jangan tanya bagaimana Zhidan, karena wajah Zhidan terlihat sekali tidak suka, yang ternyata raut wajahnya tidak berbeda dengan seseorang yang menatap gumpalan manusia itu dengan kesal, yang membuat Kim berusaha mati-matian menahan suara tawanya agar tidak terdengar
" Mereka semua adalah sepupu nona "
Lukman bahkan melabuhkan kecupan di kedua pipi Zhafira, dan kembali memeluk tubuh Zhafira, yang diikuti oleh para sepupu lainnya. Acara malam ini bukan acara formal, namun butuh MC dong untuk memulai battle yang akan segera di mulai.
Satu persatu orang sudah mendaftarkan diri untuk menjadi kandidat yang akan menjadi kontestan malam hari ini termasuk Zhafira yang mau tidak mau dikarenakan atas permintaan dari para sahabatnya padahal malam hari ini Zhafira entah mengapa merasa enggan saja.
Cleo yang berduet dengan Queen memilih mencover lagu milik lady Gaga berjudul Poker Face
Untuk Inez memilih mencover lagu Time To Say Goodbye dengan sang suami, sedangkan Liliana yang memilih untuk solo mencover lagu milik sweet child o'mine dari guns N roses
Sedangkan Fauziah sudah memilih mencover lagu Maher Zain yang berjudul Rahmatun Lil'Alameen, sedangkan Anggie meminta Zhafira untuk bersamanya mencover lagu milik Eminem yang berjudul love the way you lie.
Seorang MC membuka night party malam hari ini dengan beberapa kalimat yang membuat semua orang di sana yang sibuk memperhatikan jalannya acara sesekali tertawa ketika MC tersebut mengumbar kalimat candaan.
Baiklah kali ini para kontestan berada di belakang stage untuk mempersiapkan diri mereka, yang tentunya ketujuh gadis ini sudah memperbaiki penampilan maupun make up yang mereka kenakan.
Mereka ke belakang stage untuk memberitahukan apa saja yang bakal mereka lakukan dan lagu apa yang menjadi pilihan yang akan mereka senandung kan, bukan untuk menetap di sana dan menanti giliran mereka, bukan untuk itu. Karena mereka akan kembali ke depan panggung dan ikut menyemangati siapa saja yang akan menjadi kontestan yang akan membawakan lagu pilihan mereka masing-masing
Sebelum para penyanyi bertanding, mereka di suguhkan pembukaan acara yang dibawakan oleh para dancer dengan diiringi musik dengan berbagai genre, dan dari beberapa negara yang dikemas apik menjadi satu dalam bentuk Sendratari. Pembukaan yang sangat memukau, terdengar riuh suara gemuruh tepuk tangan dari segala penjuru.
Zhafira pun ikut standing applause melihat pertunjukan yang memukau. Lukman menyodorkan jus buah mangga kesukaan Zhafira.
" Nanti mau tampil, kamu menyanyikan lagu apa, dik " tanya Lukman
" Banyak "
" Dan ternyata Zhaza ikut dalam menyumbangkan lagu pada penutupan acara " ucap Zhafira sedikit kencang di telinga Lukman agar terdengar karena suara mereka hilang ditelan bisingnya speaker.
" Ah "
" Bersama group band kamu yang dulu yah " tanya Lukman lagi. Dan Zhafira hanya menganggukkan kepalanya saja. Zhafira di kelilingi oleh pria-pria tampan keluarga Bhalendra yang tidak lain tidak bukan para sepupu Zhafira.
Jangankan Zhidan, bahkan Kenzie berkali-kali membuang muka ketika banyaknya perhatian yang Zhafira dapatkan dari para sepupunya.
Tidak tahan lagi, Zhidan segera bangkit dari posisi sebelumnya, namun Rasyid memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya pertanda jika biarkan saja Zhafira dekat dengan mereka, toh itu saudara kandung Zhafira dari pihak ayah mereka. Setidaknya Zhafira mewakili Zhidan yang enggan bersama mereka akibat trust issue yang menyebabkan Zhidan malas untuk merespon baik keluarganya sendiri.
Baiklah, satu persatu kandidat naik ke atas panggung, penampilan mereka tidak kalah menarik seperti artis di ajang pencarian bakat. Suara mereka bagus-bagus sekali, termasuk ada beberapa sepupu Zhafira yang ikut dalam ajang ini. Begitu pula dengan sahabatnya Aditya, namun tidak untuk Kenzie yang memilih memperhatikan Zhafira saja yang malam hari ini semakin membuat dirinya terpikat.
Apalagi dress tertutup yang Zhafira kenakan membuat matanya enggan berpaling, yang terkadang- kadang harus sembunyi dari tatapan mata Zhidan yang selalu memperhatikan gerak-gerik orang-orang di sekitar Zhafira walaupun terkadang dia berbincang mungkin dengan temannya, sedangkan Rasyid dan Maxwell sekarang entah sedang berada dimana.
Gaun berwarna navy dengan sentuhan kilap, yang sangat kontras sekali dengan warna kulit Zhafira sehingga wajah cantik Zhafira semakin nampak memukau. Dengan gaya sabrina muslimah dimana layer nya menutupi bagian dada, sehingga meskipun hijab yang dipakai Zhafira tidak menjuntai, namun terlihat sangat syar'i tidak menerawang sama sekali dan masih terlihat modern yah wajar saja, semua itu atas permintaan Anggie yang ingin Zhafira nampak elegan dalam kesehariannya meskipun Zhafira mengenakan hijab yang masih mengikuti keinginan Zhafira untuk tidak memperlihatkan lekuk tubuh, dan nyaman baginya.
Bagi Anggie pakaian syar'i tidak mesti gaya dan model pakaiannya itu, itu saja. Sehingga desainer brand perusahaan harus bisa menghasilkan karya yang inovatif dan kreatif yang produktif bagi perusahaan apalagi Zhafira termasuk salah satu role models produk dari brand yang dimiliki perusahaan walaupun tidak secara terang-terangan namun dalam setiap pertemuan bisnis Zhafira selalu mengenakan pakaian dari brand perusahaan. Sehingga, sangatlah wajar jika desainer selalu dituntut untuk meng' upgrade ilmu mereka tentang desain pakaian brand mereka. Anggaplah Zhafira sebagai brand ambassador dari perusahaannya sendiri di dalam bidang fashion.
Tidak hanya Lukman, dan Ameer saja yang selalu mencari perhatian Zhafira. Ada beberapa lagi yang rata-rata berjenis kelamin laki-laki, dan itu membuat Zhidan tidak tersenyum sama sekali malam hari ini. Zhafira yang takutnya Zhidan ngambek akan hal itu segera mencari Zhidan melalui tatapan mata yang tanpa sengaja bertemu dengan tatapan mata Kenzie. Yang bagi Kenzie itu merupakan anugerah namun tidak bagi Zhafira yang menganggap itu bukan sesuatu yang khusus.
Baginya mencari posisi Zhidan itu yang terpenting. Zhafira mengembangkan senyuman ketika melihat posisi Zhidan berada, tanpa melunturkan senyuman, Zhafira mengunci tatapan mata saat Zhidan berdiri disana. Ah, berbunga-bunga lah hati dan perasaannya Kenzie ketika Zhafira sendiri yang mendatangi dirinya, apalagi dalam gerakan slow motion Zhafira mengangkat gaunnya yang sedikit mengembang bagian bawah. Perasaan deg-degan semakin membawa suasana hati Kenzie semakin berbunga-bunga.
Sayangnya Zhafira hampir terjatuh, jika tidak mendapatkan bantuan dari Maxwell yang tidak jauh dari posisi terjatuh nya Zhafira
" Hati-hati, dik " ucap Maxwell menatap lekat manik mata Zhafira, dan Zhafira memamerkan deretan gigi putihnya didepan wajah Maxwell. Sebagai seorang pria, tentu saja baik Zhidan maupun Kenzie tahu makna dari tatapan mata yang Maxwell tunjukkan pada Zhafira, namun tidak untuk Zhafira yang tidak peka sama sekali.
Zhafira berpikir wajar, sangat wajar jika tatapan mata Maxwell begitu dalam dan penuh kasih, toh dia adalah adiknya Maxwell. Zhafira menganggukkan kepalanya sembari mengucapkan kalimat terimakasih.
Ah, ingin sekali Maxwell mengecup bibir indah Zhafira yang sangat dekat dengannya saat ini.
" Kakak, jangan terlalu dekat dengan Abang "
" Bagaimana pun Abang bukanlah mahramnya kakak " ucap Zhidan yang hanya dianggap Zhafira angin lalu, toh adiknya ini selalu berkata-kata seperti itu, yang dianggap Zhafira hanya kecemburuan Zhidan yang sejak tadi tidak mendapatkan perhatian Zhafira.
*
*
*
*
*
*
πΊπΊ