My Darling

My Darling
52



🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Raut wajah kedua gadis tersebut seketika menampilkan gurat kesusahan yang membuat kedua pria di sana malah menyunggingkan senyuman karena di pelupuk mata mereka berdua , kedua gadis ini semakin nampak mengemaskan saja. Andaikan kedua gadis ini sudah menjadi pasangan halal bagi mereka, sudah dapat dipastikan mereka akan menghujam'i kedua dengan kecupan bertubi-tubi sangking gemasnya.


Jalanan yang akan Zhafira dan Fauziah tempuh akan mulai posisi menanjak, dan tentu saja hal itu akan menyusahkan jika mereka berdua mendorong sepeda listrik yang sudah kehabisan daya itu untuk ikut naik ke atas jalanan. Zhafira memiliki sebuah ide yang menurutnya ide brilian, maka tidak menunggu lama Zhafira meminta note's tempel (Post - it Note atau catatan lengket) dengan Fauziah yang diletakkan Fauziah pada tas ranselnya yang berukuran kecil.


" Baiklah "


" Dengan begini, orang yang mengambilnya tidak akan was-was apakah barang ini halal baginya atau tidak, yang pasti jika dia menemukannya dia bukanlah seorang pencuri, karena "


" kitalah yang sudah memberikan sepeda listrik ini kepadanya secara tidak langsung " ucap Zhafira seenaknya


" Bukankah ini termasuk dalam alat transportasi yang memang di fasilitasi oleh villa nya Cleo "


" Aku mengkhawatirkan jika Cleo akan memarahi kita, Zha "


" Lagipula kita belum mengatakannya pada Cleo "


" Jadi "


" Ini tidaklah baik, Zha "


" Bawa aja, kita harus bertanggungjawab " protes Fauziah yang terbiasa hidup di jalan yang lurus dan tidak neko-neko


" Memang betul seperti apa yang kamu katakan, putrinya Abi Abdullah "


" Sesampainya kita di villa aku akan mengatakan pada Cleo jika aku lah yang akan mempertanggungjawabkan atas perbuatan aku ini "


" Aku yang akan membayar sepeda listrik yang sudah kita tinggalkan di sini. Lagipula, menurut aku mungkin ini jalan yang Allah SWT untuk kita menyedekahkan harta yang kita miliki, siapa tahu memang ada orang yang lebih membutuhkannya daripada kita "


" Sedangkan untuk kita sepeda ini hanya akan menjadi beban dalam perjalanan kita menuju villa "


" Sepeda ini beratoh, Zia "


" Kita akan kesusahan jika membawa sepeda listrik ini kembali ke villa " ucap Zhafira menjelaskan apa yang dipikirkan oleh dirinya mengapa sampai Zhafira memiliki ide untuk meninggalkan seperti listrik ini di sini.


Fauziah masih nampak berpikir baik buruknya suatu ide yang disampaikan oleh Zhafira, karena kalau secara pribadi maka Fauziah lebih memilih mengembalikan sepeda listrik tersebut, walau bagaimanapun sepeda listrik tersebut barang milik orang lain yang harus dikembalikan sebagai bentuk pertanggungjawaban ketika meminjam barang orang lain.


" Jangan banyak mikir dong, Zia "


" Aku kok yang mempertanggungjawabkan perbuatan ini "


" Yuk " ucap Zhafira sembari menggenggam telapak tangan Fauziah segera menjauh dari tempat itu.


Sedangkan kedua pria yang telah mengikuti hanya diam saja sejak sedari tadi. Apalagi ternyata ketika mereka berdua berpikir jika hanyalah diri mereka sendiri yang mengikuti Zhafira dan Fauziah itu salah besar. Ada beberapa orang pria yang ternyata memiliki kepentingan yang sama. Yupz, betul, membuntuti kedua gadis incaran mereka.


Walaupun tanpa masing-masing dari mereka mengungkapkan tentang apa yang mereka lakukan adalah menguntit gadis yang mereka sukai.


Baiklah, dari sini Kenzie mengetahui jika persaingan diantara mereka akan terjadi dan pasti terjadi, yang pasti Kenzie mengukir senyuman di wajah tampannya secara tiba-tiba karena dibandingkan dengan pria-pria ini, dia telah berhasil menemui keluarga Lesham secara pribadi, selain itu keluarga Abrisham mendukung keinginan nya sehingga jika diperhitungkan maka secara kasat mata saja dia sudah lebih unggul dalam usaha mendapatkan Zhafira tidak seperti pria-pria ini, gumam Kenzie di dalam batinnya.


Pertandingan sparing yang dilakukan oleh Zhafira dengan Fauziah sejak awal disaksikan oleh rombongan pria ini yang kesemuanya berkedok memilih jalan santai menikmati pagi hari begitu singkatnya. Mereka semua melihat bagaimana kedua - duanya bertanding dengan sungguh-sungguh bukan hanya sekedar main-main saja.


Namun kita flashback lagi kejadian sebelumnya, dimana Zhafira terjatuh terguling-guling seperti trenggiling. Untuk pertama kalinya Kenzie mengkhawatirkan seseorang. Kenzie dengan cepat turun dari sepeda listrik yang dikendarai oleh dirinya. Dengan cepat Kenzie berlari mengejar Zhafira yang diperkirakan Kenzie terluka parah, namun seorang pria menghentikan gerakannya Kenzie, dan menghentakkan bahu Kenzie dengan menahan suaranya pria itu berkata " hentikan "


" Jika mereka berdua sadar jika kita mengikuti mereka "


" Mereka tidak akan terlihat manis lagi, yang ada mereka akan menandai kita sebagai orang yang paling mereka hindari " ucap pria tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal.


Mendengar ucapan pria ini membuat Kenzie terdiam, sembari melihat ke arah Zhafira yang ternyata sedang melakukan gerakan jungkir balik sempurna, dan tidak lama kemudian meregangkan otot-otot tubuhnya, lalu memberikan sebuah serangan ke arah sahabat nya.


Hal ini tentu saja membuat Kenzie sempat melongo melihat tingkah laku Zhafira yang random seperti ini. Seseorang pria, bahkan beberapa orang pria menahan suaranya agar tidak terdengar.


" Nona Zhafira "


" Putri tuan Adhitama memang luar biasa "


" Pesonanya tiada tanding, meskipun begitu aku tetap memuja dia " ucap si A


" Hm, tidak-tidak "


" Bagiku putri Abi Abdullah tetap paling mempesona "


" Wajah terkejutnya seperti tadi saja terlihat begitu mengemaskan "


" Ah "


" Sumpah, andaikan Abi Abdullah gampang untuk di dekati, aku pasti sudah datang melamar anak gadisnya ini " ucap si B


" Hm "


" Putrinya tuan Adhitama tetap yang paling menawan dengan sejuta pesonanya " gumam si C yang sangat tipis sehingga hanya teman sebelahnya saja yang mendengar.


Setelah para pria saling memuji wanita pujaan hati mereka. Di sinilah Kenzie mengetahui siapa saja yang sama-sama mengincar Zhafira sebagai wanitanya.


Ah, ingin sekali Kenzie mengajak mereka untuk duel memperebutkan Zhafira, dan berkata pergilah kalian, hentikan mimpi kalian yang tidak pernah akan tercapai karena Zhafira hanya akan menjadi milikku.


Di sini, sekali lagi Kenzie dibuat takjub dengan tingkah laku Zhafira yang tidak pernah dia sangka dan tidak pula pernah dia duga. Ternyata benar yang dikatakan beberapa pria disini, jika Zhafira memiliki tingkah imut tersembunyi yang tidak pernah dia tampilkan ketika berhadapan dengan seorang pria.


" Tuan " ucap Kim yang telah tiba saat Kenzie menghubungi ketika Zhafira terjatuh tadi, dengan secepat kilat Kim berusaha untuk segera sampai. Namun, ketika Kim telah tiba di tempat Kenzie hanya memberikan Kim kode untuk diam. Dan dikarenakan perjalanan pulang ke villa menanjak, sepeda listrik yang digunakan oleh Kenzie tidak akan mampu menempuh jauh, maka dengan inisiatif Kim menunggu Kenzie memerintahkan untuk menyimpan sepeda listrik tersebut ke dalam bagasi mobil.


Tepat perkiraan Kim, Kenzie memerintahkan Kim untuk segera meletakkan sepeda listrik ini ke dalam bagasi mobil, dan berencana mengajak Zhafira untuk naik ke dalam mobilnya. Namun, sekali lagi Kenzie dibuat melongo ketika putri tuan Adhitama menghentikan sebuah mobil


Zhafira memberhentikan sebuah mobil bak terbuka, yang di area belakang mobil, tepatnya di bak belakang berisi beberapa barang. Namun jika mereka menaikinya tidak masalah juga.


" punten, Akang "


" boleh kami ikut sampai ke atas " ucap Zhafira menyapa dan meminta tolong pada sang sopir dengan santun.


" silahkan atuh, neng "


" boleh - boleh aja "


" akan tetapi akang hanya bisa memberikan tumpangan di belakang "


" Ada beberapa barang, apakah tidak mengapa jika kalian sedikit sempit tempat nya " ucap kang sopir yang tadi melihat kedua gadis ini berdiri di pinggir jalan sembari melambaikan tangannya meminta agar dia memberhentikan mobilnya


" terimakasih, akang "


Mereka berdua duduk, mencari celah di beberapa barang yang diletakkan di sana.


Kenzie yang berada di dalam mobil yang tepat di belakang mobil bak terbuka hanya memandangi wajah Zhafira saja. Dan untuk beberapa pria meminta Kenzie memperbolehkan mereka untuk menumpang di mobil yang sama dengan Kenzie. Walaupun berat hati, Kenzie memperbolehkan saja, atas dasar ingin mengetahui beberapa hal yang mungkin saja tidak dia ketahui, sehingga bukan karena rasa empati, bukan. Kenzie tidak sebaik itu pemirsa.


Salah satu orang pria yang ikut menumpang di mobil Kenzie membuka suara dengan menanyakan pendapat mereka mengenai sparing yang dilakukan oleh kedua gadis tadi


" Ah "


" putri tuan Abdullah "


" pukulan - pukulan yang dia layangkan selalu tepat di beberapa titik krusial lawannya " ucap si C


" Cih , seperti nya kamu perlu memeriksakan penglihatan kamu ke spesialis nya langsung " ucap si E dengan sarkas


" Memang benar, jika putri tuan Abdullah menyerang putri Adhitama "


" Akan tetapi, semua itu cara nona Zhafira mengajarkan pada sahabat nya jika di serang pada bagian itu, maka itulah titik krusial bagi lawan "


" Bukankah seperti itu " ucap si D yang mendapatkan anggukan kepala


" Lagipula sejak awal putri Adhitama yang bertindak sebagai penyerang, seharusnya putri tuan Abdullah lah pasti akan tumbang " ucap si D


" Betul sekali "


" Putri tuan Adhitama memberikan ilmu pada putrinya tuan Abdullah bagaimana cara menghadapi lawan yang memberikan perlawanan seperti itu " ucap si B


" Tetap saja putri Abi Abdullah yang terbaik " ucap si A yang masih memuji pujaan hatinya


" Bagiku "


" terlihat sekali skill-nya terlatih dengan baik, apalagi ketika dia mampu menahan pukulannya agar tidak melukai lawan tarungnya " ucap si D


" sudah sangat jelas, jika putri tuan Abdullah lah yang terbaik " ucap si G dengan suara pelan


" Mereka semua terbaik, jangan lagi membanding - bandingkan nya mereka "


" Tahukah kalian jika mereka memiliki kisah luar biasa di masa lalu " ucap si B yang baru membuka suara. Namun, kalimat yang keluar dari mulutnya membuat semua orang penasaran akan informasi yang ingin disampaikan oleh pria ini


" Wah , ternyata kalian tidak tahu yah "


" Padahal kisah itu sangatlah populer hingga saat ini, namun tidak ada satupun media berhasil meliput dan mempublikasikan kejadian itu " ucap si B yang kemudian mendapatkan kode dari si A yang tidak ingin si B menceritakan cerita itu. Karena cerita itu hanya diketahui oleh beberapa keluarga saja.


Melihat ekspresi wajah si A yang nampak marah membuat si B terdiam, namun semua orang meminta si B menjelaskan apa saja yang dia ketahui.


" Ketahuilah jika kejadian itu turut melibatkan isteri Aditya, oleh karena itu jangan mempertanyakan apapun yang ingin kalian ketahui pada Aditya langsung jika masih ingin berteman dengan dia "


" Terlalu sensitif membicarakan hal itu bagi Aditya " ucap si A yang setelah itu hanya menjadi pendengar setia ketika si B menceritakan hal yang dia ketahui.


Di dalam mobil, Si B mulai menceritakan semua hal yang dia ketahui, dimana semua orang terdiam ketika cerita itu mengalir. Kenzie nampak terpekur ketika mendengar kisah tersebut, sedangkan Kim yang melirik ke arah Kenzie yang hanya terdiam saja setelah mendengar sedikit informasi tentang Zhafira yang ternyata itu salah satu alasan mengapa ke tujuh perempuan ini sangat sulit untuk di dekati pria.


Semua orang hanya terdiam ketika si B selesai memberikan informasi yang cukup membuat mereka merenungi kejadian masa lalu yang ternyata cukup dramatis bagi tujuh keluarga besar ini, yang notabenenya dari keluarga terpandang yang kekuasaannya tidak kaleng-kaleng, walaupun diantaranya menyembunyikan identitas asli. Namun untuk circle mereka, sudah tahu jika nama belakang keluarga yang tersematkan di belakang nama orang tersebut merupakan orang yang memiliki kekuasaan yang besar.


Keheningan di dalam mobil yang ditumpangi oleh para lelaki hanya sebentar saja dikarenakan mereka kembali merasa terhibur ketika melihat tingkah laku Zhafira dan Fauziah yang terlihat menggemaskan di mata mereka. Bagaimana tidak, Zhafira yang sangat aktif bergaya ini itu, mengumbar senyuman dan tertawa renyah itu membuat orang yang melihatnya ikut merasakan perasaan bahagia.


" Sepertinya nona sedang menyanyikan beberapa lagu " ucap Kim yang mendapatkan anggukan kepala dari Kenzie yang sudah kembali tersenyum.


Zhafira dan Fauziah menikmati perjalanan pulang mereka menuju ke villa Cleo. Sang sopir dan orang di samping sopir ikut tertawa dan bernyanyi bersama Zhafira dan Fauziah.


Yang ternyata, sang sopir request lagu India yang terkenal di masanya, dengan aktor yang paling terkenal di masanya hingga saat ini. Zhafira meminta Fauziah untuk memutar lagu tersebut lalu mereka berdua meng-cover lagu tersebut, bahkan Zhafira sudah bergoyang ala-ala indiahe yang membuat Fauziah tertawa dan menularkan tawanya pada semua orang yang duduk cantik di mobil tepat di belakang mobil bak terbuka ini.


Tingkah laku Zhafira sangat menghibur mereka. Sehingga Fauziah tanpa sadar mengikuti gaya Zhafira yang sangat random ini. Benar-benar mengemaskan, bukan. Akan tetapi tingkah laku mereka ini hanya jika mereka berada di circle mereka saja, tidak jika berhadapan dengan pria.


Perjalanan pulang ke villa milik Cleo tidak berlangsung lama, sang sopir menghentikan laju kendaraannya, tanpa menunggu lama, Zhafira dan Fauziah segera turun dari mobil. Namun naas, Zhafira yang terkenal ceroboh, jatuh tersungkur ketika kakinya tidak berdiri sempurna.


Zhidan segera bergegas berlari mendekati sang kakak yang sedang memberikan pijatan pada kakinya yang sedikit terkilir


" Kita ke IGD " racau Zhidan yang membuat Fauziah memutar kedua bola mata indahnya


" Gendong kakak saja masuk ke dalam " ucap Zhafira yang harus segera menghentikan tindakan tantrum adiknya ini, jika tidak ingin dia dipermalukan lebih parah lagi.


Fauziah hanya menahan senyuman ketika melihat raut wajah Zhafira yang terlihat tertekan


" Zia "


" Tolong dong ambilkan salep * dan elastis perban di dalam kotak p3k di dalam mobil aku " ucap Zhafira yang segera dikerjakan oleh Fauziah. Karena Fauziah tahu jika Zhafira menahan nyeri pada telapak kakinya hanya saja tidak mau menampakkan nya dihadapan Zhidan yang pasti panik attack apapun kondisi Zhafira jika terluka, walaupun lukanya sangat ringan.


Fauziah kemudian menyerahkan apa yang diminta oleh Zhafira, bahkan kotak p3k nya di bawa oleh Fauziah sangking perfect dia dalam segala sesuatu. Zhafira hanya tertawa melihat ekspresi wajah Fauziah dan Zhidan. Secara telaten Zhafira membersihkan area yang sakit, lalu mengoleskan menyemprotkan spray penghilang rasa nyerinya, yang kemudian membalut area tersebut dengan elastis perban, tanpa mengoleskan salep * , dikarenakan rasa sakitnya sudah lumayan berkurang.


Kenzie yang melihat kejadian tepat di depan matanya segera turun, mengikuti langkah orang-orang yang berjalan cepat masuk ke dalam villa. Namun, cukup terlambat ketika Zhafira sudah menyelesaikan perawatan pada kakinya yang terkilir.


Sebenarnya Zhafira sangat kesakitan, apalagi area yang terkilir merupakan tempat lama yang pernah mengalami cidera yang sama. Sepertinya setelah ini, Zhafira akan pergi ke tukang urut yang memang ahli di bidangnya tanpa sepengetahuan Zhidan, jika tidak ingin membuat Zhidan bersikap lebih buruk dari ini. Karena Zhidan sangat overthingking jika Zhafira mengalami cidera atau luka sedikit saja.


" Bagaimana kondisi kamu " tanya Kenzie yang sudah tidak bisa menahan rasa khawatirnya. Zhidan menatap wajah pria di hadapannya, lalu bersikap sopan. Bagaimana pun Kenzie lebih tua dari usianya, dan tadi sempat bertegur sapa karena mereka berada di villa yang sama, dan kamar yang sama.


" Alhamdulillah, baik "


" Terimakasih atas perhatiannya " ucap Zhafira tanpa memandang wajah Kenzie, tanpa melihat pun Zhafira tahu jika yang memberikan pertanyaan kepada dirinya adalah seorang pria.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺