My Darling

My Darling
62



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Cleo yang masih saling berburu posisi dengan Anggie masih belum bisa bernafas dengan lega, dikarenakan posisinya masih sangat rentan untuk bisa dikalahkan oleh Anggie. Cleo melihat peluang nya sangat tipis untuk mendapatkan gelar terbaik dia cukup sadar diri untuk itu. Namun, dia masih berkesempatan menjadi Runner up jika dia mampu mempertahankan kecepatannya. Cleo berfikir di dalam benaknya. Ah, sudahlah jika dia tidak mampu mengejar Zhafira yang sudah melaju lurus meninggalkan Cleo dengan posisi yang lumayan dikategorikan cukup jauh walaupun masih punya kesempatan untuk mengejar akan tetapi masih ada Anggie yang harus dia singkirkan. Dan di dalam benaknya Cleo, dia berfikir setidaknya Cleo masih bisa mengalahkan Anggie sehingga Anggie tidak akan bisa lagi menyombongkan dirinya di hadapan Cleo dan teman- teman dalam skill ini, itulah yang ada di dalam otaknya Cleo.


Sehingga, saat ini Cleo akan memfokuskan diri agar bagaimana pun caranya Anggie harus berhasil dia kalahkan agar kelak dia tidak lagi menelan rasa malu ketika Queen mengejek dirinya lagi, Cleo tidak mau hal memalukan itu terjadi sekali lagi. Oleh karena itu, Cleo akan mengunakan segala cara yang positif dan strategi yang terbaik, yang pada intinya dia harus menjadi Runner up, dan itu obsesi terpendamnya selama ini.


Jika Cleo mati- Matian ingin menghadang langkah Anggie, maka tidak berlaku bagi Anggie. Karena bagi Anggie, Cleo bukanlah apa-apa dibandingkan Zhafira dalam berbagai skill. Anggie hanyalah menunggu momen yang tepat untuk menyalip Cleo, dan menipu Zhafira, memanfaatkan kelengahan Zhafira, toh jarak diantara mobil balap milik Cleo terlalu tipis dengan mobil balap milik Anggie, mudah sekali bagi Anggie untuk menyalipnya. Namun, Anggie mempermainkan mindset Cleo.


terlihat jelas, sangat jelas sekali, bahkan jika dalam pertandingan balap saat ini dilibatkan beberapa orang sebagai komentator maka sudah sangat terlihat dengan jelas bahwa Anggie hanyalah bermain-main dengan menjadikan Cleo sebagai bayangannya untuk membuat Cleo pecah konsentrasi dan menjadi kalang kabut, sehingga membuat tujuan utama Anggie terpenuhi.


Cleo tidak menyadari hal itu, dia sibuk dengan mempertahankan posisinya saja padahal Anggie sudah berkamuflase menjadi predator yang mengincar posisi Zhafira dengan memanfaatkan Cleo sebagai umpan. Bila Zhafira lengah sedikit saja, maka Anggie pasti akan berhasil menaklukkan lintasan sirkuit kali ini.


Akan tetapi Zhafira tidak sebodoh itu, Zhafira sudah memiliki berbagai strategi yang tersusun apik di dalam otak briliannya yang terlalu ceroboh untuk hal lainnya. Tidak sia- sia bagi Zhafira yang sudah sejak kecil selalu bisa memenangkan juara catur tingkat dunia.


Lintasan terakhir di sirkuit.


Detik - detik menuju putaran pada lintasan terakhir ini semakin menyesakan dada, untuk beberapa orang menunjukkan raut wajah frustasi. Seperti Aditya yang mencemaskan sang istri yang masih saja menekan gasnya tanpa memperdulikan jika sang suami yang sejak tadi terlihat sangat khawatir. Padahal posisi istrinya berada di peringkat dua pembalap paling terakhir. Dimana Fauziah berada di peringkat terakhir dalam area balap.


Fauziah tidak berniat memenangkan kompetisi ini, dia hanya menikmati liburannya saja, dia tidak ingin ikut terpancing, terprovokasi seperti para sahabatnya yang lain yang masih memacu kendaraannya hanya demi gelar tercepat, tidak, Fauziah tidak seperti itu, dan bukan termasuk tipe orang yang seperti itu. Dia memiliki sikap yang cenderung perfeksionis dalam hal kebersihan bukan pada keberhasilan. Sehingga pertandingan ini, bukanlah hobby nya, ini hanyalah ikut- ikutan saja dari ajakan para sahabatnya.


Di tikungan terakhir menuju lintasan akhir sebelum memasuki akhir putaran pada lintasan sirkuit Zhafira masih menekan gas dengan memberikan sedikit rem untuk mengontrol laju ban pada saat melewati lekukan tikungan tajam putaran menuju lintasan akhir


Pada momentum ini Anggie melakukan hal


mendebarkan dimana dia berhasil menyalip Cleo dengan melakukan teknik slipstream yang kemudian menekan gas tanpa proses pengereman sama sekali sehingga berhasil menyusul Zhafira dan mencoba kembali melibas area sebelum tikungan lintasan dengan melakukan over taking sehingga Anggie mampu mendahului Zhafira sesaat sebelum tikungan sehingga posisi dua mobil balap tersebut nampak seperti beriringan layaknya sebuah bayangan terhadap objek kala terkena pantulan cahaya.


Begitu apik, begitu menegangkan apalagi ketika Zhafira memberikan perlawanan dengan melakukan teknik slipstream di seputar area tersebut sehingga aksi tersebut terlihat sangat keren.


Padahal, saat- saat Anggie berhasil mensejajarkan mobil balap miliknya Anggie sudah merasa akan sukses mendahului Zhafira, tanpa dia sangka jika Zhafira memiliki strategi yang membuat dia harus berpuas diri masih berada di belakang mobil balap Zhafira


Namun terlalu cepat untuk Zhafira berbangga diri. Setelah berhasil menaklukkan Anggie di putaran menuju lintasan akhir Anggie lagi - lagi melakukan perlawanan dimana kini kedua sopir mobil balap ini memacu kecepatan dengan kecepatan tinggi, untung saja mereka mengunakan ban intermediate atau ban basah sehingga mereka tidak perlu kembali ke pit stop untuk mengganti ban mereka. Hanya saja mereka wajib menuju pit stop untuk mengisi bahan bakar.


Pada momen di pit stop inilah Zhafira mengatakan kepada tim kru jika dia merasa ada yang salah pada kendaraannya, namun tim kru hanya diam saja tanpa memperhatikan apa yang menjadi keluhan yang disampaikan oleh Zhafira. Melihat hal ini, Zhafira merasakan ada yang janggal, hanya saja Zhafira sudah kadung di sini, ingin maju atau pun mundur tetap akan mendapatkan hal yang salah.


Oleh karena itu, ketika di Lintasan terakhir yang akan menjadi penentu pemenang, Zhafira sibuk membunyikan klakson. Cara Zhafira membunyikan klakson dalam kode sandi morse membuat Anggie berdecak kesal, bagaimana bisa Mr P kecolongan seperti ini .


Anggie berusaha mengejar mobil Zhafira, namun Zhafira segera menghindari Anggie yang selalu datang mendekat, yang jika dilihat dari tribun penonton maka aksi mereka seperti aksi pembalap umumnya.


Semakin lama di tonton, pandangan para penonton semakin intens menatap perjalanan para mobil balap menuju garis finish, apalagi pada tikungan terakhir lagi - lagi baik Zhafira, Anggie, dan Cleo berusaha untuk mendahului mobil balap milik temannya sendiri.


Zhafira membuat semua orang sport jantung apalagi ketika Anggie masih terus membayang - bayangi mobil balap Zhafira dan terus bermanuver mengiringi langkah Zhafira. Di detik - detik menuju tikungan terakhir putaran yang terkenal dengan lekukan tajamnya Zhafira sukses membuat semua orang tercengang saat dia melakukan late braking dan slipstream secara hampir bersamaan ketika Anggie hampir berhasil mendahului Zhafira.


Momen ini berhasil membuat Zhafira sedikit mendahului Anggie. Zhafira kembali memberikan sentuhan terakhir dengan memadupadankan teknik tadi dengan melakukan rolling speed pada lintasan lurus menuju garis akhir, dan aksi Zhafira ini sukses mengantarkan Zhafira semakin dekat dengan garis akhir dan meninggalkan Anggie.


Namun, lagi - lagi Anggie masih terus memperjuangkan posisi terbaik, dengan mengatur strategi lain agar bisa menyalip Zhafira dengan melakukan manuver yang membuat posisi Zhafira dan Anggie saling mengejar satu dengan yang lainnya.


Apa hal ini tidak membuat para penonton semakin penasaran akan tingkah keduanya, di susul Cleo yang tidak ingin menjadi 3rd Runner up. Meskipun tidak bisa menjadi the winner setidaknya dia harus menjadi Runner up. Namun, mengalahkan Zhafira dan Anggie tidaklah segampang itu, kalimat makian semakin mengalir indah di bibir seksi Cleo.


Jika Anggie tidak ada ampun memberikan Zhafira perlawanan, maka Cleo tidak memberikan keduanya ampunan dalam setiap makian yang dia lontarkan yang sebenarnya membuat seorang kru yang memberikan Cleo arahan sejak sedari awal terlihat frustasi. Telinga nya terasa gamang, ingin sekali rasanya melempar earphone yang menghubungkan antara kedua agar bisa berkomunikasi.


Cleo semakin frustasi ketika jarak diantara mobil balap miliknya sudah tertinggal sangat jauh. Hanya saja dia masih bisa melihat pemandangan di hadapannya dimana Zhafira dengan Anggie melakukan aksi saling salip, apalagi manuver yang dilancarkan oleh Anggie cukup membuat Zhafira kalang kabut. Namun sekali lagi, Zhafira bisa , sangat bisa memberikan pukulan telak pada Anggie ketika di sesi terakhir pada detik-detik menuju garis finish.


Zhafira bermanuver yang membuat Anggie harus rela tertinggal dalam hitungan detik, sehingga Zhafira berhasil mengungguli Anggie menuju garis finish dimana lampu start masih menyala. Seorang wasit mengibarkan bendera race lagi ketika Zhafira memasuki lintasan awal yang di susul oleh Anggie, yang anehnya gaya mengemudi Zhafira tampak aneh, dengan kondisi Anggie yang masih terus mengejar Zhafira.


Awalnya Cleo mengira jika Zhafira dan Anggie terlibat perebutan dalam pertandingan, semakin kesini semakin Cleo sadar jika ada yang aneh pada tingkah keduanya, sehingga Cleo mengikuti mobil balap keduanya, dan memberikan instruksi kepada tim kru untuk mengerahkan pertolongan, dan meminta Mr P untuk mengatasi hal ini. Yang tanpa ternyata Anggie telah lebih dahulu meminta tim kru nya untuk meminta Mr P segera bertindak.


Tanpa menunggu lebih lama, ternyata tim medis sudah berada di lapangan sirkuit, dan banyak barikade yang entahlah orang tidak tahu untuk apa. Sedangkan Zhidan yang sejak awal mendengar kode yang selalu Zhafira berikan jika dia dalam masalah terlihat pucat,dan mengeram marah, bahkan dengan gerakan cepat segera pergi dari tribun penonton menuju ke tempat dimana kakaknya masih berjuang.


Berkali - kali Zhidan mengeram marah, seandainya saja kakaknya tidak kekeh bertanding, mungkin hal ini tidak akan sampai terjadi, di saat- saat Zhafira berjuang untuk hidupnya, Zhidan terus berlari menuju ke arah mobil balap sang kakak.


Tidak lama kemudian terdengar suara tabrakan yang membuat mobil terbalik dan berakhir menghantam dinding lap, yang membuat mobil ringsek dengan asap yang mengepul.


Zhidan berteriak histeris sembari terus melangkahkan kakinya menuju ke tempat mobil balap Zhafira mengalami benturan. Sedangkan Anggie jangan ditanyakan lagi bagaimana perasaannya, bahkan Anggie turun dari mobil tanpa memberhentikan mobilnya dengan sempurna yang penting dia bisa segera berlari menyelamatkan nyawa Zhafira. Iya, yang penting baginya adalah keselamatan Zhafira, dan dengan demikian dia lah orang yang pertama membantu Zhafira keluar dari mobil balap, melepaskan seat belt yang melindungi Zhaza dari benturan, memanggil nama Zhafira berkali-kali, jangan sampai Zhafira menutup matanya.


Argh... Anggie menyesal mengapa dia tidak mencegah Zhafira merebut mobil balap yang menjadi rebutan antara Zhafira dan Cleo kendarai pada waktu bertanding


" Zhaza ! " Teriakkan Anggie yang diiringi dengan tangisan. Zhafira hanya merespon dengan anggukan kepala saja, sungguh dia terlalu lelah untuk mengucapkan satu kata saja, karena sesungguhnya dia sudah memeras otaknya bagaimana caranya dia berhasil selamat tanpa melukai para sahabatnya.


Anggie segera membopong tubuh Zhafira yang ukurannya lebih kecil dari Anggie, Kenzie langsung sigap mengendong tubuh Zhafira segera menjauh dari lokasi, begitu pula dengan Anggie. Karena tidak berselang lama dari aksi penyelamatan Zhafira, mobil balap yang dikendarai oleh Zhafira meledak, hancur berkeping-keping.


Anggie segera melepaskan helmet yang digunakan oleh Zhafira dengan hati-hati


" Zha "


" Katakan sesuatu, Zha "


" Jangan menakuti aku " ucap Anggie dengan suara bergetar. Zhafira berusaha membuka kedua matanya yang berat, hanya gumaman saja Zhafira mengatakan tidak apa-apa.


Namun bukannya meredakan perasaan khawatir, cemas, sedih, dan takut yang dirasakan oleh Anggie, yang ada Anggie semakin gusar dan marah dengan apa yang terjadi pada sahabatnya ini. Zhidan datang bersamaan dengan tim medis,


Dokter meminta semua orang untuk mundur, karena tim medis akan melakukan tindakan medis yang dibutuhkan oleh Zhafira


Cleo tanpa ampun menendang seorang bodyguard, salah satu anak buah Mr P


" Paman berhutang penjelasan pada ku " ucap Cleo dengan dingin.


Kemudian dia segera mendekat ke arah dimana Zhafira sudah dibaringkan di ranjang pasien.


" Bagaimana, dokter " tanya Cleo dengan khawatir


" Jangan banyak tanya. Aku memerintahkan helikopter medis untuk membawa Zhafira langsung ke rumah sakit yang ada di kota " ucap Kenzie dengan cepat. Mendengar itu membuat semua orang membenarkan apa yang diucapkan oleh Kenzie yang ternyata sudah mempersiapkan semua dengan matang. Padahal Mr P hendak mengatakan jika dia sudah mempersiapkan semuanya, hanya saja tuan muda dari keluarga Abrisham sudah lebih dahulu mengatakan rencananya.


Sehingga helikopter yang dipersiapkan oleh Mr P akan menampung para gadis lainnya. Untuk yang lainnya akan pulang ke kota melalui jalur darat.


Di dalam helikopter medis ini, sudah ada dokter dan timnya, Zhidan dan Anggie yang selalu setia berada di dekat Zhafira. Sedangkan Kenzie dan Cleo memilih menepi di bagian helikopter medis.


Cleo menatap tajam ke arah Kenzie yang sejak tadi menatap Zhafira secara diam-diam dari jarak yang tidak terlalu dekat dan tidak juga terlalu jauh


" Bukankah kamu " ucap Cleo yang menggantung ketika Kenzie menatap Cleo dengan dingin membuat Cleo mendesah pasrah


" Jangan katakan jika kamu memang menyukai Zhaza "


" Jika pun hal itu benar, tolong jangan sakiti Zhaza. Sungguh dia layak mendapatkan orang yang lebih baik dari pada kamu " ucap Cleo dengan sangat pelan yang hanya bisa di dengar oleh Kenzie saja. Namun Kenzie hanya terdiam saja tanpa ingin menjawab atau sekedar memberikan respon atas kalimat pernyataan yang keluar dari mulut tajam Cleo. Tatapan matanya hanya menatap wajah cantik Zhafira yang sedang tertidur pulas.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di rumah sakit yang ternyata milik keluarga Abrisham, dimana peralatan medis yang dimiliki rumah sakit ini sangat lengkap dan terkini. Zhafira segera mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Walaupun Zhafira menutup matanya, Zhafira masih merespon jika ada pertanyaan dari dokter saat dokter menanyakan sesuatu kepadanya. Hanya saja, kepala Zhafira terasa sakit sekali yang tanpa paksaan pun Zhafira terlelap.


Azzam, Siti, dan Aisyah serta Adhitama berlari - lari dengan tergopoh-gopoh menuju kamar rawat inap Zhafira yang sangat wah fasilitasnya. Zhafira pun ketika terbangun dari tidurnya, sempat terkejut ketika dia berada di dalam kamar rawat inap yang tidak biasanya dia tempati. Ada sedikit berbeda, dari interior dan tata letaknya, ini terlalu luxury menurut Zhafira.


Cleo dan Anggie tidak tahu sedang berada di mana, yang pasti sepertinya mereka sedang menguliti Mr P untuk memberitahu mereka siapa orang yang sebenarnya telah berhasil mencelakai Zhafira yang sebenarnya ditujukan untuk Cleo. Namun, mobil yang pasti dikendarai oleh Cleo diminta oleh Zhafira untuk dia kendarai, maka Zhafira yang menjadi korban.


Entah mengapa Zhafira tiba-tiba meminta itu, ternyata Zhafira tahu jika Cleo tidak cukup mahir dibandingkan dengan dirinya. Jika sampai Cleo yang mengalaminya, maka sudah dipastikan sejak awal Cleo lah yang akan terbunuh, karena Cleo belum terlalu mahir dalam mengatasi trouble jika mesin mobil mengalami kerusakan. Cidera yang akan didapatkan Cleo pasti lebih berat dari yang Zhafira alami, yang berkemungkinan besar dapat menyebabkan kematian.


Anggie tentu saja mengikuti Cleo untuk memberikan hukuman untuk orang yang sudah menyakiti Zhafira, dan berniat mencelakai sahabatnya Cleo. Poin nya di sini adalah Zhafira terluka, dan ini membuat Anggie harus menghancurkan orang-orang yang sudah berani menyakiti orang yang penting didalam hidupnya.


*


*


*


*


*


🌺🌺