
❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️
Perjalanan Zhafira kali ini untuk mengunjungi beberapa cabang - cabang dalam kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja para pegawai dan juga beberapa dokumen perusahaan cabang yang di limpahkan oleh Zhafira kepada orang - orang yang dipercaya oleh Zhafira.
Yang tidak hanya memiliki great graduate, akan tetapi memiliki nilai kejujuran yang tinggi selain skill terbaik. Sepadan dengan nilai gaji yang ditawarkan oleh Zhafira sejak orang tersebut bergabung di perusahaan Zhafira.
Beberapa adik-adik Zhafira yang ada di panti asuhan Zhafira, sudah ada yang lulus dengan nilai terbaik. Zhafira tentu saja menempatkan para adik-adik kesayangannya di beberapa posisi di berbagai cabang perusahaan Aisyah, atau pun perusahaan milik Zhafira sendiri.
Sesuai dengan ilmu pendidikan yang ditempuh mereka masing-masing. Tidak langsung Zhafira tempatkan di tempat terbaik. Zhafira menempatkan mereka di posisi dimana skill mereka teruji baik, dan dimulai dari posisi yang paling awal, agar kemampuan mereka naik setara dengan jabatan yang mereka inginkan, sekali lagi dengan kemampuan mereka sendiri.
Nepotisme nya hanya untuk adik-adik Zhafira memiliki tempat bernaung ilmu dan kemampuan mereka dalam memajukan perusahaan dengan skill yang mereka punya dan mumpuni.
Beruntung nya Zhafira, tidak ada satu orang pun adik-adik yang Zhafira asuh memiliki perangai buruk, yang merugikan Zhafira. Mereka semua mencintai Zhafira dengan kelebihan dan kekurangan yang Zhafira miliki. Tidak ada manusia yang sempurna, begitu pula dengan Zhafira.
Sikap Zhafira, cara Zhafira, yang mendidik dan menyayangi adik-adik panti yang dia rawat sejak kecil hingga sudah ada yang memilih untuk berumah tangga membuat semua orang yang dekat dengan Zhafira tidak ingin melukai Zhafira dengan penyakit hati.
Sering kali Zhafira menginap di panti asuhan milik Zhafira yang diberikan nama " Rumah Abang Zhayn " sebagai salah satu syarat kepemilikan rumah panti asuhan.
Namun panti asuhan ini tidak seperti rumah panti asuhan biasanya. Panti asuhan ini berdiri kokoh layaknya rumah pada umumnya, bedanya memiliki tiga lantai sebagai rumah induk yang menghubungkan antara beberapa fasilitas lain. Luas lahannya pun luar biasa, melebihi mansion pakde Zhafira, karena memiliki fasilitas sekolah, mulai dari Sekolah dasar hingga menengah atas, untuk selanjutnya, para adik-adik Zhafira menempuh di akademi sesuai minat bakatnya masing-masing.
Beberapa dari mereka memiliki beasiswa yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri, bahkan ada juga yang mendapatkan beasiswa di luar negeri ini, semua biaya tambahan Zhafira yang menanggung.
Bahkan Aisyah sudah menambahkan program khusus di perusahaan milik Aisyah untuk adik-adik Zhafira yang berprestasi akan diberikan fasilitas, dan akan terikat kontrak kerja dengan perusahaan setelah menamatkan pendidikan mereka, namun balik lagi ke orangnya kalau mau, kalau tidak mau, ingin mandiri bekerja di perusahaan lain atau perusahaan asing, dipersilahkan. Jangan sampai merasa terbebani.
Memang ada yang melakukan hal itu, bekerja di perusahaan lain, namun setelah itu, mereka akan mengabdikan diri dengan bekerja di perusahaan Aisyah dan memberikan resolusi - resolusi yang mampu membawa perubahan besar mampu membawa perusahaan menjadi semakin adidaya lainnya.
Bukan berarti tidak ada pasang surut nya, Zhafira pun sering kali mengalami deflasi ketika harga saham sedang tidak stabil. Pintar-pintar mengatur expanses atau yang lebih dikenal beban - beban yang harus di tanggung perusahaan, dan meminimalisir loss atau kerugian perusahaan.
Oleh karena itu, harus pandai menyimpan revenue atau pendapatan agar profit yang didapatkan semakin banyak, yang tentu akan semakin menguntungkan perusahaan, dengan demikian bisa semakin mensejahterakan pegawai juga pemilik. Zhafira bisa lancar memberikan hak untuk para adik-adiknya.
Hatinya tulus, memberikan dengan ikhlas, membuat Allah semakin melimpahkan Zhafira dengan kekayaan yang tidak pernah dia sangka - sangka. Banyak kemudahan yang dia dapatkan, meskipun terkadang Allah memberikan dia ujian hidup yang tidak mudah, akan tetapi itulah cara Allah memberikan pahala kepada hambanya yang beriman.
Seperti hari ini, Allah sudah memberikan Zhafira peringatan dengan memberikan Zhafira perasaan tidak enak, akan tetapi pada dasarnya Zhafira workaholic, menurut nya jika dia tidak bekerja, dia merasa ada yang salah di dirinya.
Di saat Zhafira berkumpul dengan adik-adik panti, terkadang Zhafira masih menyempatkan waktu untuk bekerja, yang terkadang hal itu membuat beberapa adik Zhafira yang masih kecil menangis. Jika sudah seperti itu, maka Zhafira akan menghentikan kerja, namun jika semua sudah pada istirahat, maka Zhafira akan kembali bekerja. Untuk beberapa adik-adik Zhafira berjenis kelamin laki-laki, bermimpi memiliki isteri seperti Zhafira, karena Zhafira merupakan role models isteri yang diidamkan oleh para pria, bahkan oleh anak kecil sekalipun.
" Zha " ucap Anggie melihat Zhafira yang masih belum bergerak dari kursi kebesarannya
" Gie "
" sebelum ke tempat tujuan kita "
" aku mau kita ke rumah sakit terlebih dahulu "
" ada adik aku yang tidak bisa di rawat di klinik rumah abang " ucap Zhafira cepat, sembari menyimpan semua barang-barang di dalam tas Zhafira.
" ck "
" nanti sajalah "
" adik-adik kamu, kalau kamu datang suka drama " ucap Anggie yang ada benarnya. Zhafira sudah menjadi sosok ibu pengganti bagi anak-anak yatim piatu yang hidup di rumah abang Zhayn.
" sebentar saja, Gie "
" aku mengkhawatirkan adikku itu "
" kata umi, sudah dua atau tiga hari ini Rafa tidak mau makan, sudah di infus panasnya turun kemudian naik lagi, kemungkinan DBD, maka dari itu aku harus tahu, karena kalau seperti itu aku harus melakukan fogging agar adik-adik aku yang lain tidak kena juga " ucap Zhafira yang segera berdiri dari duduknya
" ya udah "
" kan ada umi yang jagain " ucap Anggie sembari melihat ke arah jam tangan yang dia kenakan
" iya "
" aku adalah bunda mereka, kakak mereka , Gie "
" semua orang di rumah abang adalah tanggung jawab aku " ucap Zhafira sedikit kesal dengan ketidakpedulian Anggie
" Ok "
" sebentar saja "
" tidak ada drama, atau kamu tahu gimana aku " ancam Anggie yang sudah sedikit kesal
" iya "
" bawel " ucap Zhafira sembari berjalan mendahului Anggie, dan Anggie hanya menarik nafasnya dalam-dalam sedikit berdecak kesal, Zhafira terkadang tidak tahu waktu jika terkait adik-adiknya yang membutuhkan Zhafira.
Setelah Zhafira dan Anggie menemui Rafa yang sedang dirawat inap dan ditemani oleh umi, seperti dugaan Anggie, drama adik Zhafira yang meminta Zhafira untuk tinggal. Sulit sekali untuk Zhafira pergi, namun Zhafira memberikan sebuah janji yang membuat Rafa akhirnya luluh membiarkan Zhafira untuk pergi.
Zhafira menyempatkan kecupan di kening, dan kedua pipi bocah tampan itu, tidak lupa memberikan pelukan hangat, hingga Rafa mencium aroma Zhafira. Rafa meminta Zhafira untuk menunggu dirinya tertidur dalam pelukan Zhafira yang tidak dapat di tolak oleh Zhafira, karena saat - saat seperti ini lah yang dibutuhkan oleh seorang anak akan kasih sayang seorang ibu.
Mungkin karena inilah yang membuat anak-anak panti asuhan tidak bisa menolak pesona seorang Zhafira, sifat keibuannya, memberikan kenyamanan, cinta kasih, dan merasa dilindungi oleh Zhafira. Penampilan Zhafira pun biasa saja, tidak seperti penampilan seorang borjuis pada umumnya. Ini juga lah yang membuat Zhafira sebagai perempuan yang patut di contoh, namun hanya beberapa orang saja yang mengetahui sifat asli Zhafira yang cukup membuat lelah hayati, akan tetapi disitulah juga letak nilai lebihnya.
Tidak butuh waktu lama untuk membuat Rafa terlelap, namun waktu yang terlewatkan membuat Anggie memberikan Zhafira tatapan mata yang tajam menghunus manik mata Zhafira. Namun Zhafira pura-pura polos tidak mengerti arti tatapan Anggie.
Zhafira berpamitan dengan umi, dengan suara yang sangat pelan agar Rafa tidak terbangun dari tidurnya. Dan umi hanya menganggukkan kepalanya saja.
Melewati selasar atau koridor rumah sakit, mereka berdua berjalan dengan begitu anggun dan sangat mempesona , tentu saja dengan karismatik masing-masing , mereka berjalan dengan beriringan yang diikuti oleh sekretaris masing-masing yang akan menuju beberapa cabang perusahaan Anggie dan Zhafira yang berada dalam kawasan jalan yang sama, tidak terlalu berjauhan.
Setelah menyelesaikan agenda yang sama, baik Zhafira maupun Anggie segera melanjutkan sisa perjalanan mereka menuju salah satu restoran milik Zhafira yang tidak terlalu jauh dari lokasi cabang perusahaan Aisyah. Sedangkan Anggie akan melakukan pertemuan dengan salah satu klien di restoran mewah Zhafira. Istilah satu dayung dua tiga pulau terlampaui adalah istilah yang tepat untuk Anggie dan Zhafira lakukan selama ini.
Mereka melakukan kunjungan bisnis bersama - sama, melakukan pertemuan dengan klien di tempat yang sama, dengan klien yang berbeda, terkadang mereka terikat kerjasama dengan klien yang sama, sehingga entah circle nya Anggie yang tidak berubah atau circle nya Zhafira yang selalu sama dengan Anggie.
Sebelum Zhafira dan para sahabatnya mengambil alih kepemimpinan, khususnya Zhafira. Aisyah sudah saling mengenal dengan ibu dari Anggie. Perusahaan tuan Clarke sudah sering melakukan kerjasama, dimana Aisyah yang saat itu baru merintis usaha, menjadi vendor di beberapa event perusahaan tuan Clarke, bahkan menjadi vendor tetap untuk beberapa bahan yang dibutuhkan oleh perusahaan tuan Clarke, bahkan hingga saat ini.
Sehingga ketika Anggie meminta kepada sang Daddy untuk memberikan dirinya izin bekerja di perusahaan Aisyah, tuan Clarke membiarkan Anggie melakukan apa yang dia mau, asalkan Anggie bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban sebagai CEO di perusahaan tuan Clarke, dan terbukti performa Anggie semakin membaik ketika Zhafira menjadi panutan bagi Anggie.
Zhafira memberikan energi positif untuk Anggie, tuan Clarke semakin mempercayai Zhafira. Andai saja kepercayaan mereka sama, andai saja Zhayn masih hidup, tuan Clarke sudah pasti akan menjodohkan Anggie dengan kakak laki-laki Zhafira. Akan tetapi kalimat perandaian memang tidak lah diperkenankan bagi kita yang ingin optimis menjalankan hidup yang sesungguhnya.
Masih ada banyak pria lajang yang juga satu keyakinan dengan mereka yang menyukai Anggie, hanya saja Anggie belum memikirkan untuk memiliki seorang suami. Karena banyak hal yang dipertimbangkan oleh Anggie, salah satu nya Zhafira.
Anggie belum mampu untuk berpisah dengan Zhafira, karena biasanya sebuah pernikahan akan mengikat dirinya, akan mengekang kebebasan nya untuk berhubungan dengan seseorang. Anggie terlalu malas untuk memikirkan hal tersebut yang hanya akan menjadi beban saja.
Seperti Inez yang ketika sudah bersuami, maka ruang gerak Inez sudah tidak bisa bebas seperti dahulu. Tidak setiap saat bisa hadir dipertemukan mereka, walaupun terkadang Inez menyempatkan diri untuk datang bergabung, akan tetapi perubahan itu tetap ada.
" nona "
" tuan S dari PT X, sudah sampai di lokasi pertemuan " ucap sekretaris Anggie bernama Alya
" katakan saja kita akan segera datang "
ucap Anggie sembari menatap jam tangannya
" baik, nona " ucap Alya dengan sopan , sambil mengetikkan perintah Anggie di handphone miliknya.
" Zha
" nanti kamu selesaikan terlebih dahulu urusan kamu dengan ibu Utami "
" kalau aku sudah selesai, nanti aku akan menyusul kamu " ucap Anggie dengan santai
" Ok, Boss " ucap Zhafira menanggapi ucapan Anggie
Kedua sekretaris yang duduk manis di depan Anggie dan Zhafira mencoba menahan tawa mereka, agar Anggie tidak merasa tersinggung. Karena Anggie berbeda dengan Zhafira yang lebih terkesan easy.
Obrolan masih berlanjut selama dalam perjalanan. Zhafira mengajak Diana dan sekretaris utama Anggie bercerita dengan tema random.
Setelah menempuh waktu perjalanan yang lumayan tidak terlalu lama, namun tidak pula terlalu singkat , kini kendaraan mereka telah sampai di lokasi restoran yang menjadi kunjungan kerja mereka hari ini.
Zhafira dan Anggie kembali berjalan dengan beriringan yang diikuti oleh sekretaris pribadi mereka masing-masing,
baik Zhafira dan Anggie berjalan dengan anggun yang membuat para karyawan Zhafira terpesona oleh penampilan dan aura mereka berdua
jangankan para karyawan pria, para karyawan perempuan pun terkesan dengan Zhafira dan Anggie
Zhafira menyapa para karyawan nya, begitu para karyawan Zhafira menyambut kedatangan mereka berdua dan dua sekretaris mereka.
" selamat sore , nona Zhafira " ucap beberapa pegawai yang sengaja menanti kedatangan owner yang ternyata meleset dari jadwal semula
" iya "
" selamat sore, semua "
" terimakasih "
" sudah menyambut kedatangan kami " ucap Zhafira dengan sopan dan santun
" silahkan kalian lanjutkan pekerjaan kalian masing-masing "
" permisi " ucap Zhafira sambil tersenyum menatap para karyawan nya, kemudian dia melanjutkan langkah kaki nya menuju ruangan kerja, yang diikuti oleh Anggie dan kedua sekretaris mereka
" masyaallah "
" dua nona itu "
" cantik banget " ucap si A
" khususnya nona Zhafira " ucap si K
" puji tuhan, nona Anggie sama aja kok " ucap si L
" terserah, mau nona Zhafira atau pun nona Anggie "
" aku ngiri deh, dengan mereka berdua " ucap si B
" aku juga " ucap si C
" aku milih nganan aja deh " ucap si M
" beda dong "
" nona kita beda banget dari nona Anggie "
" nona Zhafira adalah yang terbaik " ucap si D
" walaupun berbeda, damage nya nona Anggie juga mana tahan, bestie " ucap si E
" betul banget "
" mereka berdua memiliki karakteristik yang berbeda, namun legit sesuai porsi masing-masing deh " ucap si F
" idih "
" legit, emang nya kue " ucap si N
" wah "
" sumpah, aku saja yang gadis tulen , begitu terpesona, apalagi para pria " ucap si G
" tuh "
" lihat si gemulai, tiba-tiba sok jantan " ucap si O menunjuk ke arah seorang rekan kerja mereka
" iyuh "
" menjijikan " ucap mereka secara bersamaan, ketika melihat rekan kerja mereka sudah berpose seperti pria sejati dengan dandanan perempuan
" jodohku "
" mau nya aku inginkan kamu " ucap salah satu karyawan laki- laki di restoran itu
...pletak..........
" aduh " teriak Paijo , yang tidak tahu siapakah orang yang menjitak kepalanya
" sadar Paijo "
" sadar "
" nona Zhafira bukan untuk kalangan kita "
" bersihkan liur kamu tuuh " ucap salah satu karyawan pria lain
secara refleks Paijo membersihkan bibir nya dengan sapu tangannya yang berada di kantong celana kerjanya , hal itu membuat para rekannya tertawa terbahak-bahak
" Paijo "
" Paijo "
" kamu itu sedang dikerjain si kentung " ucap salah satu rekannya
" anj*** "
" kurang ajar kalian " ucap Paijo kesal memberikan bogem mentah ke udara, karena para rekannya mengerjai dirinya
Para karyawan restoran mewah milik Zhafira sibuk bergunjing tentang pemilik restoran, sedangkan pemilik restoran sibuk membuka lembaran-lembaran monitoring dan evaluasi kinerja para pegawai, dan beberapa laporan yang tercatat di dalam pembukuan, seperti pembukuan pendapatan, pengeluaran, kas, persediaan barang, inventaris , dan pembukuan laba rugi yang di percayakan Zhafira kepada ibu Utami sebagai pengurus keuangan restoran milik Zhafira.
*
*
*
*
*
*
*
🌺🌺