My Darling

My Darling
11



❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️


Masih dalam perjalanan Zhafira menuju ruangan yang selalu menjadi tempat Zhafira jika berkunjung ke restoran mewah milik Zhafira yang awalnya memiliki konsep fine dining dengan mengusung menu masakan internasional Chinese food restaurant.


Dimana menu masakan yang disediakan berupa berbagai menu seafood dan makanan khas china seperti dimsum, dan lain sebagainya, namun tidak menyediakan daging yang tidak dihalalkan oleh agama yang dianut oleh Zhafira.


Restoran mewah ini memberikan service atau pelayanan terbaik sehingga menjadi restoran yang paling diminati dan terbaik di kawasan area jalan ini.


Memiliki parkir luas, dan memiliki interior design dan ekterior design yang elegan dan futuristik yang sangat Instagramable bagi para pecinta spot instagenic.


Oleh karena itu, restoran mewah ini sering kali menjadi tempat kumpul keluarga , meeting, atau beberapa orang menjadikan restoran ini tempat berkumpul arisan.


Namun dengan laba yang dihasilkan oleh restoran mewah ini, Zhafira memperluas lagi restoran mewah yang awalnya hanya terdiri satu lantai di indoor maupun outdoor, kini sudah menjadi lima lantai, dengan konsep berbeda.


Jika lantai satu dan outdoor tetap dengan konsep awal yaitu untuk menjamu tamu-tamu yang ingin hangout bersama beberapa teman saja, atau sekedar have fun menyantap menu restoran atau bisa juga menikmati dinner romantis bersama pasangan nya , maka lantai dua dan tiga memiliki konsep fine dining untuk orang - orang yang melakukan perjamuan, arisan, dengan jumlah orang yang lebih banyak, sehingga tidak menganggu pengunjung lainnya yang ingin menikmati suasana restoran.


Bahkan restoran menyediakan fasilitas terbaik seperti sound system dan televisi yang besar jika pengunjung ingin menikmati karaoke bersama keluarga atau kerabat, ada juga ruangan dengan alat proyektor dan layar yang besar jika mereka ingin melakukan meeting atau pertemuan yang sifatnya informal, bisa juga pertemuan dua keluarga untuk acara pertemuan perjodohan, dan lain sebagainya.


Untuk dua lantai teratas merupakan lantai yang lebih spesifik lagi, yaitu untuk orang-orang yang membutuhkan private dalam melakukan perjamuan penting, lebih dikenal dengan private room, dan ruangan pada lantai ini dan empat lantai dibawahnya dilengkapi dengan fasilitas yang sama yaitu peredam suara sehingga tidak akan menganggu pengunjung lainnya, sedangkan untuk private room percakapan mereka tidak akan bisa diketahui oleh orang lain karena peredam suara yang digunakan merupakan peredam suara yang terbaik kualitasnya.


Awalnya hanya fokus pada menu masakan Chinese food yang kaya akan rempah, kini bertambah dengan varian menu lainnya, termasuk menu Japanese food dan menu western, yang biasanya di sukai para investor asing yang datang berkunjung ke negara ini.


Sedangkan untuk menu masakan Indonesian food, Zhafira fokus pada restoran lain yang masih menjadi bagian dari bisnis Zhafira di bidang kuliner yang harganya lebih terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah yang ingin menikmati sajian kuliner khas Indonesia, namun banyak juga orang yang kalangan menengah ke atas menikmati sajian ini.


Dengan mengusung konsep casual dinning dimana restoran memiliki karakteristik lebih informal dengan suasana yang lebih santai seperti berada pedesaan dimana terdapat beberapa saung modern, melingkari kolam - kolam ikan, tempat mencuci tangan khas desa dengan pancuran air, dan live musik yang menyajikan jenis musik yang nyaman didengar, dan siapa pun diizinkan jika ingin menampilkan diri dalam bermusik.


Namun kali ini, Zhafira fokus berkunjung ke restoran utama, karena ada beberapa hambatan yang disampaikan Juwita ketika dia melakukan pemeriksaan di restoran ini. Untuk itu lah Zhafira harus turun tangan dengan laporan dari Juwita sebagai salah satu orang kepercayaan Zhafira.


" Mereka menertawakan siapa ? " Tanya Anggie


" Biasa "


" Mereka mungkin hanya sedang bercanda saja, Gie " ucap Zhafira dengan santai


" Masih jam kerja "


" Kamu harus lebih mendisiplinkan pekerja kamu, Zha " ucap Anggie yang masih meneruskan langkah kakinya


" Tolong catat, mbak " ucap Zhafira yang menyamakan langkah kakinya dengan Anggie.


Ucapan Zhafira hanya mendapatkan senyuman saja oleh Diana, karena Diana tahu jika Zhafira tidak terlalu ambil pusing, yang penting pekerja melakukan kerja dengan baik, dan bekerja dengan jujur itu sudah cukup baik.


Jika bekerja dengan lebih dari itu, maka pekerja akan mendapatkan reward atas pengabdian dan kerja kerasnya. Intinya apa yang kamu perbuat akan mendapatkan reward, jadi Zhafira termasuk pimpinan yang menyenangkan bagi para karyawannya.


Sedangkan Anggie menuntut para pekerjanya bekerja sesuai dengan profesional dan cenderung perfeksionis dalam kinerja, untuk reward Anggie akan memberikan nya kepada orang-orang yang memiliki kualifikasi standar yang ditetapkan oleh Anggie.


Pegawai Terbaik versi Zhafira masih termasuk kategori baik menurut Anggie begitu pula dengan sahabat mereka yang lainnya. Namun untuk kategori pimpinan terbaik maka Zhafira yang akan mendapatkan di semua kategori.


" Zha "


" aku berhenti di sini " ucap Anggie yang sudah mulai bergerak keluar dari lift di lantai empat


" iya "


" nanti kamu langsung ke atas aja " ucap Zhafira meminta kepada sahabatnya


" Ok " sahut Anggie dengan singkat,


Anggie segera berjalan menuju ke ruangan private room yang sudah di pesan oleh sekretaris pribadi nya untuk dalam pertemuan kali ini dengan klien.


Zhafira yang sudah sampai di dalam ruangan kerjanya segera duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Diana segera mengeluarkan beberapa lembaran monitoring dan evaluasi kinerja para pegawai serta bukti laporan- laporan yang diberikan oleh Juwita kepada Zhafira melalui Diana.


Suara ketukan pada pintu ruangan Zhafira terdengar, sehingga Diana berinisiatif membuka pintu. Di depan pintu terlihat Utami yang berdiri di depan ruangan, Diana segera mempersilahkan Utami untuk segera masuk ke dalam ruangan.


" Selamat sore, nona Zhafira " ucap Utami dengan sopan


" Iya "


" Selamat sore, ibu " ucap Zhafira yang langsung berdiri dari duduknya, menuju ke arah Utami, menyalami Utami dengan penuh takzim. Ada rasa haru di hati Utami ketika Zhafira menghormati dirinya, tidak seperti anaknya sendiri yang terkadang bersikap kurang hormat kepadanya.


" Sehat, ibu " tanpa Zhafira yang sekedar basa-basi, namun cukup membuat Utami merasa senang


" puji Tuhan, sehat " ucap Utami


Setelah berbicara basa-basi, untuk membuka percakapan yang lebih serius, Zhafira mempertanyakan hasil laporan dari Juwita yang berawal dari laporan manager operasional, yang melihat ada yang tidak benar dalam laporan yang Utami berikan. Sehingga, membuat Juwita harus menemukan titik kesalahan itu.


Dan sudah diketahui oleh Zhafira dimana permasalahannya, akan tetapi Zhafira butuh pengakuan langsung dari Utami sebagai manager keuangan yang sudah sangat dipercaya oleh Zhafira selama ini.


Tanpa sungkan Utami langsung mengutarakan semua hal yang menyangkut restoran dari A sampai Z, tanpa ada hal yang dia tutupi, karena yang Utami inginkan adalah solusi dari permasalahan yang terjadi saat ini, sebagai manager keuangan, bagaimana hal itu bisa terjadi.


Zhafira meminta semua pihak yang terlibat di hadirkan saat ini juga, untuk membahas permasalahan yang ada di restoran, dan memberikan solusi agar tidak terulang kembali yang beresiko merugikan restoran, dan Zhafira tidak menginginkan hal itu terjadi kembali.


Bukan ketidakjujuran, akan tetapi kelalaian bisa berakibat fatal jika dilakukan terus menerus oleh oknum yang sama. Harus ada tindakan yang diambil oleh Zhafira sebagai pemilik, jika ingin restoran yang dia miliki memiliki tetap memberikan dirinya profit dan laba yang baik.


" Ok "


" Rapat hari ini selesai "


" Saya meminta kepada semua tim bekerja dengan baik, sesuai arahan dari saya "


" Bekerjalah profesional untuk kemajuan restoran, dan tentu saja kemajuan restoran akan berdampak baik untuk kita semua "


" Sekian dari saya, saya ucapkan terimakasih " ucap Zhafira dengan tegas namun terkesan santun sehingga semua orang yang ikut terlibat dalam rapat menyetujui apa yang Zhafira sampaikan


Setelah keluar dari ruangan Zhafira. Utami segera memanggil para karyawan yang masuk dalam daftar hitam. Kembali terdengar suara ketukan di pintu membuat Diana segera membukakan lagi pintu ruangan kerja Zhafira.


Terlihat Diana datang dengan beberapa pegawai. Namun Diana meminta mereka untuk masuk satu persatu sesuai dengan nomor yang tertera dalam daftar karyawan yang akan berhadapan langsung dengan Zhafira. Diana memanggil satu persatu nama pegawai di restoran.


Zhafira yang tidak memiliki feeling dan insting yang tajam seperti Anggie, dalam menilai orang, tentu saja menganggap semua orang baik. Beruntung nya Zhafira ketika wanita itu masuk, yang masih menjadi pegawai restoran mewah milik Zhafira tidak berselang lama kemudian Anggie masuk ke dalam ruangan Zhafira.


Entah kenapa aura ruangan kerja Zhafira yang tadinya begitu nyaman, mendadak menyeramkan bagi Diana, tiba-tiba saja Diana merasa seperti ada aura horor, apalagi saat mata elang Anggie menatap karyawan Zhafira yang duduk berhadapan dengan Zhafira.


Dimana Zhafira masih asyik mendengarkan cerita wanita itu yang entah kemana tujuan pembicaraan nya, namun Zhafira merupakan pendengar yang baik, Zhafira memutuskan mendengarkan saja semua keluhan karyawan nya, setelah itu baru dia akan menilai apakah perkataan orang tersebut jujur atau tidak.


Namun sekali lagi, tanpa sengaja wanita itu menatap manik mata Anggie, yang pada awalnya dia berusaha membuat Zhafira percaya dengan cerita yang dia buat-buat, mendadak pecah konsentrasi ketika Anggie yang tidak melepaskan pandangan mata nya kepada wanita itu. Tubuh wanita itu sedikit gemetaran sangking gugup seakan-akan Anggie menguliti dirinya.


" Ck "


" Kalau mau berbohong itu "


" Harus lebih profesional sedikit lah "


" Jangan tanggung seperti ini " ucap Anggie dengan sarkas, dan ekspresi wajah yang begitu dingin


Hal itu tentu saja membuat wanita itu yang masih karyawan Zhafira di restoran sangat terkejut mengapa Anggie bisa mengetahui kebohongannya


" a - aku tidak berbohong , nona " ucap wanita itu dengan suara terbata-bata. Dia berusaha mengelak dengan tuduhan yang di layangkan oleh Anggie


" Yakin " ucap Anggie dengan sarkas


" Tapi kenapa aku yakin "


" Jika kamu berbohong " ucap Anggie yang sudah berjalan mendekati punggung Zhafira, tanpa melepaskan tatapan matanya dari wanita itu


Brak


Tanpa di duga karyawan itu hendak berdiri di atas meja yang memisahkan antara mereka berdua, wanita itu dengan gerakan cepat melayangkan pisau yang dia simpan sejak tadi.


Namun gerakan wanita itu masih kalah cepat dengan Anggie yang seolah-olah sudah memperkirakan pergerakan dari wanita itu. Terbukti dengan refleks yang sangat cepat Anggie menendang meja kerja Zhafira menyebabkan wanita itu langsung terjatuh. Anggie menghantam beberapa pukulan di tubuh wanita itu.


Sedangkan Diana langsung memerintahkan bodyguard segera mengamankan wanita itu untuk diserahkan kepada pihak berwajib, setelah berhasil menguasai diri, karena Diana terkejut ketika mendengar decitan pada lantai karena meja yang tergeser dengan cepat.


Feeling-nya Anggie ketika selesai melakukan pertemuan dengan klien, Anggie merasa tidak nyaman meninggalkan Zhafira sendirian, walaupun ada Diana yang mendampingi Zhafira.


Perasaan tidak nyaman saja, dan Anggie tidak mau mengabaikan feeling nya, karena itu Anggie segera bergegas menuju lantai paling atas untuk menemui Zhafira. Dan meminta para bodyguard mengikuti Anggie ke ruangan Zhafira. Dan terbukti apa yang dia rasakan sejak tadi. Perasaan itu terlalu kuat , perasaan sayang Anggie terhadap Zhafira terlalu tinggi sehingga Anggie terkadang seperti ada kolase kejadian dihadapan nya.


Para karyawan yang berada di luar ruangan yang sedang menunggu antrian bertatap muka langsung dengan Zhafira begitu terkejut mendengar suara dari dalam ruangan apalagi saat bodyguard masuk dengan tergesa-gesa meringkus tubuh pelaku penyerangan terhadap Zhafira


" Gie "


" kamu terluka " ucap Zhafira mengkhawatirkan sahabatnya yang seharusnya tidak perlu dikhawatirkan karena kekuatan lawan yang tidak seimbang. Kemampuan Anggie dalam beladiri setara dengan Zhafira, hanya saja Zhafira melihat Anggie yang memusatkan tenaga pada kaki, membuat Zhafira merasa khawatir, takut nya ada cidera, karena serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh lawan.


" tidak "


" kamu harus mengganti sepatu aku dengan yang baru "


" ini tergores meja "


" ck " ucap Anggie dengan ciri khasnya, namun Zhafira tidak menggubrisnya, yang penting baginya Anggie tidak terluka.


" iya "


" Diana, tolong selesaikan masalah ini "


ucap Zhafira


Diana segera mengurus wanita yang masih diamankan bodyguard Anggie, sedangkan untuk sisa karyawan yang masuk dalam daftar hitam, masih tetap di interview satu persatu karena mereka harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, dan memberikan alasan kenapa mereka melakukan nya.


Bedanya, saat ini, ada dua orang bodyguard yang berdiri di depan pintu, sebagai pelindung jika masih ada yang berbuat nekad melakukan hal serupa seperti wanita tadi.


Padahal menurut pemikiran Utami, Zhafira termasuk owner yang mendengarkan kesalahan pegawainya sebelum memutuskan mengambil keputusan apa yang tepat untuk setiap kesalahan yang diperbuat oleh karyawan, akan tetapi masih saja ada yang tidak puas dengan cara kerja Zhafira.


Balik lagi ke karateristik masing-masing orang. Jika lebih memilih hidup dengan penyakit hati, lama kelamaan akan menyakiti diri sendiri. Seperti wanita tadi, yang padahal dapat masuk kerja di restoran ini karena pertolongan yang Zhafira berikan kepada dirinya yang mengemis meminta pekerjaan, tetapi malah mencoba menyakiti Zhafira. Dan alasannya masih belum diketahui, mungkin setelah di verbal pihak kepolisian Zhafira akan mengetahuinya alasan kenapa wanita itu berbuat nekad seperti itu.


Zhafira meminta Utami untuk mengajak karyawan restoran untuk berkumpul di rooftop yang sudah di design untuk tempat pertemuan yang juga di lengkapi ornamen garden sehingga terlihat lebih segar, dengan perpaduan warna kayu, dan batu.


Zhafira yang baru saja tiba di rooftop masih tetap menampilkan wajah yang ramah dan bersahaja menyapa para karyawan restoran. Namun berbeda dengan Anggie yang sudah mengalami perubahan mood, sehingga aura intimidasi masih bisa dirasakan oleh orang-orang,


Apalagi saat tatapan Anggie yang memindai mereka satu persatu, beberapa bodyguard berada tidak jauh dari mereka berdua atas permintaan Anggie yang tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak terduga seperti tadi.


Zhafira memberikan informasi kepada karyawan restoran mengenai kejadian yang baru saja terjadi di ruangan kerja Zhafira. Zhafira mengucapkan permintaan maaf kepada para karyawan restoran yang mungkin saja dalam kepemimpinan dia di restoran terdapat salah dan khilaf baik secara sengaja maupun tidak sengaja.


Namun apa yang terjadi membuat para karyawan menggerutu perbuatan tidak terpuji dari eks karyawan restoran, sedangkan Zhafira semakin dicintai dan semakin diidolakan oleh para karyawan restoran.


Zhafira menjelaskan visi dan misi yang akan dia lakukan untuk memperbaiki performa restoran yang tentunya akan semakin membuat restoran menjadi lebih baik ke depannya, dan kesejahteraan karyawan semakin baik pula bila restoran memiliki income yang baik.


Zhafira meminta kerjasama dengan para karyawan restoran agar bersama-sama memajukan restoran yang menjadi tempat untuk mengais rezeki


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺