My Darling

My Darling
53



🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Sama halnya dengan Zhafira, Fauziah pun langsung menundukkan pandangan matanya. Bahkan Fauziah sudah berada tepat di samping Zhafira.


Zhidan menatap kembali wajah cantik Zhafira lalu tanpa malu dia menyematkan kecupan di pipi Zhafira


" iih "


" Jangan di cium- cium dong "


" Kakak bau keringat nih " ucap Zhafira sembari menyingkirkan wajah Zhidan yang terlalu dekat


" iyuh "


" Kamu keterlaluan Zhizi, lihat tuh baju kakak kamu penuh dengan peluh " ucap Fauziah


" Tidak masalah buat aku, mbak " ucap Zhidan yang menyahuti Fauziah dan masih betah berlama-lama di dekat Zhafira bahkan lebih parahnya lagi Zhidan yang mendusel- dusel Zhafira.


Secara otomatis Fauziah memberikan ekspresi wajah yang awalnya sempat melongo, kini memberikan cibiran


" Masyaallah "


" jijik banget lihat tingkah polah kalian "


" Ck ck " ucap Fauziah sembari menggelengkan kepalanya


" iri, bilang boss " ucap Zhafira yang kini sudah tertawa renyah melihat ekspresi wajah Fauziah yang sudah tidak enak di pandang mata


" aku akan doain kamu, supaya punya suami yang tingkat perhatian nya melebihi Zhizi "


" Biar kamu bisa menikmati kebucinan suami kamu sampai puas " ucap Zhafira, yang membuat Fauziah membelalakkan kedua bola matanya


" astaghfirullah "


" ampunilah Zia ya Allah " ucap Fauzia dengan pasrah. Dan itu berhasil membuat Zhafira tertawa puas akan kepasrahan Fauziah yang sejak tadi meledek kebucinan adiknya.


Zhafira tanpa tedeng aling-aling, langsung jongkok ke punggung adiknya, dan melingkarkan kedua lengannya di leher sang adik.


" Ayo, pangeran "


" Tolong antarkan tuan putri menuju ke kamarnya, karena tuan putri lelah untuk berjalan sendiri " ucap Zhafira yang membuat Zhidan tertawa, namun menurut akan kehendak sang kakak. Hal itu membuat Fauziah langsung cemberut apalagi ketika Zhafira melabuhkan kecupan di pipi sang adik sebagai ucapan terimakasih


Kenzie dan beberapa pria yang menatap kepergian Zhafira hanya dapat menatap nanar siluet tubuh mereka yang perlahan semakin menjauh dari pandangan mata.


" Ck "


" Sebelum menaklukkan hati sang kakak. Harus melewati bocah itu terlebih dahulu "


Ucap si G


" Yah betul "


" Bagi pengemar putri tuan Adhitama selamat berjuang " ucap si A sambil tertawa kecil. Sedangkan Kenzie hanya menyunggingkan senyuman kecil, meremehkan ucapan yang dilontarkan oleh beberapa pria tadi. Kenzie berjalan meninggalkan kelompok pria ini.


" Apakah kalian ingin tetap di sini " ucap si A


" Iya "


" Bukankah malam nanti akan diadakan sebuah acara " ucap si B


" Iya "


" Untungnya aku mendapatkan undangan dari Aditya, jika tidak aku melewatkan pesta besar ini " ucap si A


" Pesta ? " Ucap di F


" Bukan sebuah pesta yang seperti kamu bayangkan " ucap si B


" Maksudnya " tanya yang lain mewakili rasa penasaran pria lainnya


" Sepertinya para gadis akan mengadakan pesta mereka, beberapa anggota keluarga di undang. Bukankah kita termasuk beruntung berada di sini dan mengenal banyak anggota keluarga dari putri tuan Adhitama "


" Karena secara garis besar, keluarga besar dari putri tuan Adhitama dari sang ibu banyak berkewarganegaraan ini " ucap si A


" Hm, bukan hanya pria muda tadi saja yang akan hadir " tanya pria lainnya


" Iya "


" Aku mencuri dengar jika kakak laki-lakinya pun sudah berada di sini beberapa jam lalu bersama sepupu dari putri tuan Adhitama " ucap si C


Kenzie yang sudah lebih dulu tiba menyaksikan itu, membuat dia merasa begitu iri, dia sangat ingin Zhafira bermanja-manja dengan dirinya seperti Zhafira memperlakukan Zhidan. Tidak berselang lama, beberapa pria menghampiri Kenzie


" ini nih bikin gue baper " ucap pria lainnya


" bukan hal mudah menaklukkan hati tuan putri "


" harus berhadapan dengan bocah itu pula, jika berhasil "


" bravo "


" you're the win " ucap pria lainnya, dan bagi yang kalah , hanya bisa menarik confetti


" dan gigit jari " ucap pria lainnya yang berjalan meninggalkan para pria.


Namun tidak berlangsung lama, karena mereka segera berjalan masuk ke dalam bagian villa dimana mereka menginap semalam


Semalam Abhi menanyakan kepada Zhidan dimana dia berada, karena ketika tiba di lokasi kumpul, para sahabat mereka mengatakan jika Zhidan meninggalkan mereka karena ada urusan mendesak. Sehingga Zhidan memberitahukan jika dia mengantar sang kakak untuk berlibur dengan para sahabatnya. Mendengar hal itu sontak membuat Abhi ingin pergi, dan tidak hanya Abhi beberapa sahabat Abhi mengatakan jika mereka ingin ikut juga.


Dan yang lebih menyebalkan nya lagi , ketika Rasyid dan Maxwell sudah berada di villa sebelum Abhi dan beberapa sahabatnya tiba di lokasi villa.


Untung saja villa yang dimiliki oleh Cleo memiliki kawasan villa yang cukup luas. Terdiri dari banyak villa yang mengelilingi villa utama. Sehingga bisa menampung banyak tamu. Lagipula villa ini selalu dijadikan tempat private party bagi orang-orang yang melangsungkan acara. Dengan kata lain villa ini disewakan jika tidak ada acara dari keluarganya Cleo. Untuk satu minggu ini saja villa dikosongkan atas permintaan Cleo.


Anggie yang sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias menolehkan kepalanya ke arah pintu, dia melihat Zhafira yang ada dalam gendongan Zhidan hanya diam saja, hal itu biasa saja tidak ada istimewanya sama sekali.


" Kamu sudah mandi, Zha " tanya Anggie yang masih sibuk memberikan sentuhan pada wajahnya


" Tadi sih sudah, sebelum jalan pagi bersama Zia "


" Gerah lagi sih, so "


" Aku mau mandi lagi ah, biar segar " ucap Zhafira sembari membuka elastis perban


" Kaki kamu kenapa lagi, Zha " tanya Anggie yang melihat aktivitas Zhafira melalui pantulan kaca.


" Oh "


" Tadi kesimpret dikit sih "


" Sedikit nyeri sih " ucap Zhafira dengan santai sembari membuka satu persatu yang dia kenakan hingga tersisa pakaian inner saja.


Zhafira masuk ke dalam kamar mandi tanpa memperdulikan apapun, termasuk Anggie yang mengkhawatirkan kondisi Zhafira. Anggie melanjutkan kembali menyelesaikan touch pada wajahnya. Hanya dengan teknik makeup Korean look natural saja, sehingga terlihat cantik alami.


Semua orang sudah mulai berdatangan dan berkumpul di area ruangan makan villa utama. Dikarenakan jumlah yang menginap di villa kali ini cukup banyak membuat para koki harus bekerja ekstra keras. Menu sarapan pagi pun di buat dengan gaya prasmanan sehingga setiap orang bisa memilih sendiri menu apa yang akan mereka santap pagi hari ini.


Queen menyapa Anggie yang baru saja turun.


" Mana Zhaza " ucap Queen berbasa-basi sembari mengambil satu gelas jus jeruk yang akan menjadi teman sarapan pagi ini.


" Masih di dalam kamar " ucap Anggie dengan singkat


" Cleo "


" Kamu merencanakan kemana saja hari ini ? " Ucap Anggie yang sudah duduk di samping Cleo setelah dia memilih dan mengambil menu sarapan pagi nya.


" Ada masalah ? " Bukannya menjawab, Cleo malah memberikan pertanyaan


" Zhaza ada masalah pada kakinya. Berkemungkinan dia tidak akan bisa melakukan perjalanan jauh " ucap Anggie


" Untuk hari ini hanya kedua tempat saja, kita akan pergi ke hutan Pinus untuk kita mengambil photoshoot outdoor bukankah sudah lama sekali kita tidak memperbaharui photo kita bersama-sama "


" Dan selanjutnya kita akan menuju ke Curug di " ucap Cleo yang terhenti ketika Liliana yang memotong ucapan Cleo


" Come on, Cleo "


" Perjalanan untuk sampai ke dalam Curug hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki " ucap Liliana yang tahu kekhawatiran Anggie dengan kondisi kaki Zhafira. Cleo terdiam, dan membenarkan apa yang dikatakan Liliana


" Ayo "


" Kalian merencanakan untuk tidak kesana karena Zhaza " ucap Inez yang sudah ada mendekati para sahabatnya


" Mungkin "


" Kita ganti saja tempatnya, seperti tidak cocok jika dimasukkan dalam list trip perjalanan kita kali ini " ucap Liliana


" Ah "


" Padahal disana sangat indah sekali " ucap Inez yang memang menyukai dunia air, entah itu laut, danau, ataupun hanya sungai sekali pun, pokoknya Inez menyukai destinasi wisata air.


" Ya udah, nggak papa kok kita kesana " ucap Zhafira yang membuat semua orang menatap Zhafira


" Kenapa ? "


" Tidak masalah kok " ucap Zhafira yang nampak santai dengan apa pendapatnya


" Iya "


" Nggak masalah kok , bagi Zhaza "


" Sebelum dokter menyatakan bahwa kakinya masih aman Bu, belum sampai di amputasi " sahut Fauziah dari arah belakang yang membuat Zhafira melototkan kedua bola matanya


Perdebatan ini sontak membuat semua orang berusaha menahan tawanya, ada juga yang sudah tertawa mendengar kalimat yang dilontarkan oleh Fauziah


" Iya , benar kan "


" Always ....kamu tuh selalu begitu, Zha "


" Selalu menganggap mudah segala urusan, yang terkadang akhirnya menyusahkan diri kamu sendiri " ucap Fauziah memberikan narasi


" Begini yah anaknya Buya Abdullah " ucap Zhafira


" Abi yah, Zha "


" Abi "


" Dapat ilmu dari mana kamu panggil bokapnya Zia di ubah Buya " protes Queen


" Baiklah "


" Begini yah anaknya Abi Abdullah "


" Kan setelah dari hutan Pinus , kita akan langsung menuju ke Curug tuh "


" Kan ada adikku tercinta yang akan membantu aku, kakaknya yang paling sweet ini " ucap Zhafira dengan jumawa. Dan itu sukses membuat semua perempuan di sana merasa jengah, walaupun yang dikatakan oleh Zhafira memang benar, namun tetap saja menyebalkan mendengar langsung dari mulut Zhafira


" Iya "


" Sweet banget kakak satu-satunya Zhidan " ucap Inez sembari mencubit kedua pipinya Zhafira dengan gemas


" Gemush banget sih kamu " tambah Inez lagi yang membuat Zhafira sampai meringis kesakitan dan terlihat lucu. Bahkan Aditya sampai tertawa renyah melihat kelakuan istri dan sahabatnya


" iih "


" Bang Adit cemen " protes Zhafira ketika melihat suami sahabatnya hanya menertawakan kelakuan istrinya saja tanpa menegur sang istri sama sekali


" Loh "


" Kok Abang "


" Abang nggak ikut-ikutan yah , Zha " ucap Aditya mengangkat kedua tangannya keatas


" Bagaimana ? " Tanya Cleo


" Ya udah, ikutin saja trip yang udah kamu rencanakan "


" Jangan karena aku, sehingga kamu membatalkan rencana. Toh, sangat jarang sekali kita bisa berkumpul bersama seperti ini. Harus kita isi dengan hal yang menyenangkan bukan " ucap Zhafira yang duduk di sofa dimana Zhidan sudah ada di sana lebih dahulu namun masih berada dekat dengan para sahabatnya.


" Itu tuh " kode Queen untuk Zhafira melihat ke arah Anggie yang menatap tajam ke arah Zhafira


" Aman kok , Gie "


" Aku akan berjaga-jaga, dan membawa peralatan medis yang aku butuhkan " ucap Zhafira memperlihatkan barisan giginya yang rapi.


" Ayolah, Gie " pinta Queen yang ikut membujuk Anggie


" Sedikit saja melihat wajah kamu menahan sakit, kita pulang " ucap Anggie yang sudah sedikit melunak tidak seperti dulu lagi


" Iyey...yuhu " ucap Liliana dan Inez ber TOS ria


Namun senyuman dan tawa Liliana tidak berlangsung lama karena setelah itu raut wajah Liliana sudah tidak sedap di pandang mata


" Kenapa elo, Li " tanya Queen


" Noh "


" Kita semua pada numpang hidup di dunia ini, yang punya mereka berdua aja " ucap Liliana yang sudah melayangkan protes terhadap kehaluan pasangan ini yang tidak mengenal waktu dan tempat.


Sontak membuat orang-orang di sekitar Aditya dan Inez segera menatap mereka berdua dengan jengah


" Loh "


" Masalahnya dimana "


" wajar dong kalau gue mesra-mesraan sama suami gue " ucap Inez yang tidak menerima protes dari para sahabatnya


" Noh "


" Ini baru yang nggak wajar " ucap Inez menunjukkan jarinya ke arah Zhidan dengan Zhafira yang asyik bercerita sambil suap- suapan


Zhafira yang melihat arah jari Inez yang mengarah ke arahnya dan adiknya tentu saja terkejut


" Kenapa juga aku ikut di protes nih "


" salahnya dimana " tanya Zhafira


" Nggak merasa salah, gitu " ucap Liliana melayangkan protesnya lagi


" Nggak tuh "


" Cium Zhizi aja nggak masalah. Mahramnya aku "


" Masalah buat elo " ucap Zhafira yang bahkan menghadiahkan wajah jeleknya sembari mengeluarkan sedikit lidahnya yang membuat Liliana geram, dan melemparkannya sepotong roti yang disambut dengan cepat oleh Zhafira dan kemudian Zhafira memakannya dengan cepat


" Terimakasih bestie, cinta deh aku sama kamu " ucap Zhafira tidak tahu diri yang membuat Liliana berlagak mual mual. Dan hal itu membuat semua orang merasa terhibur pagi hari ini


" Sudah main-main nya "


" Kita harus segera tiba di lokasi " ucap Cleo yang sudah menyelesaikan sarapan pagi nya.


" Ya Ela. Masa kita kesana beginian aja, Cleo "


" Pakaian, dan makeup mesti kita touch- touch ulang dong. Harus disesuaikan dengan wardrobe yang digunakan dong " protes Queen yang mendapatkan anggukan kepala dari beberapa sahabatnya


" Cepatlah aja sih "


" Semua sudah disiapkan di sana " ucap Cleo serius


" Wah "


" Anaknya Daddy emang beda cuy "


" Ya udah, aku sudah selesai nih " ucap Liliana dengan cepat


" Aku juga " ucap Inez yang sudah merapikan bekas makannya. Dan diikuti oleh yang lainnya


Saat berjalan masuk ke dalam mobil Zhidan pun hendak masuk yang mendapatkan tatapan tajam semua gadis di sana


" Ngapain kamu " ucap Queen


" Ikut dong, kak " ucap Zhidan tanpa malu


" Nggak boleh " ucap semua orang. Bahkan Anggie menutup pintu mobil tepat di hadapan Zhidan.


Sumpah demi apa, mengapa semua sahabat kakaknya ini menyebalkan seperti ini. Bukankah bagi Zhidan, hidup dan dunianya adalah Zhafira. Jika dia ditinggalkan seperti ini, maka dia akan seperti anak hilang induk. Zhidan terpekur di posisinya, tanpa bergerak sama sekali membuat Aditya memberikan kode pada Kenzie untuk melakukan pendekatan terhadap Zhidan.


Bukankah sahabat nya ini ingin mendekati Zhafira, yang artinya harus bisa mengambil hati keluarga Zhafira.


" Zhidan " ucap Aditya memanggil nama Zhidan agar Zhidan menolehkan kepalanya pada Aditya, namun Zhidan tidak bergeming, dia asyik menatap arah beberapa mobil yang berlalu pergi meninggalkan kawasan villa.


" Ck "


" Nih bocah, emang dasar sister complex " ucapnya lagi, yang membuat Aditya terpaksa mendatangi Zhidan yang kemudian menepuk punggung Zhidan. Barulah Zhidan menyadari jika dia tidak sendirian berada di sini


" biarkan saja mereka bersenang-senang "


" Kita beristirahat saja terlebih dahulu "


" Bukankah nanti kamu tidak hanya akan mendampingi Zhafira, yang pastinya kamu membutuhkan banyak tenaga untuk mengendong Zhafira sampai pada tujuan " ucap Aditya, Zhidan masih terdiam sebelum mengiyakan permintaan Aditya


" Apakah teman Abang saja yang akan membantu Zhaza jika kamu nanti tidak sanggup menggendong bayi besar Zhaza " ucap Aditya lagi yang membuat Zhidan menggelengkan kepalanya


" Tidak mungkin, bang "


" Zhidan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bahkan bang Max dan Rasyid saja belum pernah melakukannya "


" Apalagi orang lain. Zhidan tidak akan pernah mengizinkan itu terjadi, kecuali orang-orang yang mahram bagi kakak " ucap Zhidan


" Kalau begitu, ayo kita masuk dan beristirahat "


" Ada layanan pijat, dan kita menikmati itu saja terlebih dahulu sebelum rombongan itu kembali "


" Kang pijatnya laki-laki loh " ucap Aditya yang harus memperjelas ucapan nya agar Zhidan mau mengikuti mereka. Tanpa berpikir lebih lama Zhidan segera menganggukan kepala pertanda dia menyetujui ajakan dari Aditya.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺