My Darling

My Darling
55



🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Oleh karena itu, bagi beberapa orang kitab suci tidak hanya dijadikan sebagai bacaan saja. Jika kitab suci dijadikan seorang hamba sebagai tuntunan dalam menjalani kehidupannya maka insyaallah pasti akan membawa keberkahan bagi orang tersebut apalagi jika ingin mendapatkan predikat sebagai hambaNya yang beriman. Hal yang sangat baik jika mempelajari dan mendalami setiap apa yang tertulis dalam kitab suci yang tidak hanya sekedar membaca, namun kita berusaha mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari maka janji Allah SWT itu pasti.


Banyak pendapat ulama yang pada intinya jika urusan akhirat diikutsertakan dalam urusan dunia, maka urusan dunia akan indah meskipun di penuhi dengan ujian yang tidak mudah , karena setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan itulah janji Allah, dimana Allah SWT tidak akan menguji hambaNya melebihi batas kemampuan hambaNya, hanya saja kita manusia yang terkadang tidak sabar akan nikmat yang Allah titipkan, yaitu nikmat bersabar.


Kembali ke kisah dimana Anggie berusaha membangunkan Zhafira, dan itu sulit pemirsa, yang dibangunkannya adalah seorang putri Adhitama sehingga Anggie harus ekstra sabar. Apalagi ketika suara kerasnya yang ternyata malah membuat Fauziah terbangun dari tidurnya padahal yang dibangunkan tidur yah itu, Zhafira. Anggie hanya bisa menggelengkan kepalanya saja ketika melihat gaya tidur Zhafira yang terlihat tidak ada indah-indah nya sama sekali.


Bisikan di telinga tidak mempan, hm. Dengan cara di hidupkan musik yang super kencang di daun telinga seperti nya akan membuat Zhafira akan terjingkat kaget, Zhafira akan seperti ini jika dia sudah terlalu lelah. Namun jika tidak dibangunkan maka Zhafira yang akan memarahi orang.


" Bangun nyonya " ucap Anggie sedikit sarkas membuat Zhafira tertegun ketika baru bangun dari tidur


" Baiklah , maafkan aku "


" Cepatlah, hanya kita berdua yang tertinggal " ucap Anggie menakuti Zhafira


" Ah " ucap Zhafira yang langsung mencoba berlari keluar dari dalam mobil. Yang celakanya Zhafira tidak memperhitungkan lagi bahwa dirinya bisa saja cidera turun secara tiba-tiba dari dalam mobil.


Yah benar, Zhafira hampir saja mencium tanah, jika tidak dengan cepat Zhidan menyambar tubuhnya. Anggie sudah tidak bisa berkata-kata dengan sikap ceroboh Zhafira seperti ini.


" Kamu bukan bocah Lima tahun, Zha "


" Yang selalu harus diawasi setiap langkahnya " protes Cleo dengan sarkas padahal sesungguhnya Cleo sangat peduli dengan Zhafira hanya saja terkadang sikapnya terlalu dingin yang terkadang diasumsikan berbeda.


" Tidak apa-apa, ada Zhizi " ucap Zhidan yang merasa bersyukur ketika berhasil menyelamatkan Zhafira


" Iya kali ini "


" Lain kali " ucap Liliana yang menatap tajam wajah Zhafira. Membuat Zhafira merasa bersalah


" Iya "


" Maafkan aku , aku akan berusaha untuk lebih berhati-hati " ucap Zhafira sembari menundukkan kepalanya


" Sudahlah, ayo "


" Jika tidak pergi sekarang, Kita akan terlalu sore pulangnya atau terlalu sebentar bersenang-senang nya " lerai Anggie yang tidak ingin Zhafira dipojokkan lebih lama lagi


" Selalu seperti itu, lain kali itu akan menjadi bumerang bagi Zhaza , Gie " gumam Queen yang membenarkan pendapat sahabatnya yang lain


" Iya "


" Maafkan aku , aku akan lebih berhati-hati lagi nantinya " ucap Zhafira yang menyadari kesalahannya, dan agak sulit yah mengubah kebiasaan buruk ini.


Zhafira menolak ketika Zhidan memberikan punggungnya dikarenakan Zhafira sudah merasa baikan, merasa segar bugar apalagi dia baru saja habis bangun tidur. Sepatu yang digunakan Zhafira sudah diganti dengan sepatu khusus pendakian yang memang diperuntukkan untuk perjalanan seperti ini. Begitu pula dengan yang lainnya sehingga perjalanan ini tidak terlalu menyusahkan seperti jika mengunakan sepatu atau sandal biasa.


Namun memang pada dasarnya ceroboh, berkali -kali Zhafira hampir terpeleset meskipun terlihat sangat jelas jika Zhidan terlalu protective terhadap sang kakak. Akan tetapi Zhidan sama sekali tidak tergerak untuk langsung mengendong Zhafira. Terkesan Zhidan membiarkan saja Zhafira yang terkesan sembarangan dan itu membuat Kenzie sangat kesal namun mau kesal dengan siapa. Kim menahan diri untuk tidak tertawa ketika melihat Kenzie tidak berdaya ketika tidak bisa membantu Zhafira.


Dari sinilah semakin Kenzie yakin untuk mendapatkan Zhafira. Karena Zhidan sama sekali membiarkan sang kakak bertindak semaunya, dan tidak mencegah hal itu. Puncaknya ketika Zhafira hampir saja jatuh ke dalam air dimana jarak antara tebing dengan air masih terlalu jauh jaraknya sehingga jika Zhafira terjatuh bisa diyakinkan jika dia akan mengalami patah tulang.


Kenzie yang rasa kesal yang sudah sampai di ubun-ubun hendak mengatakan sesuatu, namun terhenti ketika tatapan tajam mata Anggie menghunus menatap nya dengan dingin. Seakan-akan Anggie mengatakan " jaga batasan anda , anda bukan siapa-siapa " begitu lah kurang lebih.


Perjuangan untuk sampai di Curug ini terbayarkan ketika melihat air yang mengalir dengan indahnya, deburan air membuat udara terasa dingin menembus kulit. Dikarenakan di area ini banyak sekali laki-laki yang ikut. Zhafira dan Fauziah memutuskan untuk bermain air di tepian saja tidak seperti sahabat nya yang lain yang mulai berenang kesana kemari dengan riangnya.


Inez dan sang suami , sudah jelas pasangan ini sudah tidak memperdulikan keadaan sekitar. Bagi mereka dunia milik mereka berdua, sehingga mereka asyik dengan dunia mereka sendiri.


" Nona, bermainlah air di area di sana "


" Saya sudah mensterilkan area tersebut dari orang lain" ucap Mr P, yang membuat Zhafira dan Fauziah senang mendengar berita yang disampaikan oleh Mr P.


Ah, Mr P memang he's the best, bisa-bisanya membuat spot khusus buat mereka yang tidak ingin lekuk tubuh mereka terlihat ketika basah terkena air.


Melihat dua sahabat berada dalam spot itu, Liliana segera bergegas bergabung yang diikuti oleh yang lainnya kecuali Inez yang sudah ditahan oleh Aditya untuk bersamanya.


Para gadis tertawa, dan sesekali terdengar riuh entah mempeributkan apa yang terdengar hanya lah gelak tawa renyah dari spot itu dan juga air yang berdebur kencang seperti ada yang saling mengejar satu sama lain dan bergelut khasnya perempuan.yang terkadang ada suara jeritan tawa yang cukup kencang . Rasyid, Maxwell, Zhidan dan pria lainnya ikut berenang kesana kemari merasakan air yang mengalir itu dengan suka cita. Terkadang ketiganya gelut khas laki-laki.


" Tuan " ucap Kim ketika Kenzie memutuskan untuk tidak bergabung seperti lainnya


" Tidak bisakah aku melihat spot itu " tanya Kenzie


" Tidak ada celah, tuan "


" Di beberapa titik dijaga anak buah Mr P "


Kim segera undur diri dari posisinya. Jelas saja Mr P sangat melindungi privasi nona muda Morris. Mr P termasuk dalam jajaran kepala bodyguard yang paling disegani karena cara kerjanya yang sangat profesional. Sangat wajar ketika Kenzie dan para pria lain tidak bisa mendekati area itu. Jangankan mendekati untuk melihatpun mereka tidak bisa melakukannya dikarenakan mata elang Mr P bisa mengetahui pria -pria mana saja yang ingin bersikap mesum , maka dengan tegas Mr P mengusir pria itu. Tidak peduli meskipun pria itu melontarkan kalimat caci-maki ataupun ancaman apalagi jika pria mengatakan apa yang dia miliki, jabatan apa yang dia miliki hanya hitungan hari maka akan sama dengan tanah harga diri orang itu dan harta kekayaan yang dia miliki. Tanpa perlu Mr P berperang mulut dengan orang tersebut.


Oleh karena itu, para pria yang ikut meramaikan acara healing ini hanya yah hanya tahu saja, dan tidak bersikap berlebihan. Bila masih ingin ikut bergabung dalam rombongan.


Seorang teman mengajak Kenzie untuk bergabung, namun Kenzie menolak nya dengan halus dan dengan alasan yang tepat sehingga untuk beberapa saat sahabatnya tidak lagi berusaha mengajak Kenzie untuk ikut bergabung.


" Zia " teriak Liliana yang membuat suasana tadi ceria menjadi hening. Para gadis lainnya segera mendekati posisi Fauziah dan Liliana. Dasar Fauziah nakal, dia berniat betul menipu para sahabatnya yang ternyata setelah para sahabatnya merasa jengkel karena tertipu oleh dirinya menganggap jika untuk kedua kalinya Fauziah melakukan hal serupa hanyalah kebohongan Fauziah.


Padahal betul-betul Fauziah tenggelam, entah karena apa, padahal Fauziah cukup mahir berenang, namun Fauziah bertingkah seperti seorang yang berusaha keluar dari air. Melihat itu, apa lagi Fauziah yang sudah memperlambat gerakan nya membuat Zhafira segera berteriak mengucapkan kalimat takbir.


Anggie langsung berenang cepat ke arah Zhafira dan Fauziah. Dengan cepat pula Anggie ingin melakukan tindakan CPR untuk menyelamatkan Fauziah yang sudah memucat.


Mr P yang mendengar suara teriakkan Cleo segera bergegas mendekati area perempuan dan Cleo memberikan perintah yang segera dikerjakan oleh Mr P. Dengan cepat Mr P memerintahkan anak buahnya untuk segera mematuhi perintah yang dia ucapkan.


Sedangkan Anggie yang sudah memberikan pertolongan pertama pada Fauziah seadanya belum juga berhasil dikarenakan mereka masih di area air. Aditya dan Inez yang sudah datang berada di sekitar area para gadis segera membawa tubuh Fauziah di area yang lebih baik agar bisa dilakukan tindakan CPR dengan baik. Saat ini merupakan titik krusial sehingga ketika Aditya membopong tubuh Fauziah semua orang tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Zhafira dengan cekatan membuka alat medis yang baru saja diserahkan oleh Mr P, sedangkan yang lainnya masih terus mengusahakan kompresi dada agar bisa berhasil di lakukan apalagi ketika raut wajah Fauziah yang semakin memucat


Ah, apa yang terjadi. Bukankah Fauziah ahli dalam berenang walaupun bukan seperti atlet skala profesional. Namun Fauziah tidak terlalu buruk hanya sekedar berenang saja.


First Aid Kit atau Tas P3K Medis yang dimiliki oleh Zhafira lumayan besar, sehingga untuk beberapa barang yang dibutuhkan dalam pertolongan pertama proses penyelamatan pasien korban kecelakaan cukup lengkap.


Dengan cekatan Zhafira kembali membuka tas medis mengeluarkan beberapa alat yang dibutuhkan seperti Bag Valve Mask (BVM) atau ambubag dimana fungsi alat medis ini digunakan untuk memberikan ventilasi nafas kepada seseorang yang tidak bisa bernapas secara normal dalam keadaan darurat yang bisa dikatakan dalam fase airways dan breathing pada proses pertolongan pertama pada pasien gagal nafas.


Karena terkadang fase breathing setelah fase airways proses pertolongan dengan melakukan breathing atau ventilasi melalu mouth to mouth dilakukan jika tidak tersedia alat untuk proses ini. Namun di beberapa kasus terkadang si penolong kurang bisa melakukan proses ini dengan baik sehingga tidak menghasilkan hasil yang diinginkan malah akan membuat pasien mengalami resiko seperti barotrauma, regurgitasi, meningkatnya resiko inflasi pada area perut, ataupun resiko terjadinya aspirasi bila pada proses ventilasi nafas atau proses breathing dilakukan secara berlebihan atau tidak sempurna sehingga dalam setiap proses CPR memang harus dilakukan oleh orang yang memang memiliki keahlian dalam bidang ini atau seorang penolong memang sudah mahir melakukan CPR ini jika tidak akan menyebabkan hal-hal yang seperti dijelaskan tadi.


Oleh karena itu sangat wajar jika tidak semua orang bisa melakukan salah satu tindakan medis ini, dikarenakan si penolong harus memastikan terlebih dahulu kondisi pasien, apakah mengalami henti nafas atau henti jantung karena penanganan medis nya berbeda.


Mengapa proses ventilasi nafas atau breathing harus dilakukan oleh yang sudah profesional, hal itu selalu dikaitkan dengan efek jika tidak dilakukan dengan benar. Karena dengan melakukan ventilasi pernapasan yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan intratorakal dan menghalangi pengembalian pembuluh darah, mengurangi output jantung, aliran darah serebral, dan gangguan perfusi jantung. Padahal


tujuan dari ventilasi itu sendiri dilakukan untuk mengalirkan oksigen ke dalam aliran darah sehingga sampai ke otak.


Berbagai macam penamaan pada pertolongan pertama bagi pasien atau korban yang membutuhkan bantuan medis jika mengalami gagal nafas, diantaranya yaitu CPR ( Cardio Pulmonary Resusitasi ), RJP ( Resusitasi Jantung Paru ), BHD (Bantuan Hidup Dasar), dan Rescue Breathing, serta penamaan lainnya yang pada intinya tindakan medis dilakukan oleh profesional di bidangnya atau yang memang pernah mengikuti pelatihan tindakan medis ini.


Untuk kasus yang dialami oleh Fauziah, hal pertama yang dilakukan oleh Zhafira adalah dengan memeriksa denyut nadi Fauziah terlebih dahulu, setelah itu Zhafira memanggil nama Fauziah sembari menepuk- nepuk bahu Fauziah yang berfungsi untuk memeriksa kesadaran Fauziah apakah Fauziah hanya sekedar pingsan atau memang hilang kesadaran akibat tertelan air. Namun, ketika Fauziah tidak memberikan respon sama sekali Zhafira segera membuka jalur nafas yang sering disebut juga dengan fase airways. Pada proses ini Zhafira membuka rongga mulut Fauziah adakah sumbatan atau tidak, yang kemudian Zhafira memberikan bantuan nafas atau proses breathing dengan mengunakan ambubag dikarenakan pengunaan alat medis lebih tepat jika ada, kalau tidak ada mau tidak mau dengan teknik mouth to mouth.


Ketika masih belum ada tanda-tanda kesadaran, Zhafira meminta Aditya melanjutkan kembali proses CPR dengan melakukan kompresi dada pada kedalaman tekanan 5 cm dengan ritme 100 – 120 kali/menit sebanyak 30 kali, dengan memberikan bantuan pernapasan sebanyak 2 kali, dan dilakukan sebanyak lima siklus.


Sedangkan Anggie membantu Zhafira mempersiapkan alat-alat medis yang dibutuhkan dalam proses selanjutnya.


Bersyukur nya ketika Fauziah memuntahkan air yang tertelan, dan dengan segera Aditya memposisikan tubuh Fauziah dalam posisi sempurna setelah proses penyelamatan.


Setelah di rasa air yang dimuntahkan oleh Fauziah tidak ada lagi, Zhafira memeriksa denyut nadi Fauziah yang lemah.


" Bang "


" Segera kita pulang menuju villa. Untuk respirasi Zia membutuhkan bantuan O2, dan stok O2 yang kita miliki hanya mampu bertahan sampai di perjalanan saja " ucap Zhafira sembari memberikan oksigen dengan POC yang dimilikinya ( Portable Oxsigen Concentrator ).


Aditya segera mengangkat tubuh Fauziah lalu bergegas meninggalkan lokasi menuju ke parkiran. Alat medis yang sedikit berantakan segera dibereskan oleh anak buah Mr P, sedangkan Mr P sudah memimpin jalan, dan sudah memerintahkan anak buahnya yang lain untuk mensterilkan area perjalanan bahkan sudah memerintahkan dokter keluarga untuk sampai di villa tidak sampai hitungan jam.


Mereka semua tidak memperdulikan kondisi tubuh mereka sendiri yang menggigil kedinginan yang mereka pikirkan adalah sampai ke tempat tujuan mereka dengan cepat.


Saat menaiki jalanan cukup curam, Zhafira sedikit terpeleset apalagi jalanan yang dilalui oleh nya sudah dilalui oleh orang-orang yang berjalan cepat demi Fauziah cepat sampai di area mobil di parkiran pada tempatnya sehingga jalanan yang akan dilalui oleh Zhafira dalam kondisi basah yang membuat kontur tanah menjadi liat. Zhafira mengira jika yang membantunya mungkin saja Zhidan karena Zhidan selalu berada di belakang tubuhnya jika mereka berjalan sehingga Zhafira memberikan ucapan terimakasih dengan suara yang lembut dan bermakna kasih yang membuat Kenzie menyunggingkan senyuman


" Terimakasih, sayang '' begitulah ucap Zhafira yang berusaha untuk menaiki jalanan yang cukup terjal tanpa mempedulikan orang lain apalagi orang yang berada di belakang tubuhnya, baginya berjalan cepat menuju area parkir lebih penting daripada sekedar basa-basi dengan si penolong. Padahal, pada kenyataannya Zhafira sudah memerintahkan Zhidan untuk membantu Aditya, mendampingi Aditya dalam proses evakuasi Fauziah namun Zhafira melupakan hal itu karena yang terpenting baginya, dia segera sampai ke tempat tujuan.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺