
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Sesampainya mereka di area parkir tanpa menganti pakaian mereka bergegas menuju mobil yang sudah dipersiapkan dimana di dalam mobil itu penumpang nya ada Zhidan, Aditya, Inez dan Fauziah sedangkan para tuan putri lainnya sudah duduk di motor sport yang sudah tiba di sana terlebih dahulu sebelum mereka sampai yang pasti ini hasil dari perintah Mr P kepada para bawahannya.
Zhafira tidak memperdulikan tubuhnya yang sudah mengigil kedinginan, begitu pula dengan para sahabatnya. Namun yang tidak dipikirkan oleh Zhafira malah membuat otak para pria-pria disana traveling. Dimana lekuk tubuh para perempuan yang tercetak membuat pikiran para lelaki mulai yah seperti itu.
Kenzie bahkan berkali-kali menatap tubuh Zhafira tanpa berkedip, sepanjang jalanan menuju parkiran. Mr P sangat marah terlihat dari rona wajahnya namun prioritas baginya keselamatan putri Abdullah sehingga untuk sementara biarkan saja para pria menikmati keindahan yang terpampang nyata toh melihat saja tanpa bisa menyentuh bukankah itu sangat menyiksa.
" Terimakasih, Paman " ucap Zhafira sembari merampas jaket dan helmet yang diulurkan oleh Mr P pada Zhafira dengan cepat Zhafira memakai jaket dan helmet tersebut dan menunggangi kuda besinya. Begitu pula dengan para sahabatnya sehingga jika dalam gerakan slow motion, gerakan mereka sangat apik sekali, begitu indah dan wow itulah kesan yang para pria sampaikan hanya dari tatapan mata.
Jika para pria terpaku, para perempuan sudah mulai menghidupkan mesin kuda besinya tanpa aba-aba Zhafira memimpin jalan yang diikuti oleh para sahabatnya. Kenzie tidak ingin ketinggalan , dia pun segera menghidupkan laju kuda besinya, sedangkan beberapa pria lainnya ada yang mengikuti dengan mengendarai kuda besi, ada yang bergabung dalam satu mobil yang akan mengantarkan mereka ke tempat tujuan yang sama.
Dalam perjalanan, Aditya memberikan kecupan pada puncak kepala Fauziah, itu dilakukan oleh Aditya tanpa sadar, karena sangking sayangnya Aditya pada para sahabat istrinya
" Bertahanlah, dik " ucap Aditya ketika rona wajah Fauziah belum kembali seperti semula. Bahkan selimut tebal yang membungkus tubuh Fauziah tidak membuahkan hasil. Tubuh Fauziah masih dingin seperti es.
Di sinilah Kenzie mulai menyadari satu persatu kelebihan yang dimiliki oleh Zhafira, dan jangan diperbandingkan dengan para sahabatnya, karena setiap orang memiliki pesonanya masing-masing. Namun bagi Kenzie yang sejak awal sudah menyukai Zhafira semakin memperdalam perasaan suka itu dan semakin menginginkan Zhafira untuk dirinya saja.
Terngiang-ngiang di dalam pikirannya bagaimana cara Zhafira memberikan pertolongan pada sahabatnya, raut wajah cantik Zhafira yang terlihat serius dan fokus. Bagaimana cara Zhafira memakai jaket serta helmet nya, yang kemudian menghidupkan kuda besinya yang terlihat memukau bagi seorang keturunan Abrisham. Apalagi ketika di sini , di jalanan ini. Dimana Zhafira secara tidak langsung memimpin kuda besi para sahabatnya.
Siapa itu ? , Ah... Jangan lupakan putri tuan Clarke yang selalu beriringan dengan Zhafira. Posisi mereka yang sedekat itu, bahkan kecepatan dan cara mereka mengendarai kuda besinya putri tuan Clarke nampak seperti bayangan Zhafira.
Wajar saja jika Zhafira tidak tersentuh, jika bukan hanya Zhidan saja yang menjadi bayang-bayang Zhafira, ada sosok terkuat lainnya yang harus ditaklukkan oleh Kenzie jika ingin mendapatkan putri Adhitama, garis keturunan Bhalendra dan Lesham.
" Tuan " ucap Kim melalui earphone
" Diamlah " ucap Kenzie dengan singkat yang membuat Kim terdiam. Bagaimana tidak, Kim tertinggal jauh. Bagaimana bisa Kenzie meninggalkan dia dan lainnya.
Ah, menyebalkan sekali tuan muda Abrisham satu ini. Akan tetapi Kim tidak dapat memprotes hal itu, karena tuannya ini memiliki jasa yang sangat besar dalam hidupnya seorang Kim.
Bahkan posisi Kenzie sudah berada tepat di belakang muda besi milik Anggie. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Zhafira sudah memarkirkan kuda besinya dengan cepat. Zhafira melepaskan jaket yang membungkus tubuh indahnya, melepaskan helm, dan membuang itu secara sembarangan, dengan berlari Zhafira segera masuk ke villa utama, lalu gerakan Zhafira diikuti oleh Anggie membuat jaket dan helm berada di tumpukan yang sama.
Zhafira segera bergegas menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya, begitu pula dengan Anggie, dalam keadaan darurat seperti ini mereka berdua mandi bersama. Melihat Zhafira dan Anggie masuk ke dalam villa utama Kenzie terdiam, sebenarnya apa yang harus dia lakukan hingga harus ikut terburu-buru seperti ini.
Kenzie melihat kedatangan para gadis yang sama gerakan mereka lakukan ketika sampai di villa. Sehingga tumpukan jaket dan helm itu berada di tempat yang sama.
Mr. P yang sudah ikut tiba, dan beberapa bawahannya. Memerintahkan untuk mensterilkan area jalan menuju ke gedung kesehatan yang ada pada kawasan villa, dimana tepat di atas gedung tersebut helikopter sudah mendarat, begitu pula di samping gedung itu sudah ready helikopter lainnya.
Seorang dokter telah tiba, dan menanyakan kondisi pasien, namun Mr P memberitahukan jika Zhafira saja yang akan memberikan penjelasan terkait apa yang terjadi dan apa saja yang sudah dilakukan.
Mengapa Zhafira memutuskan untuk mandi terlebih dahulu setelah tiba, karena Zhafira akan bertindak sebagai salah satu asisten dokter jika kondisi Fauziah semakin memburuk. Sehingga Zhafira harus memastikan jika tubuhnya bersih dan steril sehingga bisa membantu dalam proses tindakan medis.
Bukankah seperti kita ketahui jika dalam penanganan medis maka petugas medis harus bersih dan steril dari kuman dan bakteri.
Zhafira paham betul hal itu sehingga dengan cepat dia membersihkan tubuhnya. Begitu pula dengan Anggie. Sedangkan para sahabat mereka lainnya membersihkan tubuh mereka karena permintaan dari Mr P yang tidak ingin mereka ikut sakit akibat kedinginan. Oleh karena itulah mereka memutuskan mandi dengan cepat setelah itu akan menyambut mobil yang membawa Fauziah tiba.
Zhafira yang sudah mempersiapkan diri untuk membantu proses medis selanjutnya langsung menemui dokter dan mengatakan semua yang dia lakukan.
" Bukankah awalnya Zia baik-baik saja " ucap Anggie. Zhafira yang mendengar ucapan Anggie turut mengiyakan. Tempat mereka airnya tidak terlalu dalam malah terkesan tenang airnya, walaupun tidak terlalu rendah juga. Namun memang ada perasaan tidak enak di hati Zhafira yang entah mengapa nampak horor saja begitu.
Oleh karena itu, di dalam area Zhafira merapalkan doa-doa, serta membaca surah yang meminta perlindungan.
Hanya saja Zhafira tersadar ketika Fauziah mengatakan jika perutnya sedikit nyeri yang berkemungkinan jika dia akan datang bulan sebentar lagi. Walaupun sudah ditandai dengan keluarnya sedikit sekali flek.
Ah, mungkin karena itu, Zhafira masih berpositif thinking. Andaikan saja Zhafira mau, Zhafira sebenarnya memiliki kemampuan untuk itu seperti beberapa ustadz lainnya. Hanya saja Zhafira berfikir logis saja tidak ingin berfikir ke arah lainnya.
Sedangkan Zhidan yang ikut di dalam mobil, seketika terdiam ketika melihat jejas atau jejak lebam pada kakinya Fauziah seperti bekas genggaman. Walaupun tidak begitu terlihat, namun ada.
Zhidan mulai tahu penyebab ini terjadi, Zhidan segera mencari air mineral kemasan dalam botol, yang langsung dibacakan surah khusus untuk perlindungan dari makhluk tidak kasat mata yang menganggu Fauziah
Gerakan tangan Zhidan yang menyentuh angin dan berkata "
" Pergilah, dan kembali lah ke tempat asalmu dan jauhi kakakku " ucap Zhidan yang tentu saja di dengar Aditya dan Inez. Membuat Inez mengerjap kedua bola matanya. Walaupun berbeda keyakinan, Inez dan Aditya cukup percaya jika ada makhluk hidup selain manusia di dunia ini.
Inez mendekati Aditya. Ketika Zhidan menyentuh Inez dan Aditya seperti memberikan perlindungan pada mereka. Dengan tenang Zhidan fokus pada satu titik, dan mulut Zhidan yang melafalkan kalimat - kalimat yang tidak dimengerti oleh Aditya dan Inez. Namun mereka berdua tahu jika itu dalam bahasa Arab.
Zhidan mengusap wajahnya dan kemudian mengangkat kedua tangannya kembali, lalu membasuh tubuh Fauziah yang di mulai dari puncak kepala hingga ujung kaki dengan air doa yang telah dia rapalkan sejak tadi.
Secara perlahan-lahan Fauziah membuka kedua bola matanya, dan menatap Zhidan seraya mengucapkan terimakasih.
Entahlah, Aditya dan Inez tidak tahu mengapa Fauziah mengucapkan terimakasih setelah dia membuka kedua bola matanya.
" Istirahatlah , kakak lelah setelah berjalan jauh " ucap Zhidan yang membuat Aditya dan Inez semakin bingung dengan kalimat yang diucapkan oleh Zhidan.
Harusnya Zhidan mengucapkan " istirahatlah, kakak kan lelah setelah berenang " dalam pikiran Inez maupun Aditya yang masih belum ngeh apa maksud ucapan Zhidan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka tiba di kawasan villa namun tetap kalah dibandingkan dengan kecepatan motor yang bisa bergerak lebih leluasa.
Kini mobil yang mereka tumpangi langsung berada tepat di gedung kesehatan, Aditya menawarkan diri untuk mengangkat tubuh Fauziah, namun Fauziah menolaknya dengan halus. Bagaimanapun Aditya adalah suami dari sahabatnya, Fauziah tidak ingin membuat Inez cemburu terhadapnya. Sehingga Fauziah lebih memilih bantuan yang Zhidan tawarkan.
Zhafira yang sudah berada di depan gedung kesehatan yang sengaja menunggu kedatangan mereka segera berjalan ke arah mobil. Zhafira bahkan berlari kecil ketika Zhidan berjalan masuk ke dalam gedung kesehatan.
Di dalam ruangan tindakan medis semua orang tidak diperbolehkan masuk kecuali dokter, Zhafira dan Anggie. Tubuh Fauziah yang terasa lengket, sangat lengket dan Fauziah juga merasa gerah karena dia merasa dirinya selesai dari jalan yang sangat jauh, kakinya capek teramat capek.
Fauziah mengatakan jika dirinya ingin mandi terlebih dahulu, mau tidak mau semua orang menuruti keinginan Fauziah, dan di sinilah Anggie membantu Fauziah dalam prosesnya. Sedangkan Zhafira dan seorang dokter berkomunikasi tentang apa yang akan mereka lakukan.
Apalagi melihat kondisi Fauziah yang terlihat baik - baik saja, padahal sebelumnya sangat mengkhawatirkan apalagi Zhafira menyebutkan ritme denyut nadi Fauziah yang termasuk lemah. Belum lagi ketika Fauziah mengalami henti nafas yang didiagnosa awal terjadi disebabkan oleh kehabisan nafas akibat tercebur ke dalam air
Fauziah masih diberikan perawatan medis, walaupun hanya sekedar diberikan oksigen, karena Fauziah masih mengeluhkan kesulitan bernafas.
Satu persatu orang mulai memasuki area perawatan ketika Fauziah sudah dipindahkan ke ruangan ini. Di sinilah Inez menceritakan semua yang dia lihat dan dia dengar sepanjang perjalanan menuju ke kawasan villa
" Ah "
" Ah "
" Itu memang pada dasarnya kamu penakut "
" Masuk ke tempat yang belum pernah dikunjungi saja kamu selalu mengatakan " tempat ini terlalu begini, terlalu begitu, danger lah, seram lah, mistis lah , aura gelap lah " protes Queen yang tidak percaya dengan begitu - begitu.
" Buktinya tidak terjadi apa-apa " ucap Queen lagi
" Apa nya tidak apa-apa, Que "
" Di dalam perjalanan tadi saja jika Zhizi tidak membantu mungkin Zia tidak terselamatkan "
" Sekujur tubuh Zia dingin sekali seperti mayat " ucap Inez tanpa filter yang mendapatkan pukulan di pundak Inez , siapa lagi pelakunya jika bukan Cleo yang tidak suka jika ada sahabatnya mengatakan kalimat yang tabu untuk diucapkan
" Betul "
" Saksinya kami berdua loh " ucap Aditya ikut membenarkan apa yang di ucapkan oleh sang isteri
Tanpa di duga Zhafira mengatakan satu kalimat yang membuat semua orang bergidik
" Berkumpul lah duduk yang tenang di belakangku " ucap Zhafira dengan tenang.
Zhidan yang baru saja datang dengan membawa botol-botol besar air mineral segera menutup pintu kamar perawatan.
" Kakak " ucap Zhidan yang tahu jika sang kakak ikut merasakan apa yang dia takutkan
" Terlalu kuat, mereka terlalu banyak " ucap Zhidan
" Lindungi Zia "
" Bukankah dia belum kembali seutuhnya " ucap Zhafira yang membuat semua orang semakin merasa ada yang janggal
Secara tiba-tiba Fauziah tertawa lirih yang membuat semua orang menatap ke arah Fauziah tidak percaya pada apa mereka dengar, karena suara tawa itu bukanlah suara yang biasa dengar. Tidak sedalam ini, dan terdengar mengerikan
" Zia " ucap Zhafira menatap ke manik mata Fauziah yang bukanlah tatapan mata sahabatnya.
Secara mengejutkan Fauziah mencekik Zhafira, namun Zhafira segera tahu jika ada yang merasuki tubuh Fauziah yang dalam keadaan lengah. Zhafira tahu karena Fauziah dalam keadaan berhalangan sehingga dengan mudah makhluk ini merasuki tubuh Fauziah yang lengah perlindungan, apalagi Fauziah mengaku sempat melamun saat memandangi keindahan alam di sekitar tempat itu.
Zhafira segera menekan bagian tubuh Fauziah yang membuat suara rintihan mengerikan itu terdengar oleh semua orang. Inez semakin merapatkan tubuhnya dengan sang suami, sedangkan Liliana memeluk tubuh siapapun orang yang berada di dekatnya. Sedangkan Zhidan bergerak seperti memukul udara entah apa yang dilakukan oleh Zhidan namun kemudian Zhidan duduk bersila kemudian kembali membacakan banyak kalimat yang tidak dimengerti namun mereka sadar jika yang diucapkan oleh Zhidan merupakan bahasa Arab.
Zhafira bukan tidak sanggup sendirian, hanya saja dia membutuhkan bantuan seseorang untuk memegang tubuh Fauziah yang sejak tadi semakin beringas. Tidak berselang lama kemudian, satu orang pria masuk ke dalam ruang perawatan yang membantu Zhafira memegangi Fauziah yang semakin aktif meronta-ronta untuk segera dilepaskan.
Zhafira menundukkan kepalanya memberikan tanda hormat kepada seorang pria paruh baya yang biasanya di sapa dengan ustadz oleh penduduk di sekitar. Bersama sang ustadz, Zhafira mengeluarkan sosok yang menganggu Fauziah, dan Zhidan yang ikut bergabung dengan setelah menyelesaikan apa. Yang jelas saat ini terlihat jelas oleh orang - orang yang berada di dalam ruangan jika Fauziah secara perlahan-lahan mulai lemas.
Zhidan membopong tubuh Fauziah naik ke atas kasur yang ada di dalam ruangan. Zhafira masih mengusap-usap puncak kepala Fauziah sembari melafalkan bacaan dengan bahasa Arab menurut pendengaran orang-orang di sekitar. Sedangkan Zhidan sudah entah pergi kemana yang pasti dia bersama ustadz sudah mengelilingi kawasan villa, sembari menaburkan garam sembari melafalkan bacaan lagi.
" Zhaza katakan apa yang telah terjadi "
" Sungguh aku sangat ketakutan " ucap Liliana dengan tubuh bergetar. Dan itu membuat Zhafira tertawa mendengar ucapan dari Liliana
" Makanya jangan melamun " ucap Zhafira
" Masa "
" hanya sekedar melamun, bisa membuat orang seperti tadi " protes Liliana
" Iya, iyalah. Bisa saja terjadi "
" Buktinya " ucap Zhafira
Semua orang terdiam, tidak menyangka bahwa ini bisa mereka alami secara tidak langsung menyerang nyali mereka, khususnya Liliana yang memang penakut.
Zhidan dan ustadz kembali masuk ke dalam ruangan, namun Fauziah sudah tertidur karena kelelahan.
" Biarkan saja, jangan dibangunkan karena dia pasti sudah sangat kelelahan " ucap ustadz yang mendapatkan anggukan kepala dari semua orang
" Apakah sudah aman, ustadz " tanya Cleo yang sebenarnya juga takut namun tidak menunjukkan ekspresi seperti Liliana.
" Alhamdulillah, insyaallah aman " ucap ustadz
" Neng, luar biasa kamu. Mau joint sama Abah. Kemampuan kamu sangat membantu Abah dalam pengobatan, ruqyah atuh neng " ucap ustadz. Namun dijawab Zhafira dengan tertawa kecil
" ih Abah, jangan gitulah. Saya mah belum mumpuni untuk meruqyah orang takutnya malah , yah itu " ucap Zhafira merendah, sedangkan Ustadz terdiam ketika Zhafira sudah menyampaikan penolakannya.
*
*
*
*
*
*
🌺🌺