
πππππππππππππ
Kenzie yang baru saja bertemu dengan sang ayah setelah beberapa bulan tidak pernah bisa memenuhi permintaan sang ayah untuk melakukan pertemuan membuat Kenzie merasa sedikit canggung. Apalagi kepergian dirinya dari mansion utama Abrisham beberapa tahun lalu cukup buruk.
Kenzie bahkan belum bertegur sapa dengan sang ibu, karena Kenzie takut jika dia bertemu dengan sang ibu, ibunya kembali mencecar dirinya dengan kepentingan yang tidak dia sukai.
" apa kabar, Dad ? " ucap Kenzie berbasa-basi dengan senyuman menghiasi wajah tampannya
" seperti apa yang kamu lihat, nak " ucap tuan Ibrahim kepada anaknya, sembari mengangkat kedua alisnya dan terlihat senyum bahagia di wajahnya karena bertemu putra kebanggaannya
mereka melanjutkan kembali obrolan setelah melakukan pemesanan pada menu yang mereka inginkan, sembari menunggu menu pesanan mereka datang, Ibrahim kembali gencar membuka obrolan yang menarik bagi Kenzie, yang ujung- ujungnya arah perbincangan ini Kenzie sudah mengetahui akan mengarah kemana. Tidak lain dan tidak bukan, pasti tentang perjodohan yang akan orang tuanya lakukan.
Jika Kenzie begitu nampak tenang, tidak dengan tuan Ibrahim yang sedikit gusar untuk menyampaikan maksud pertemuan ini. Tuan Ibrahim segera mengambil dan minum air mineral yang sudah tersaji di atas meja makan, untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak terasa kering.
" Eh Em "
" Eh Em " gumam tuan Ibrahim untuk menghilangkan perasaan canggung nya
" Ezie "
" apa kamu tidak berniat untuk sesekali pulang ke mansion utama " ucap Ibrahim dengan hati-hati
" nanti saja, Dad "
" akan Ezie pikirkan lagi " ucap Kenzie dengan sopan. Setelah itu terjadi keheningan diantara mereka. Tuan Ibrahim tidak terlalu pandai berbicara berbelit-belit, sehingga dirinya sendiri merasa aneh untuk tidak berbicara ke inti pembicaraan
" apakah sudah ada perempuan yang mulai kamu sukai, Ezie ? " ucap Ibrahim lagi yang lebih hati-hati, namun Kenzie sudah tahu kearah mana tujuan pembicaraan sang ayah, hanya menyunggingkan senyuman tipis di wajah tampannya
" Dad " ucap Kenzie , yang kemudian menyeruput kopi pesanan nya
" Daddy hanya ingin melihat kamu menikah, Ezie "
" begitu pula dengan mommy " ucap Ibrahim yang langsung ke inti pembicaraan
" Dad "
" Jadi inilah tujuan awal Daddy melakukan pertemuan ini "
" hanya untuk membahas hal ini saja " ucap Kenzie
Ibrahim terdiam, tidak membenarkan dan tidak juga menyalahkan apa yang disangkakan oleh Kenzie kepada dirinya.
Setelah pertanyaan yang Kenzie kemukakan tadi mendapatkan jawaban dari Ibrahim membuat perbincangan antara ayah dan anak itu berjalan alot.
Akan tetapi Ibrahim dengan rasa percaya diri merasa bahwa dirinya lah yang akan memenangkan tender besar ini, yang telah diamanatkan oleh sang isteri kepada tuan Ibrahim
" pantang pulang sebelum menang " ungkapan semangat untuk Ibrahim agar dia mampu berhasil meyakinkan Kenzie bahwa mereka berdua sebagai orang tua sangat menginginkan Kenzie segera menikah. Dan kali ini siapa pun perempuan nya akan Ibrahim dan isteri terima, yang terpenting perempuan itu disukai oleh Kenzie adalah perempuan tulen.
Karena , sejak Kenzie di khianati oleh perempuan yang memang tidak Ibrahim dan Amanda sukai sejak awal, Kenzie seakan-akan hilang kendali dengan dirinya, bahkan beberapa kali Ibrahim mendapatkan laporan dari bodyguard kepercayaan Ibrahim untuk mengikuti Kenzie dalam keseharian nya dan Ibrahim sangat kecewa , ternyata Kenzie telah terjerumus dalam lingkaran hidup bergaya hidup bebas.
Entahlah apa informasi itu valid atau tidak, yang jelas pihak keluarga sampai saat ini tidak mengetahui apakah Kenzie sampai melakukan se** bebas atau tidak. Dikarenakan Kenzie juga memiliki kemampuan untuk bisa menutup akses informasi tentang dirinya dari kedua orang tua dan orang lain.
Hal yang membuat orang tua Kenzie semakin sedih ketika tersebar rumor jika Kenzie bahkan memiliki pasangan sesama jenis karena tidak pernah terlihat berkencan dengan seorang perempuan. Dan karena merasa perbuatan Kenzie yang sudah sampai di luar batasnya, membuat sang isteri mengamuk, dan memarahi putra kesayangannya.
Pertengkaran diantara ibu dan anak itu membuat Kenzie memutuskan untuk tidak mau tinggal satu rumah dengan keluarganya lagi. Kenzie merasa dirinya tidak memiliki privasi yang ke semua kegiatan nya, lifestyle nya terlalu banyak diatur dan di kekang oleh kedua orang tuanya.
Kenzie merasa ini adalah hidup nya, semua yang terjadi di dalam hidup nya, biar dia sendiri yang mengaturnya, yang penting tidak merugikan orang lain. Namun ada sedikit perubahan dari setelah pertengkaran Kenzie dengan sang ibu. Kenzie sudah tidak lagi melakukan hal-hal yang di larang kedua orang tua nya.
Namun Kenzie masih memutuskan untuk tidak mau menikah dengan perempuan mana pun hingga saat ini. Dan itu membuat Ibrahim maupun sang isteri merasa sangat sedih dan kecewa atas keputusan Kenzie. Padahal sudah banyak dan berkali-kali sang ibu memperkenalkan Kenzie dengan anak dari para sahabat sosialita nya, yang sudah dapat dipastikan jika sang ibu telah melakukan seleksi ketat dalam pemilihan calon isteri Kenzie.
" Daddy "
" aku akan memperkenalkan seorang perempuan yang baru dekat dengan Ezie saat ini "
" dan oleh karena itu, aku tidak ingin lagi ada acara perjamuan perjodohan " ucap Kenzie berkata sopan kepada Ibrahim. Dan ucapan Kenzie membuat Ibrahim sangat terkejut, apakah benar jika anak laki-lakinya ini memiliki kekasih.
" kapan kamu akan memperkenalkan dia kepada kami, nak " ucap Ibrahim dengan sangat antusias, terlihat binar di wajahnya yang masih terlihat tampan.
" insha allah ,secepatnya Dad " ucap Kenzie dengan tegas, padahal di dalam batinnya dia sangat kebingungan , apakah wanita itu mau menerima dirinya yang baru beberapa kali mereka bertemu, dan itu pun karena ketidaksengajaan dan juga pada saat sang adik di rawat inap.
" alhamdulillah "
" Daddy akan segera memberitahu mommy kamu ,nak "
" mommy pasti akan sangat bahagia mendengar berita ini " ucap Ibrahim dengan sangat antusias, bahkan senyuman tidak lepas dari wajah Ibrahim yang kian menua walaupun masih terlihat tampan
Kenzie yang menatap wajah daddy Ibrahim dengan perasaan yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.
perempuan mana yang akan Kenzie perkenalkan dengan kedua orang tuanya, sedangkan saat ini dia sedang tidak dekat dengan satu perempuan pun. Kenzie masih sangat terluka karena pengkhianatan kekasihnya di masa lalu, sehingga sering kali dia berada di klub hanya sekedar untuk menikmati wine, dan sejenisnya, bersama para kolega nya, walaupun terkadang banyak gadis malam yang menggoda dirinya, Kenzie tidak tergoda dengan perempuan mana pun. Kenzie pasti akan meninggalkan mereka begitu saja, setelah selesai melakukan perjamuan dengan para rekan, koleganya atau pun para sahabatnya.
Namun para perempuan terkadang dengan sendirinya merayu Kenzie demi dapat memuaskan Kenzie dalam tanda kutip. Kenzie pun sudah berkali-kali juga menolak para perempuan itu, namun karena terkadang sudah keterlaluan membuat Kenzie kadang bersikap secara kasar,.akan tetapi bukannya menjauh, para perempuan itu malah semakin merasa tertantang untuk menaklukkan Kenzie, dan menginginkan Kenzie menjadi miliknya.
Kandidat nya hanya jatuh pada Zhafira yang latar belakangnya baru akan diserahkan oleh orang kepercayaan beberapa saat lagi, mungkin setelah pertemuan dengan tuan Ibrahim akan diberitahukan kepada Kenzie.
Perbincangan antara ayah dan anak ini cukup lama, dengan tema random. Sampai akhirnya pertemuan itu usai ketika Kenzie memutuskan untuk segera beranjak dari tempat duduknya, dan Ibrahim segera ikut berdiri sebagai bentuk attitude yang baik. Perpisahan dalam pertemuan kali ini tidak bisa dielakkan lagi, Kenzie masih memiliki janji untuk bertemu dengan beberapa sahabatnya di salah satu club yang terkenal.
Tidak masalah bagi Ibrahim, walaupun hanya bisa bertemu dengan putra nya saat ini, yang paling penting, dia bisa memberikan kabar baik kepada isterinya ketika dia pulang nanti. Karena Ibrahim masih ingin bertemu sahabat lamanya setelah melakukan pertemuan dengan Kenzie.
Kenzie bergerak meninggalkan ruangan private di restoran mewah ini, berjalan menuju ke arah area tempat parkir. Sejenak dia tertegun, mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu. Senyuman tipis terbit ketika dia mengingat wajah ketakutan Zhafira, dan wajah mengemaskan Zhafira ketika berada di dalam dekapan Kenzie.
Mungkinkah Zhafira memang tipe wanita muslimah sesungguhnya atau hanya bersikap malu-malu saja, terpesona dengan pesona Kenzie seperti para wanita lainnya yang selalu berusaha menampilkan wajah sok imut mereka, yang pada ujungnya akan menunjukkan sikap sesungguhnya demi mendapatkan seorang putra dari salah satu keluarga besar Abrisham.
Tepat setelah Kenzie meninggalkan Ibrahim, tuan besar putra sulung tuan Abrisham masih memilih untuk tetap berada didalam restoran mewah ini. Karena tuan Ibrahim akan menyambut kedatangan tamu keduanya yang tidak kalah penting. Mantan orang kepercayaannya yang telah dia berikan tanggungjawab untuk mengurus anak perusahaannya, yang bergerak di bidang keamanan yang sekarang ini yang kekuasaannya sudah meluas di belahan dunia.
Ibrahim masih betah duduk dengan santai didalam ruangan tersebut,dengan sesekali menyeruput teh hijau yang sudah turun suhunya dari suhu sebelumnya. Suara ketukan terdengar dari pintu sliding door restoran mewah ini, dan sesaat kemudian pintu ruangan terbuka menampilkan sosok pria yang gagah meskipun pria tersebut mengenakan jas yang menutupi otot-otot bisepnya.
" Selamat malam"
" tuan " ucap Daniel , sebagai bentuk attitude kepada orang yang dihormati oleh dia, sekaligus cara pria itu meminta izin dari atasannya untuk memasuki ruangan private restoran.
" silahkan masuk, Daniel " ucap Ibrahim dengan singkat dengan memberikan kode pada tangannya mempersilahkan mantan asisten pribadi nya untuk masuk ke dalam ruangan
Daniel memberikan semua informasi mengenai putra sulung Ibrahim di dalam sebuah amplop yang berisi informasi dan foto - foto kegiatan Kenzie, dan anak - anak Ibrahim lainnya.
" Apakah mereka baik-baik saja " ucap Ibrahim yang sudah kembali menyeruput teh hijau miliknya.
Daniel yang mendapatkan pertanyaan itu, hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal membuat Ibrahim tertawa kecil melihat respon dari Daniel
" Ck "
" Anak laki-laki ternyata tidak dari kecil, hingga dewasa masih saja merepotkan orang tua " ucap Ibrahim. Dan kali ini Daniel menggaruk kembali tengkuknya yang tidak gatal. Bukankah tuan Ibrahim nya ini sama saja kelakuannya ketika masih single atau bujangan. Setelah menikah lah baru tuan Ibrahim ini menunjukkan sikap dewasa, itupun setelah beberapa tahun pernikahannya.
" Kenapa ? " Ucap Ibrahim menelisik raut wajah Daniel seperti ingin menyampaikan protes kepada mantan tuannya ketika dia masih bekerja sebagai asisten pribadi Ibrahim.
" Ah "
" Bukan apa-apa, tuan " ucap Daniel dengan canggung
" Ck "
" Kau ini , sudah lah "
" Aku tahu yang ada dalam pikiran kamu, Daniel "
" Kamu tipu saja bibik jualan, mungkin dia akan percaya jika kamu berkata bukan apa-apa " ucap Ibrahim dengan wajah sedikit kesal. Sedangkan Daniel sesegera mungkin minum, minuman yang sudah tersedia di hadapannya untuk menghilangkan rasa canggung.
" Ck "
" Dia terlihat lebih patuh, dan taat kepada orangtuanya " ucap Ibrahim sekali lagi yang langsung mendapatkan atensi dari Daniel. Karena Aaron yang disebutkan oleh Ibrahim adalah putra sulungnya yang saat ini menduduki CEO di anak perusahaannya Ibrahim yang sudah Ibrahim percayakan kepada Daniel dalam kepengurusannya.
" Kamu cetak anak lagi saja, Daniel "
" Biarkan Aaron menjadi putraku saja " ucap Ibrahim sekenanya. Dan kali ini Daniel hanya diam saja, karena tahu jika tuannya saat ini terlihat kesal dengan beberapa foto yang baru saja dia dapatkan, dan diperlihatkan kepada Ibrahim.
" Tuan "
" Saya mendapatkan kabar terbaru, mungkin akan membuat tuan akan senang mendengarkan berita bahagia ini " ucap Daniel yang mencoba menarik atensi tuan besarnya ini
" Ck "
" sudahlah, Daniel "
" apakah kamu juga akan bersikap sama seperti apa yang dilakukan oleh Kenzie "
" Baru saja dia berkata akan memperkenalkan seorang gadis kepada kami " ucap Ibrahim, lalu dia menjeda ucapannya lagi karena terasa sesak di dalam batinnya
" Mungkin Kenzie akan memperkenalkan salah satu perempuan - perempuan ini kepada kami "
" Kamu tahu kan seperti apa perempuan - perempuan ini " ucap Ibrahim menunjuk ke arah beberapa foto yang sangat malas dia lihat lagi
" Bakar semua foto ini "
" Membuat emosi aku turn on saja " ucap Ibrahim yang sudah menjauhkan beberapa foto tersebut dari hadapannya
" Tidak, tuan "
" Kali ini, perempuan yang membuat tuan muda terlihat suka "
" Pasti akan tuan dan nyonya sukai juga " ucap Daniel yang sudah menyodorkan satu amplop lagi di balik jas yang Daniel kenakan.
Ibrahim nampak melihat foto itu dengan seksama. Perempuan cantik, yang dibalut dengan pakaian kerja tertutup, serta hijab yang menutupi mahkota kepalanya. Terlihat anggun dan elegan
" Siapa perempuan ini ? " Satu kalimat yang Ibrahim ucapkan dengan wajah yang berbinar-binar
" Coba tuan perhatikan lebih lama lagi "
" Tuan pasti akan mengingat perempuan muda ini " ucap Daniel kembali dengan tersenyum
Sedangkan tuan Ibrahim menuruti permintaan Daniel untuk mengingatkan dia tentang sosok perempuan yang ada di dalam foto. Daniel kembali memberikan iPad miliknya untuk Ibrahim mengingat kembali perempuan muda ini.
" Rasanya "
" Gadis ini cukup familiar "
" Sepertinya aku sudah cukup tua untuk mengingat, Daniel " ucap Ibrahim sedikit pasrah, karena dia melupakan siapakah gadis yang ada didalam foto yang ada dihadapannya.
" Perempuan ini "
" Adalah satu-satunya gadis yang dimiliki oleh keluarga besar Bhalendra, tuan " ucap Daniel memberikan clue kepada tuannya.
" Astaghfirullah "
" Daniel " ucap tuan Ibrahim meraup wajah nya
" Astaga ! " Ucap Ibrahim kembali dengan wajah berbinar-binar. Dan Daniel sangat bahagia melihat ekspresi tuan besar nya ini terlihat sangat bahagia
" namanya Zhafira, tuan "
" dia adalah putri tunggal dari tuan Adhitama " ucap Daniel yang sudah menambahkan beberapa clue
" Oh "
" Daniel, kamu sudah membuat aku sangat bahagia mendengarkan kabar gembira ini "
" Apakah gadis ini yang akan Kenzie perkenalkan kepada kami, Daniel " ucap Ibrahim lagi yang terlihat bersemangat
" Hm "
" Sepertinya, iya "
" Tuan " ucap Daniel dengan sopan
" Akan tetapi " ucap Daniel sedikit ragu untuk menyampaikan berita selanjutnya
" Oh "
" Daniel "
" Jangan kamu sampaikan, akan ada berita buruk setelah kamu menyampaikan berita baik seperti ini " ucap Ibrahim sedikit memelas. Sedangkan Daniel terlihat ragu untuk menyampaikan berita selanjutnya. Beberapa saat kemudian Ibrahim nampak harus ikhlas menerima kabar lainnya yang mungkin tidak disukai oleh Ibrahim
" Baiklah "
" Sampaikan saja , berita selanjutnya "
" Aku akan berusaha menerima berita tersebut dengan lapang dada " ucap Ibrahim. Yang membuat Daniel kesulitan menelan saliva nya.
" Maafkan aku tuan "
" Jika berita selanjutnya akan membuat tuan tidak suka " ucap Daniel dengan hati-hati
" Katakanlah, Daniel " ucap Ibrahim dengan pasrah
" Tuan Kenzie telah melakukan kesalahan "
" Seperti yang tuan lihat, jika gadis itu berhijab, sedangkan tuan Kenzie telah lancang menyentuh gadis itu "
" Sehingga membuat sahabat gadis itu naik pitam, dan akan membuat perhitungan dengan tuan muda "
" Akan tetapi, tanpa disadari oleh sahabatnya nona Zhafira jika ada orang lain berada di sana, sehingga Darren yang saat itu berada di sana langsung melindungi tuan muda ketika sahabat nona Zhafira melayangkan pukulannya "
" Dan " ucap Daniel terhenti ketika menatap Ibrahim
" Dan " ucap Ibrahim yang sudah tidak sabar mendengarkan kelanjutan informasi dari Daniel. Daniel terlihat nampak ragu untuk meneruskan berita yang akan disampaikan olehnya. Detik waktu terasa semakin menyiksa, tatapan mata Ibrahim semakin intens ke manik mata Daniel.
*
*
*
*
*
*
*
πΊπΊ