My Darling

My Darling
75



🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Hari berganti hari, waktu yang ditetapkan berjalan semestinya. Zhafira bahkan tidak ada gambaran siapakah pria yang patut menjadi suaminya setelah melakukan istikharah. Bahkan ketika diharapkan clue itu hadir dalam bentuk mimpi, tetap tidak ada bayangan siapa kah yang patut Zhafira pilih sebagai pasangan halalnya.


Hanya saja beberapa kali Zhafira sering bermimpi hal- hal yang aneh menurutnya, seperti dia berdiri di persimpangan jalan, di kejar ribuan ular, dia yang berada di pinggiran laut dengan memandang awan hitam di hadapannya, berjuta kilat dan gemuruh yang datang saling bersautan. Terkadang juga bermimpi mendapatkan ikan yang sangat banyak, bahkan ikan- ikan itu datang dengan sendirinya yang mengerubungi Zhafira yang seakan-akan meminta Zhafira untuk segera menangkap mereka dan sangking mudahnya ketika Zhafira menangkap ikan tersebut hanya menggunakan kedua tangannya saja tanpa bantuan alat tangkap apapun.


Ikan itu seakan-akan memang meminta untuk Zhafira tangkap dan ikan itu pasrah terlihat ketika Zhafira mengambil ikan tersebut tidak ada pergolakan dari sang ikan yang berukuran besar itu, walaupun ada refleks menggeliatkan tubuhnya, hal wajar jika seekor ikan yang diangkat keluar dari dunianya karena dia hidup di air.


Dan mimpi- mimpi yang cukup aneh lainnya menurut Zhafira yang sama sekali tidak memberikan petunjuk pasti. Dan dari keseluruhan cerita mimpinya ini tidak ada satupun yang menggambarkan secara spesifik pria yang akan menjadi suaminya, hanya sebuah siluet tubuh saja yang itupun tidak tergambarkan dengan sempurna. Sehingga Zhafira putuskan untuk menuruti keinginan sang ibu sajalah siapapun prianya yang pasti pilihan sang ibu, itu yang ada dalam otaknya Zhafira saat ini, terlalu malas dia berpikir panjang. Karena sebenarnya Zhafira tidak memiliki gambaran pernikahan itu seperti apa, apa yang ingin dicapai dalam pernikahannya dan tidak pula memiliki ekspektasi untuk itu.


Diana menyadarkan Zhafira jika sang waktu sudah lama bergulir, bahkan langit sudah mulai senja yang berarti hari mendekati malam dimana ketika Diana memberikan kode agar Zhafira melihat jam yang tertanam di dinding sudah menunjukkan jika jam kerja telah habis. Namun Zhafira mengatakan jika dia sedikit lagi beranjak dari tempatnya karena merasa tanggung untuk mengakhiri pekerjaannya, yang memang tinggal beberapa dokumen yang akan rampung jika dia memeriksanya sekarang.


Sehingga Zhafira meminta Diana untuk meninggalkan dia sendiri. Karena nantinya, jika pekerjaannya telah selesai Zhafira akan segera pulang. Dan Diana tidak perlu mengkhawatirkannya dirinya toh sudah biasa Zhafira berada di kantor hingga malam, bahkan beberapa kali harus menginap saat di kejar deadline ataupun dalam proses tender berlangsung.


Anggie bertanya pada Diana dimana Zhafira ketika Anggie melihat Diana berjalan sendiri saat hendak keluar dari dalam lift sedangkan dirinya hendak berjalan memasuki lift. Tanpa menunggu lama Diana menjelaskan apa yang dikatakan oleh Zhafira kepadanya agar Anggie tidak berfikir jika Diana sengaja meninggalkan Zhafira sendirian di dalam ruangannya.


Anggie tersenyum manis melihat Zhafira yang masih serius menatap serius beberapa dokumen yang ada di hadapannya. Memang seperti itulah jika berurusan dengan dokumen. Maka perlu ketelitian dalam setiap isi dokumen yang diserahkan sekretaris kepada atasannya. Tidak serta Merta langsung membubuhi tandatangan saja pada berkas tersebut. Seorang atasan harus lebih teliti daripada karyawannya karena sebuah goresan tandatangan seorang pimpinan berdampak besar pada perusahaan yang dia pimpin. Semua tanggungjawab berada di pundaknya.


" Bukankah malam ini pertemuan keluarga besar kamu, Zha " ucap Anggie yang membuat atensi Zhafira teralihkan


" Ah " ucap Zhafira meraup wajah lelahnya. Bukan lelah karena pekerjaannya. Tiba- tiba Zhafira merasa lelah karena hari ini penentuan arah hidupnya menuju langkah ke jenjang pernikahan. Ck, merepotkan sekali, kira- kira seperti itu yang ada dipikiran Zhafira saat ini, membuat Anggie ingin menggoda Zhafira. Akan tetapi ketika melihat raut wajah Zhafira yang seperti ini, Anggie merasa tidak tega. Untung saja tuan Steven tidak pernah mengajaknya berdiskusi mengenai sebuah perjodohan yang ujung-ujungnya adalah sebuah pernikahan. Yang entah sejak kapan menjadi waiting list kesekian dari agenda hidup perempuan di era sekarang.


" Bersiaplah "


" Setelah itu, kita ke salon untuk sedikit relaksasi dan berdandan " ucap Anggie yang membuat Zhafira terpaksa meninggalkan berkas dokumen lainnya yang tinggal dua atau tiga piece lagi. Zhafira segera memasukkan berkas dokumen tersebut ke dalam tempat yang semestinya dan terkunci.


Setelah selesai, kedua gadis ini berjalan beriringan hingga salah satu mobil mewah milik Anggie bertengger di lobby utama perusahaan milik Aisyah. Tanpa drama harus di sambut dan di bukakan pintu mobil oleh seorang sopir atau satpam, mereka berdua langsung saja masuk ke dalam mobil. Kemudian mobil melaju menuju ke tempat yang sudah diketahui pak sopir ke arah mana tujuan sang tuan kehendaki.


" Zha "


" Sudah yakin untuk menikah ? " Ucap Anggie yang tidak ingin kehilangan momen bersama Zhafira


" Tidak masalah menikah atau tidak. Kamu tetap menjadi prioritas bagiku " ucap Zhafira yang tahu ke arah mana yang ingin Anggie katakan. Zhafira cukup paham dengan kecemasan Anggie, untuk apa Zhafira membuat ruangan khusus Anggie jika tidak memperdulikan Anggie, yang bahkan Anggie bebas kemanapun Zhafira berada meskipun di acara sangat private inipun Anggie masih diikutsertakan.


Zhafira dan Anggie mendapatkan perawatan yang memanjakan, setelahnya kedua perempuan ini akan fitting pakaian atau gaun yang akan dikenakan keduanya di dalam satu gedung khusus yang memiliki tempat perawatan kecantikan dan butik yang masih dalam satu kawasan yang biasa menjadi langganan para kaum menengah keatas. Dan usaha tempat ini merupakan milik salah satu dari sahabat keduanya. Tidak ada yang gratis di dunia ini meskipun customernya adalah sahabat dekat pemiliknya sendiri. Baik Zhafira maupun Anggie tahu akan itu, karenanya mereka berdua merupakan member exclusive yang biasa melakukan perawatan rutin di sini yang biasanya di sambut oleh seseorang dan langsung ditempatkan di ruangan khusus yang biasanya dihuni para member yang ingin dilayani secara private. Namun sang pemilik sudah bertitah pada manager yang dipercaya oleh pemilik tempat usaha ini. Jika enam perempuan yang ditandai sebagai sahabatnya datang untuk melakukan perawatan ataupun memesan pakaian baik itu gaun untuk sebuah acara, atau apa saja maka lakukan permintaan mereka tanpa mengambil uang pembayaran. Dan berikan bill tagihan langsung kepadanya. Sehingga sang manajer segera melakukan perintah sang pemilik tanpa bantahan.


Pernah satu kali, pegawai melakukan kesalahan dengan melakukan penarikan tagihan yang pada akhirnya membuat sang pemilik marah. Dan pegawainya langsung diberhentikan saat itu juga. Kejadian itu membuat Zhafira merasa bersalah, dan menarik ex pegawai itu masuk ke dalam tempat usahanya sebagai kompensasi dari rasa bersalah Zhafira. Akan tetapi ternyata memang ex pegawainya sengaja di pecat karena merupakan mata- mata dari musuh, yang akhirnya malah mencelakai Zhafira yang membuat Zhafira mengalami musibah.


Atas kejadian di masa lalu lah, semua pegawai wajib tahu ke enam perempuan yang menjadi member exclusive bebas tagihan tanpa ke enam orang ini ketahui karena proses pembayaran tetap dilakukan dimana pada proses tersebut dilakukan dengan berpura-pura melakukan transaksi agar tidak lagi terjadi kesalahan yang sama berdampak pada kelangsungan usia pekerjaannya.


Zhafira sudah mengenakan gaun yang tidak bisa dikatakan mewah , namun tidak pula dikatakan biasa saja. Terlihat anggun dan elegan saja, sesuai yang diinginkan oleh Zhafira. Hari ini bukanlah hari dimana akan terjadi lamaran, bukan itu. Hanya sebuah pertemuan dua keluarga. Dimana isi dari pertemuan malam hari ini akan membahas apakah Zhafira menyetujui khitbah yang diminta Kenzie. jika Zhafira memang menyetujuinya maka akan dilanjutkan dengan proses selanjutnya seperti lamaran dan lain sebagainya sebagai runtutan atau rangkaian susunan acara yang biasa dilakukan pada proses ini. Dan secara otomatis akan segera di tetapkan tanggal, hari, bulan untuk acara lamaran, dan acara pernikahan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.


Zhafira terlihat santai, karena Zhafira hanya menjalani perintah sang ibu saja, tanpa melibatkan perasaannya sama sekali, sehingga tidak ada rasa gugup, nervous, atau perasaan yang biasanya dialami oleh sang calon mempelai pada umumnya. Dan Anggie merasakan hal itu


" Who do you feel ? " Ucap Anggie yang tidak mendapatkan jawaban dari Zhafira yang masih betah terdiam saja


" Katakan saja pada bunda, jika kamu belum ingin menikah " ucap Anggie yang kali ini berhasil menarik perhatian Zhafira


" Tidak masalah buat aku, Gie "


" Hanya menjalani fase ini saja kan. Mungkin akan terasa aneh, tapi "


" Aku berusaha untuk menikmati proses ini "


" Perkara nyaman atau tidak, lihatlah nanti " ucap Zhafira yang terdengar datar, sama sekali tidak ada euforia, ataupun kesedihan, yang terkesan flat saja.


Semua orang sudah mulai berdatangan, dimana mereka semua berada di dalam satu ruangan yang sama. Mereka berbaur tanpa membedakan bagian dari keluarga mana asal usulnya, mereka mengakrabkan diri mereka untuk menjalin hubungan silaturahmi yang baik dengan mulai berbasa-basi dengan tema random mencari topik pembicaraan yang nyaman satu sama lainnya. Mencoba mencari bahasan yang membuat suasana hangat penuh kekeluargaan sembari menunggu kedatangan Zhafira. Aisyah berkali-kali menghubungi Zhafira yang hanya dijawab Zhafira " masih di jalan "


Kenzie terlihat datar dan dingin karena merasa sikap yang Zhafira lakukan saat ini seolah-olah ingin menunjukkan jika dia tidak menganggap serius acara ini. Andaikan saja sang ibu tidak memperingati dirinya sejak sedari tadi, sudah terlalu lama Kenzie menunjukkan sisi aku nya dan meledakkan emosinya saat ini juga. Namun, ketika melihat Zhafira datang dengan senyuman cerahnya. Bersikap sopan dengan semua anggota keluarga Abrisham meluluhlantakkan semua amarah yang bersemayam di dalam batinnya, dan amarah itu menguap begitu saja


Alasan yang diberikan oleh Zhafira merupakan alasan klise " J* macet " kalimat yang paling umum didengar semua orang. Sampai dimana acara makan malam hari ini berjalan sebagaimana mestinya. Dan sesuai dengan keinginan kedua belah pihak, kecuali Zhafira yang hanya digaungkan Zhafira di dalam batinnya saja.


Acara penting ini minus Zhidan yang tentu saja baru memasuki mata kuliahnya di program magisternya sedangkan Kenzo, yang merupakan salah satu adik kandung Kenzie satu ayah dan satu ibu saat ini sedang mempersiapkan diri untuk acara wisuda S2 di negara* tempatnya menuntut ilmu demi gelar magister. Sehingga pria itu tidak dapat menghadiri acara sang kakak laki-lakinya.


Ibrahim juga menyampaikan jika setelah acara makan malam ini baik Ibrahim, istri dan kedua putranya ini akan bertolak ke negara * demi menghadiri acara wisuda sang putra. Ibrahim tanpa sungkan meminta doa keselamatan sampai tempat tujuan yang sudah tentu mendapatkan kata aamiin dari semua orang yang berada di dalam private room yang berukuran besar ini.


Kenzie menyerahkan satu set perhiasan langsung pada Zhafira sebagai bentuk sukacita atas diterima lamaran dan ditetapkan tanggal pertunangan, dan tanggal pernikahan mereka. Seharusnya tidak diperkenankan memasangkan cincin ke jemari Zhafira secara langsung karena memang belum diperbolehkan dalam aturan yang sesungguhnya, bersentuhan dengan yang belum halal.


Namun, baik dari Kenzie maupun keluarganya Kenzie masih terlalu awam untuk hal- hal seperti itu. Yang mereka tahu, saat ini Zhafira harus menerima bukti keseriusan Kenzie Abrisham. Dan Zhafira harus mengikhlaskan ketika pihak sang pria bereaksi seperti ini. Bahkan Amanda sudah mengabadikan momen ini melalui lensa kamera yang memperlihatkan Kenzie dan Zhafira berpose dekat, sangat dekat. Foto cincin keduanya dalam sebuah genggaman dimana telapak tangan besar Kenzie yang mendominasi namun masih terlihat cincin di jemari keduanya.


Zhafira yang tidak pernah bersentuhan kulit dengan lawan jenisnya merasa sangat tidak nyaman. Untung saja Zhafira mengenakan sarung tangan dengan ornamen indah. Sehingga sentuhan itu tidak langsung bersentuhan kulit. Azzam memperingati tingkah Kenzie. Bagaimanapun Kenzie harus bisa menjaga sikapnya karena Zhafira termasuk salah satu keturunan Lesham yang sangat kental menjaga nilai agama sehingga Kenzie harus bisa menjaga sikapnya, itu kalimat pernyataan dari Azzam agar dipatuhi Kenzie


Mendengar pembelaan dari sang pakde, tentu saja Zhafira sangat bangga, ternyata ada juga yang waras dari kesekian orang yang berada di sini, yang melindungi marwahnya sebagai perempuan muslimah.


Akan tetapi, bagaimanapun kerasnya Azzam mengatakan jika ada larangan bersentuhan langsung dengan lawan jenis yang tidak halal, maka Kenzie tanpa sungkan selalu berada di sekitar Zhafira bahkan untuk duduk pun Kenzie akan selalu berada di dekat Zhafira walaupun tidak memberikan sentuhan langsung pada Zhafira. Hal ini tentu saja membuat Zhafira merasa kesal dan muak. Bisa - bisanya pria ini tidak tahu malu bersikap seperti ini dihadapan tiga keluarga besar. Yang lebih menyebalkan lagi itu ketika Kenzie bahkan dengan sengaja mengeser posisi orang lain yang sengaja diajak untuk duduk di samping Zhafira dimana Zhafira di himpit keduanya yaitu sepupu Zhafira dan Anggie.


Sepupu Zhafira tentu saja merasa risih ketika Kenzie tanpa malu berdekatan dengannya. Sepupu Zhafira pun sama seperti Zhafira yang menjaga marwahnya sehingga dia melambaikan tangannya ketika Kenzie bersikap seperti ini. Tentu saja Kenzie menang telak dong disini, namun Kenzie tidak dapat berpuas diri karena di sisi lainnya Anggie masih tetap bertahan di sisi Zhafira. Anggie hanya menatap Kenzie dengan dingin, begitu pula dengan Kenzie yang membalas tatapan itu dengan dingin pula. Zhafira seakan-akan wasit diantara keduanya membuat sepupu Kenzie menertawakan mereka bertiga


" Hei, kecilkan suara tawa kamu, Do " ucap sang ayah


" Pi, lihatlah Ezie dan seorang perempuan disamping calonnya Ezie " ucap salah satu sepupu Kenzie pada sang ayah yang membuat sang ayah mengalihkan pandangannya ke arah yang dimaksudkan oleh sang anak


" kenapa memangnya " tanya sang ayah ayah tidak mengerti membuat sang anak memutar bola matanya


" Papi lihat dengan jelas. Tingkah laku mereka seperti bocah yang sedang berebut mainan dan teman main. Si calon Ezie itu menjadi barang dan orang yang diperebutkan oleh Ezie. Lihatlah dengan lebih seksama " ucap sepupu Kenzie yang membuat sang ayah kembali memperhatikan ketiga sosok di hadapannya.


Seketika tawa keduanya pecah. Sang ayah mulai memahami apa yang dimaksudkan oleh sang anak.


" Siapakah perempuan itu " tanya sang ayah di sela tawanya


" What's ! "


" Come on, Pi. Masa papi tidak tahu siapa yang selalu mendampingi putri Adhitama " tanya sang putra yang ternyata mendapatkan gelengan kepala dari sang ayah


" Pi, semua orang tahu. Jika putri tuan Clarke selalu di sekitar putri Adhitama. Dan itu bukanlah rahasia lagi. Semua orang tahu, catat itu, Pi "


" Ck, bisa- bisanya papi tidak update di dunia circle kita " ucap sang anak dengan menggelengkan kepalanya


" Sepertinya perempuan itu cocok untuk kamu, Do "


" Dia berperawakan dingin dan tegas. Cocok untuk mendampingi kamu yang selengek'an ini. Biar ada balance nya " ucap sang ayah mendapatkan anggukan kepala dari sang istrinya


" Mami setuju aja, Pi "


" Perempuan itu sangat terkenal putih, gadis keras dan tegas " ucap sang istri


" Mami !, dia nonis mami "


" Lagipula putih dari mananya "


" Mami tahu kan, kalau siapa pun yang menjadi rival Clarke akan langsung di kill. Mami mau aku " ucap sang anak dengan memberi kode garis pada lehernya sembari bergidik ngeri membuat pasangan suami -isteri yang notabenenya orang tua pria ini tertawa bersamaan.


Suasana yang ramai, beberapa orang yang bercerita tidak terlalu menghiraukan ketika beberapa diantaranya tertawa-tawa, yang dikira orang jika berita atau cerita yang diperdengarkan itu merupakan cerita lucu, padahal tidak tahu saja jika satu keluarga ini berhasil menggoda putranya sendiri.


*


*


*


*


*


🌺🌺