My Darling

My Darling
61



🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Zhafira telah memilih mobil balap bersama Cleo, di sana mereka berebut satu mobil itu yang ternyata Cleo memilih mengalah kali ini, biasanya Cleo selalu memilih warna itu yang menjadi tunggangannya, begitu pula dengan Zhafira yang menjadikan mobil ini menjadi pilihannya dalam pertandingan mereka kali ini. Zhafira biasanya tidak pilih- pilih tunggangannya, Zhafira terbiasa datang ke sirkuit ini untuk melepaskan penat dalam kepalanya. Memacu mobil dengan kecepatan maksimal cukup membuat perasaan lega saja bagi mereka yang sudah terbiasa memacu adrenalin. Entah kenapa Anggie tidak mau Zhafira menaiki mobil itu, yang biasanya insting Anggie kuat dalam soal hal seperti ini.


Namun ucapan Liliana membuat Anggie mengurungkan niatnya untuk meminta Zhafira mengendarai mobil lainnya saja. , kini mereka berdiri pada mobil mereka masing-masing di Paddock area. saat ini mereka sudah berdiri di mobil mereka masing-masing dengan masing-masing kru juga.


Di sini juga sudah ada beberapa fotografer yang di bawa oleh Cleo untuk mengabadikan momen ini, sama seperti saat di hutan Pinus. Mau tidak mau para sahabatnya ikut bergaya ala-ala artis papan atas.


Para fotografer tidak sungkan-sungkan memberikan arahan, namun Zhafira dan Fauziah terlalu malas mengikuti arahan dari fotografer membuat sang fotografer harus memutar ide bagaimana mendapatkan hasil foto yang baik.


Tanpa bergaya yang berlebihan, baik Zhafira maupun Fauziah terlihat sangat anggun dan cantik meskipun di foto dalam kondisi candid camera.


Anggie sudah tidak memperdulikan lagi para fotografer, karena Anggie sudah gatal untuk melibas salah satu sirkuit berskala internasional yang ada di negara ini. Setelah melakukan perenggangan dan juga pengecekan Anggie tidak menghiraukan lagi apapun yang dilakukan oleh para sahabatnya, dia fokus pada tunggangannya saja. Tanpa banyak bicara Anggie segera masuk ke pintu mobil balap yang menjadi pilihannya.


...Brom....suara knalpot Anggie


Mendengar suara knalpot milik Anggie sudah berbunyi, tanpa perlu bicara, para sahabatnya Anggie satu persatu mulai masuk ke dalam mobil balap yang menjadi pilihan mereka masing-masing.


" liar banget mata kamu, Gie "


" Hanya sekedar melihat lintasan saja " Queen menggoda Anggie yang dijawab oleh Anggie dengan mengacungkan jarinya yang membuat Queen terbakar emosi


" Lihat saja, kali ini aku nggak akan kasih ampun kamu, Gie "


" Aku pasti bisa mengalahkan kamu, Gie"


ucap Queen dengan mengebu- gebu, namun Anggie hanya mengacuhkan saja ucapan Queen, tanpa memberikan respon sama sekali.


Dikarenakan ini bukanlah sebuah turnamen ataupun kompetisi hanya sebuah sprint mandiri yang dilakukan oleh para pecinta olahraga yang suka memacu adrenalin saja bukan menjadikan olahraga ini sebagai tujuan profesional bidangnya, hanya sekedar suka dan hobby. Maka, sprint mandiri ini tidak akan ada kualifikasi sprint yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan pole position. Sehingga pole position hanya akan didapatkan setelah mobil para para peserta di bawa menuju ke trek untuk melakukan sejumlah lap pemanasan melalui jalur pit. Dan dari sinilah kita bisa mengetahui siapakah yang nantinya akan berada di grid start paling depan.


Hal ini dilakukan tiga puluh menit sebelum tiba waktu balapan, setelah itu mereka akan berkumpul di grid start dengan urutan yang memenuhi persyaratan. Walaupun Anggie terlihat telah mendahului para sahabatnya memasuki area sirkuit lebih tepatnya di lapangan pemanasan ini, kecepatan mobil yang ditunggangi Anggie sudah atur sendiri oleh pengemudi sehingga dengan kecepatan yang tidak bisa masuk dalam kategori cepat, mampu membuat Liliana, Inez, Fauziah, dan Queen mendahului nya, dan ini dilakukan oleh Anggie secara sengaja. Dikarenakan Anggie menginginkan mobil balap miliknya berada di grid yang sama dengan Zhafira, begitu pula dengan Cleo yang tidak ingin kalah dari Anggie dalam mencari perhatian Zhafira. Sekarang semua mobil sudah berada di titik kumpul dimana mereka sudah berada di garis start berdiri, dengan tiga posisi terakhir dikuasai oleh Zhafira, Anggie, dan Cleo.


Pada jam balapan dimana lampu berwarna hijau sebagai suatu tanda dimulainya putaran formasi yang relatif lambat semua mobil mulai berparade mengelilingi lintasan untuk melakukan pemanasan ban terakhir dan pemeriksaan sistem. Kemudian mobil - mobil ini akan tiba kembali ke titik grid yang ditentukan untuk start balapan berdiri dan disini barisan paling depan diisi oleh Liliana, Inez, Fauziah, dan juga Queen.


Uniknya para gadis kaum high class ini ketika masih di Paddock area, seorang instruktur memberikan arahan dan penjelasan bagaimana jalannya pertandingan, dan mengenai aturan - aturan yang harus di patuhi oleh para gadis, semua gadis itu diam saja, menyimak semua penjelasan dari instruktur, padahal mereka sudah sangat khatam mengenai seluk beluk aturan yang harus diperhatikan oleh para pembalap. Tidak menunggu lebih lama lagi lampu start yang di pasang di atas garis start/ finish yang masih bewarna merah itu belum memberikan tanda-tanda dimatikan dan digantikan dengan warna hijau oleh race director , sehingga pada momen ini dimanfaatkan oleh para gadis untuk berdoa agar diberikan keselamatan dan kemenangan.


Sudah sampai pada tahap ini, Zhafira dan para sahabatnya mulai serius dalam sprint yang akan mereka lakukan sebagai ajang kompetisi ala mereka saja. Padahal awalnya Zhafira terlalu sungkan untuk melakukan balapan ini.


Namun kepalang tanggung, saat ini ketika dia merasakan panasnya aspal sirkuit membuat rasa euforia itu bangkit yang juga membangkitkan adrenalin nya yang harus segera di tuntaskan dari rasa dahaga akan sebuah bentuk challenge. Perasaan ingin lebih unggul datang begitu saja merasuki akal pikiran Zhafira, dan perasaan ini juga dirasakan oleh para sahabatnya kecuali Fauziah yang termasuk kurang menyukai olahraga menantang maut seperti ini.


Hanya saja, Fauziah tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengatakan dan menunjukkan rasa tidak sukanya kepada para sahabatnya yang lebih menyukai jenis - jenis olahraga yang memacu adrenalin seperti ini, bahkan begitu juga dengan bela diri. Hanya saja, Fauziah dipaksakan harus bisa dan harus mau, oleh karena itu untuk kesemuanya Fauziah termasuk kurang dibandingkan dengan lainnya, kecuali di bidang seni, untuk ini tidak diragukan lagi Fauziah lah ratunya dibandingkan dengan para sahabatnya.


Brooom.......Broooom......Brooom......


suara knalpot mengema di lintasan pertama dimana lampu start yang terpasang di atas garis start/ finish yang masih bewarna merah. Waktu tiga puluh menit yang diberikan pada para pembalap sebelum tiba waktu dimulainya balapan sudah berakhir. Kini seorang wasit berdiri sembari memegang bendera race tepat di bawah lampu start. Secara bersamaan wasit dan lampu start menyala hijau, sang wasit pun mengangkat bendera race sebagai pertanda bahwa pertandingan sudah di mulai.


Raungan suara knalpot khas mobil balap semakin mengudara seantero kawasan sirkuit, membuat para penonton merapalkan doa-doa agar sang pujaan mereka bisa mencapai podium kemenangan termasuk Aditya yang pastinya mendoakan sang istri. Walaupun Aditya tahu, jika sangat kecil kemungkinan sang istri dapat memenangkan pertandingan, karena yang menjadi lawan tanding istrinya ada seorang Cleo yang sangat mahir, dan ada juga putri tuan Clarke diatasnya, dan tentu saja satu lagi yang sangat tidak mungkin tergeserkan posisinya yaitu putri tuan Adhitama yang sampai saat ini belum pernah berhasil terkalahkan oleh para sahabatnya. Bahkan ketika Aditya merasa penasaran saat itu di negara * mereka melakukan adu kecepatan di sirkuit yang malah termasuk sirkuit terbaik di dunia. Dan di sanalah Aditya harus mengakui jika putri tuan Adhitama memang bukan hanya sekedar bisa, namun melampaui kata bisa. Hanya saja Zhafira tidak mau mengasah skillnya ini ke jenjang yang lebih profesional, dikarenakan masih ada tuntutan yang lebih penting dan juga masih banyak hal lain yang lebih membutuhkan perhatian Zhafira, daripada sesuatu yang hanya sekedar hobby nya saja. Apalagi anak-anak asuhnya yang harus dia berikan perhatian sebagai wujud tanggung jawab nya sebagai pemilik tempat panti asuhan.


Brooom,


Brooom.......Broooom......Brooom......


Kembali terdengar suara decitan dari ban mobil menyapa aspal, dimana sapaan tersebut terkadang menghasilkan asap yang membumbung entahlah akibat gesekan atau dari hal lainnya. Selain adanya asap, para penonton di dapat melihat dengan jelas satu persatu mobil balap melibas lintasan dengan kecepatan tinggi dimana masing- masing mobil berupaya mendahului satu dengan yang lainnya, sensasi menyalip mobil yang berada di depan memang tantangan yang luar biasa memacu adrenalin bukan hanya dapat dirasakan oleh pembalapnya, bahkan para penonton serius menatap ke arah lintasan.


Masih di putaran pertama pada lintasan sirkuit, Permainan cantik dari Zhafira mengundang decak kagum dari penonton. Bayangkan saja pada pole position, Zhafira termasuk pada barisan paling belakang bersama Anggie dan kini posisinya sudah termasuk paling strategis jika dia berniat naik podium.


Bukan hanya Zhafira yang mampu melibas beberapa mobil balap di depannya, bahkan seorang Cleo pun tidak mau kalah jago, Cleo bahkan sudah memposisikan mobil balapnya di belakang mobil balap milik Liliana yang membuat Liliana pecah konsentrasi.


Dalam kondisi seperti ini, Liliana di serang rasa nervous sehingga membuat Liliana menjadi mempertimbangkan kembali strategi nya namun naas di saat dia berusaha mengubah strategi nya demi menghadapi Cleo, Cleo sudah terlebih dahulu menyalipnya dengan melakukan late braking di saat sebelum tikungan membuat Liliana harus merelakan ketika mobil Cleo sudah berhasil melibas mobil balapnya, dan berdiri gagah tepat di depan mobil balap milik Liliana.


Siapa bilang Liliana tidak kesal, Liliana sangat kesal sekali bahkan Liliana sampai memukul setir sembari mengumpat Cleo dengan ganasnya.


Anggie hanya tersenyum smirk ketika Cleo berhasil menyalip mobil balap milik Liliana, karena di saat bersamaan dengan gerakan late braking yang dilakukan oleh Cleo, tanpa keduanya yaitu Liliana dan Cleo ketahui, bahwa ternyata sedari Cleo bergerak menyalip Liliana maka Anggie menyelinap menyalip keduanya sehingga membuat posisi mobil balap milik Anggie berada tepat di depan mobil balap milik Liliana dan Cleo.


Anggie telah berhasil mengecoh keduanya dengan mendahului kedua mobil balap tersebut dengan mengunakan teknik rolling speed yang hanya dapat dilakukan oleh yang memang terlatih karena teknik ini digunakan dalam kecepatan tinggi tanpa menurunkan kecepatan dan tanpa rem sama sekali oleh karena itu Anggie dapat mendahului kedua mobil balap ini tanpa disadari oleh Cleo dan Liliana yang sibuk saling salip diantara mereka berdua.


Hal ini tentu saja membuat Cleo mengumpat Anggie, dan Liliana mengumpat keduanya yang membuat dirinya harus merelakan posisinya tergantikan oleh kedua mobil balap ini. Kalimat-kalimat umpatan itu semakin diperparah ketika Queen juga berhasil melampaui mobil balap yang saat ini dikendarai oleh Liliana.


Sumpah demi apa, Liliana terlihat sangat kesal, di dalam mobil Liliana terus mengeluarkan kalimat - kalimat umpatan yang sama sekali tidak akan pernah Anggie, Cleo, dan Queen dengar sedikitpun. Hanya saja seorang kru yang bertugas membimbing Liliana melalui alat seperti earphone yang menempel di dalam helmet yang dikenakan oleh Liliana yang sejak tadi mulai terasa pengang akibat suara teriakkan yang Liliana ucapkan.


Lupakan Liliana yang sudah semakin menggila ketika masih saja sibuk mengumpat. Saat ini Cleo masih sibuk menjadi bayang-bayang Anggie, yang pasti memburu posisi Anggie yang sudah membuat Cleo harus berpuas diri berada tepat di posisi belakang Anggie.


Namun, Cleoasih terus berharap dirinya mampu mengalahkan Anggie kali ini, apalagi dia sudah sering berlatih untuk olahraga ini, demi berhasil mengalahkan Zhafira dan Anggie, sehingga aksi saling kejar tersebut terlihat sangat seru sekali bagi para penonton yang saat ini duduk cantik di tribun penonton khusus tamu VVIP.


Cleo yang masih terlibat saling kejar dengan Anggie harus dikejutkan dengan kehadiran mobil Zhafira yang tidak pernah mereka duga sebelumnya. Bukankah posisi Zhafira jauh tertinggal di belakang. Apalagi pada saat pole position Zhafira lah yang berada di belakang sekali. Namun, prediksi Cleo yang mengira Queen dan Liliana pasti memberikan perlawanan yang sengit ternyata begitu mudah dipatahkan ketika Zhafira berhasil melewati keduanya.


Belum selesai dengan keterkejutan nya, Cleo dikagetkan dengan mobil Zhafira yang berhasil mendahului mobil balap milik Anggie. Padahal untuk mendahului Anggie sangat sulit sekali. Dan ini, di depan matanya sendiri Zhafira berhasil melibas aspal dengan begitu mudahnya dengan memanfaatkan teknik rolling speed dan slipstream yang dilakukan hampir bersamaan ketika terdapat dua buah tikungan yang jaraknya tidak terlalu jauh, cenderung dekat.


Momen Zhafira yang berhasil menyalip mobil balap Anggie di tikungan ini sangat menyita perhatian para penonton dikarenakan sangat apik sekali, sangat cantik sekali cara Zhafira memotong pergerakan Anggie yang mengantarkan Zhafira ke posisi paling depan tanpa di sadari Cleo dan juga Anggie jika di saat mereka sibuk menghalau satu sama lain, Zhafira telah berhasil menyalip satu persatu dari mereka dengan bermain cantik memanfaatkan moment di setiap tikungan. Teknik yang digunakan Zhafira hanya rolling speed yang kemudian bermain cantik dengan mengunakan teknik slipstream di saat ada dua tikungan dengan jarak dekat.


Bukan hanya Anggie yang mendapatkan sumpah serapah dari seorang Cleo bahkan Zhafira pun ikut merasa pedasnya mulut Cleo. Sedangkan untuk Anggie, dia hanya mengelengkan kepalanya ketika Zhafira berhasil menyalipnya dengan memadupadankan teknik dengan sangat cantik.


Pertandingan masih terus berlanjut. Aksi mereka yang masih saling mengejar satu sama lainnya membuat adrenalin para penonton semakin kian membara. Tanpa ampun mereka yang sedang memacu mobil balap semakin gaskeun kendaraan mereka hingga jarak mobil balap diantaranya terlihat tipis sekali untuk beberapa saat aksi saling salip dan saling mengejar dilakukan oleh mereka, sehingga hal itu membuat penonton semakin di dera rasa penasaran level tinggi. Padahal untuk ukuran pertandingan yang melibatkan perempuan biasanya tidak seserius ini dan menegangkan seperti ini. Melihat bagaimana para peserta balap menguasai teknik balapan, cara mereka mengatur strategi untuk menang membuat jiwa - jiwa penonton semakin di dera rasa penasaran.


Beberapa diantara penonton bertindak seperti komentator yang mengkritisi cara bermain pembalap, cara dia memilih strategi, dan mulai sibuk memberikan pendapat siapa sajakah yang akan berhasil memenangkan perlombaan ini. Karena di lihat dari cara permainan dalam sirkuit jika salah satu saja dari pembalap membuat kesalahan dalam memainkan strategi, maka musuh akan berhasil menyalipnya.


Sampai ketika tiba pada waktu dimana semua pembalap memacu kendaraan roda empat ini dengan kecepatan tinggi berada di dua lintasan terakhir. Disini , di kursi tribun penonton suasana semakin kian menegangkan dan kian mencekam, yang ternyata tidak hanya dirasakan oleh para penonton, akan tetapi hal ini dirasakan juga oleh para pembalap yang tidak masuk dalam skala atlet profesional. Belum ada satu orang pun yang bisa menebak siapakah yang akan menjadi pemenang dalam pertandingan ini, apalagi ketika di lap kedua terakhir ini Cleo berhasil mendahului Anggie walaupun posisi Zhafira berada di paling depan diantaranya, namun masih mampu dikejar oleh pembalap lainnya jika Zhafira melakukan satu saja kesalahan dalam menyusun strategi.


*


*


*


*


*


*


🌺🌺