My Darling

My Darling
34



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Zhafira yang masih di dalam kamar setelah ditinggalkan oleh Zhidan segera membersihkan tubuh nya lagi, dan menganti dengan piyama tidur yang memiliki motif kelinci bewarna hijau tosca kombinasi putih. Sedangkan Zhidan yang baru saja keluar dari kamar, segera mendapatkan banyak pertanyaan dari beberapa anggota keluarga yang berkumpul.


" Biarkan kakak beristirahat terlebih dahulu " ucap Zhidan dengan dingin


" Iya "


" Kami hanya ingin tahu, bagaimana kondisi Zhaza, nak " ucap Siti


" Sesuai dengan apa yang ada di video yang beredar " ucap Zhidan dengan dingin


" Lain kali, menangis lah lagi "


" Kali ini untuk aku saja, bunda "


" JANGAN KAKAK "


" lihatlah apa yang kakak alami, bukankah ini yang bunda inginkan " ucap Zhidan yang langsung membuat semua orang membelalakkan mata mereka. Karena tidak pernah sekalipun Zhidan berkata-kata buruk seperti ini. Untungnya tidak ada anak-anak Azzam kecuali Abhi


" ZHIZI ! " bentak Azzam, ketika keponakannya berkata tidak sopan


" Aku akan segera membawa kakak pergi dari sini " ucap Zhidan dengan dingin yang segera melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun segera di halangi oleh Siti, seraya berkata


" Jangan seperti itu, anakku "


" Kembali lah ke dalam kamar Zhaza "


" Dia membutuhkan kita semua " ucap Siti dengan sangat lembut.


Sembari menggelengkan kepalanya Siti memberikan Azzam kode ketika Azzam hendak memarahi Zhidan yang mungkin sedang di tunggangi syaitan ketika melihat kakaknya terluka dan menyalahkan sang ibu atas apa yang terjadi, karena tangisan orang tua apalagi seorang ibu, akan membuat anak-anak yang ditangisi menanggung dosa. Dan mungkin ini akibat dosa Zhafira kepada sang ibu, menurut pemikiran sesaat Zhidan. Sedangkan Abhi menepuk bahu sang ayah, memberikan tanda biarkan saja Zhidan, karena Zhidan pasti bersikap seperti itu tanpa dia sadari. Bukanlah sebuah rahasia, semua orang tahu bagaimana protektifnya Zhidan terhadap sang kakak.


Zhidan langsung pergi begitu saja tanpa peduli dengan keadaan di sekitarnya menuju ke kamar yang dia tempati, untuk menganti baju, dan akan kembali ke kamar yang dihuni Zhafira untuk menemani sang kakak. Sedangkan Aisyah hanya menundukkan wajahnya ketika Zhidan mengucapkan kalimat yang mungkin ada benarnya. Karena dirinyalah, sampai membuat Zhafira mengalami pelecehan seperti itu.


Siti dan lainnya memilih untuk mendiskusikan permasalahan yang baru saja dialami oleh Zhafira di ruangan keluarga. Beberapa keluarga yang berada di kota yang sama segera meluncur ke mansion Azzam tanpa perlu mengkhawatirkan akan tidur dimana dan apapun, karena fasilitas di mansion Azzam cukup lengkap. Kalaupun di mansion utama Azzam tidak muat, maka sanak saudara bisa beristirahat di beberapa mansion anak-anak Azzam yang masih berada dalam satu kawasan.


Mereka segera melakukan musyawarah membahas tentang perempuan yang menjadi tersangka melakukan tindakan kekerasan terhadap Zhafira . Untuk beberapa orang menyarankan agar perempuan itu diberikan sangsi saja. Akan tetapi beberapa meminta Azzam untuk bertindak tegas. Bagaimana pun juga sikap perempuan itu menghina Zhafira sama halnya dengan dia telah menghina nama besar keluarga Lesham. Menyakiti Zhafira sama halnya dengan menyakiti keluarga Lesham. Sehingga sebagian besar memilih untuk menyelesaikan dengan memberikan tindakan tegas kepada perempuan tersebut.


Akan tetapi ada juga bagian lain keluarga Lesham hanya menjadi pendengar setia saja. Apapun keputusannya, yang penting bagi mereka kenyamanan Zhafira. Karena mereka semua tahu jika Zhafira telah menyembunyikan identitasnya dari publik, jika sampai keluarga Lesham membawa kasus ini ke publik artinya Zhafira akan tampil di publik, secara otomatis kehidupan Zhafira akan terekspose. Dan tentu saja untuk jangka panjang nya akan mempengaruhi kehidupan pribadi Zhafira di masa akan datang.


Untuk keluarga besar Lesham, mereka termasuk typical keluarga yang tidak terlalu suka tampil di hadapan publik, menjadi tenar, dan itu sudah menjadi karakteristik keluarga Lesham termasuk Zhafira. Berbeda dengan beberapa keluarga crazy rich lainnya yang lebih suka tampil menunjukkan pencapaian apa saja yang telah keluarga mereka capai, atau menunjukkan dan memamerkan harta-harta milik mereka, mengekspose wajah mereka.


Azzam terdiam untuk menentukan pilihan apa yang akan dia ambil. Satu sisi, jika di bawa ke ranah hukum mau tidak mau publik akan tahu siapa Zhafira. Satu sisi jika di biarkan saja maka Zhidan akan bertindak sendiri, dan Azzam tahu takaran Zhidan jika mengurus itu sendiri.


Di saat keluarga Lesham sibuk dalam musyawarah, maka keluarga besar lainnya segera bertindak mendahului keluarga Lesham. Pretty tidak menyangka ketika dia pulang ke mansion sang Daddy. Dia akan mendapatkan tamparan keras dari sang Daddy, yang membuat Pretty terjatuh ke lantai dengan berderai air mata.


Pretty tidak pernah menyangka bahwa sang ayah akan memperlakukan dirinya seperti ini. Belum sempat Pretty protes dengan tindakan sang ayah. Dering telepon milik sang ayah berbunyi. Ketika sambungan telepon itu terhubung, sang ayah sangat terkejut, sehingga meremas bagian dadanya sebelah kiri dengan nafas yang tersengal-sengal.


Pretty segera mendekati sang ayah, begitu pula sang ibu, mereka sibuk memanggil nama sang kepala keluarga. Pembantu mereka tergopoh-gopoh menuju sumber suara. Sang isteri berteriak agar salah satu pembantu mereka segera menghubungi tim medis untuk datang ke mansion mereka.


Beberapa waktu kemudian datang mobil ambulance yang membawa petugas medis. Yang segera melaksanakan tugasnya, mereka segera membawa kepala keluarga itu menuju ke rumah sakit. Dengan profesional petugas medis melakukan pertolongan sesuai dengan SOP penanganan pada pasien dengan diagnosis awal mengalami serangan jantung yang lebih dikenal dalam dunia medis infark miokard , untuk di awal diagnosisnya.


Nanti setelah sampai di rumah sakit, pasti akan dilakukan pemeriksaan lanjutan, dimana pemeriksaan lanjutan tersebut akan mendapatkan penyebab alasan terjadinya infark pada pasien, juga dapat mengetahui infark jenis apa terjadinya pada pasien, apakah termasuk dalam jenis stroke infark, yang dikategorikan infark iskemik non hemoragik atau kategori infark hemoragik. Dimana setiap infark akan mendapatkan penanganan medis sesuai dengan jenisnya.


Mendapatkan kabar bahwa sang putra mengalami sakit, membuat tertua keluarga tersebut meminta penjelasan secara keseluruhan apa yang terjadi. Dengan takut, asisten kepercayaan tetua memberikan video yang sedang viral, membuat tetua tersebut mengerutkan dahinya


" Apalagi yang dilakukan oleh anak perempuan ja*Lang itu " ucap tetua tersebut dengan dingin


" Hm "


" D- dia "


" Melakukan kekerasan terhadap seorang perawat " ucap asisten kepercayaan tetua itu


" Bukan hanya itu, dia juga melakukan kejahatan verbal menghina profesi perawat "


" Yang lebih parahnya, ter- ternyata "


" Perempuan itu cicit, dan cucu tuan Bhalendera " ucap asisten kepercayaan tetua itu sembari menundukkan kepalanya


" Maksud kamu, putrinya Tama ? "


Ucap tetua dengan ekspresi shock


" I- i- iya, tuan " ucap asisten kepercayaan tetua keluarga yang tidak berani lagi mengangkat kepalanya.


Tetua itu menekan pelipis nya yang terasa sakit. Putra bodohnya yang dengan tega menjanda kan isteri demi seorang janda, di masa tuanya menggenggam duri di tangan nya, menuai apa yang dia tanam. Dan inilah hasilnya, keluarga besar mereka bukanlah lagi keluarga yang terpandang seperti masa tetua dahulu pimpin.


" Minta akses untuk aku bertemu dengan sultan Bhalendera atau Idris "


" Tidak akan seperti ini jika tidak ada campur tangan pria keras kepala itu " ucap tetua keluarga Mendez saat ini.


" Baik, tuan " ucap asisten pribadi keluarga Mendez


Tetua Med Mendez, menyandarkan punggungnya ke kursi kebesarannya yang ada di dalam ruangan kerja. Tuan Med Mendez mulai menerawang masa lalunya ketika mengenang anak menantunya yang terlihat lugu dan polos di bawa ke dalam mansion Mendez untuk pertama kalinya.


Permintaan tersebut tentu saja di tentang oleh sang putra yang saat itu sedang bucin dengan isterinya. Namun, pada hakekatnya cinta itu memudar seiring berjalannya waktu. Terkikis rasa cinta di hati sang putra membuat keluarga Mendez dengan mudah melemparkan sang menantu menjauh pergi, tanpa mereka ketahui bahwa sang menantu tengah mengandung keturunan Mendez, sedangkan sang putra yang sudah dinikahkan dengan perempuan dengan kalangan yang sama seperti mereka telah memadu kasih dengan perempuan yang jauh lebih buruk dan licik. Bahkan dengan bangga mengatakan bahwa kehamilannya hasil dari percintaan mereka.


Hal itu tentu saja membuat isteri sah kedua putra tuan Med Mendez mengajukan surat perceraian. Sehingga dengan liciknya perempuan licik itu berhasil menjerat sang putra. Tuan besar keluarga Mendez menyesali perbuatannya, akan tetapi tidak dapat membalikkan sang waktu. Apalagi ketika dalam proses pencarian terhadap mantan menantu hingga saat ini tidak mendapatkan hasil sama sekali.


Penyesalan memang selalu datang diakhir masa ketika kehilangan. Apalagi kehidupan keluarga Mendez semakin hari semakin memburuk ketika sebuah kenyataan menghantam keluarga itu, saat mengetahui jika anak dari sang perempuan licik tersebut bukanlah keturunan Mendez, perempuan itu memanfaatkan kesempatan di saat tuan Manson tidak membuang dia dan anak yang bukan darah daging Manson, dikarenakan rasa penyesalan pernah membuang cinta pertamanya yang ternyata tengah mengandung keturunan Mendez.


Namun, kali ini tuan Med akan bertindak tegas, dan mengusir parasit yang selalu membuat ulah di dalam keluarga Mendez sehingga keluarga Mendez sering kali mendapatkan citra buruk di dalam circle mereka. Dan akan melakukan pencarian lebih intensif lagi. Agar bisa membawa kembali kejayaan keluarga Mendez di kancah dunia bisnis.


Di negara yang berbeda, seorang pria tampan mendapatkan informasi dari asisten kepercayaannya yang memberikan kabar gembira bagi sang tuan.


" tuan " ucap sang asisten kepercayaannya


" Kabarkan hal yang membahagiakan untukku "


" Jika tidak "


" Pergilah " ucap pria tersebut dengan dingin


" Tuan "


" Kabar baiknya, ayahnya tuan sedang di rawat inap dikarenakan ulah putrinya "


" Lalu "


" Kabar buruknya, putri tuan Manson telah menyakiti nona Zhaza "


" Di +62 sudah beredar video perbuatannya " ucap asisten kepercayaan laki-laki yang memiliki nama lengkap Zafran Maxwell yang di sapa Max atau Maxi oleh Zhafira dan Zhidan, akan tetapi Aisyah lebih suka menyapa Maxi dengan Affan yang lebih islami, walaupun tidak satu keyakinan.


Pertemuan Aisyah dengan sang ibunda Maxwell sangat dramatis, di saat Aisyah masih merasa kehilangan sang putra, qadarallah Aisyah dipertemukan dengan perempuan yang sama-sama berada di rumah sakit. Di awal pertemuan mereka terlihat saling mencurahkan isi hati mereka setelah itu terjalin hubungan silaturahmi yang baik, sampai tiba di waktu ibundanya Maxwell menghembuskan nafasnya untuk terakhir kalinya, di saat itu, sang ibu menitipkan Maxwell kepada Aisyah, dan Aisyah menerima amanah itu dengan sukacita begitu pula dengan Maxwell yang sudah sangat menyukai hubungan silaturahmi yang terjalin erat.


Maxwell tetap pada keyakinan yang dia anut bersama sang ibu, walaupun secara perlahan-lahan dia mulai mempelajari agama yang dianut ibundanya saat ini. Di saat terakhir lah sang ibu kandung menitipkan pesan agar Maxwell melupakan dendamnya terhadap keluarga dan ayah kandungnya. Cukup bersama Aisyah, bersama keluarga Lesham, cukup itu dan menikah lah dengan perempuan yang baik dan jangan menyakiti perempuan yang sudah menjadi isterinya seperti nasib sang ibunda nya. Oleh karena itulah Maxwell telah membuang Mendez di dalam nama yang pernah diberikan oleh ibundanya.


" Siapkan penerbangan secepatnya " ucap Maxwell sembari memasangkan jas ke tubuhnya , bersiap untuk pergi. Sedangkan sang asisten kepercayaannya sudah tahu jika sang tuan pasti bertingkah seperti ini jika hal itu bersangkutan dengan Aisyah, dan Zhafira. Sangking sayang nya Maxwell kepada Aisyah, Maxwell rela memilih untuk menjalankan perusahaan atau kerajaan bisnis Aisyah yang ada di luar negeri demi memperkuat kerajaan bisnis Aisyah daripada Zhafira yang ada di negara ini.


Akan tetapi, dengan kejadian seperti ini, membuat Maxwell berfikir ulang untuk membawa Zhafira ke negara ini, apalagi Zhidan akan kembali menempuh pendidikan, yang artinya Aisyah dan Zhafira tidak ada yang akan melindunginya, walaupun ada tuan Azzam yang pasti memberikan perlindungan. Setidaknya jika ada dirinya, maka tidak akan ada yang berani menganggu Zhafira.


Jangankan Maxwell, bahkan Rasyid yang merupakan anak angkatnya Aisyah pun sudah dalam perjalanan pulang ke negara +62. Rasyid mendapatkan informasi penting tersebut berasal dari salah satu dewan direksi Rumah Sakit Royal Medical Centre yang merupakan rumah sakit hasil akuisisi dari tiga perusahaan besar, yaitu perusahaan Zhabit, Zhafran, dan Zhafira. Untuk Zhidan kenapa belum bisa bergabung dikarenakan perusahaan milik Zhidan masih belum mampu dalam pendanaan sebesar itu karena perusahaan yang dia miliki masih perusahaan startup, sehingga masih belum terlalu kokoh pondasinya.


Sehingga untuk duduk di kepemimpinan rumah sakit, tentu saja Zhafira yang sudah dipilih sebagai pemilik rumah sakit tersebut, semua itu karena rasa cinta kedua kakak laki-laki Zhafira. Sehingga mendengar kabar buruk tentang Zhafira, mereka berdua sudah pasti akan pulang ke negara +62 tanpa perlu pemberitahuan, pemberitaan dari keluarga inti, atau pun keluarga Lesham. Baik Zhafran, maupun Zhabit pasti akan pulang ke negara +62 meskipun terkadang Aisyah mengatakan tidak apa-apa, tidak ada masalah serius. lagipula mereka sudah lama tidak pulang, rasa rindu di hati mereka sudah kian menumpuk. Sehingga, menjadi satu kesempatan dengan kepulangan mereka, rasa rindu terobati, dan sekalian membunuh seekor lalat apa salahnya, lagipula sudah sekian lama didiamkan karena permintaan Zhafira, eh berulah lagi.


Memang mencari bala' artinya perempuan itu. Tidak mungkin mereka akan jujur kepada Zhafira, yang hatinya selembut kapas. Mereka pasti bertindak secara diam-diam, karena sudah sangat geram dengan perempuan ja*Lang satu ini.


Kembali ke cerita dimana di negara +62, ketika matahari bersinar cerah, dimana semua orang tengah berkumpul di meja makan mansion utama Azzam, mereka semua melupakan insiden semalam, agar bisa memperbaiki silaturahmi. Akan tetapi, Zhidan yang posesif terhadap sang kakak tidak dapat diragukan lagi. Semua - mua nya harus dilakukan oleh Zhidan, dan hal itu membuat Zhafira terlihat kesal.


Namun, ketika melihat kedatangan kedua Abangnya membuat Zhafira tersenyum hangat


" Assalamualaikum "


" Abang " ucap Zhafira disertai dengan teriakkan kebahagiaan. Zhafira bahkan melupakan jika kedua Abangnya ini bukan mahramnya sangking dia menyayangi kedua Abangnya ini. Zhabit dan Zhafran merasa sangat senang ketika Zhafira menyambut mereka seperti ini. Namun tidak bagi Zhidan yang sudah cemberut, dan hal itu membuat riuh suara tawa anggota keluarga Lesham lainnya.


Zhabit dan Zhafran menyalami satu persatu anggota keluarga Lesham, tanpa kecuali, terakhir mereka berdua memeluk tubuh Aisyah dengan sayang. Begitu pula dengan Aisyah yang sudah merindukan kedua putra kesayangannya. Suasana haru masih menyelimuti keluarga Lesham. Bercerita tentang kehidupan mereka masing-masing membuat hari ini, suasana hati seluruh keluarga Lesham berubah cerah ceria seterang cahaya matahari pagi hari ini.


Namun berbeda dengan tuan Mendez yang terlihat sendu, bahkan untuk pertama kalinya dia menundukkan kepalanya di hadapan keluarga besar Bhalendera.


" Katakan apa maksud kedatangan kamu " ucap tetua Bhalendra dengan suara tegasnya walaupun sudah sangat sepuh. Sedangkan Idris menutup mulutnya dengan rapat, walaupun Med adalah sahabatnya, dihadapan sang ayah Idris tidak dapat berkutik.


" Tuan "


" Tolong lepaskan putra saya "


" Sungguh, dia tidak bersalah di sini " ucap Med Mendez dengan memelas


" Tidak bersalah ? " Ucap tuan Bhalendra


" Kejahatan seorang anak adalah kejahatan seorang ayah dan ibu, karena mereka tidak mampu mendidik anak-anak mereka dengan benar itu yang dikatakan oleh ayahku Bhalendra " ucap tetua Bhalendra yang saat ini masih hidup meskipun sudah sangat sepuh


" Aku bahkan dengan rela menghukum, bahkan menghancurkan putra aku sendiri karena kesalahannya " ucap tetua Bhalendra yang membuat Idris terdiam, karena apa yang dikatakan oleh sang ayah memang benar.


Karena kesalahan sang istri membuat Sultan Bhalendra tidak memperbolehkan Idris beserta istri dan anaknya Adhitama menginjak kediaman mansion utama Bhalendra. Mereka di usir dari kediaman, baru kali ini saja Idris bertemu dengan sang ayah karena selain ingin berbaikan setelah hampir menginjak sepuluh tahun terakhir dia tidak berjumpa dengan sang ayah akibat kesalahan dia yang tidak mampu mendidik istri dan anaknya.


*


*


*


*


*


🌺🌺