My Darling

My Darling
41



🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Azzam masih saja terdiam, karena saat ini bukan ranah pribadi nya dia untuk banyak bertanya. Sehingga Azzam memberikan kode kepada Aisyah untuk berbicara dengan Kenzie menanyakan apa saja yang ingin Aisyah ketahui dari pria tampan yang sedang menatap mereka bertiga dengan serius terlihat dari posisi duduk Kenzie yang terlihat kaku.


" Kenzie "


" Bukankah perasaan cinta itu datang tidak secepat itu, tidak pula semudah itu dan tidak juga sesederhana itu " Tanya Aisyah


" Memang saya sangat antusias dengan pernikahan anak gadis saya, dikarenakan usianya yang akan memasuki usia matang, sangat wajar ada ketakutan bagi orang tua jika anak gadisnya belum segera mendapatkan jodohnya "


" Namun "


" kebahagiaan Zhafira adalah prioritas bagi saya, di atas dari segala kepentingan baik dari saya pribadi maupun dari keluarga toh yang saya harapkan, yang keluarga inginkan adalah pernikahan yang langgeng sampai maut yang memisahkan, pernikahan yang sakinah mawadah warahmah yang dilandaskan atas perintah Allah SWT, dan karena Allah SWT "


" Apalagi, saya sebagai seorang ibu merasa gagal memberikan contoh yang baik kepada Zhaza tentang arti sebuah pernikahan " ucap Aisyah yang kali ini entah mengapa dia merasa takut Zhafira akan terluka dalam pernikahannya.


" Mungkin benar jika cinta tidak semudah itu "


" Cinta juga mungkin memang benar tidak lah sesederhana itu "


" Akan tetapi bisa saja perasaan cinta itu sesederhana itu, semudah itu, dan secepat itu jika Allah SWT berkehendak seperti apa yang telah saya rasakan dan saya alami sendiri "


" Dan itu tidak bisa saya jabarkan bagaimana perasaan saya, sehingga membuat saya memberanikan diri untuk datang menemui tuan, nyonya yang belum pernah saya lakukan sebelumnya "


" Namun "


" Jika tuan dan nyonya berkenan untuk menerima permintaan saya, permohonan saya, niat baik saya ini "


" Saya akan memberikan Zhafira hati saya "


" Memberikan tanggung jawab saya sebagai seorang suami, dan akan saya perjuangkan perasaan cinta yang sudah tumbuh di hati saya " ucap Kenzie


" Dia tumbuh menjadi gadis yang tidak mempercayai pria selain orang-orang yang dia percayai "


" Dia menjadi sosok gadis yang tidak mempercayai sebuah ikatan pernikahan, bagaimana kamu menyikapi hal ini "


" Apa yang akan kamu janjikan kepada saya, kepada kami sehingga kami bisa memercayai kamu untuk bisa bertanggungjawab atas apa yang telah kamu ucapkan " ucap Aisyah


" Demi Allah SWT "


" Hanya Zhafira yang akan menjadi ratu di hati saya "


" Hanya Zhafira yang akan menjadi istri saya "


" Dan saya akan bertanggungjawab atas Zhafira sepenuhnya, baik di dunia maupun di akhirat jika Allah SWT menjodohkan saya dengan Zhafira, inilah janjiku" ucap Kenzie yang kali ini sukses membuat Azzam menatap wajah adiknya yang kini terdiam sejenak entah apa yang dipikirkan oleh Aisyah.


" Bagaimana kedua orangtuanya kamu " tanya Azzam


" Kedua orangtuanya saya menyetujui apa yang sudah menjadi pilihan saya "


" Mereka mengatakan jika saya sudah berhasil mendapatkan restu dari keluarga tuan, maka mereka bersedia untuk datang menemui keluarga Zhafira sebagai tanda keseriusan dari saya akan mengajak keluarga inti saya untuk melamar Zhafira " ucap Kenzie dengan serius


" Bagaimana, Ais "


" Abang akan kembalikan semua keputusan pada dirimu, dik " ucap Azzam yang kini menatap wajah Aisyah.


Aisyah yang terdiam sejenak setelah mendapatkan jawaban dari Kenzie , menatap wajah sang kakak laki-lakinya lalu kemudian menatap wajah tampan Kenzie.


" Zhaza masih memiliki ayah kandung, dan dia masih berada di kota ini " ucap Aisyah


" Dia " ucap Aisyah yang kemudian terdiam mencoba berdamai dengan dirinya, walau bagaimanapun Adhitama adalah ayah kandung Zhafira. Kehadiran Adhitama tentu saja sangat penting bagi Zhafira. Karena tanpa Adhitama Zhafira tidak akan pernah bisa menikah , sebab menikahkan anak gadisnya, Aisyah membutuhkan Adhitama sebagai wali sah atas Zhafira


" Dia juga berhak untuk kamu temui, karena Zhafira masih dan selalu menjadi tanggung jawab ayahnya "


" Maka sudah sepantasnya kamu meminta restu dari ayahnya Zhafira " ucap Aisyah yang mendapatkan anggukan kepala dari Azzam. Adiknya sudah bersikap sangat berlapang dada ketika seseorang meminta anak gadisnya, Aisyah masih memikirkan perasaan Adhitama sebagai seorang ayah. Benar, sangat benar, jika sebuah pernikahan haruslah mendapatkan restu dari ayah dan dari ibu, agar rumah tangga sang anak mendapatkan keberkahan.


" Ais, sekarang Abang menanyakan pendapat kamu mengenai maksud kedatangannya ini menemui kita. Apakah kamu menyetujui dan menerima niat baik dari Kenzie " ucap Azzam yang mendapatkan anggukan kepala dari Aisyah


" Hm "


" Kenzie , untuk hari ini Alhamdulillah kami semua menerima maksud kedatangan kamu begitu pula dengan niat baik kamu atas Zhafira. Akan tetapi, keputusan kami menerima pinangan yang kamu ucapkan belum bisa kami iyakan. Dikarenakan kami akan melakukan pertemuan terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah kami menerima atau tidaknya "


" Untuk itu, berikan kami waktu kurang lebih satu minggu lagi atau paling lama dua minggu lah untuk kami dapat bermusyawarah dengan ayahnya Zhafira "


" Di saat itu, silahkan kamu untuk datang kembali lagi ke kediaman saya untuk mempertanyakan apakah niat baik kamu di terima atau tidak nya " ucap Azzam yang tidak menjanjikan Kenzie akan mendapatkan jawaban yang diinginkan.


" Baik, tuan "


Dan tanpa menunggu lama. Setelah satu hari Kenzie mendatangi kediaman Azzam, keesokan harinya Kenzie segera menemui Adhitama untuk menyampaikan keseriusannya terhadap Zhafira. Adhitama tentu saja tidak langsung menyetujui permintaan Kenzie dikarenakan Adhitama juga sudah mengetahui rekam jejak Kenzie yang telah disembunyikan oleh Kenzie dari orangtuanya, yang sebenarnya bukanlah menjadi rahasia bagi Ibrahim dan Amanda yang sebenarnya pura-pura tidak tahu.


Oleh karena itu ketika Kenzie mengatakan jika dia ingin menikahi keturunan Lesham yang ternyata perempuan yang sangat diinginkan oleh banyak keluarga dari strata sosial yang upper class.


Ibrahim pun tidak kalah antusias sehingga Ibrahim menghalalkan segala cara untuk dapat membuat Zhafira menjadi bagian dari keluarga Abrisham.


Azzam yang semenjak beberapa hari lalu memerintahkan asisten kepercayaannya untuk datang menemui Adhitama dan menyampaikan bahwa Azzam meminta waktu untuk membahas mengenai Zhafira yang sudah pasti langsung mendapatkan jawaban iya, sehingga tidak membutuhkan waktu lama, dan hari ini di malam hari ini dua keluarga besar mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya setelah perpisahan terjadi di antara Aisyah dan Adhitama.


Anggota keluarga Lesham dihadiri oleh Azzam, dan tiga saudara kandung Azzam untuk menemani Aisyah, dan tidak lupa Siti sebagai orang yang selalu berada di samping Aisyah dimana Aisyah yang sudah nampak gelisah ketika keluarga Bhalendra sudah menanti kedatangan mereka yang sedikit terlambat.


" Tenangkan lah dirimu "


" Jangan kamu perlihatkan ketidaksukaan kamu kepada mereka semua "


" Toh yang kita bahas ini untuk kepentingan Zhafira " ucap Siti yang sebenarnya berlaku bukan untuk Aisyah saja akan tetapi kepada semua orang tanpa terkecuali yang berada dalam lift.


Ketiga Abangnya Aisyah terdiam saja termasuk Azzam mendengar ucapan Siti yang mereka sadar jika Siti memang bermaksud menyindir semua orang tanpa terkecuali, Hanya saja mereka semua sebenarnya masih terlalu malas untuk bertemu dengan anggota keluarga Bhalendra apalagi dengan Adhitama. Namun apa boleh baut, mungkin inilah saatnya waktu yang tepat untuk mereka mengakhiri drama keluarga mereka. Walaupun waktu telah mengikis rasa kebencian dan kekecewaan terhadap Adhitama, ada kepentingan Zhafira dan Zhidan yang harus mereka pikirkan dengan bersikap dewasa walaupun tidak bisa menghapus jejak kenangan yang telah terukir di sanubari anggota keluarga Lesham khususnya Aisyah.


Azzam mengucapkan kalimat salam dan sapa ketika tiba di private room di hotel mewah yang bisa menampung banyak orang dalam jumlah cukup besar, dimana meja bulat besar nan kokoh sudah berada di sana sebagai tempat mereka nanti menyantap hidangan makan malam.


Azzam mendahului para saudaranya dan isterinya memberikan salam dengan berjabat tangan kepada seluruh anggota keluarga Bhalendra yang hadir di sana, termasuk adik iparnya yang sudah menundukkan kepalanya sejak kedatangan anggota keluarga Lesham, yang terkadang masih mencuri - curi pandang yang membuat ketiga Abang Aisyah selain Azzam melemparkan pandangan mata yang bermakna tidak suka atas kelakuan Adhitama. Karena walaupun mereka akhirnya tahu jika Aisyah masih istri dari Adhitama, mereka bertiga tetap tidak suka jika Aisyah akan kembali bersama dengan Adhitama yang memiliki latar belakang keluarga Bhalendra yang pernah menghadiahkan sebuah luka hati yang hingga kini masih sangat membekas di hati semua anggota keluarga Lesham.


" Sudah "


" Bersikap lah sebagimana mestinya. Bukankah Abang sudah berkata sebelumnya untuk kalian menjaga sikap " ucap Azzam sangat pelan yang hanya terdengar oleh ketiga saudara itu dan istrinya Azzam.


Ucapan Azzam langsung membuat ketiganya menundukkan pandangannya. Bagaimanapun kesalnya mereka terhadap Adhitama, mereka bertiga akan mati kutu jika Azzam sudah mengeluarkan titahnya.


Acara makan malam hari ini sangat membuat keluarga Bhalendra sangat bersukacita ketika keluarga Lesham membuka kembali pintu silaturahmi yang sempat terputus. Tanpa membahas masa lalu, sebagian perempuan dari keluarga Bhalendra meminta Aisyah untuk duduk di sisi mereka yang membuat Aisyah merasa tidak nyaman, namun Siti memberikan kode bahwa tidak mengapa jika Aisyah menuruti permintaan mereka, mau tidak mau Aisyah menurunkan egonya, apalagi ketika sang ibu mertua nya yang dulu sangat membencinya kini meminta agar Aisyah untuk berada di sampingnya namun Aisyah tidak langsung mengiyakan saja ajakan mantan ibu mertuanya Aisyah menurut Aisyah karena Aisyah masih belum mengetahui jika status pernikahan di antara Aisyah dengan Adhitama masih belum terputus.


Sedangkan Sultan Bhalendra hanya memperhatikan saja setiap tingkah laku semua orang yang berada di sana. Sultan Bhalendra menyunggingkan senyuman kala melihat kebersamaan ini yang sangat dia rindukan. Alangkah indahnya jika para cicit- cicit nya juga bisa ikut berkumpul di sini, apalagi Sultan Bhalendra sangat merindukan cicit kesayangannya, satu-satunya cicit perempuan yang dia miliki dalam garis keturunan Bhalendra


Saudara Adhitama, putra kandung Idris yang lainnya mengajak serta putranya yang ke- tiga dikarenakan sang putra sangat dekat dengan Idris. Sehingga ketika melihat Idris berada di dalam ruangan yang sama membuat anak balita itu menangis keras karena ingin berada di dekat Idris. Idris, Ayah mertuanya Aisyah yang mendengar suara tangis yang disertai suara teriakkan membuat nya langsung berdiri untuk mengendong cucunya agar berhenti menangis dan kemudian Idris memilih duduk tepat di samping sang putra. Sang cucu pun kini duduk manis di atas pangkuan sang kakek.


Hal ini dilakukan Idris agar tidak menganggu jalannya percakapan yang sedang terjalin , namun pada posisi ini membuat Idris duduk berdampingan bersebelahan dengan sang istri yang membuat sang istri yang sudah tidak pernah berkomunikasi dengan Idris secara diam-diam menghapus jejak air matanya yang tanpa sengaja turun.


Sedangkan Adhitama yang melihat ada kekosongan kursi tepat di samping Aisyah membuat Adhitama tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dengan memberanikan diri Adhitama duduk di samping Aisyah.


Hal tersebut membuat Aisyah mendelikkan kedua matanya ke arah Adhitama yang pura-pura tidak melihat tatapan mata Aisyah yang sudah protes dengan tindakan Adhitama yang seenaknya duduk di samping Aisyah. Tanpa Aisyah sadari jika saat ini Adhitama menyunggingkan senyuman tipis karena merasa sangat bahagia bisa duduk berdampingan dengan istrinya lagi untuk pertama kalinya setelah perpisahan mereka.


Sultan menyunggingkan senyumannya lagi ketika melihat semua orang yang berbaur menurunkan ego masing-masing mencoba memperbaiki silaturahmi yang sempat terputus di masa lalu.


" Istriku "


" Kakek nenek, buyut kamu, Azzam "


" Pasti merasa bahagia, karena untuk pertama kalinya kita bisa kembali berkumpul bersilaturahmi seperti ini " ucap Sultan Bhalendra yang membuat suasana seketika menjadi hening karena meresapi setiap kalimat yang diucapkan oleh Sultan Bhalendra.


" Kita nikmati terlebih dahulu sajian malam hari ini "


" Setelah ini, baru kita akan membahas apa yang memang menjadi tujuan dari pertemuan ini " ucap Sultan Bhalendra yang mendapatkan anggukan kepala dari semua orang.


Dari pihak keluarga Bhalendra berusaha untuk mengajak pihak keluarga Lesham untuk berbicara sembari menunggu pihak hotel menyajikan menu makan malam untuk mereka nikmati malam hari ini. Ketiga saudara Azzam yang masih sulit berbaur seperti yang dilakukan oleh Azzam beserta isteri, serta para istri saudara-saudaranya Azzam, masih berusaha menekan ego mereka dengan menjawab pertanyaan dari para laki-laki di keluarga Bhalendra yang berusaha mencairkan suasana. Jika para pria dari kedua belah pihak masih terlihat kaku, tidak berlaku dengan para perempuan dari kedua belah pihak. Apalagi para perempuan dari pihak keluarga Bhalendra yang masih berusaha untuk mengajak Aisyah berbicara akrab dengan mereka. Mereka sangat merindukan sosok Aisyah yang santun, yang selalu ramah kepada siapapun tanpa terkecuali. Saudara ipar Aisyah bahkan dengan percaya diri menghampiri Aisyah yang duduk di dekat Adhitama dan tidak terlalu jauh dari ayah dan ibu mertua Aisyah.


Aisyah berusaha bersikap sewajarnya agar tidak terlalu mencolok jika dirinya masih merasa tidak terlalu nyaman berada di tengah-tengah keluarga Bhalendra. Namun, sebuah usapan lembut di telapak tangannya membuat Aisyah menolehkan kepalanya ke arah si empunya tangan. Betapa Aisyah terkejut ketika melihat wajah sendu ibu mertuanya yang menatapnya dengan tatapan penuh penyesalan.


Namun kadung sakit hatinya Aisyah kala melihat wajah orang yang melukai hati dan perasaannya di waktu lalu, Aisyah memejamkan kedua matanya sejenak secara perlahan-lahan memalingkan wajahnya ke arah lain lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan juga.


Bayangan masa lalu melintasi waktu, memori itu kembali ke masa dimana Aisyah harus mengikhlaskan hati dan perasaannya terhadap sang suami, meninggalkan sang suami tanpa penjelasan dikarenakan bukti-bukti perselingkuhan suami di depan mata, bagaimana sikap pelakor dan mantan ibu mertuanya yang datang ke mansion milik Aisyah dan Adhitama. Bahkan sang ibu mertua dengan angkuhnya mengatakan jika perempuan yang ada tepat di sampingnya adalah perempuan terbaik yang cocok bersanding dengan putranya. Itu dilakukan oleh sang ibu mertua tepat di hadapan ketiga anak-anaknya.


Begitu mirisnya saat itu, sehingga Aisyah membuat sebuah pilihan dimana di saat itu Aisyah memilih untuk meletakkan cinta dan harapan serta rumah tangga nya. Aisyah memilih meninggalkan Adhitama yang ternyata memang telah hilang rasa kepadanya.


*


*


*


*


*


🌺🌺