
"Kau benar-benar sangat pintar, Kaylie."
Baru satu hari bekerja, Kaylie sendiri sudah mendapatkan begitu banyak pujian dari Valen. Memang, kebetulan Kaylie masih mengingat beberapa tugas sebagai sekretaris dan membuat sistem kerjanya sendiri sehingga perempuan itu bisa bekerja lebih cepat dan efisien. Kaylie hanya terkekeh saja mendengar semua pujian itu, astaga Apakah ini tidak terlalu berlebihan ??
"Tidak masalah, aku pernah bekerja sebagai sekretaris juga dulunya."
Valen mengangguk, "Baiklah, sepertinya mulai besok aku tidak harus membantumu lagi, kau bahkan jauh lebih memahami semuanya daripada yang aku bayangkan."
Kaylie mengangguk, "Kau bisa meninggalkanku, lagipula kau pasti juga memiliki tugas banyak, bukan ?? Aku tidak ingin terlalu merepotkan mu."
Valen kemudian berpamitan dan keluar dari ruangan milik Kaylie. Perempuan itu sedikit terkejut, perkataan dari Davide tidak main-main rupanya, lihat saja bahkan di ruangannya di sediakan lagi ruangan kecil yang bisa di gunakan Kaylie untuk menidurkan dan bahkan menyusui di sana. Kaylie menggelengkan kepalanya, sedikit bingung dan aneh.
Di satu sisi, Davide terlihat sangat perhatian dan memperhatikan segalanya kepada dirinya dan Drowny, meskipun dia tahu lelaki itu hanyalah memanfaatkannya. Dan mungkin setelah urusan selesai, dirinya tidak memiliki perjanjian apapun kepada Davide, dan bisa melepaskan diri dari lelaki brengsek itu.
"Setidaknya aku berusaha mencari uang untuk putraku disini, aku tidak boleh bertindak aneh-aneh." Ujar Kaylie setiap kali dia memiliki niatan untuk melarikan diri dan membatalkan pekerjaan ini, Kaylie merasa sayang karena di luar dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan.
Setidaknya beberapa bulan bekerja disini, maka Kaylie tidak akan merasa begitu kesulitan dalam perekonomian, dan bisa bangkit kembali dari keterpurukannya itu.
tok...tok...tok...
"Iya ??" Kaylie sedikit kaget, karena sebuah suara ketukan yang membuat lamunannya itu buyar, lalu Valen masuk tapi hanya setengah tubuh dan kepalanya saja.
"Oh iya, Kaylie. Tuan Davide, memanggilmu ke ruangannya."
Apalagi yang diinginkan lelaki bejat itu Batin Kaylie dalam hatinya, tapi di wajahnya dia hanya tersenyum dan mengangguk saja. Tentu saja, dia tidak ingin menunjukkan rasa emosi dan kesalnya kepada bosnya sendiri di hadapan semua orang.
"Baiklah, aku akan segera ke sana. Terima kasih, Valen dan maaf merepotkan mu."
"Sama sekali tidak, baiklah aku permisi dulu."
Valen menutup pintu ruangan, sementara Kaylie segera bersiap untuk menuju ke ruangan atasannya itu. Dalam hatinya berdoa, semoga saja Davide tidak melakukan hal bodoh lainnya, apalagi melakukan tindakan aneh-aneh kepadanya.
"Apa yang aku pikirkan.. Ini di kantor, dia tidak mungkin bertingkah mesum di perusahaannya sendiri." Ujar Kaylie berkata kepada dirinya sendiri, berusaha menyakinkan dan menenangkan dirinya. Perempuan itu berfikir, akan berteriak atau memukul Davide jika dia melakukan hal aneh-aneh.
"Semoga aku beruntung." Ujar Kaylie lagi.
…
tok....tok...tok...
"Masuk !!"
Kaylie kemudian membuka pintu ruangan atasannya itu, dan membawa dokumen di tangannya yang masih belum selesai. Dan kemudian masuk ke dalam ruangan, menghadap atasannya.
"Tuan Davide, memanggil saya ??"
"Ah, Kaylie.. Kemarilah, ada beberapa hal yang harus aku jelaskan."
Kaylie menghela nafas, dan mengikuti saja dengan mendekatkan tubuhnya pada atasannya itu. Saat Davide memanggil dan melambaikan tangannya menyuruh Kaylie mendekatinya yang duduk di kursi kebesaran itu.
Setelah mendekat, Davide kemudian mulai menunjukkan sebuah dokumen atau surat penting kepada Kaylie, dan membuat perempuan itu berdiri di sebelah kursi Davide dan memandang ke arah dokumen yang berada di meja.
"Aku ingin kau bisa mengisi atau bahkan melakukan beberapa dokumen ini."
"Hanya itu saja, Tuan ??"
"Ada lagi."
"Apa itu ??"
Tiba-tiba...
Bruk !!!
"Tuan !! Apa yang kau lak-"
"Ssstt..."
Davide tiba-tiba langsung menarik Kaylie jatuh ke dalam pelukannya, dan perempuan itu terjatuh di atas pangkuan kaki Davide. Kaylie hendak berteriak marah, akan tetapi lelaki itu langsung menghentikan dengan menempelkan jarinya pada bibirnya dan membuat suara seakan menyuruh Kaylie untuk diam.
"Jadi.. Katakan, ada apa ini ??" Tanya Kaylie dengan perlahan tapi juga penuh dengan penekanan karena kesal dan emosi.
"Sebenarnya, adalah..."
Belum sempat menjelaskan, Kaylie dan Davide mendengarkan suara langkah kaki orang mendekati ruangan, Kaylie hendak mendorong tubuhnya untuk bisa bebas dari pelukan Davide, tapi lelaki itu malah memeluknya semakin erat dan tidak membebaskan perempuan itu.
"Kau gila-"
Kaylie memotong ucapannya sendiri, dan menatap kaget saat melihat wajah Davide begitu dekat dengannya, bahkan jika ada yang mendorong dari belakang keduanya pasti akan berciuman karena jarak bibir mereka yang sangat dekat, Kaylie tidak bisa berbuat apapun selain berdiam di sana.
Brak !!
"Davide !! Aku memanggil ke nomer mu ?! Kenapa kau tidak menjawab- Astaga !! Davide apa-apaan ini ?!"
Seorang perempuan menggebrak pintu terbuka dan berbicara panjang lebar di sana. Kemudian terkejut saat melihat ke arah suaminya, yang berdekatan dengan perempuan lagi, dan lagi posisi mereka begitu dekat dan mesra.
Perempuan lain, duduk di atas pangkuan suami mu, dan wajah mereka berdekatan, kemungkinan besar keduanya berciuman itulah pemikiran perempuan yang baru saja datang itu. Davide hanya membalas dengan rasa malas.
"Oh, istriku ?? Kau menganggu kesenangan ku !!"
"Apa-apaan ini ?!"
"Well, kau tidak melihat ?? Aku sedang asyik berduaan dengan kekasihku. Ada apa ??" Ujar Davide dengan santai seakan tidak ada masalah sedikitpun, berbeda dengan Kaylie yang bingung dan gundah terdiam di sana. Ah sialan !! Seharusnya dia menampar Davide di depan perempuan yang ternyata adalah istri dari Davide.
Kaylie sendiri masih tidak bisa bergerak, karena Davide masih memeluk dan Kaylie hanya bisa menghadap ke arah dinding membelakangi sosok perempuan bernama Mira.
"Apa maksudmu, ada apa ?! Apakah kau pikir aku hanya akan-"
"Oh, lakukan apapun Mira. Aku tidak peduli lagi, kau mau berbicara semuanya pada ayah dan ibu, lakukan saja. Toh, jawabanku sama. Aku. Tidak. Peduli. Oke ?!" Ujar Davide dengan nada sinis dan tidak suka, sementara Kaylie membatin.
Astaga drama rumah tangga apalagi ini ?! Bodohnya, kenapa kau malah membawa perempuan asing sepertiku ke dalam permasalahan mu sendiri ?! Dasar lelaki brengsek yang gila !! Batin Kaylie memaki Davide dalam hatinya, tapi dia juga sedikit bingung apa yang harus dia jawab dan katakan, jika dia di labrak oleh Mira ??
Apakah dia harus berkata, 'oh maafkan aku, Davide tidak pernah mengatakan jika dia memiliki istri.' Atau berkata, 'Maaf, aku mencintai suamimu.'
Astaga keduanya jawaban itu, pasti akan membuat Kaylie berakhir dengan tamparan manis di pipi, belum lagi jika dia di permalukan di hadapan karyawan. Bagaimanapun, semua karyawan mengetahui status Mira sebagai istri sah Davide, dan Kaylie hanyalah sekretaris baru disini. Ah memang sudah gila.