
"Apa-apaan itu Davide ?! Jadi kau memilih meninggalkan ku bersama dengan perempuan lain ?!
Davide mengetahui rencana licik dari Mira, tapi lelaki itu malah sengaja membuat drama ini semakin memanas dan lebih menyenangkan, jadilah dia terkekeh licik dan terlihat puas dengan jawaban dari Mira. Perilaku Davide sepertinya membuat Kaylie, Darel sedikit ketakutan dan berfikir apa yang sebenarnya sedang dia rencanakan.
Apakah Davide gila ?! Tertawa dan terlihat puas di hadapan kedua orang tuanya ?! Batin Kaylie dengan bingung.
Apa yang sebenarnya kau rencanakan sejak awal, Kak Davide ?? Batin Darel menatap penuh curiga ke arah kakaknya sendiri yang masih tertawa dengan puas.
" Ya.. Aku meninggalkanmu... Karena sejak awal, aku memang tidak mencintaimu." Ujar Davide menatap tajam dan sinis ke arah Mira dan menyeringai licik.
"Davide !! Hentikan omong kosong ini dan-"
"Dan apa ?? Dan aku memberikan uang kepada Kaylie sebagai ganti rugi setelah apa yang aku lakukan ?? Bukankah kau yang mengajariku untuk bertanggung jawab ?!" Ujar Davide menatap sinis ke arah ayahnya yang sepertinya sudah marah besar.
Mira menjauhi Davide, karena suasana begitu memanas, dan benar saja bahkan Nicholas merasa sangat tidak betah untuk berada di dalam ruangan, dia menarik tangan Kaylie dan mengajaknya keluar dari sana.
"Kak Kaylie, ayo keluar !! Nicholas gak suka disini." Ujar Nicholas kepada Kaylie dengan nada memelas dan terlihat sangat tidak menyukai ruangan itu. Kaylie tersenyum ke arah anak kecil itu.
"Nicholas, Mau keluar. Ayo." Ujar Kaylie dengan lembut kepada anak itu, Nicholas tampak terlihat sangat senang.
Kaylie menggandeng tangan Nicholas dan hendak keluar dari ruangan, tapi sebuah perkataan kemudian menghentikan mereka.
"Tunggu dulu !!"
Nicholas dan Kaylie membalik badan, dan melihat Marlina menghampiri mereka, menatap tajam ke arah Kaylie sementara Nicholas tampak tidak suka dengan cara Marlina memandang Kaylie seperti itu.
"Apa kau tidak merasa bersalah atau malu atas apa yang telah kau lakukan ?!"
Memang aku salah apa, Davide kan bilang aku korban disini, kenapa malah aku yang salah sih. Batin Kaylie sebenarnya bingung, dia tahu sebenarnya maksud dari perkataan Marlina, karena dirinya secara tidak langsung merusak rumah tangga Davide dan Mira, tapi disisi lain perkataan Davide seakan menunjukkan jika dirinya hanyalah korban. Mana yang benar ?!
Kaylie terdiam, dia merasa bingung sebenarnya. Jikalau dia merasa bersalah, kemungkinan besar dirinya akan di usir dan di paksa menjauh dari Davide. Tidak, kalian jangan salah paham jika Kaylie mulai jatuh cinta pada Davide. Karena lelaki itu memiliki perjanjian yang dimana Kaylie harus membantunya, dan jika tidak maka nyawa adalah taruhan. Tapi jika dirinya tidak merasa bersalah, maka pasti akan terdapat kekerasan yang terjadi kepadanya, bagaimana dengan bayi kecilnya itu.
"Jawab !!"
Tiba-tiba, Drowny dalam gendongan menangis dengan keras, membuat Kaylie sedikit merasa panik, melihat suasana yang sepertinya mulai terlihat menegangkan saat bayi itu menangis. Davide langsung berlari mendekati Kaylie dan terlihat sangat panik di sana.
"Apa Drowny baik-baik saja ??" Tanya Davide dengan lembut.
"Dia menangis, sepertinya.. Karena suara yang begitu keras, membuat dia merasa takut dan tidak nyaman." Ujar Kaylie mencoba mengayunkan bayi di gendongannya dengan perlahan.
Nicholas menatap ke arah Marlina dengan tatapan tajam dan tidak suka, ketiga orang di sana terkejut melihat bagaimana cara tatapan Nicholas mirip seperti Davide saat memberikan tatapan mengancam.
"Jangan sakiti adik Drowny !!" Ujar Nicholas dengan kencang dan kesal.
"Dia adikku, dan Kak Kaylie adalah mama baru aku !!"
"A...apa.."
"Darel, kau antar Kaylie ke depan." Ujar Davide berfikir akan menyelesaikan semua pertikaian sendirian, melihat Drowny sepertinya sangat tidak nyaman, juga dengan Nicholas putranya itu.
Darel mengangguk, dan segera mengantarkan Kaylie ke depan, bersama dengan Nicholas. Sementara Davide memandang ke arah ketiga orang di sana yang masih tidak percaya dengan perkataan dari Nicholas yang begitu berani. Setelah beberapa orang keluar, dan di dalam ruangan hanya terdapat Davide, kedua orang tuanya dan Mira, barulah sebuah suara terdengar.
"Apa.. Yang kau ajarkan pada putraku ??" Ujar Mira dengan sinis dan juga tajam.
"Tidak ada, bukankah anak-anak selalu jujur, mungkin memang Kaylie lebih baik dalam menjadi seorang ibu daripada kau." Ujar Davide dengan penuh berani kali ini, dia sengaja membuat emosi Mira meledak di sana.
"Aku adalah ibu kandungnya ?! Aku yang melahirkan dia ?!"
"Buktinya ?? Dia bahkan tidak menyentuh mu, yang seorang ibu kandung. Justru sebaliknya, dia malah dekat dengan Kaylie." Ujar Davide dengan menyeringai licik di sana.
…
"Apa yang sebenarnya terjadi ?? Aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Davide." Celetuk Kaylie yang duduk di sebuah taman buatan kecil yang terdapat di bagian halaman depan.
Kaylie beruntung membawa sebuah kain, untuk menutupi bagian dadanya, karena sedang menyusui Drowny agar tidak menangis. Sementara tangan lainnya membelai rambut Nicholas yang duduk di sebelahnya menatap ke arah Drowny yang di sebut sebagai adik, bagi Nicholas.
Darel mengangkat bahunya sendiri, dengan bingung, "Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku bahkan masih tidak mengerti dengan jalan pikiran kakakku sendiri."
Darel menghela nafasnya berat, dia tahu betapa bingung dan gelisah nya Kaylie, karena secara tidak langsung dia masuk ke dalam dunia Keluarga Florian yang penuh dengan huru hara seperti ini. Di tambah, datangnya Mira malah membuat masalah semakin rumit di dalam Keluarga itu. Itulah kenapa, Darel memilih membeli rumah sendiri, dan tinggal secara terpisah dari rumah Keluarga Florian.
"Itulah kenapa aku lebih memilih tinggal sendiri, jauh lebih baik." Ujar Darel.
"Mereka tidak mengkhawatirkan mu ??"
"Khawatir ?? Heh, mereka hanya peduli pada Kak Davide selama ini."
Kaylie terdiam sejenak, melihat semua kekacauan dan perkataan Darel yang membuat Kaylie merasa kasihan, tidak hanya Darel tapi juga Davide. Terlihat dari perkataan nya sendiri, dia sebenarnya lelah dengan kehidupan yang ada selama ini. Dan cara Davide untuk bisa melarikan diri dari Keluarga Florian, benar-benar sangat berani dan nekad. Dengan tipuan yang merendahkan dirinya sendiri (Meskipun sebenarnya perkataan Davide juga tidak salah) tapi jujur, itu adalah cara paling nekad untuk melepaskan diri dari genggaman kedua orang tuanya.
"Sejak dulu, Kak Davide berusaha melepaskan diri, tapi gagal. Bahkan saat pernikahan dengan Mira, dia terlihat sangat tertekan. Dan sempat bertekad membayar seseorang untuk menggantikannya, tapi gagal." Ujar Darel menceritakan masa lalu Davide dulu.
"Separah itukah ??"
"Ayah dan ibu menginginkan 'seorang putra yang sempurna' dan selalu menuruti keinginan mereka sendiri, merasa jika pilihan mereka paling benar." Lanjut Darel dengan nada miris, tidak ada sedikitpun iri hati dalam diri Darel, saat melihat anak emas kesayangan kedua orang tuanya tampak sangat tertekan dan hidup dalam sangkarnya.