Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 49



Dalam kegelapan, sosok lelaki itu mampu melihat wajah cantik melalui sinar dari rembulan yang masuk melalui jendela. Ruangan itu begitu gelap, hanya ada dua sepasang perempuan dan lelaki, yang melakukan ritual berdosa tanpa berpakaian di tubuh mereka, dan sepertinya suasana malam begitu mendukung keduanya.


Lelaki itu menyeringai licik, melihat wajah nan cantik rupawan berada di bawahnya, dengan wajah berkeringat, dan memerah malu, bahkan beberapa kali menghindari wajah sang lelaki di atasnya itu.


Tubuh wanita itu yang terbuka tanpa sehelai kain di tubuhnya, malah memperlihatkan tubuh putih, mulus di hadapannya. Lelaki itu mengarahkan wajah perempuan menatap ke arahnya, membuat mata wanita itu mau tidak mau malah memandangi ke arah lelaki itu, sosok lelaki itu terlihat sangat puas dengan apa yang telah dia lakukan padanya.


“Tatap aku sayang~”


Wanita itu malu dan tidak mau menjawab apapun, dia hanya bisa memandangi wajah lelaki itu.


“Kau menyukainya, sayang ??”


“Jangan terlalu kasar.. Sakit..” Ujar wanita itu merengek dengan manja, dan membuat lelaki itu terkekeh pelan.


“Kau sangat cantik.. Kaylie..”


Wanita itu, Kaylie memandangi sosok yang berada di depannya, mengeluarkan air mata karena perasaan malu, senang dan semuanya bercampur menjadi satu, sementara lelaki itu tampak sangat puas, karena bisa menikmati apa yang dia impikan sejak awal.


“Jika kau mau, aku bisa membuatnya semakin dalam.” Lelaki itu memeluk tubuh Kaylie, dan menghirup aroma dari tubuhnya tepatnya dari lehernya, dan menjilat manja di bagian telinganya, membuat suara itu terus terdengar dari mulut Kaylie, membuat lelaki itu begitu bersemangat, mendengarkan suara indah dari mulut Kaylie, ******* itu benar-benar terdengar seperti suara paling indah yang pernah dia dengar, dan dia menginginkannya lagi.


“Ja..jangan... Akh !! June !!”


Sosok lelaki itu, June terkekeh pelan melihat rintihan Kaylie yang terdengar sangat manis. June mengelap air mata Kaylie dengan perlahan, dan berbisik manis kepadanya.


“Kau sangat cantik sayang.”


“June..”


“Aku pasti akan dengan senang hati, membawamu ke atas ranjang ini setiap hari bersamaku.”


“June... Bangun..”


“Apa maksudmu sayang ??”


“June.. Ku mohon bangun..”


 


.


 


.


 


.


 


 


“June !!! Bangun !!”


Lelaki itu terkejut dengan suara dari Mira yang membangunkannya. Barulah, June menyadari jika semua yang dia lakukan sebelumnya hanyalah mimpi, membuat lelaki itu berdecih kesal, dia membuka selimut dan menyadari jika dirinya mimpi basah.


“June !! Astaga, aku membangunkanmu sedari tadi-”


“Berisik !! Tutup mulutmu sialan !!” Ujar June dengan kesal, dirinya bangun dari tempat melewati Mira yang hanya bingung dengan tingkah June, dia hanya membangunkan lelaki itu, kenapa dia malah marah seakan Mira sedang menganggunya ??


...


“Belajar yang giat, sayang. Dan jangan lupakan bekalmu.”


“Baiklah mama, aku pergi dulu.”


Setelah menyiapkan semuanya, Kaylie bahkan memberikan sebuah kotak bekal kepada Nicholas, dan anak itu berlari keluar mengejar Darel dan Alisha yang sudah menunggunya di luar. Kaylie tersenyum senang, melihat Nicholas begitu semangat dalam belajar, dan begitu antusias. Karena itu, Kaylie sengaja memberikan bekal makanan yang disukai oleh Nicholas sebagai pemicu semangat Nicholas.


Setelah semua sudah pergi, tersisa Kaylie dan Davide yang ada disana. Davide berfikir ini adalah kesempatan emas untuk bisa bertanya kepada istrinya.


“Hey.. Kaylie..”


“Ya.. ??” Kaylie menoleh melihat suaminya sudah menggunakan jas, membawa sebuah tas kotak, tapi yang menarik perhatian Kaylie adalah dasinya yang sedikit berantakan.


“Tunggu.. Dasimu berantakan, sini aku bantu.”


Kaylie membantu Davide merapikan dasinya, dan jarak keduanya begitu dekat satu sama lain. Davide menatap Kaylie yang berada di depannya, tapi dengan tinggi yang tidak sama. Ya, Kaylie lebih pendek dibandingkan Davide, tapi itu malah membuat daya tarik tersendiri bagi wanita itu di mata Davide.


“Hey sayang, apa yang kau pikirkan mengenai kehamilanmu ??”


“Tentu saja aku senang, kenapa kau bertanya seperti itu ??” Ujar Kaylie mengangkat alisnya.


“Well, sebenarnya-”


 


Dring...dringg... Dringgg...


 


Sebuah nada dari handphone membuat Davide menghentikan ucapannya sendiri , menyadari jika yang berbunyi adalah handphone darinya, Davide kemudian mengambil handphone dari sakunya. Davide membaca nama kontak yang menghubunginya, dia lalu mengangkat sambungan telepon di handphonenya.


“Jadi.. Ada apa ??”


“Tuan, ada seseorang yang ingin menemui anda nanti siang.”


“Jika, dia dari keluarga yang mencari ku, entah orang tua atau Mira, aku tidak mau !! Aku sudah mengirimkan surat perceraian, dan aku hanya akan duduk menunggu undangan dari pengadilan.” Ujar Davide dengan kesal, siapa yang berani menganggu atau bahkan mencari masalah dengannya.


“Bukan tuan, dia datang sebagai bisnis.”


“Siapa ??”


“Dia.. June.. June Andrews.”


Mata Davide terlihat melotot besar dan emosi, dia dalam hatinya mengepalkan tangannya sendiri. Kaylie hanya penasaran dengan ekspresi Davide, tapi dia bukan sosok wanita yang suka ikut campur dengan urusan orang lain, biarkan Davide yang berbicara kepadanya.


“Baiklah, katakan saja.. Aku akan menemuinya nanti siang.”


“Baik tuan.”


Davide menutup telepon nya, dan melihat ke arah Kaylie yang juga menatap ke arahnya. Davide menghela nafasnya.


“Maaf membuatmu takut.”


“Tidak sama sekali.”


“Aku ada tamu nanti siang, dia bilang ingin menemuiku.”


“Benarkah ?? Oh iya, aku lupa berbicara kepadamu.”


“Tentang ??”


“Kemarin siang, sebelum minggu. June datang kemari, dan berkata ingin menemui mu. Maaf aku baru bilang sekarang.”


Jadi brengsek itu sudah mengetahui lokasi ini ?? Sialan !! Dia pasti mengincar Kaylie !! Dasar serakah, aku sudah memberikan Mira kepadanya dengan sepenuh hati, dan dia malah mau merebut Kaylie ?! Batin Davide merana dan penuh emosi dalam hatinya, tapi dia tidak bisa menyalahkan atau sepenuhnya marah kepada Kaylie.


Wanita itu tidak tahu apapun, termasuk perselingkuhan Mira dan June, dan juga mengenai siapa orang tua asli Nicholas. Davide sengaja menutupi semuanya, dan membiarkan saja semua orang mengetahui kebohongan gila yang di ciptakan oleh Mira itu sendiri. Dia tidak mau membocorkan kecuali mereka mengetahui kenyataan dan fakta, barulah Davide membongkar semuanya.


Karena Davide malas berdebat, apalagi dengan kedua orang tuanya yang begitu peduli dan sangat menyayangi Mira sepenuh hati, dan rela menendang keluar putra kandungnya sendiri demi wanita medusa itu.


Hah, Davide sendiri juga tidak peduli dengan kedua orang tuanya, jikalau mereka hancur karena Mira, biarkan saja. Malah Davide menunggu saat-saat seperti itu. Dia memastikan akan tertawa paling keras diantara semua orang yang melihatnya.


“Begitukah ??”


“Kau tidak marah ??”


Davide menggelengkan kepalanya, “Kenapa aku harus marah sayang ??”


“Biasanya kau akan marah atau cemburu jika aku berdekatan dengan lelaki lain, tumben sekali.”


Davide terkekeh pelan, “Tuan June adalah partner terdekatku, jadi tidak mungkin aku marah kepadanya atau kepadamu.”