Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 77



 


Kaylie dan Davide kemudian melangkah keluar, memang benar begitu banyak orang yang tadinya berlarian keluar dari ruangan, sudah di selamatkan oleh pihak kepolisian. Rendra segera mendatangi mereka, dan memandang dengan tatapan khawatir, dan merasa bersalah karena meninggalkan mereka di dalam ruangan. Padahal Rendra berfikir hendak menggandeng tangan Kaylie untuk menyelamatkan mantan istri sahabatnya itu, tapi Rendra tidak mau mengambil resiko kehilangan nyawanya, karena Davide adalah tipe lelaki yang pencemburu buta.


Jadilah Rendra berfikir akan mengajak Davide dan Kaylie keluar, tapi begitu banyak orang yang berlarian membuat Rendra terpisah dari Davide dan Kaylie. Jadilah lelaki itu berlari keluar bersama dengan orang-orang di sekitarnya.


“Kalian baik-baik saja ?? Maafkan aku meninggalkan kalian..”


“Tidak apa, Tuan Rendra.. Lagipula keadaan begitu gawat dan kacau.” Celetuk Kaylie dengan sopan, dia tidak mungkin marah hanya karena Rendra meninggalkannya di saat suasana begitu genting seperti ini.


Davide tidak berbicara apapun, dan hanya fokus kepada anak buahnya yang sedang berbicara kepadanya. Sepertinya ada sesuatu yang salah di sana, sehingga mereka berbicara begitu serius untuk saat ini.


“Kau yakin ??”


Lelaki itu mengangguk, “Benar tuan, aku merasa mereka masih ada di sekitar sini, dan belum benar-benar pergi.”


“Tetap awasi sekitar, karena aku yakin, June tidak akan berdiam diri begitu saja setelah semuanya.”


“Baik, Tuan.”


Lalu lelaki itu pergi dari hadapan Davide, untuk melakukan tugas dari bosnya itu. Davide kemudian mendekati Kaylie, kemudian berbicara kepada istrinya yang melihat keadaan sekeliling. Sepertinya Rendra sendiri sedang memastikan semuanya di sekeliling sembari memberikan penjelasan kepada para polisi mengenai kejadian yang baru saja terjadi.


Beberapa polisi hendak mendekati Kaylie dan Davide, tapi kemudian seperti prediksi dari Davide. Serangan tembakan itu terjadi, tapi tidak terlalu parah seperti saat di dalam gedung. Membuat beberapa orang berlindung, para polisi kemudian menyelidiki sekitar dan memastikan tidak ada yang tertembak atau terluka, dan beberapa dari mereka melihat sekeliling untuk mencari tahu dimana arah para penembak itu berasal.


Seperti insting kuat para polisi, beberapa penembak berhasil di lumpuhkan, sementara beberapa orang berhasil di evakuasi. Davide dan Kaylie segera bergegas menuju ke lokasi parkiran mobil mereka, meninggalkan lapangan yang masih ada tragedi penembakan di sana. Hingga saat di parkiran.


Davide dan Kaylie kembali terkepung dengan beberapa orang yang memang suruhan dari June untuk menangkap keduanya, atau hanya menculik Kaylie.


Ada sekitar 7 orang yang mengepung mereka dengan senjata dan menodongkan ke arah mereka. Kaylie dan Davide saling bergandengan satu sama lain, hingga akhirnya, mereka berencana untuk menyerang ketujuh orang itu. Kaylie mengeluarkan senjata dari sakunya, juga dengan Davide mereka mulai menyerang, menembak di sana.


Cukup di akui, Kaylie termasuk sosok perempuan cerdik dan kuat, Davide juga sama. June melihat dari beberapa jarak, matanya terus menatap ke arah Kaylie. June kemudian memberikan perintah kepada lelaki yang merupakan anak buahnya di sekitarnya.


“Tambah lagi, buat mereka berdua kewalahan.”


“Baik tuan.”


Setelah lelaki itu pergi untuk memanggil anak buah lainnya menyerang Davide dan Kaylie di sana, June menyeringai memiliki rencana lain dalam otak liciknya itu.


Setelah beberapa menit, Davide dan Kaylie sedikit terpisah. June kemudian mulai melancarkan aksinya untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.


Di sela-sela pertarungan, beberapa anak buah dari Davide datang membantu, menghabisi anak buah June yang jumlahnya mulai sedikit itu. Dengan mudah, Davide mampu keluar dari orang suruhan June, tapi anehnya dirinya tidak mendapatkan dimana Kaylie berada saat ini.


Davide mulai terkejut bukan main, mendapati istrinya tidak ada di sana. Berfikir jika Kaylie berhasil meloloskan diri dan menuju ke arah lapangan, tapi tidak ada Kaylie di sana. Rasa takut dari Davide mulai muncul, apakah.. Penyerangan tadi, hanya untuk mengalihkan pandangannya dan Kaylie, sehingga June memanfaatkan situasi ?? Tapi Kaylie tadi cukup kuat dan lincah dalam bertarung, bagaimana June bisa meraih Kaylie ??


Tapi Davide tidak mau memikirkan semua itu, dia harus berfikir bagaimana cara menemukan Kaylie saat ini, karena dia melihat jika beberapa anak buah dari June sudah tidak ada di sana, hanya penyerang bayaran yang tergeletak tak berdaya di atas tanah. Beberapa anak buah dari Davide mengatakan telah memberikan sebuah gps pada mobil, yang di duga sebagai mobil June.


“Jadi.. Kalian sudah memasang alat pelacaknya ??”


Beberapa lelaki itu mengangguk, “Sudah tuan, aku sudah mendapatkan sinyal dari alat pelacak itu, mereka sudah cukup jauh dari sini. Apakah kita harus mengejarnya ??”


"Tidak apa, lebih baik kita kejar saat ini, sebelum terlambat. Siapkan mobil, kita akan lewat jalan pintas !!"


"Baik, Tuan."


Segera saja, Davide menaiki mobilnya untuk segera menyusul istrinya yang berada dalam genggaman June saat ini, ah sialan !! beruntung Davide langsung menyadarinya, jika tidak maka kemungkinan besar Davide akan kehilangan jejak mereka.