
"Ayo !!"
Nicholas kecil tiba-tiba menarik tangan Kaylie menjauh, seakan tidak mengijinkan perempuan itu mendekati June. Kaylie yang di tarik hanya tertawa pelan, dia kemudian menatap ke arah June dan berpamitan.
"Aku duluan ya, kita bisa bicara di perusahaan besok, Nicholas sepertinya ingin segera pulang."
Nicholas masih menarik Kaylie, dan perempuan itu kemudian mengikuti saja kemana anak itu menyeretnya, sementara June yang mengamati mereka, berdecih dalam hatinya.
Cih, anak sialan penganggu. Padahal hampir saja aku bisa mendapatkan nomer teleponnya ! Batin June dengan menggerutu kesal dan kemudian meninggalkan taman itu saat dirinya tidak lagi melihat Kaylie di sana.
Sementara Kaylie masih mengikuti Nicholas, setelah agak jauh, barulah Nicholas tidak lagi menyeret tangan perempuan itu dan berbicara kepada Kaylie.
"Maaf ya kak, Nicholas gak suka kakak deket-deket sama orang itu." Ujar Nicholas merasa bersalah karena tingkahnya berlebihan menarik Kaylie, sementara wanita itu terkejut sejenak dan kemudian tertawa kecil.
"Tidak apa, sayang. Lagipula aku juga merasa tidak enak terlalu dekat dengannya."
"Dia bukan orang baik, Kakak harus jauhin orang itu."
"Iya sayang." Ujar Kaylie menurut saja pada perkataan Nicholas, tapi jujur saja wanita itu juga merasa ada yang tidak beres dengan June, jadilah dia tidak merasa keberatan saat Nicholas menariknya menjauh.
…
"Apakah kakak baik-baik saja ??"
"Tidak, sepertinya otakku tertinggal di hotel saat itu."
Darel memberikan ekspresi yang datar dan entah bagaimana dia harus bereaksi mendengarkan perkataan tidak wajar dari kakaknya itu. Darel baru saja mengintrogasi habis-habisan kakaknya, dan mendengarkan semua rencana tergila kakaknya, Darel bahkan tidak bisa berkata apapun selain mempertanyakan kesehatan mental dan kewarasan kakaknya itu.
"Astaga !! Berapa lama.. ??"
"Apanya ??"
"Kau merencanakan semua ini."
Davide memberikan ekspresi berfikir sejenak, lalu menjawab sembari tersenyum miring, "Sejak lama, hanya saja Kaylie muncul sebagai kunci utama semua ini."
"See ?! Kau kembali menggunakan Kaylie ?! Apa kau lupa dengan keselamatan wanita itu, dia memiliki anak ?!"
"Aku tahu, aku tidak buta."
"Bukan itu ?! Bodoh !! Kau membahayakan nyawa Kaylie dan Drowny ?!"
"Hey.. Hey.. santailah, aku tidak selemah itu, tanganku masih kuat menghajar mereka yang berani menyentuh Kaylie, Drowny, dan Nicholas." Ujar Davide sedikit tersinggung, apakah adiknya sedang merendahkannya dan menganggapnya sebagai sosok lemah yang tidak bisa apapun ?!
Darel menghela nafasnya panjang, kenapa kakaknya tidak pernah menganggap apapun dengan serius dan santai, seakan dia adalah Tuhan yang begitu kuat, apakah Davide lupa jika dia memiliki puluhan musuh yang mungkin sedang mengintai Kaylie ?? Bahkan Mira sekalipun. Demi Tuhan, dia lelah menjadi saudara Davide.
"Huft.. Lalu apa rencana mu selanjutnya ??"
"Hmm.. Sebenarnya, aku sedang memikirkan-"
"Jika kau memikirkan mengenai Kaylie, maka aku akan menghajar mu. Dan aku bertanya serius mengenai ini semua ?!" Potong Darel sebelum kakaknya membahas sesuatu yang mesum, karena dia tahu betapa nakalnya pikiran dari kakaknya yang satu itu. Dan Darel ingin sekali membawa Kaylie lari dari lelaki mesum, bejat, dan brengsek seperti kakaknya itu.
"Kau tidak menyenangkan." Davide memutar matanya malas, sementara Darel menatap datar seakan mengatakan sudah ku duga.
"Terserah."
…
Nicholas mengangguk dengan cukup kuat, dia benar-benar menyukai masakan dari Kaylie dan Alisha, anak itu bahkan memakan sup ayam dengan sangat lahap, meskipun di rumah dia di berikan makanan yang lebih mahal, seperti sup daging sapi. Tapi Nicholas malah lebih menikmati saat-saat bersama dengan Kaylie dan juga Alisha.
"Nicholas makannya lahap ya, sama kaya adik Drowny, minumnya lahap." Ujar Alisha memuji kedua anak yang di asuh oleh Kaylie, Nicholas sibuk memakan sup di mangkuknya, dan Drowny sibuk meminum ASI di gendongan Kaylie.
"Nicholas betah kalau di suruh tinggal disini." Ujar anak itu dengan jujur, membuat kedua wanita itu tertawa pelan. Perkataan polos dari seorang anak, terkadang begitu lucu dan menggemaskan apalagi saat Nicholas mengatakan dengan makanan memenuhi pipinya.
"Pelan-pelan makannya, nanti tersedak." Ujar Kaylie mengingatkan anak itu dengan lembut. Alisha mengingat peristiwa tadi pagi yang dimana dia tidak sengaja melihat adegan ciuman antara Davide dan juga Kaylie. Kemudian melihat bagaimana kakaknya memperlakukan Nicholas seperti anaknya sendiri, membuat Alisha sedikit yakin akan adanya hubungan antara Davide dan juga Kaylie.
"Memikirkan sesuatu ??" Tanya Kaylie ke arah adiknya, Alisha yang terlihat sedikit melamun.
"Tidak ada. Oh iya, Kak.. Kemungkinan nanti malam, aku ada tugas kelompok dan mungkin harus menginap di rumah teman." Ujar Alisha sembari ijin kepada kakaknya.
Gawat, lelaki mesum itu pasti akan memanfaatkan situasi ini. Batin Kaylie sedikit bingung dan gelisah, bagaimana caranya agar dia membuat Davide tidak datang kemari, tapi itu mustahil. Tidak mungkin, hanya Darel yang datang menjemput Nicholas.
"Yah, berarti nanti malam Nicholas gak bisa tidur sama Kak Alisha dong.."
Alisha sedikit terkejut mengenai perkataan dari Nicholas, bukankah Davide bilang akan menjemput Nicholas nanti sore, kenapa malah.. ?? Alisha menatap ke arah kakaknya yang sepertinya terkejut dengan perkataan dari Nicholas.
"Ehh.. Bukannya Nicholas, nanti pulang ya sama papa Davide ??" Tanya Alisha, Nicholas menggelengkan kepalanya. Alisha menatap Kaylie untuk meminta sebuah penjelasan, Kaylie menghela nafasnya.
"Tidak perlu di pikirkan.. Oke.. Aku akan memberitahumu nanti." Kaylie sebenarnya ingin mengatakan kepada Alisha untuk tidak terlalu mendengarkan perkataan Nicholas, tapi gadis itu memberikan tatapan seakan memaksa agar Kaylie berbicara terus terang kepadanya.
Alisha mengangguk, sepertinya akan ada banyak sesuatu hal yang pastinya di bicarakan oleh kakaknya itu.
"Ya maaf ya, soalnya Kak Alisha tugasnya banyak. Besok-besok Kak Alisha tidur sama Nicholas ya.."
"Oke.."
Aku harus berkata apa dengan Alisha ?? Apa aku harus mengatakan semuanya dengan jelas ?! Bagaimana jika dia marah kepadaku ?! Bagaimana jika dia.. ?! Ah lupakan, pikirkan sebuah kata-kata atau cara agar Alisha melupakannya. Batin Kaylie bergumul dengan dirinya sendiri dalam hatinya, berharap saja jika adiknya melupakan semua ini.
…
"Jadi bagaimana ??"
"Apanya ???"
"Apa maksudmu apanya ?! Dia mengetahui semuanya ?!"
"Lalu ??"
"June !! Davide mengetahui hubungan kita, semuanya ?! Apa kau tidak mendengarkan aku ?!"
June sendiri malah asyik membayangkan wajah cantik dari Kaylie yang dia temui tadi di taman. Rasanya June ingin sekali menemui wanita itu, berbicara lebih lama dengannya, dan kemudian-
"JUNE !!!"
"Ck !! Apalagi sih ?!"
"Kamu gak denger apa yang bicarain dari tadi ?!"
"Iya, denger !!!"
Dasar cerewet, pantas saja Davide ogah menikahi mu. Hah, dasar wanita bodoh, di manfaatkan mau aja sih Batin June menatap ke arah Mira yang ada di depannya dan menampilkan raut wajah marah, sementara June santai saja dan tidak memperdulikan.
Bodoh amat Davide mau tahu hubungan mereka atau tidak, itu tidak penting. Jikalau dirinya dan Mira terkena masalah hingga ke pihak kepolisian, maka June akan menumbalkan Mira dengan mudah, agar wanita itu masuk penjara.