
Kehidupan Kaylie dan Davide benar-benar bahagia, dengan Nicholas, dan kini Drowny mulai belajar merangkak dan mulai bergerak, kehamilan Kaylie juga mulai memasuki usia 6 bulan, waktu benar-benar berjalan begitu cepat. Davide menunjukkan cinta dan perhatiannya kepada Kaylie, dan seluruh anak-anaknya. Davide kini merasa sangat bebas, karena hidup mereka terbebas dari tekanan kedua orang tua Davide yang secara misterius tidak lagi memaksa atau bahkan mendekati kehidupan mereka lagi.
Davide senang, sepertinya mereka sudah lelah mengejar dirinya, membuat lelaki itu kini bisa menciptakan suasana damai dan tenang di dalam keluarganya. Nicholas yang rajin belajar, dan terkadang membantu Drowny dalam bergerak, karena Nicholas tahu kondisi mata dari adiknya, membuat lelaki itu bertingkah dewasa seperti sosok kakak yang menjaga adiknya, saat bergerak merangkak.
Hubungan Alisha dan Darel juga semakin dekat dan semakin membaik, rasanya Davide ingin segera menikahkan adiknya dengan segera, tapi Alisha dan Darel tidak ingin terlalu terburu-buru, mereka ingin menikmati hubungan yang ada, agar tidak salah memilih langkah dalam menikah. Alisha sendiri sekarang bekerja dan kuliah, Alisha benar-benar menjadi sosok perempuan mandiri, dia bahkan menuruti ucapannya sendiri yaitu memberikan uang bensin karena Darel terus memberikan antar jemputnya kepada Alisha.
Hubungan baik, yang tidak pernah terduga adalah di seberang sana. Terdapat sebuah keluarga yang tidak harmonis sama sekali.
Mira kini mulai emosi, karena Perusahaan Florian benar-benar di ujung tanduk, June sama sekali tidak pernah benar-benar membenahi atau membangun perusahaan. June malah diam-diam mencuri dan mengambil saham hanya untuk kepentingan perusahaannya sendiri. Marlina dan Martin juga pusing, tidak banyak karyawan, sistem kerja yang berantakan membuat semua begitu berantakan.
Mira yang kerap kali bertengkar dengan June.
“Kenapa bisa begini ?! Kamu becus ngurus perusahaan gak sih ?!”
“Halah, diri sendiri aja gak bisa ngurus apa-apa, berisik banget !! Diam kenapa ?! Lagian bukan salahku, kamu sendiri terlalu menyepelekan kepergian Davide, dan sekarang.. Lihat !!”
“Kamu nyalahin aku ?!”
“Ya iyalah !! Kamu istrinya !! Kamu harusnya tahu, kalau semua pusat perusahaan itu ada sama si Davide !! Dasar bodoh !! Dan sekarang, kau bahkan mau bercerai dengannya ?!” June menghela nafasnya kasar dan kesal, Mira sendiri juga sama.
Ya, keluarga yang ditinggali oleh Davide benar-benar berantakan semuanya. Karena pusat utama mereka ada pada Davide, dan bahkan dalam menyusun semua peraturan, sistem dan lainnya adalah Davide. June hanya menggelengkan kepalanya, kebodohan Mira benar-benar sangat gila, dan kedua orang tuanya juga sama !!
Sudah tahu, jika Davide adalah otak dari perusahaan, dan mereka berharap jika June bisa benar-benar menggantikan Davide ?! Yang benar saja, apakah mereka sadar saat membiarkan Davide pergi begitu saja ?! Satu-satunya kebodohan Davide adalah melepaskan perusahaan hanya untuk orang-orang egois seperti June dan juga Mira.
June egois bukan berarti dia bodoh, dia hanya mau membuat keluarga Florian hancur, dan perusahaannya juga. Karena itu, dia mendekati Mira, merusak hubungan Mira dan Davide agar mendapatkan akses masuk ke dalam keluarga Florian.
“Kau bilang.. Kau mau membantuku mengurus perusahaan..” Ujar Mira menyipitkan matanya, June mengangkat bahunya acuh.
“Sistem dalam komputer sudah di hapus, sistem itu adalah salah satu cara Davide mengurus semuanya dengan baik. Dan sistem itu sudah di ciptakan dan diklaim olehnya, jikalau kita menggunakannya maka kita akan terkena masalah.” Ujar June menjelaskan, tidak ini adalah fakta. Tapi sebenarnya June bisa merubah sistem itu, hanya saja dia enggan melakukannya.
“Kenapa tidak pakai sistem di perusahaan mu saja ?!”
“Apa kau gila ?! Keluargaku bisa marah besar mengetahui itu semua, bodoh !!”
“Arrggh !! Jika begini, aku bisa jatuh miskin !!”
Dan aku akan meninggalkanmu saat itu juga Batin June menanggapi ucapan Mira, dia tidak sabar menunggu kehancuran dari Mira, lalu dia bisa melepaskan wanita itu, dan membuangnya seperti sampah dan kemudian barulah mencetuskan ide untuk mencoba meraih Kaylie.
“Kau berlebihan..” Ujar June memutar matanya malas.
“Lakukan sesuatu June ?! Jangan hanya berdiam diri saja !!”
“Yaa..” Ujar June dengan ogah-ogahan, pikiran June sendiri sebenarnya sangat kalut, apalagi Davide mengatakan jika Kaylie hamil dengannya. Astaga, secepat itukah dia merencanakan semuanya, hingga semua rencana Davide di balik layar berjalan mulus.
Tidak, June harus berfikir bagaimana caranya agar kehidupan Davide dan rumah tangganya harus terusik. June tidak boleh membiarkan Kaylie jatuh terlalu lama di tangan Davide. June yakin, dirinya pasti bisa menarik kembali Kaylie dari tangan Davide, dia harus bergerak cepat untuk bisa menghancurkan perusahaan Florian dan keluarga bahagia Davide dan Kaylie.
“Jika kita terus begini, maka perusahaan Florian akan bangkrut. Haruskah kita mengatakan ini semua kepada Davide ??” Marlina tampak sangat tidak berdaya saat ini, dia bahkan tidak bisa berfikir dengan jernih mengenai apa yang terjadi.
Bagaimana bisa, di tengah usahanya yang kehilangan separuh harta, tiba-tiba saja di datangi oleh pihak bank, karena adanya hutang sekitar 150 juta, atas nama perusahaan. Martin sendiri tidak tahu, bagaimana bisa perusahaannya mempunyai hutang sebanyak itu, apakah ini adalah ulah Davide yang sengaja mengutang banyak sebelum keluar dari perusahaan agar lelaki itu bisa menghancurkan perusahaan keluarganya sendiri ?? Iblis apa sebenarnya yang merasuki Davide ??
Martin terdiam sejenak, kemudian menjawab.
“Aku yang akan mencari tahu, dan mendatangi Davide untuk meminta penjelasan dan apa yang sebenarnya terjadi.” Ujar Martin dengan sedikit lesu dan bingung.
“Apa kau tahu, dimana rumah barunya ??”
“Tidak, tapi aku akan mencari tahu.”
“Biarkan aku ikut denganmu. Kita berdua yang akan menemuinya.”
Martin mengangguk, dirinya mungkin akan penuh dengan tanda tanya jika bertemu dengan Davide, dan ingin memastikan bagaimana keadaan putranya yang sepertinya sangat membenci mereka berdua. Sebenarnya dalam hati Martin merasa curiga akan keputusan yang diberikan oleh Davide sendiri, tidak mungkin jika semua hanya karena Kaylie yang datang ke dalam kehidupan rumah tangga Mira dan Davide, tapi ada sesuatu yang pastinya terjadi.
Dia berfikir akan menyelidiki semuanya sendirian, mungkin dia akan menemukan jawaban atas semua ini. Semoga saja...