Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 60



“June.. Apakah.. Ini benar-benar Davide yang melakukannya ??”


“Demi Tuhan !! Kau sudah bertanya lebih dari 10 kali, dan aku sudah memberikan jawaban ?! Kau dengar sendiri, bukan pihak polisi menyatakan jika Davide yang menuntut perusahaan ini ?!” Ujar June dengan sedikit tidak mood, dia sedang kesal. Karena Perusahaan Florian benar-benar memiliki masalah yang kritis, beruntung dia masih bisa mengusahakan untuk semuanya, terlebih saat Tuan Martin jatuh sakit, dia harus bisa menjalankannya sendiri.


“Aku tahu.. Aku tahu.. Aku hanya bertanya... Kau tidak perlu semarah itu.”


“Kau tidak lihat ?! Aku benar-benar bisa gila dengan permasalahan yang terjadi, bahkan perusahaan mengalami kerugian besar ?!”


“Bukankah, kau bilang akan membantu mengusahakan semuanya ??”


“Kau pikir aku robot ?! Aku hanya hidup untuk bekerja ?! Gila !! Seluruh permasalahan terjadi secara mendadak, dan kau masih berfikir aku mampu mengatasi semuanya ?!”


“Dengar, ini hanyalah awal saja. Setelah semuanya, perusahaan ini akan menjadi milik kita seutuhnya.”


“Kalau begitu, kenapa tidak kau bunuh saja mereka, lagipula sudah jelas jika mereka pasti mewariskan seluruh perusahaan kepadamu.” Ujar June dengan acuh.


Jika dia terpengaruh akan perkataan ini, itu berarti dia benar-benar bodoh Batin June melihat ekspresi Mira yang sepertinya menimang perkataan dari June. Padahal di akhir perkataan itu hanyalah sindiran kecil kepada Mira.


“Kau gila.. Bagaimana jika ketahuan mereka tidak mungkin akan memberikanku apapun.”


“Aku hanya bercanda.. Lagipula kau begitu cerewet, berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya ini ?!”


“Iya.. Ya.. Baiklah..” Mira memutar matanya malas, semangatnya menjadi hilang saat June kini mulai berubah sedikit berbeda. Dia benar-benar mudah sekali emosi dan membentaknya, aneh, padahal sebelumnya dia tidak semarah ini kepadanya, tapi Mira acuh saja.


Mira meninggalkan June di ruangan kantornya, tanpa di sadari oleh Mira, June menyeringai licik setelah kepergiannya. Lelaki itu memikirkan ide lain yang mungkin bisa menjatuhkan Mira begitu saja, setelah dia selesai dengan urusannya, maka June bisa meraih Kaylie dengan mudah.


June kemudian mengambil handphone dan menelfon seseorang, hingga sambungan telepon dari seberang terhubung. June sedikit merubah ekspresi dan nada bicaranya dengan sedikit lebih sopan dan formal.


“Iya.. Ini dengan aku, June, June Andrews.. Yang kemari menelfon dan memesan kepada anda.”


“.......”


“Iya.. Bisa, aku meminta kau mengantarkannya ke alamat yang sudah aku kirimkan ?? Aku akan mentransfer biayanya.”


“.........”


“Baiklah, terima kasih banyak.”


Setelah itu, telepon di matikan, June terlihat senang, dia berfikir ingin kembali datang ke rumah, dan melihat Kaylie lagi, rasanya dia sudah tidak sabar untuk bisa melihat kembali wajah cantik dengan tatapan yang mampu menariknya itu.


Tanpa sadar, Mira menguping pembicaraan June, dan mulai mencurigai perilaku dari June. Dan sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan, apakah June memiliki hati lain saat ini ?? Karena Mira sebagai seorang perempuan tentu saja bisa melihat sifat June mulai berubah, bahkan Davide yang tidak mencintainya sejak awal.


Setelah bertemu dengan Kaylie, sifat Davide berubah kepadanya dan kedua orang tuanya, apalagi June yang notabenenya adalah selingkuhannya, cintanya itu tentu saja ada perubahan besar yang bisa dia rasakan dari June.


Aku harus menyelidikinya Batin Mira dan berharap itu hanya lah pikiran negatifnya. Dia yakin, June tidak akan berani macam-macam padanya, karena bagaimanapun posisi June bisa masuk dan menduduki perusahaan Florian adalah karena Mira juga, jika wanita itu tidak menariknya kesana, maka June tidak berdaya.


Di tambah posisi June semakin mudah di percaya setelah kebohongan Mira yang memberikan status sebagai saudara atau keponakan dari Mira, tanpa itu mungkin June tidak akan pernah bisa mengambil semua kesempatan emas itu.


...


Disisi lain, Kaylie yang melihat Drowny kecil berbaring di depannya. Baru saja, Kaylie mengusap tubuh Drowny dengan air hangat, dan juga kain lembut. Sepertinya cuaca sedang tidak baik, sehingga Drowny sedang sakit saat ini, Kaylie tidak berani memandikannya, karena suhu tubuh Drowny begitu tinggi. Beruntung, dia sudah sedia obat, jadilah dia akan meminumkan obat untuk putranya setelah ini.


Beberapa pelayan tidak bisa ikut mengurus Drowny, jadilah Kaylie sendiri yang turun tangan. Tapi tidak masalah, toh Kaylie malah khawatir jika putranya di pegang orang lain, membuat trauma besar bagi wanita itu untuk membiarkan siapapun di sentuh oleh orang lain, kecuali Kaylie sendiri ikut mengawasi orang itu.


Setelah semua selesai, Kaylie memakaikan baju tidur untuk putranya, memasang kompres plester di dahi putranya, dan kemudian mengambil sebotol obat. Dengan perlahan dia meminumkan dengan sendok bayi, ke dalam mulut Drowny. Karena obat anak-anak masih terasa manis, jadilah Drowny tampak menyukai rasa obat itu. Setelah itu, Kaylie menggendong Drowny dengan kain, mencoba menidurkan putranya itu.


 


Ding dong..


 


“Ada tamu...” Celetuk Kaylie mendengarkan sebuah nada bel dari luar.


“Biar aku keluar, nyonya.”


“Nyonya, ada kiriman bunga untuk anda.”


“Begitu.. ?? Dari siapa ??”


“Dari Tuan June Andrews. Dia juga memberikan sebuah kartu ucapan di dalamnya.”


Tuan June Andrews ?? Memberikan bunga kepadaku ?? Untuk apa ?? Batin Kaylie dengan rasa penasaran dan bingung, tapi dia tetap menerima bunga itu.


“Baiklah, terima kasih.” Ujar Kaylie dengan tersenyum senang, pelayan perempuan itu mengangguk dengan sopan.


“Saya pamit dulu, Nyonya. Ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan.”


“Tentu saja, maaf merepotkanmu.”


“Tidak apa, Nyonya.”


Pelayan itu kemudian pergi, berlalu dari sana. Kaylie yang masih merasa curiga kemudian masuk ke dalam kamarnya, menaruh bunga itu di atas meja nakas, mengambil sebuah surat yang di tulis oleh June kepadanya. Awalnya tulisan itu biasa saja, tapi kemudian ada sedikit sesuatu yang salah dalam tulisan itu. Kaylie merasakan sesuatu yang tidak benar dan terkesan creepy untuk seorang lelaki kepada istri yang memiliki suami.


“Tidak mungkin.. Tidak mungkin..” Ujar Kaylie membatin dalam hatinya melihat isi surat yang benar-benar salah.


“Mama... ??”


Kaylie menolehkan kepalanya, melihat Nicholas dengan kepalanya mengintip dari pintu menatapnya dengan penasaran, karena ekspresi yang dikeluarkan oleh Kaylie, membuat anak itu merasa sangat penasaran. Kaylie merubah ekspresinya dan kemudian tersenyum kepada Nicholas, dia menaruh surat itu di meja nakas, dan melambaikan kepada anak itu untuk datang mendekatinya.


“Kemarilah, Nicholas.. “


“Itu apa ??”


“Tidak ada, hanya surat yang salah kirim.” Ujar Kaylie.


“Bunga itu dari ayah ya ??”


“Bu..bukan kok..  Dari temennya mama.” Ujar Kaylie berbohong, dia tidak mungkin mengatakan siapa yang mengirimkan bunga itu kepadanya, karena mengingat putranya itu sama posesif dengan ayahnya.


“Oke..”