Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 16



"Yah, kita harus nemenin adik bayinya Kak Kaylie, kamu gak papa ?? Kalau aku ajak ngurusin anaknya Kak Kaylie ??"


"Gak papa kok."


Darel dan Nicholas menuju ke arah rumah Kaylie, dimana dirinya mendapatkan tugas menjaga serta merawat putra dari Kaylie, yaitu Drowny. Darel sebenarnya tidak merasa keberatan sedikitpun hanya saja, kenapa kakaknya itu selalu membuat rencana yang tidak terduga sedikitpun.


Darel menuju ke arah rumah Kaylie saat malam hari, kemudian dia menekan bel rumah itu. Tidak butuh waktu lama, pintu rumah terbuka menampilkan seorang gadis masih muda.


"Kak Kaylie, darimana saja- eh ?? Anda siapa ??"


"Apakah kau adik dari Kaylie ??"


"Benar ?? Anda sendiri ??"


"Ehm, begini tadi dari perusahaan mendadak mengadakan meeting, dan terpaksa Kaylie harus ikut dalam acara meeting malam ini. Perkenalkan, aku Darel, adik dari Davide Florian datang karena di tugaskan untuk menjaga putra dari Kaylie."


"Hah ?? Menjaga ?? Kesini cuma jagain Drowny ??"


Darel mengangguk, sementara gadis itu tertawa geli di sana. Dia tidak menyangka adik dari bos perusahaan besar malah datang hanya untuk merawat anak dari karyawannya.


"Astaga.. Anda adalah adik dari bos, dan datang merawat anak dari karyawan kakak anda ??"


"Katakanlah aku menjadi perawat dadakan, kau tidak lihat aku bahkan mengurus anak dari kakakku." Darel menunjukkan Nicholas yang juga berdiri di sampingnya, gadis itu Alisha kemudian menatap gemas ke arah anak itu.


"Eh ?? lucu banget, anaknya. Gak usah gak papa kok, aku soalnya ada di rumah. Gak ada tugas kelas hari ini, jadi aku gak harus ke kampus."


"Gak papa, aku ikut bantuin aja. Gak tau pulangnya kapan, lagipula ntar aku bisa dimarahin kakakku, sekalian jagain anaknya."


"Ya udah."


Karena terlalu asyik dan akrab, malah membuat kedua orang itu melupakan status masing-masing dan berbicara secara akrab seperti teman. Alisha akhirnya membiarkan Darel masuk ke rumah bersama dengan Nicholas. Darel akui, sepertinya Keluarga Kaylie benar-benar memberikan keturunan yang hebat, bahkan Alisha memiliki wajah yang lumayan cantik dengan sifatnya yang begitu unik dan lucu, ditambah rasa humoris dari Alisha benar-benar bisa menarik perhatian siapapun.


Darel melihat sekeliling rumah tersebut, mengamati semuanya secara perlahan dan mengagumi. Meskipun kecil, tapi semua tersusun rapi membuat daya tarik tersendiri bagi rumah ini.


"Maaf ya, rumahnya kecil."


"Gak papa, malah bagus rapi gini, yang nata semua barang siapa ?? Kamu ??"


Alisha mengangguk, "Aku sama kakakku."


"Rumah kakak cantik kok, kaya wajahnya kakak." Ujar Nicholas dengan mulut yang frontal itu, membuat Darel langsung menutup mulut keponakannya itu.


"Maaf ya, Nicholas kalau ngomong suka gini." Ujar Darel merasa tidak enak, sementara Alisha terkekeh pelan.


"Gak papa, namanya anak-anak. Oh, namanya Nicholas ya ?? Namanya bagus banget."


"Makasih kakak cantik. Nama kakak siapa ??"


"Alisha, panggil Kak Alisha ya."


"Iya, Kak Alisha.." Nicholas tersenyum, anak itu sepertinya semakin ingin menjodohkan ayahnya dengan Kak Kaylie, keluarga dari Kak Kaylie benar-benar ramah, baik dan rendah hati.


"Oh iya, Drowny dimana ??"


"Di kamar, baru tidur. Mau lihat ??"


Darel mengangguk, Alisha kemudian mengajak Darel dan Nicholas untuk melihat bayi kecil Drowny yang sedang tertidur di kamarnya. Sepertinya Alisha akan merasa aman, karena ada sosok lelaki yang juga ikut menemaninya saat malam hari seperti ini.



"Baiklah, jangan paksa aku meminum minuman keras !! Jika sampai itu terjadi, aku akan menghajar mu habis-habisan !!"


"Iya, sayang."


"Aww.. Sakit, kenapa aku di pukul sih, sayang ??"


"Sekali lagi panggil sayang, aku pukul !!"


"Ya udah, kalau gitu, baby aja ya."


"Mau di pukul lagi ??"


"Eh.. Enggak.. enggak bercanda.."


Saat ini Davide dan Kaylie masih berada di dalam mobil, sebenarnya mereka sudah sampai di tempat tujuan, dan mobil mereka berada di parkiran. Tapi keduanya sempat berbicara satu sama lain, untuk membahas beberapa hal yang akan di bicarakan dalam meeting. Kaylie memperingatkan Davide untuk tidak memaksanya meminum minuman keras seperti alkohol dan lainnya, dia tidak ingin membuat tubuhnya tercemar minuman seperti itu, apalagi dirinya menyusui anak.


"Jadi, cuma ini yang di bicarakan nanti ??"


"Iya."


"Kenapa gak minta bantuan Valen aja sih ?! Lagian aku mending di rumah sama Drowny daripada disini."


"Ayolah, bantuin.."


"Haduhh, ya udah deh !" Ujar Kaylie dengan kesal dan pasrah.


Kaylie sebenarnya merasa cukup sebal, karena dia sudah berjanji akan menjaga putranya di malam hari, tapi malah Davide dengan seenaknya mengajaknya meeting secara mendadak lagi. Ditambah Kaylie masih belum mengatakan apapun kepada Alisha mengenai hal ini, astaga naga. Jika sampai ada sesuatu yang salah dalam acara ini, maka Kaylie akan menyiram Davide dengan minuman anggur.



"Ihh~ Bayinya lucu banget ya." Ujar Darel dengan gemas melihat bayi itu.


"Nicholas jadi pengen punya adik." Ujar lelaki manis itu menatap Drowny dengan tatapan seperti tertarik dan menyukai wajah imut bayi itu. Hey, Nicholas sudah besar dan dia kesepian jadi jangan kaget dengan permintaan dari Nicholas.


Alisha terkekeh dengan kedua lelaki yang merasa sangat gemas dengan bayi mungil itu. Tapi gadis itu tidak kaget, dia sendiri bahkan masih merasa gemas dan merasa sangat menyukai keponakannya yang satu itu. Rasanya senang bagi Alisha bisa membantu mengasuh bayi itu bersama dengan kakaknya.


"Kak Alisha, boleh aku pegang bayinya ??"


"Boleh, tapi pelan-pelan ya, jangan gangguan dia tidur."


Nicholas mengangguk, dia secara perlahan menyentuh bagian tangan Drowny. Berfikir jika bayi itu akan menangis karena menggerakkan tangannya, ternyata Drowny kecil memegang seakan menahan tangan Nicholas yang menyentuhnya. Nicholas tersenyum lebar dan senang.


"Dia menyentuh tanganku, dia menyukaiku. Aku menjadi kakak untukmu, mulai sekarang kau adikku." Ujar Nicholas senang tapi dengan suara yang perlahan agar tidak menganggu bayi yang masih tertidur, sementara Darel menggelengkan kepalanya.


"Eh, Nicholas jangan seperti itu."


"Kenapa ??"


"Gak papa kok, lagian Nicholas boleh jadi kakak buat Drowny."


Kau tidak tahu apa yang terjadi antara kakakmu dan kakakku Batin Darel menangis dalam hatinya, tapi dia hanya bisa mengiyakan saja ucapan dari Alisha itu. Lagipula itu hanya perkataan polos dari anak berusia 5 tahun, yang mungkin terdengar aneh tapi itu hanya perkataan anak kan ??


Semoga tidak ada malaikat yang lewat dan menjawab perkataan dari Nicholas. Jika iya, maka Darel tidak siap menghadapi perang rumah tangga antara Davide dan Mira untuk yang kesekian kalinya. Terakhir kali, Darel teringat, dirinya terkena lemparan panci saat berusaha menenangkan kedua suami istri itu.


Nicholas memperhatikan gerak-gerik bayi mungil itu, yang mulai menggerakkan mulutnya secara perlahan dan juga lidahnya. Hingga bayi itu sedikit mengeluarkan suaranya.


"Eh, Drowny kenapa ??"


"Oh, bentar dia cuma haus."


Alisha kemudian mengambil sebuah botol bayi yang berisikan susu, kemudian memasukkan bagian dot karet ke dalam mulut Drowny. Bayi itu mulai tenang dan meminum susu itu, Nicholas memperhatikan semuanya, dia kemudian melihat Alisha yang memegang dan menahan botol.


"Kak Alisha, aku pengen pegang botolnya."


"Boleh."