Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 5



Kaylie mendengarkan sebuah suara kecil, meminta tolong. Perempuan itu bingung, Apakah dia harus mendekati suara itu atau tidak, bagaimana jika itu hanyalah jebakan dari para perampok untuk melakukan aksi kejahatan padanya ?? Bagaimana jika itu penjahat yang mencoba melukai putranya ?? Tapi... Bagaimana kalau memang itu adalah orang yang membutuhkan bantuan ?! Dan Kaylie tidak menolongnya ?! Astaga pikirannya semakin bingung dan merasa gelisah.


Tapi entah kenapa, pikirannya begitu penasaran dan mencoba untuk bisa mendekati sumber suara yang dia dengar. Perlahan kakinya makin menuju ke bagian dalam gang, tangannya mengayun menenangkan putra kecilnya itu, tapi anehnya bayi mungilnya malah menangis dan mulai sedikit rewel di gendongannya, mungkinkah ini suatu pertanda ?? Kaylie yang sibuk melangkah dan pandangan tertuju pada putranya tidak menyadari adanya cairan di bagian bawah kakinya, hingga dia menyadari genangan di bawah kakinya.


“Eh, ini bukan musim hujan, kenapa ada genangan air di- Aa... Apa ini ?!” Kaylie menyadari jika dia bawahnya bukanlah genangan air melainkan genangan darah, Kaylie membulatkan matanya terkejut bukan main.


Saat membalikkan badan, dia melihat sosok bayangan lelaki membawa pisau berdarah dan pistol di tangan kanan dan kiri, lelaki itu melangkah mendekati Kaylie, perempuan itu langsung memeluk erat putranya dengan ketakutan sembari berjalan mundur perlahan.


“Aku tidak tahu, ada perempuan yang begitu berani kemari.” Ujar Lelaki itu terus melangkah, Kaylie menatap tajam memperhatikan gerak-gerik lelaki itu sembari terus mundur.


Hingga akhirnya tubuh Kaylie menatap dinding gang, dan dirinya sudah terpojokkan di sana. Di atas mereka terdapat lampu yang cukup menerangi mereka, saat lelaki itu berdiri didepannya Kaylie terkejut melihat siapa lelaki didepannya itu.


“Tu..Tuan Davide ??”


Kaylie sangat tidak percaya, lelaki yang melakukan pembunuhan adalah atasannya sendiri ?! Davide menyeringai licik, ini akan semakin memudahkan rencanannya untuk bisa menjebak Kaylie disana, dan mendapatkan perempuan cantik itu dalam genggamannya. Matanya melirik ke arah putra di gendongannya, Drowny. Davide menatap kagum betapa indah dan lucunya anak itu, dia tidak sabar akan menjadikan anak itu sebagai anaknya juga setelah bisa mendapatkan Kaylie.


“Ja..jangan sakiti putraku !!” Kaylie semakin mengeratkan pelukan putranya saat melihat Davide menatap ke arah Drowny. Davide tersenyum miring.


“Aku tidak akan menyakiti mu ataupun anakmu, tapi.. Aku ingin satu hal darimu.”


“A..aku tidak mau !” Meskipun sedikit takut, tapi Kaylie tidak akan semudah itu percaya kepada lelaki psikopat gila yang sudah membunuh seseorang dengan tangannya sendiri.


“Begitukah ??” Davide mengeluarkan sebuah lampu seperti senter dan mengarahkan ke arah belakangnya, dan memberikan petunjuk kepada Kaylie yang membuat perempuan itu hanya bisa menutup mulutnya dan tidak percaya.


Dari lampu sorot, terlihat seorang lelaki yang sudah terkapar penuh darah dengan luka di sana-sini dan bahkan kepalanya hampir terputus dari lehernya, membuat Kaylie mengerti betapa liar dan kejam lelaki di depannya itu.


“Aku bukan orang baik, Kaylie. Jangan membuatku melakukan hal yang sama kepadamu.” Ancam Davide dengan nada berbisik dan mendesis pelan seperti ular.


“A..apa yang kau inginkan ??” Ujar Kaylie dengan nada kecil, dan ketakutan.


“Pertama, bekerjalah kepadaku dan turuti semua keinginanku. Kedua, jadilah kekasihku.” Ujar Davide dengan singkat.


“A..apa... ?? Tapi.. Tapi anda sudah memiliki istri ?!”


“Jadi kekasih dan bekerja padaku, maka kau dan putramu akan aman bersamaku, bagaimana ??”


Kaylie terdiam sedikit khawatir dan takut, tapi disisi lain dia tidak mungkin bisa melawan Davide. Terpaksa dia menuruti keinginan Davide untuk sementara, dan ketika dia bisa maka Kaylie akan melarikan diri dari lelaki gila didepannya.


“Baiklah..” Ujar Kaylie dengan terpaksa.


“Oh dan satu lagi, setiap malam aku akan mampir ke rumahmu.”


“Ke..kenapa ??”


Kaylie yang mengetahui arti perkataan itu membulatkan matanya dan menatap tajam ke arah Davide, “Kau gila !! Aku.. Kita tidak mungkin melakukannya-“


Davide mencium bibir Kaylie secara paksa untuk memotong pembicaraannya. Ciuman itu hanya singkat tapi terasa begitu kasar dan membuat Kaylie menyadari jika perkataannya membuat Davide sedikit marah di sana.


“Jangan membuatku marah, atau aku akan melemparmu ke atas ranjang saat ini juga ?! Bersyukurlah aku tidak menculikmu, dan masih membiarkanmu dan putramu hidup.” Bisik Davide dengan nada penuh penekanan dan sedikit emosi dalam ucapannya, hal itu membuat Kaylie merasa semakin terjebak dan terjepit dengan perjanjian yang diberikan oleh Davide sendiri.


 



Alisha di rumah merasa sedikit tidak nyaman, entah kenapa ada firasat aneh dalam dirinya. Apalagi ini sudah hampir 3 jam lamanya, kakaknya pergi dan masih belum kembali. Padahal jarak supermarket yang di tuju juga tidak terlalu jauh, kenapa membutuhkan waktu hampir 3 jam ?!


Kak Kaylie... aman kan ?? harusnya aku ikut mereka aja !! Batin Alisha dengan panik, dan sedikit khawatir. Sebenarnya dia ingin ikut, hanya saja dia memiliki beberapa tugas membereskan beberapa barang dan juga lainnya, di samping itu Kaylie tidak mau merepotkan adiknya dengan mengajaknya pergi di malam hari.


"Kok perasaanku gak enak- eh ?!"


Alisha kemudian mendengarkan sebuah suara pintu bel masuk, siapa dia ?? apakah ada orang lain yang mampir atau tamu ?? Tapi siapa yang bertamu pada malam hari ?? Alisha kemudian segera keluar dan membuka pintu depan, melihat seorang lelaki yang pernah dia tahu tapi Alisha sedikit tidak mengingatnya.


"Tuan, siapa anda ??"


"Oh, perkenalkan aku Davide. Iya, aku disini mengantarkan-"


"Alisha !!"


Kaylie kemudian datang menggendong Drowny sembari membawa beberapa barang belanjaan. Alisha terkejut bukan main, melihat beberapa barang belanjaan begitu banyak. Dia kemudian membantu kakaknya mengangkat belanjaan, bukan hanya Kaylie dan Alisha, bahkan Davide juga ikut membantu membawakan barang belanjaan.


Banyak sekali pertanyaan dalam diri Alisha, tapi dia menundanya dan memilih membantu mengeluarkan barang belanjaan dari mobil milik Davide masuk ke rumah. Setelah beberapa menit mereka bertiga bisa memasukkan semua barang, Alisha menyuguhkan minuman seadanya, seperti es sirup kepada Davide.


"Maaf, hanya ini minuman yang kami miliki." Ujar Alisha tidak enak, apalagi Davide sepertinya berasal dari kalangan orang atas. Tapi Davide begitu sopan dan santun, dia tersenyum.


"Tidak apa, aku juga terbiasa meminum seperti ini di rumah." Ujar Davide dengan lembut dan ramah, sementara Kaylie hanya bisa terdiam, bingung dan gelisah.


Bagaimana cara mengatakan kepada adiknya mengenai Davide ?? atau bagaimana cara memberitahukan mengenai perjanjian rahasianya dengan Davide ??


"Oh iya sebelumnya perkenalkan, Aku Davide Enzo Florian."


Alisha membulatkan matanya, "Anda.. pemilik perusahaan Florian ?!" Alisha merasa sangat shock dan kaget, tapi Davide begitu tenang dan tersenyum.


"Tidak perlu seperti itu, lagipula itu hanyalah perusahaan ayahku. Oh iya, kedatanganku kemari hanya ingin mengatakan bahwa... Kaylie akan bekerja padaku, dan kebetulan kami bertemu jadi aku memberikannya tumpangan kemari."


Kaylie hampir saja menahan nafasnya, saat Davide hendak mengatakan maksud dan tujuannya kemari. Dan ternyata lelaki itu sama sekali tidak mengatakan mengenai keinginan nya menjadikan Kaylie sebagai kekasihnya. Bisa-bisa Alisha malah pingsan di tempat.