
Lagi-lagi Davide memberikan kejutan yang membuatnya tidak pernah menyangka, Davide ternyata memesan sebuah gereja yang cukup mewah dan sangat indah. Davide sengaja memesan gereja untuk pemberkatan pernikahan saja, bukan untuk resepsi. Sepertinya Davide merencanakan pemberkatan ini secara tersembunyi dan sangat rahasia, bahkan Kaylie saja tidak bisa menebak rencana milik Davide sendiri.
Kaylie sendiri tidak berdandan terlalu tebal, rambutnya juga terurai, Davide sengaja menginginkan riasan yang sederhana dan natural, karena memang wajah Kaylie sendiri sudah cantik tanpa make up yang sangat tebal. Sementara Alisha sendiri menggendong Drowny, dan tetap duduk di bagian tamu, karena Kaylie yang memintanya sendiri. Nicholas bisa ikut menemani Kaylie saat pemberkatan karena dirinya sudah cukup besar untuk bisa di atur.
“Kau sangat cantik.” Puji Davide memandangi wajah Kaylie.
Keduanya menunggu di depan pintu gereja untuk pemberkatan, keduanya datang masuk secara bersamaan. Beberapa tamu yang datang juga terlihat asing, padahal Davide berkata mereka adalah partner bisnisnya, tapi anehnya Kaylie tidak pernah melihat wajah mereka saat meeting kemarin, mungkinkah bisnis sampingan Davide yang dimaksud ?? Entahlah.
“Aku.. Gugup.” Ujar Kaylie dengan sedikit bingung.
“Tenanglah, di sana juga ada, Nyonya Meghan Florian dan juga Tuan Putra Florian.” Ujar Davide berusaha agar bisa menenangkan Kaylie.
“Kau memanggil mereka tuan dan nyonya, meskipun mereka adalah paman dan bibimu ??”
Davide mengangguk, “Aku sangat menghargai dan menghormati mereka meskipun usia mereka lebih muda dari kedua orang tuaku.”
Kaylie mengangguk, dia memang sudah melihat dari karakter keduanya saat bertemu tadi.
Flashback
“Kalian datang ??”
“Tentu saja, kenapa tidak ??”
“Kami sangat senang mendengarkan kabar pernikahanmu.. Err kedua ??”
Kaylie merasa asing dengan kedua pasangan suami istri yang datang ke tempat riasan. Davide menyambutnya dengan ramah dan tersenyum senang, Kaylie bisa melihat wajah kedua pasangan itu terlihat lebih muda daripada kedua orang tua Davide, tapi siapa mereka.. ?? Kenapa Davide terlihat lebih akrab dengan mereka daripada dengan orangtuanya sendiri ??
“Oh, Kaylie kemarilah..”
“Tunggu sebentar..”
Kaylie kemudian berdiri dari kursinya dan mendekati Davide. Lelaki itu kemudian menggandeng tangan Kaylie setelah tiba di hadapan mereka, kedua pasangan itu tersenyum ramah memandang ke arah Kaylie.
“Jadi wanita ini yang kau maksud ?? Dia sangat cantik.” Puji wanita itu memandang wajah Kaylie.
“Te...terima kasih banyak, Nyonya.”
“Tidak perlu terlalu sopan, perkenalkan aku adalah Meghan Florian, dan suamiku, Putra Florian. Kami adalah paman dan bibi dari Davide.” Ujar Wanita bernama Meghan itu dengan halus dan sopan. Sangat berbanding terbalik dengan Marlina, ibu dari Davide.
“Salam kenal.” Ujar Kaylie tersenyum lembut.
“Dia sangat berbeda dengan Mira.” Celetuk Putra melihat perilaku Kaylie yang berbeda dengan Mira. Tentu saja, keduanya juga pernah bertemu dengan Mira, dan sempat berfikir jika ide menjodohkan Mira dan Davide adalah sebuah kesalahan besar, tapi keduanya tidak bisa berbuat apapun, hingga tebakan mereka benar.
Lalu mereka mengobrol sebentar, Meghan dan Putra sepertinya sangat mengagumi dan bahkan memberkati pernikahan mereka ini, daripada pernikahan Davide dan Mira. Entah kenapa rasanya senang, saat kedua pasangan itu terus memberikan pujian dan juga doa untuk kedua pasangan itu agar selalu bersama. Padahal Kaylie sendiri masih tidak yakin akan perasaannya dengan Davide, tapi justru dirinya malah merasa senang dan hatinya mulai menghangat.
Flashback off
Davide juga sempat bercerita, jika kedua orang itu yang mendukung Davide agar membuka usaha sampingan lain, selain perusahaan Florian. Nyatanya, usaha sampingan Davide berjalan dengan lancar berkat keduanya. Kedua orang itu tahu niat dan tujuan Davide untuk bisa hidup mandiri terlepas dari bayang-bayang dan paksaan kedua orang tuanya.
Terkadang kasih sayang justru di dapatkan dari orang sekitar, dan bukannya orang tua kandung sendiri. Meskipun mereka masih satu saudara satu darah, tapi keduanya sangat menyayangi Davide seperti putra mereka sendiri.
“Kau siap ??”
Kaylie mengangguk.
Musik mengiringi langkah mereka, hingga akhirnya naik ke atas panggung, dimana terdapat pendeta yang berada di sana, yang sudah bersiap. Juga Meghan dan Putra berada di sana, berdiri sebagai wali dan juga sanksi keluarga.
Semua begitu berbeda bagi Kaylie, belum ada setahun dirinya berdiri di gereja, dengan pengantin lelakinya yaitu Damian, kini dia harus berdiri di hadapan Davide. Tentu saja, ada yang berbeda, dan membuat Kaylie merasa de javu dengan kondisi ini, tapi dia tidak mau terlarut dalam lamunan kesedihan, dan berfikir untuk menikmati saja kehidupannya ke depan.
Keduanya bergandengan tangan, sembari mendengarkan pendeta memberikan beberapa satu atau dua kata, lalu kemudian memberikan masing-masing dari mereka pertanyaan yang menjadi janji suci keduanya di dalam pernikahan.
“Kaylie Ava Clare, apakah kau menerima dan bersedia menghabiskan sisa waktu hidupmu untuk bersama dengan Davide ??”
“Ya, aku bersedia.”
“Davide Enzo Florian, apakah kau menerima dan bersedia menghabiskan sisa waktu hidupmu untuk bersama dengan Kaylie ??”
“Ya, aku bersedia.”
“Sekarang aku memberkati kalian berdua sebagai sepasang suami istri, yang akan menghabiskan sisa waktu kalian bersama. Mempelai lelaki bisa memberikan ciuman kepada mempelai perempuan, silahkan.”
Mendengarkan itu, Davide langsung memeluk Kaylie dan kemudian mencium bibirnya, membuat sorak sorai dari para tamu yang begitu senang, dan bergembira dengan apa yang terjadi.
Alisha menggendong Drowny menangis mengingat kondisi yang terjadi sebelumnya, beruntung saja Drowny sama sekali tidak menangis berteriak, dia malah terlihat sangat tenang di sana. Mungkinkah sang anak merasakan kebahagiaan dari ibunya sehingga tidak berteriak atau menangis menganggu kesenangan sang ibu ??
…
"Malam nanti, aku akan meminta jatah padamu."
"Dasar mesum !! Kenapa di saat pernikahan seperti inipun, kau masih berfikiran mesum !!"
"Ini bukan pikiran mesum, kita sudah suami istri, jadi kita sudah sah."
"Sah kepalamu !! Sebelum pernikahan saja kau sudah melakukannya denganku !!" Kaylie mencibir Davide yang berpura-pura sok suci, karena sudah menikah mereka boleh melakukannya, sejak kapan seorang Davide menunggu pernikahan, jika bisa dia mau, dia akan memberikan obat perangsang seperti di hotel kemarin.
Davide terkekeh pelan, dia sangat suka membuat sang wanita marah dan begitu kesal. Suasana berganti saat handphone dari Davide berbunyi.
"Siapa ??"
"Darel."
"Lha ?? Darel kemana dari tadi ??" Tanya Kaylie tidak melihat Darel saat pernikahan atau di gereja tadi.
"Sedang ada urusan sebentar katanya." Ujar Davide meninggalkan Kaylie yang sedang menyusui Drowny di kamarnya.