
“Lho Valen ??”
“Tuan Martin, Nyonya Marlina.”
“Apa yang sebenarnya terjadi ??” Tanya Mira dengan rasa bingung, melihat salah satu asisten pribadi Davide hendak keluar dari bangunan perusahaan membawa sebuah koper dan tas berisikan dokumen penting dan pribadi milik Davide.
Marlina, Martin, dan Mira mendatangi perusahaan Florian pagi ini, karena sesuai ucapan Davide, dia akan segera meninggalkan perusahaan ini. Tapi rupanya, semua benar-benar sudah di rencanakan oleh Davide sendiri, dia bahkan sudah membereskan semua barang-barang dan dokumennya dari ruangannya malam itu, dia meminta Valen untuk membereskan dan menyelesaikan tugas yang harus sudah di berikan. Dan pagi ini, Valen dengan beberapa pegawai milik Davide segera pergi dari perusahaan Florian.
“Bukankah, Tuan Davide sudah tidak lagi bekerja disini ?? Karena itu, tugas saya dan pegawai lainnya, juga selesai disini.” Ujar Valen menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, meskipun tidak terlalu jelas dan rinci.
“Hanya karena Davide sudah tidak disini, bukan berarti kau juga harus keluar, bukan ??” Ujar Mira dengan penasaran.
“Maafkan aku, tapi ini sesuai perjanjian awal saya, Tuan Davide dan sebagian pegawai lainnya sejak awal, kami bekerja dan mengikuti Tuan Davide.” Ujar Valen menjelaskan secara singkat.
“Davide sudah tidak memiliki apapun, dia sendiri yang melepaskan diri dari perusahaan, dan juga keluar dari Keluarga Florian.” Ujar Mira dengan sinis.
“Maaf, ini sudah perjanjian, dan lagi, Tuan Martin anda harus mengganti semua sistem, peraturan dan kebijakan, karena semua di atur oleh Tuan Davide sejak awal. Dan keuangan Perusahaan Florian hampir 60% berasal dari uang pribadi Tuan Davide sendiri, jadi saya harap anda mengerti, dan mengembalikan 60% itu kepada Tuan Davide.” Jelas Valen kepada Martin Florian.
Jujur itu membuat ketiga orang yang ada di sana, hanya terpaku terdiam. Mereka tidak percaya, selama ini Davide memiliki aturan dan sistemnya sendiri, bahkan menambal keuangan perusahaan dengan uang pribadi ?! Darimana Davide memiliki uang sebanyak itu ?!
“Valen, aku minta kau menjawab dengan jujur, Davide.. Putraku, apakah dia memiliki perusahaan lain, selain Florian ??” Tanya Martin dengan rasa penasaran yang tinggi.
“Untuk hal itu, anda bisa bertanya kepada Tuan Davide sendiri.” Ujar Valen dengan sopan. Lalu dia permisi untuk segera pergi dari hadapan ketiga orang di sana.
Pantas saja dia tampak senang, rupanya dia sengaja menjebak ku ?! Batin Mira mulai mengerti rencana milik Davide yang sepertinya mulai terlihat.
Sementara Marlina dan Martin tidak pernah menyangka, mereka selalu berfikir jika Davide adalah sosok lelaki brengsek yang tidak pernah menghargai istrinya, tukang selingkuh sialan, dan lelaki bejat yang hanya mengincar perempuan lain. Di balik itu semua dia berkorban dan bekerja keras demi perusahaan ?!
...
Flashback
“Davide ?! Ini sudah hampir 8 kali, kau melakukannya ?!”
Martin berteriak marah, saat mengetahui mengenai perselingkuhan Davide dengan gadis lain, sementara Davide sendiri hanya memutar matanya malas, dia yakin ayahnya mendapatkan laporan dari Mira. Davide bisa melihat jelas senyuman puas dari Mira di balik wajah menangis nya di pelukan ibunya, tapi Davide bukanlah lelaki yang akan memohon dan bertingkah sok polos seperti Mira, jadilah dia memberikan senyuman dan tertawa puas.
“Oh.. Ini hanya baru 8 kali, kan ?? Kenapa kalian sangat marah, lagipula kekasihku jauh lebih baik daripada Mira.” Ujar Davide dengan santai, bahkan dia mengambil sebuah gelas berisikan kopi dan meminumnya dengan santai.
“Aku benar-benar menyesal melahirkanmu !!”
“Aku jauh lebih menyesal menikah dengan perempuan yang kalian pilih, Mira benar-benar merepotkanku, seharusnya kita bercerai saja, aku muak melihat wajahmu itu.”
“Davide ?!”
“Apa ?? Kau berfikir dengan membentak dan menamparku akan membuatku berhenti melakukannya ??” Tantang Davide dan tersenyum puas di sana, dengan wajah santai dia bisa melihat wajah bingung dari Mira, karena Davide tidak bertingkah seperti biasa, yang hanya menurut dan mengiyakan saat dirinya di bentak oleh kedua orang tuanya.
“Bagaimana Mira ?? Kau pasti tersiksa bukan menikah denganku ?? Lebih baik bercerai, dan aku akan memberikanmu uang sebanyak apapun.” Ujar Davide memberikan tawaran yang sudah pasti akan di tolak secara mentah-mentah, karena tahu betapa matrenya wanita itu kepadanya.
“Itu benar Mira, wanita baik sepertimu tidak pantas mendapatkan lelaki seperti putraku, maafkan Davide selama ini menyakitimu.” Ujar Marlina mulai memikirkan perkataan Davide, membuat lelaki itu menyeringai licik di sana, dia memang memiliki satu tujuan yaitu bercerai dari Mira.
Mira mendekati Davide, dengan air matanya, dia berbicara kepada Davide.
Cih, air mata palsu yang menjijikan, batin Davide memutar matanya malas, membuat lelaki itu merasa muak.
“Davide.. Seharusnya kau bersyukur memiliki istri seperti Mira.” Ujar Marlina berbicara kepada putranya itu.
“Benarkah ?? Tapi bagiku tidak.”
Davide menyiram kopi ke arah wajah Mira yang ada di dekatnya dan tertawa puas di sana.
“Davide !! Kau gila ?!” Ujar Martin melihat tingkah laku putranya itu.
“Ya.. Aku gila, dan akan semakin gila jika berdekatan dengan perempuan ini. Menyingkirlah dariku, itu menjijikan.” Davide membanting cangkir gelasnya ke bawah hingga pecah di bawah kakinya.
Flashback Off
Davide menghela nafasnya mengingat semua peristiwa yang terjadi kepadanya. Dia tidak menyangka akan bertingkah bak antagonis yang jahat. Tapi Davide tidak peduli dengan pemikiran kedua orang tuanya kepadanya, baginya hanya ini satu-satunya cara agar dirinya bisa terusir dari rumah dan keluarga gilanya itu. Dan dia bisa dengan mudah melarikan diri dari istrinya yang gila itu, Davide tidak memperdulikan mengenai harta warisan apapun, dia bahkan mungkin akan memberikan semua harta warisan kepada Darel saja.
Davide duduk di kursi, dan menghisap batang tembakau sembari meminum secangkir kopi di tangannya. Dia memikirkan rencana selanjutnya harus seperti apa, dan bagaimana.. Karena dia yakin, Mira pasti juga sudah mengetahui apa yang terjadi, karena Valen tadi sudah memberikan kabar mengenai gadis itu bertemu dengan kedua orang tuanya, dan Mira di perusahaan.
Davide menyeringai di sana, dia yakin kedua orang tuanya pasti sudah kewalahan. Karena seluruh sistem kerja Perusahaan Florian sebenarnya adalah ide dari Davide. Karena sistem kerja yang sebelumnya di nilai sangat lambat, dan tidak konsisten, jadilah Davide yang menangani semuanya. Tapi saat dirinya keluar, maka seluruh sistem itu tidak boleh di gunakan lagi oleh Perusahaan Florian.
“Hmm.. Nama marga apa yang bagus untukku, jika aku bukan keluarga mereka lagi.” Ujar Davide pada dirinya sendiri.
Hingga sebuah suara nada dering terdengar dari handphone nya. Davide tersenyum membaca nama siapa yang menelfon nya.
“Hay sayang~, astaga apa kau sudah merindukanku ?? Padahal semalam aku baru saja menelfon mu, cantik.”
“Bisakah kau berhenti berbicara seperti itu, membuatku mual !!”
Davide tertawa geli.
“Langsung pada tujuan, jadi kau benar-benar keluar dari perusahaan ??”
“Ya sayang, kau akan menikah denganku, kau tidak perlu bekerja padaku.”
Helaan nafas dari Kaylie di seberang sana, Davide tersenyum sepertinya rencananya untuk menjadikan Kaylie menjadi miliknya akan berjalan dengan mulus, selagi Mira memikirkan perusahaan dan bersenang-senang, dia bisa mendekati Kaylie dan menikmati hidup yang baru.