Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 6



“Baiklah, kalau begitu.. Aku pamit dulu, dan.. Kaylie, aku akan menjemputmu pagi ini. Kau boleh membawa putramu ke kantor jika kau mau.”


Saat hendak pulang kembali, Davide sempat berpamitan sejenak kepada kedua perempuan itu.


“Eh, tidakkah itu akan mengganggu pekerjaan Kak Kaylie.” Ujar Alisha mendengarkan perkataan Davide saat mengatakan jika dia boleh membawa Drowny ke kantor.


“Jangan khawatir, aku sudah mempersiapkan semuanya. Lagipula, kau juga sedang sibuk kuliah, bukan ?? Oke, sampai nanti.”


“Tunggu-.. Bagaimana dia bisa tahu jika aku kuliah ??” Alisha mengamati Davide sudah menjauh dan memasuki mobilnya itu, sementara Kaylie hanya bisa terdiam menggerutu kesal, kenapa Davide malah membongkar rahasianya itu. Dasar lelaki gila !!


“Err.. Aku yang bercerita kepadanya.. Maafkan aku.. Seharusnya aku tidak mengatakan semuanya kepada lelaki itu..” Ujar Kaylie perlahan dengan sedikit ragu dan tidak enak.


Alisha mengangguk, “Tidak masalah, kelihatannya dia adalah orang yang baik.”


“Err.. Ya.. Hehehe..”


“Dia bahkan akan memberikanmu tumpangan, apakah dia masih single ?? Dia terlihat sangat dekat dengan kakak.” Ujar Alisha menggoda, membuat Kaylie semakin bingung lagi. Dia sendiri dalam posisi serba terjepit, dia tidak mungkin mengatakan jika dia dipaksa menjadi kekasih bagi Davide di saat lelaki itu memiliki istri.


Dan Kaylie tidak berani mengatakan kepada Alisha mengenai kebenaran itu, karena dia tahu.. Ancaman Davide tidak main-main, dan lagi lelaki itu sudah mengetahui semua informasi mengenai kehidupannya sendiri. Ini benar-benar menyeramkan dan aneh, tapi itu semua membuat Kaylie sendiri sebenarnya semakin ketakutan.


Apakah pilihanku bekerja di perusahaan adalah kesalahan besar ?? Bahkan dia melibatkan Alisha dan Drowny sebagai ancaman nya. Aku tidak menyangka, dia tidak sebaik yang aku pikirkan Ujar Kaylie dengan sedih memandang Alisha dan Drowny yang sedang berbaring di sofa karena tertidur saat Davide ada disini.


Semoga dia menepati janjinya untuk tidak melukai mereka berdua. Batin Kaylie lagi dan berdoa berharap saja semoga Davide tidak melanggar janjinya.


“Baiklah kalau begitu, sekarang kita masuk.”


Kaylie mengangguk, dia kemudian menutup pintu depan, dan mulai beraktivitas sebelum tertidur.


...


“Jangan khawatir, aku akan kembali.”


“Kau tidak melakukan hal aneh, bukan ??”


“Oh, ayolah aku hanya menghabisi beberapa orang saja. Apakah ada masalah ?? Tumben sekali, kau menelfonku. Apakah Nicholas menangis ??”


“Tidak, dia sudah tertidur lelap. Hanya saja, sepertinya Mira berencana untuk mengadakan sebuah pertemuan antara kau, dia, dad dan Mom.”


“Apalagi yang mau dilakukan oleh penyihir itu ?! Oh, merajuk dan mengatakan jika aku lelaki sebagai suami dan ayah yang tidak becus, lagi ?! Cih !!”


“Tidak.. Bukankah, besok adalah hari ulang tahun Mom. Dia berencana akan-“


“Katakan aku sibuk, aku ada meeting penting di malam hari. Kau bisa datang membawa Nicholas, aku tidak akan kesana.”


“Hey, apa.. Kau yakin Kak Davide ??”


Lagipula aku ada acara sendiri dengan Kaylie Batin Davide menyeringai licik dalam hatinya, dia sangat senang bisa memperlihatkan sosok asli nya kepada Kaylie, dia bahkan bisa membawa wanita itu ke dalam genggamannya.


“Kak Davide.. Kau masih marah kepada mereka.”


“Jangan tanyakan pertanyaan, yang kau sudah tahu jawabannya.” Ujar Davide dengan sedikit kesal dan ketus, karena menahan rasa emosi dalam dirinya sendiri.


Darel hanya bisa menghela nafasnya berat, dia tidak bisa menyalahkan kakaknya yang masih tidak menyukai kedua orang tuanya. Darel tahu betapa berat hidup kakaknya, di tambah dia dipaksa untuk mengurus perusahaan, terjebak dengan pernikahan paksa, dan bahkan berakhir hidup tanpa bisa memilih untuk dirinya sendiri. Membuat Davide merasa kesal, dan memilih jalur berbeda dalam berbisnis.


Ya, bisnis kotor Davide, bukanlah karena kedua orang tuanya, tetapi awal pemberontakan Davide kepada orang tuanya. Memilih jalur bisnis kotor, membunuh tanpa merasa bersalah, dan bahkan bermain-main dengan hukum sudah menjadi kehidupan baru dari Davide sendiri. Dan lelaki itu tidak menyesal sedikit pun akan keputusannya itu, dia malah senang dan terus melanjutkan semuanya hingga bisnis perusahaan mereka berjaya akibat permainan licik Davide.


“Baiklah, kalau begitu Kak Davide.”


Telepon di matikan, Davide di dalam mobilnya hanya bisa menghela nafas berat. Dia memang belum pulang, dan sengaja tidak pulang pada sore hari melainkan terkadang malam hari, dan bahkan tengah hari. Lelaki itu mengingat saat mengantarkan Kaylie menggunakan mobilnya, betapa menurut dan cantiknya perempuan itu.


Flashback


 


“Dengar.. Aku mengetahui semua informasi rahasiamu, atau bahkan keluargamu. Jadi, Kaylie.. Kau akan terus mengikuti semua perkataan ku, bukan ??” Ujar Davide menyeringai licik disana, membuat Kaylie menghela nafasnya berat.


“Yeah.. Benar.. Baiklah..” Ujar Kaylie dengan terpaksa dan sedikit ketakutan.


Davide kali ini bahkan mengancam dengan memainkan pisau lipatnya di daerah leher Kaylie, dan menatap tajam wanita itu. Siapa perempuan yang tidak ketakutan, ditambah dia sedang membawa seorang anak bayi di gendongannya. Bisa saja, Davide akan melakukan kekerasan kepada putranya jika Kaylie tidak menuruti keinginannya.


Davide terkekeh licik disana, sembari berbisik dengan rendah, “Good girl, kau memang cantik dan menawan.”


Davide kemudian mendekati wajah Kaylie, dan kembali mencium bibirnya dengan lembut dan perlahan. Kaylie tidak bisa melakukan apapun kecuali dia menerima ciuman bibir tersebut, Kaylie menangis dalam hatinya, kenapa semua terjadi kepadanya. Dan bagaimana cara dia membebaskan diri dari Davide jika lelaki itu bahkan sudah mengetahui semua informasi dari Kaylie. Bisa-bisa dia akan melukai keluarganya atau putranya itu.


Ciuman itu semakin dalam tapi Davide sadar jika ini belum waktu yang tepat, lelaki itu melepaskan ciuman itu dan menjilat bagian bibirnya secara perlahan. *Kaylie merasakan tatapan begitu dalam dari Davide di sana. Seakan mata lelaki itu menelisik bagian wajahnya secara perlahan, disisi lain Kaylie ketakutan akan tatapan itu, seakan Davide menelanjangi menggunakan matanya.


"A...apakah ada masalah ??"


"Tidak sama sekali, aku hanya kagum padamu."


"Ka..kagum.. ??"


"Dan aku menginginkanmu !! Kau ingat Kaylie, jangan pernah melepaskan diri, atau melarikan diri dariku !!" Ujar Davide secara tajam dan memaksanya. Kaylie semakin ketakutan, tapi dia mengangguk dan mengikuti permainan gila Davide untuk sementara.


"Aku mengerti."


"Bagus*."