Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 20



"Pagi sayang~"


Kaylie menolehkan kepalanya enggan melihat ke arah Davide yang memeluknya dari samping.


"Kau tidak akan melarikan diri, dariku, bukan ??" Bisik Davide dengan nada lebih dingin di telinga Kaylie, seakan mengancam dan menekan perempuan itu untuk tidak mencoba melarikan diri darinya.


"Apa sebenarnya yang kau inginkan ?!"


"Kau. Jadi jangan coba-coba untuk melarikan diri dariku, atau nyawamu dan putramu akan berada di tanganku !!" Bisik Davide dengan nada mengancam di sana, membuat Kaylie hanya bisa terdiam dirinya tidak tahu harus bagaimana, apakah dirinya harus pasrah begitu saja dengan keadaan atau tidak ?? Tapi jujur, Kaylie berada dalam posisi yang sulit. Dimana dia tidak memiliki kekuatan apapun, termasuk dalam keuangan.


Davide memeluk tubuh Kaylie dari belakang dan membuat tubuh perempuan itu menempel padanya.


"Aku masih membutuhkanmu, Kaylie~ Jadi tetap disini bersama denganku. Kau mengerti ??"


Kaylie hanya terdiam di sana, dan tidak menjawab apapun.


"Jangan katakan pada siapapun, mengenai hal ini."



"Kak Kaylie masih belum datang ?? Astaga !!"


Darel dan Alisha yang terbangun di jam 5 pagi, masih belum mendapati Kaylie ataupun Davide di sana. Aneh memang, keduanya masih belum bisa di hubungin dan bahkan mereka tidak memberikan kabar apapun. Darel merasa curiga dan bingung, dia yakin ada sesuatu yang salah.


Kak Davide gak melakukan hal yang aneh kan tadi malam ?! Batin Darel semakin tidak enak.


Disisi lain, Alisha sendiri juga merasa sedikit aneh, apakah meeting bisa sampai menghabiskan waktu satu hari ?? Kenapa keduanya masih belum pulang ??


Handphone dari Alisha kemudian berbunyi, membuat gadis itu langsung mengangkat panggilan suara, yang ternyata dari Kaylie.


"Kak Kaylie.. ?! Darimana saja ?! Apakah ada sesuatu yang terjadi ??!"


"..Y-ya.. Maafkan aku.. Semalam, aku merasa tidak enak badan.. Karena itu aku belum bisa pulang.. Aku akan mengambil ijin cuti hari ini.. Maaf merepotkan mu, Alisha."


"Tidak apa, asalkan kau baik-baik saja. Aku pikir ada sesuatu yang salah."


"Baiklah, aku tutup dulu."


Setelah telepon dimatikan, Darel yang sedari tadi melihat ke arah Alisha, seakan mempertanyakan apa yang mereka bicarakan atau mungkin keberadaan Kaylie dan kakaknya saat ini.


"Dia baik-baik saja, semalam badannya tidak enak, jadinya dia akan pulang sebentar lagi dan meminta mengambil cuti sehari."


Darel memasang wajah penasaran, "Lha, kalau sakit semalam mereka dimana ??"


Alisha terdiam, dia tidak berfikir sejauh itu. "Nanti coba tanya Kak Kaylie sendiri aja, kan nanti dia pulang."


"Okee.." Ujar Darel dengan pasrah meskipun dalam hatinya penuh tanda tanya, dan berharap saja kakaknya tidak melakukan hal konyol seperti pikiran negatifnya itu. Jika sampai iya, maka Darel tidak akan ragu untuk memukul atau menampar kakaknya itu lagi, mengingat kewarasan kakaknya setipis kartu ATM, atau bahkan sehelai rambut.


"Hoamm.. Pagi Paman Darel, Kak Alisha.." Tiba-tiba Nicholas yang baru saja terbangun, kemudian melangkah menuju ke arah ruang makan, dimana Alisha dan Darel berada, anak itu kemudian menyapa kedua orang yang ada di sana, dengan mata masih mengantuk dan tangannya mengucek matanya.


"Pagi, Nicholas. Kau tidur lelap semalam, kau bisa mandi dulu atau mau sarapan ?? Aku sudah menyiapkan sandwich untukmu." Ujar Alisha membuat Nicholas langsung tersenyum lebar dan matanya membuka dengan sempurna saat mendengarkan nama makanan kesukaannya yaitu sandwich.


"Yeayy, aku mau sandwich !!" Ujar Nicholas dengan senang.


"Ya udah, sikat gigi dulu, aku udah beliin sikat tadi. Sekalian cuci muka, soalnya Kak Kaylie sebentar lagi datang." Ujar Darel yang memberikan sebuah perintah kepada keponakannya untuk bersifat lebih sopan di hadapan Kaylie dan Alisha.


Setelah Nicholas pergi, Darel melirik ke arah Alisha yang seperti sedang menahan tawanya, gadis itu melirik sebentar ke arah Darel, kemudian tertawa setelah Nicholas pergi. Darel merasa penasaran dan bertanya.


"Ada yang lucu ??"


"Pfftt.. Tidak.. Hanya saja melihat wajahmu yang muda dan mendapatkan panggilan paman, terdengar sangat tua." Ujar Alisha yang ternyata merasa geli dengan panggilan Nicholas kepada Darel, ya meskipun itu benar. Nicholas adalah anak dari kakak Darel.


"Salahkan, Kak Davide menikah di usia masih muda !!" Darel sedikit kesal, karena ini bukan pertama kalinya dia di tertawa kan saat di panggil paman oleh keponakannya itu, dia juga sering di jadikan candaan sebagai paman termuda di dunia oleh teman-temannya itu.


"Memang, berapa usianya saat menikah dulu ??"


"25 tahun, dan sekarang usianya 30 tahun."


Alisha mengangguk, "Pantas saja dia terlihat sangat muda. Berapa jarak usiamu dan kakakmu ??"


"6 Tahun."


"Berarti.. usiamu sekarang 24 tahun ya ?? Wahh lebih tua kamu daripada aku."


"Memang kamu berapa ??"


"22 Tahun."


Darel mengangguk pantas saja dia masih terlihat muda, cantik dan imut. Eh apa-apaan itu Darel, kenapa malah memuji Alisha seperti itu ?! Tidak !! Tidak !! Dia tidak mungkin kan jatuh cinta begitu saja, kepada Alisha ?? Yang benar saja, masa iya sih Darel menyukai adik Kaylie ?? Memang boleh ya ?? Ah jangan berfikir yang aneh-aneh Darel, tidak boleh.


"Oh iya, aku juga nyiapin sandwich buat kamu, ayo di makan !! Kak Kaylie biasanya suka sama sandwich ini." Ujar Alisha menawari Darel makanan yang memang sudah dia buat.


"I..iya, terima kasih."


"Sama-sama."


Darel mengalihkan pandangannya ke arah roti yang berisikan sayuran, telur dan daging kornet. Ya meskipun isinya lebih banyak sayuran dan telur daripada daging kornet nya, tapi Darel akui tampilannya cukup unik dan tampak enak. Dia mengambil roti isi itu, dan mulai memakannya. Darel membulatkan matanya, rupanya Alisha benar-benar pintar memasak, rasa sandwich ini bahkan jauh lebih enak daripada masakan Mira.



"Kau ingat perjanjiannya, bukan ??"


"Hmm..."


"Kau marah padaku, sayang ??"


"Siapa yang tidak marah padamu !! Kau pikir dengan cara memperkosaku seperti itu, aku akan menyukaimu begitu saja !! Apapun yang terjadi, aku akan membencimu !!"


"Dan apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu pergi bebas begitu saja, Kaylie~"


Kaylie menolehkan kepalanya, sepertinya cara Davide semalam, malah membuat wanita itu semakin membenci dan tidak menyukainya. Tapi Davide tidak peduli, dia ingin sesuatu maka dia harus mendapatkannya. Meskipun dengan cara memaksa sekalipun.


Inilah kejelekan dari Davide, karena kekuasaan uang yang dia miliki, malah membuat dirinya bertingkah seenaknya sendiri dan seakan tidak memikirkan perasaan orang lain. Karena itu, Darel sering sekali mengingatkan kakaknya untuk tidak berbuat seenaknya hanya karena uang, hal ini sebenarnya adalah murni kesalahan orang tua mereka. Ajaran yang selalu mendorong Davide untuk sempurna, bisa apapun, dan juga membuat lelaki itu merasa harus bisa mendapatkan apapun meskipun dengan cara yang licik, membuat Davide tumbuh menjadi lelaki yang memaksa.


"Aku membencimu, lelaki brengsek !!"


"Dan aku menyukai umpatan mu, sayang."