
“Jadi, keputusanmu adalah pernikahan kita besok, bukan ??”
Kaylie hanya terdiam, tapi tatapannya sebenarnya terpaksa menikah dengan Davide, di sana berkumpul Alisha, Darel, dan juga ada Nicholas. Alisha terkejut bukan main, dia menatap ke arah kakaknya dengan tatapan bingung, sementara Darel menggelengkan kepalanya, dan Nicholas memberikan reaksi berbeda.
“Yeayy !! Kak Kaylie bakalan jadi ibu baru buat Nicholas !!”
Entah kenapa Nicholas adalah anak paling aneh yang pernah di temui oleh Kaylie. Biasanya, seorang anak tidak suka jika ayahnya berselingkuh dan memiliki anak dengan perempuan lain, tapi Nicholas justru sebaliknya, dia bahkan menyatakan diri sebagai kakak dari Drowny dan sangat dekat dengan Kaylie. Anak itu melakukannya sejak awal bertemu dengan Kaylie.
“Nicholas, gak sedih mama di ganti sama Kakak Kaylie ??” Tanya Darel kepada keponakannya itu.
Nicholas menggelengkan kepalanya, “Kak Kaylie baik, dan lebih perhatian sama Nicholas daripada mama.” Ujar Nicholas dengan sedih, sementara Kaylie masih buyar dalam suasana yang ada di sana.
“Baiklah, karena tidak ada yang keberatan, maka aku akan mengurus semuanya, dan besok kita bisa melangsungkan pernikahan.” Ujar Davide dengan santai.
“Tapi.. Bagaimana dengan kedua orang tua dari tuan Davide ??”
“Panggil saja aku Davide, Alisha. Aku akan menjadi kakak iparmu. Dan, untuk masalah mereka, tidak perlu terlalu repot, tanpa mereka aku bisa melangsungkan pernikahan.” Ujar Davide tersenyum ke arah Alisha, membuat gadis itu merasakan campur aduk dalam perasaannya.
Dia tahu, kakaknya menikah dengan Davide karena paksaan, tapi Alisha tidak bisa membantu apapun, dia hanyalah anak kuliahan biasa. Dan sepertinya Davide bukanlah orang biasa, lihat saja dia bahkan bisa melangsungkan pernikahan secepat kilat. Hanya orang kaya dan berpengaruh yang bisa melakukannya.
Tiba-tiba saja, sebuah suara telepon dari handphone Davide terdengar. Lelaki itu melihat ke arah layar handphone dan menyeringai licik membaca siapa yang menelfonnya. Dia berfikir ingin memanasi orang itu, dengan menyerahkan kepada Darel handphone.
“Katakan, aku sedang sibuk mempersiapkan pernikahan.” Ujar Davide.
Darel menerima handphone itu dan membaca siapa yang menelfonnya, “Kau.. Yakin ??”
“100%, lagipula dia bukanlah orang yang penting.”
Darel menghela nafasnya berat, dia kemudian menerima telepon dari handphone itu dan mendengarkan suara dari seberang yang terdengar sangat marah.
“DAVIDE !! APA-APAAN INI ?! Apa maksudmu semua ini ?! Jelaskan padaku ?!!”
“Ma..maafkan aku, tapi Kak Davide sedang sibuk saat ini, dia sedang mempersiapkan pernikahannya.”
“Darel ?? Kenapa bahasamu terlihat sangat formal seperti itu ?? Dan apa katamu ?! Pernikahan Davide ?!”
“Maaf, kami sedang bersama keluarga pihak perempuan. Ya, Kak Davide akan menikah, aku permisi dulu.”
Darel menutup telefonnya, dia sengaja tidak memberikan sebutan untuk orang yang dia telfon, karena takut akan menganggu suasana saat ini. Sementara Davide semakin senang dengan tindakan dari Darel, adiknya yang semakin membuat pihak seberang itu merasa kepanasan karena emosi dan kesal. Apalagi setelah apa yang dilakukan oleh Davide.
“Siapa ??” Tanya Alisha dengan bingung, Darel tersenyum.
“Tidak, dia adalah Valen.” Ujar Darel, sementara Davide memutar matanya malas. Tentu saja, apa yang diucapkan oleh Darel adalah sebuah penipuan besar.
“Lalu siapa yang akan menjadi walimu di pernikahan nanti ??” Tanya Kaylie.
Davide tersenyum kecil, “Pendeta, dia yang akan menjadi wali dari kita berdua.”
Kaylie menghela nafasnya perlahan. Dia berfikir kenapa dia harus terjebak dengan sosok lelaki licik seperti Davide, yang sepertinya memiliki ide begitu banyak dan tidak ada habisnya.
“Terserah kau saja.” Ujar Kaylie dengan pasrah.
Davide sendiri sedang memikirkan rencana baru untuk bisa memainkan permainannya sendiri, tanpa harus di ketahui kedua orang tuanya, meskipun dia harus membuat kedua orang tuanya marah dan membencinya.
“Baguslah, setelah ini aku akan mengajak kalian untuk mempersiapkan gaun, dan semuanya.” Ujar Davide.
“Aku sudah mempersiapkan semuanya sejak awal bertemu denganmu sayang, dan aku sudah mempersiapkan semuanya sejak awal.” Ujar Davide dengan santai, membuat Kaylie dan semua yang ada di sana terkejut bukan main.
Jadi, Davide sudah mempersiapkan semuanya sejak awal, bahkan sejak pertemuan pertama dengan Kaylie ?! Sebegitukah cinta Davide kepada Kaylie, hingga lelaki itu mempersiapkan semuanya sejak awal ??
...
“Sialan !! Davide berencana akan menikah dengan Kaylie !!”
“Oh.. Tunggu... Apa ?! Menikah dengan Kaylie ?! Si brengsek Davide akan menikah dengan Kaylie ?!”
Disisi lain, Mira sendiri sedang berbicara dengan June, wanita itu mengatakan apa yang baru saja dia dengan, sialannya wanita itu tidak bisa menemukan lokasi atau tempat dimana Davide akan mengadakan pernikahanya dengan Kaylie. Tapi hal yang membuat Mira terkejut serta merasa curiga adalah reaksi June saat mendengar kabar berita pernikahan Davide dan Kaylie. Lelaki itu terlihat kesal, dan tidak terima dengan kabar yang diberikan Mira.
“Ya.. Dan.. Kenapa kau terlihat sangat emosi ?! Apakah kau juga menyukai wanita ****** itu ?!”
June terdiam sedikit merubah ekspresinya, “Tidak sayang, aku hanya terkejut dengan selera lelaki brengsek itu. Kenapa dia.. Malah memilih perempuan rendahan.. Aku berfikir dia akan memilih perempuan yang memiliki status lebih tinggi.”
“Aku tahu itu, perempuan ****** sialan itu ?! Bahkan dia adalah seorang janda ?! Apa hebatnya seorang janda ?! Cih !! Aku yakin, kau adalah lelaki pintar dan cerdik, kau cocok menjadi pemimpin baru di perusahaan Florian.”
Aku bersyukur kau adalah perempuan paling bodoh Mira. Dan jika tidak, maka rencanaku akan gagal. Kaylie tidak boleh jatuh ke tangan Davide.. Jikalau mereka menikah sekalipun, itu tidak akan menghentikan niatku Batin June melirik ke arah Mira yang masih mendomel dan bahkan berfikir jika dirinya lebih layak mendapatkan Davide daripada Kaylie. June tidak memperdulikan perkataan Mira, dia malah membayangkan jika dia menikah dengan Kaylie, wanita janda cantik, seksi dan menggodanya itu.
“Lalu apa rencanamu selanjutnya ??” Tanya June seakan dirinya mendengarkan perkataan Mira sedari ta di.
Mira menggelengkan kepadanya, “Untuk saat ini, aku akan mengendalikan Martin dan Marlina lebih dulu.”
June memutar matanya malas, kenapa teman partnernya itu sangat bodoh, tapi tidak apa. June berfikir akan mengendalikan Mira terlebih dahulu untuk bisa menghancurkan Davide dan merebut Kaylie. Setelah itu, dia bisa melenyapkan semua orang yang berencana menghancurkan semua yang berusaha untuk menghalangi jalannya.
Setelah dirinya bisa mengendalikan Perusahaan Florian dengan mudah, dirinya juga bisa menikah dan merebut Kaylie dengan mudahnya, dan menghancurkan Davide jika perlu. June menyeringai licik, berfikir untuk memulai permainannya.
Tunggu saja kehancuranmu.. Davide.. Batin June dengan nada liciknya.