
"Jadi.. Ada apa dengan Kak Kaylie semalam ??"
Saat Davide dan Kaylie datang, kedua orang itu melihat Nicholas dan Darel yang sedang duduk di kursi dan memakan sandwich mereka, sementara Alisha datang dan menanyakan mengenai kakaknya itu dengan rasa penasaran. Kaylie mengalihkan pandangannya dari Alisha, kemudian memberikan alasan.
"Aku..Aku harus menemui Drowny dulu, kau bisa bertanya kepada Davide."
Kaylie berlalu dari sana, sementara Darel memandang curiga ke arah gerak-gerik dari Kaylie.. Jangan bilang, kecurigaannya benar. Dia akan bertanya kepada Davide nanti. Sementara Alisha menatap bingung ke arah Davide, seakan dia ingin menanyakan hal yang sama, tapi belum sempat mengucapkan apapun, Davide langsung menjawab.
"Kemarin malam Kaylie merasa tidak enak badan, jadinya aku membawanya ke rumah sakit."
"Eh ?! Separah itukah ?!" Ujar Alisha dengan sangat panik, Davide menggelengkan kepalanya.
"Tidak, dia hanya kelelahan. Tapi karena jarak lokasi ke rumah ini cukup jauh, jadi aku membawanya menginap di hotel."
Alisha mengangguk, "Begitu ?? Kakakku benar-benar beruntung bekerja kepada anda, sebagai bos anda sangat perhatian kepada bawahan."
Andai kau tahu seperti apa kakakku, mungkin kau tidak akan berkata seperti itu. Batin Darel yang mendengarkan pembicaraan mereka. Sepintar apapun Davide berbohong, Darel terlalu pintar untuk ditipu oleh kakaknya. Terlihat seperti sosok yang pasif, Darel sebenarnya sangat pintar dan cerdik, karena itu Davide terkadang meminta bantuan Darel dalam perusahaannya.
"Begitulah.. Aku hanya khawatir membawa Kaylie pulang terlalu larut malam, jadilah aku menunggu pagi untuk mengantarkannya. Oh iya, aku akan kembali ke perusahaan, Nicholas juga akan ikut-"
"Tidak !!"
"Tidak ??"
"Aku mau disini, sama Kak Alisha dan Kak Kaylie !!" Ujar Nicholas dengan mantab, membuat Davide, Darel terkejut bukan main, sementara Alisha hanya tertawa pelan dia kemudian menjawab permintaan Nicholas kecil itu.
"Boleh saja.. Aku sama sekali tidak keberatan." Ujar Alisha dengan santai.
"Dia hanya akan merepotkan mu." Ujar Davide.
"Sama sekali tidak, santai saja. Lagipula aku dan Kaylie tidak bermasalah menjaga seorang anak kecil."
Davide akhirnya mengangguk, sementara Darel sendiri bingung. Apakah dia harus ikut ke perusahaan dan meninggalkan Nicholas disini sendiri, atau malah ikut menemani Nicholas disini ??
"Darel, kau ikut aku. Aku membutuhkan bantuan mu nanti."
"Oke."
"Aku sudah membuatkan sandwich untuk anda dan juga Kaylie."
"Tidak perlu, aku akan segera berangkat. Tapi sebelumnya aku akan berbicara sebentar dengan Kaylie."
Alisha mengangguk dia kemudian menunjukkan dimana letak kamar Kaylie berada saat ini. Sementara Darel dan Nicholas yang sudah selesai makan roti isi mereka.
"Disini, kau jangan membuat ulah, kasihan Kak Kaylie dia sudah merawat bayi kecil dan kau membuat masalah."
"Tidak paman, aku akan menjadi anak baik disini."
Darel menghela nafasnya berat, dia berfikir bisa membujuk anak itu untuk ikut dengan mereka di perusahaan, tetapi sepertinya sama sekali tidak berhasil. Dia benar-benar mirip kakaknya, keras kepala.
…
Disisi lain, Kaylie kini dengan tenang menggendong putranya yang mulai terbangun dari tidurnya dan hampir menangis, tapi Kaylie kemudian mulai berbicara kepadanya dan memegang tangan mungil itu.
"Hey, sayang.. Ini ibu.. Kau lapar ??"
Kaylie kemudian mulai membuka kancing baju paling atas dan mulai menyusui putranya itu. Drowny tampak tenang, saat dirinya bisa memegang tangan ibunya itu. Kaylie tersenyum, dia tidak pernah bisa berhenti tersenyum saat bersama dengan putranya itu. Kecuali..
"Aku menitipkan putraku disini."
"Hmm..."
Kaylie mengalihkan perhatiannya dan memandang ke arah putranya saja, tanpa memperdulikan Davide di sana. Dia benar-benar muak melihat wajah bosnya itu.
"Dan aku akan berangkat bekerja."
"Lalu apa urusannya denganku ?!"
"Kau tidak mau memberikanku sebuah ciuman 'selamat tinggal' ??"
"Mati saja, kau brengsek !!"
Davide malah tertawa geli mendengarkan perkataan Kaylie yang menyumpahinya, sepertinya otak Davide benar-benar terjatuh atau tertinggal di hotel, lelaki itu malah senang dan bahkan tertawa setiap mendengarkan Kaylie menghina namanya dan bahkan menyumpahinya. Davide kemudian semakin mendekat dan memeluk Kaylie dari samping.
"Jika aku tidak menggendong Drowny, maka aku benar-benar akan menamparmu saat ini !!"
"Jangan membuatku bermain kasar hanya untuk satu ciuman sayang."
"lepaskan aku !!" Kali ini Kaylie menggunakan nada penuh penekanan, sementara Davide hanya menyeringai licik, dia secara perlahan mengeluarkan sebuah pisau lipat dan mengarahkan pada leher milik Kaylie.
"Apa kau benar-benar mengancam dengan senjata tajam, hanya untuk ciuman ?!"
"Aku bisa lebih kasar, jika aku meminta lebih dari ciuman." Ujar Davide dengan santai, sementara Kaylie menatap tajam ke arah lelaki itu, dia tidak habis pikir ternyata Davide benar-benar segila ini.
Pantas saja, dia menikah dengan Mira. Benar-benar pasangan yang cocok batin Kaylie, kenapa dia tidak melakukan hal yang sama saat menghadapi istrinya itu ?! Dasar lelaki bajingan batin Kaylie memaki Davide dengan sangat kasar.
"Dan nanti malam, aku menginginkan mu lagi."
"Aku di bayar sebagai pelacur atau sebagai sekretaris ?!"
"Both." Ujar Davide menyeringai.
Kemudian Davide mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Kaylie secara perlahan, beruntung Davide masih mengingat jika Drowny ada di sana, jadilah dia tidak terlalu dekat, hanya wajahnya saja yang mendekat dan maju hanya untuk mencium bibir Kaylie.
Disisi lain, Alisha berfikir akan berbicara sebentar kepada kakaknya itu, jadilah dia kemudian ke kamar milik Kaylie, dan...
Dia melihat semuanya, dia melihat Davide mencium bibir kakaknya itu, dia tidak mendengarkan pembicara mereka tetapi dia hanya sempat melihat adegan ciuman singkat itu. Alisha menutup mulutnya dan kemudian berbalik dari sana, dan berlari kecil dari ruangan itu menuju ke arah ruangan di depan dimana Darel bersiap-siap, dan ada Nicholas juga di sana.
"Ada apa ??" Tanya Darel.
Alisha hanya menggelengkan kepalanya dan merasa sangat panik dan bingung, "Ti..tidak apa."
"Katakan saja." Ujar Darel mulai jengah, kenapa sih semua orang sangat bodoh dalam menipunya, dia bisa tahu jika Alisha sedang berbohong kepadanya. Dan dia mulai merasa sesuatu yang tidak enak dari tatapan Alisha dan juga reaksi dari gadis itu.
Alisha kemudian mendekati Darel, dan berbisik ke arahnya. Darel mendengarkan semuanya kemudian dia membulatkan matanya saat Alisha mengungkapkan apa yang dia lihat. Nicholas menatap dengan curiga dan penasaran.
"Kau serius ?!" Ujar Darel kaget, sementara Alisha hanya mengangguk lemah.
"Ada apa ?? Nicholas boleh tahu, gak ??"
"Maaf ya sayang, untuk yang satu ini, Nicholas jangan tahu dulu." Ujar Alisha kepada anak itu, agar tidak menjadi kesalahpahaman lagi.
Darel terdiam, dia tidak menduga kakaknya ternyata memulai awal yang sangat buruk saat ini. Dia berfikir akan mempertanyakan lebih lanjut mengenai semua yang terjadi semalam.