Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 22



"Jadi.. Apa sebenarnya antara kakak dan Kaylie ?!"


Davide hanya terkekeh, "Well, kau akan tahu."


"Jangan bilang semalam.."


"Hahahaha.. Yeah, dia marah.. Tapi jujur tubuhnya benar-benar luar biasa."


Darel hanya bisa menepuk keningnya sendiri mendengarkan perkataan dari kakaknya itu, sudah dia duga sebelumnya, kalau kakaknya melakukan sesuatu kepada Kaylie. Terlebih, perempuan itu terlihat sangat marah, dan kesal saat pulang nanti.


"Bukankah kau tahu, jika salah client yang datang adalah pacar dari Mira. Wanita itu akan melabrak mu di kantor !!" Ujar Darel, tidak habis pikir dengan kelakuan dari kakaknya itu. Dia tahu, Davide terkadang bodoh dan gila, tapi dia tidak menyangka jika kakaknya benar-benar sebodoh dan segila ini !!


Davide yang mendengarkan hanya menyetir sembari tertawa, dia tidak peduli apakah Mira akan marah atau tidak, bahkan jika wanita itu melabraknya, maka Davide akan dengan senang hati mengancam kembali wanita ****** itu.


"Biarkan saja, aku memiliki rencana sendiri." Ujar Davide dengan tenang dan santai.


"Baiklah, terserah kau saja."



Sementara Di rumah Kaylie, Alisha, dan Nicholas saat ini tengah duduk santai di ruang tv. Kaylie duduk sembari menggendong dan masih menyusui putranya itu, Drowny sepertinya menyadari jika kemarin ibunya tidak datang saat malam, jadilah bayi mungil itu masih belum tertidur hingga saat ini. Sementara Nicholas duduk di samping Kaylie sembari mengamati dengan kagum ke arah bayi mungil itu, anak itu merasa sangat gemas.


"Apakah semalam Drowny rewel ??"


Alisha menggeleng, "Tidak sama sekali."


Kaylie mengangguk, wanita itu kemudian melirik ke arah Nicholas dan berbicara kepada anak itu.


"Nicholas, nanti nemenin kakak belanja, mau gak ??"


"Mau !!"


"Oke, nanti belanja kebutuhan adik ya.." Ujar Kaylie dengan tersenyum, meskipun dia membenci dan kesal dengan ulah Davide, tapi Kaylie tidak akan membenci Nicholas, dia tahu anak itu tidak bersalah apapun. Justru Kaylie merasa kasihan, anak itu seperti kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, sehingga dia mencari orang yang peduli kepadanya.


Nicholas malah terlihat sangat senang dengan ajakan Kaylie, anak itu merasa senang saat Kaylie mengajaknya pergi keluar bersamanya. Nicholas memang sering di ajak keluar oleh ayahnya, tapi untuk ibunya ?? jarang sekali, bahkan tidak pernah. Dan entah bagaimana, Nicholas malah menyukai dan ingin berdekatan dengan Kaylie yang baru dia kenal.


"Mau belanja dimana ??"


"Paling supermarket dekat sini."


"Masih.. ada ??"


Alisha memberikan kode melalui matanya mengenai apa yang dia maksud. Kaylie mengangguk, dia yakin adiknya pasti merasa kebingungan, padahal kemarin Kaylie mengatakan tabungan mereka menipis, tapi hari ini Kaylie malah berfikir untuk berbelanja kebutuhan Drowny.


Bagaimana Kaylie bisa mendapatkannya ?? Mari kita flashback sejenak..


Flashback


"Ini."


Davide memberikan sejumlah uang yang banyak ke arah Kaylie. Bisa gadis itu lihat, uang berwarna merah yang begitu banyak dan di tumpuk menjadi tebal. Bisa Kaylie perkirakan uang itu berjumlah hampir 5 juta. Kaylie memandang curiga.


"Aku bukan pelacur, dan semalam kau memaksaku." Ujar Kaylie dengan tajam, Davide malah tertawa kecil.


"Ini untuk putramu, sayang. Untuk masalah semalam.. Aku yakin kau menikmatinya juga, bukan ??"


"Jaga mulutmu !! Sejak kapan wanita menikmati pemerkosaan !!"


"Benarkah.. Lalu kenapa semalam kau mendesah dan-"


"Diamlah !! Tidak bisakah kau berhenti membicarakan hal seperti itu ?! Itu menjijikan !!"


"Tidak menjijikan, jika yang melakukannya adalah kau dan aku."


Kaylie menghela nafasnya berat, dia tidak mau berbicara apapun lagi dengan lelaki gila itu, dan memilih untuk mengabaikan saja uang yang di serahkan oleh Davide, lelaki itu tidak kehabisan ide.


"Kaylie.. Terima uang ini, atau..."


"Atau aku akan meminta Alisha yang melakukannya."


"Apa... ??"


"Dan jangan salahkan aku, jika aku mengatakan apa yang telah kita lakukan semalam."


"Kau tidak akan mengatakan apapun kepada Alisha !!"


"Oh, aku akan.. Jika kau tidak menerima uang ini."


Dengan kesal, dan terpaksa akhirnya Kaylie menerima uang itu. Dia tidak mengerti kenapa Davide selalu saja memiliki cara untuk bisa mengancamnya, tapi Kaylie sama sekali tidak memiliki cara untuk mengancamnya kembali. Lelaki itu benar-benar tidak memiliki ketakutan apapun, yang bisa digunakan Kaylie untuk mengancamnya.


Davide terkekeh puas melihat Kaylie akhirnya menurut kepadanya, sepertinya hobi Davide berganti menjadi membuat emosi wanita cantik di sebelahnya itu, apalagi saat Kaylie mulai melontarkan umpatan yang terdengar manis dengan nada yang tajam dan sinis.


Flashback Off


Kaylie berniat menggunakan uang itu untuk membelanjakan keperluan Drowny dan juga mungkin akan mengajak Nicholas keluar, lagipula ini juga uang ayahnya, bukan ?? Tidak ada salahnya menyenangkan Nicholas menggunakan uang ayahnya itu.



Di kantor, Davide sudah menjelaskan kepada Valen jika Kaylie mengambil libur sebentar, karena kemarin mereka meeting hingga malam hari. Valen mengangguk, dia tahu apa yang sebenarnya sedang atasannya rencanakan itu, jadilah dia hanya perlu melakukan apa yang akan di perintahkan bosnya.


Saat Valen dan Davide sibuk berbicara, sementara Darel juga ada di sana dia sibuk dengan beberapa dokumen dan tidak terlalu memperdulikan urusan kakaknya itu. Tiba-tiba saja, pintu terbuka menampilkan Mira dengan wajah marah, membuka pintu dengan kasar. Davide hanya menyeringai dalam hatinya, sementara Darel hanya menghela nafas nya secara perlahan.


Dan terjadi lagi.. perang rumah tangga yang akan terjadi.. Batin Darel dengan rasa jenuh, dia merasa bosan menghadapi rumah tangga kakaknya yang benar-benar sangat berantakan itu.


Valen sedikit menjauh dari meja bosnya itu, dan membiarkan apa yang akan terjadi di sana. Meskipun begitu, wanita itu hanya berdiri di dekat pintu masuk, dia masih memiliki urusan lagi dengan bosnya.


"Apa-apaan ini Davide ?!"


"Ohh.. Apakah kekasihmu June Andrews, sudah mengatakan semuanya ?? Baguslah, aku tidak perlu repot-repot mengatakan apa yang terjadi semalam." Ujar Davide dengan santainya, Mira terdiam sejenak, apa maksud perkataanya itu.


"Jangan berpura-pura tidak tahu, Nyonya !! Aku tidak sebodoh itu untuk mengetahui siapa saja client yang sudah tertidur denganmu." Lanjut Davide dengan menyeringai licik, dia sudah tahu semuanya tapi dia sengaja diam saja, dan berfikir untuk bergerak secara perlahan hingga tidak ada seorangpun yang menyadarinya.


"Apa kau tidak mengaca.. Kau sendiri berulang kali melakukan hal yang sama ?!"


"Pfftt.. setidaknya aku tidak menghamili selingkuhan ku, dan bertanggung jawab atas perbuatan ku."


"Apa maksudmu.. ??"


Davide memberikan kode kepada Valen untuk maju menyerahkan sebuah dokumen tepat di atas meja antara Davide dan Mira. Sebuah dokumen rahasia yang terbungkus amplop berwarna cokelat dan sepertinya di simpan secara rahasia.


"Buka." Ujar Davide menatap Mira.


Wanita itu merasa sangat bingung dengan isi dari amplop itu, secara dia membukanya dan melihat isi dari dokumen tersebut.


"Ini... ??"


"Hasil tes DNA Nicholas."


"Kau.. Kau tidak mempercayaiku ?! Kau melakukan tes dna dengan anakmu sendiri !!!"


"Anakku ?! Hahahaha.."


Brak !!!


Davide berdiri menggebrak meja di depannya sendiri, sembari bertanya dengan nada rendah dan penuh penekanan.


"Anakku.. Atau anak selingkuhan mu..??"


Davide menatap dengan tatapan tajam menyalang, Darel yang mendengar tidak percaya dengan perkataan dari Davide, dia bahkan menjatuhkan dokumen di tangannya, sementara Valen yang memang di tugaskan untuk memeriksa semuanya hanya menolehkan wajahnya. Dia sungguh tidak tega dengan apa yang terjadi pada bosnya.


Ya.. Davide baru mengakui semuanya saat ini, dan dia mungkin sengaja tidak akan mengatakan pada orang tuanya.. Entah apalagi rencananya..