
"Akhirnya selesai juga- Eh, ini sudah jam makan siang ?? Hah.. Haruskah aku mengikuti perkataan bos gila itu untuk makan siang ??" Ujar Kaylie saat selesai mengerjakan tugasnya, dia melihat ke arah jam dinding dan menunjukkan jam 12 siang.
Kaylie ingat pesan bosnya yang sedikit gila itu, untuk makan siang bersama. Bagaimana jika dia mendapatkan kembali masalah ?? Apa sebaiknya dia memberikan alasan untuk menolaknya ?? Tapi apa.. ?? Kaylie tidak mau nantinya, malah mendapatkan masalah dengan Mira. Bagaimana jika perempuan itu kembali melabraknya di restoran nanti ?? Hah, bisa-bisa dia akan berteriak dan menunjuk Kaylie seperti yang dia lakukan tadi.
"Sebaiknya aku menggunakan alasan lain, saja-"
"Sayang, waktunya makan siang."
Kaylie mengepalkan tangannya mendengar suara dari Davide, benar saja atasannya itu sudah membuka pintu ruangan dan masuk serta bersandar menatap ke arahnya, memberikan sebuah senyuman manis tapi bagi Kaylie itu senyuman creepy dan menyeramkan.
"Ugh !! Tidak bisakah lain waktu ?? Aku bahkan tidak mengambil jatah makan siang ku." Ujar Kaylie.
"Kenapa ??"
"Aku ingin mengerjakan semua tugasku dan bisa pulang lebih awal, jika boleh.. Jika tidak, aku ingin menyelesaikan tugasku dulu dan-"
"Bagaimana jika setelah makan siang, aku mengantarkan mu mampir ke rumah sebentar dan kembali ke kantor ??"
"Untuk apa ??"
"Tidakkah kau ingin melihat putramu ??"
Kaylie terdiam, memang benar pikirannya begitu kacau memikirkan putranya. Apakah Drowny baik-baik saja ?? Apakah putranya itu tidak menangis atau rewel ?? Ataukah Alisha bisa menenangkannya ?? Tapi Kaylie memupus pikiran itu, dan fokus bekerja. Toh dia melakukan ini juga demi putranya, dan Kaylie sendiri akan membagi waktu dia bekerja dengan putranya.
Tapi tawaran Davide.. Membuat Kaylie tidak tenang, dia tahu lelaki itu sengaja memancingnya agar mau menurutinya dan kemudian mengajukan perjanjian lagi untuknya, ini hanyalah omong kosong Davide untuk menjebaknya, cukup masuk ke pekerjaan ini saja dia terjebak lainnya tidak.
"Maaf Tuan, tapi tidak. Jika boleh, aku meminta jam kerja bisa pulang lebih awal, seperti setengah 4, dan aku tidak akan mengambil jatah makan siang ku."
Davide menghela nafas, "Bukankah perempuan yang sedang menyusui sepertimu membutuhkan lebih banyak makanan ?? Jangan memaksakan dirimu sendiri."
Kaylie menatap tajam ke aray Davide, "Kau tidak sedang memanipulasi ku untuk masuk perangkap mu, bukan ??"
Davide yang mendapatkan tuduhan seperti itu malah terdiam, tapi kemudian tersenyum dan tertawa pelan, dan mana membuat Kaylie semakin curiga.
"Hey.. astaga.. aku tidak sejahat itu, baiklah-baiklah.. Begini saja, aku akan menelfon makanan secara online dan memberikannya kepadamu. Jadi, kau bisa bekerja sembari makan, oke ??"
"Tidak perlu-"
"Dan aku tidak menerima penolakan. Oke, aku akan kembali memberikan makanan."
Lalu Davide keluar dari ruangan Kaylie yang mana membuat Kaylie semakin bingung dengan tingkah dari atasannya itu, sebenarnya apa niatan Davide kepadanya ?? Tidak mungkinkan, lelaki itu langsung jatuh hati kepadanya seketika itu juga ?? Itu aneh, benar-benar sangat aneh.
Kaylie menggelengkan kepalanya, itu mungkin hanya cara baginya untuk bisa menarik perhatian dan hati Kaylie saja, wanita itu tidak mungkin benar-benar tergoda dan menjadi selingkuhannya sungguhan. Apalagi mengetahui kelakuan istrinya membuat Kaylie merasa enggan untuk berurusan dengan perempuan itu.
…
"Ini... Banyak sekali ?!"
"Yang benar saja, aku hanya seorang ibu menyusui bukan wanita hamil !! Aku tidak mungkin makan sebanyak ini ?!"
"Makan saja, sayang jika tidak kau makan. Oh iya sendok dan garpu sudah ada di dalamnya." Ujar Davide dengan acuh dan tidak mendengarkan penolakan dari Kaylie, membuat perempuan itu menghela nafas nya berat. Sebenarnya ada apa dengan lelaki di depannya itu, astaga.
"Aku akan menghabiskannya jika kau membantuku makan."
Davide tersenyum, "Tentu saja, tapi.. Kau akan menyuapiku, bukan ??"
"Tidak !! Makan sendiri, dasar manja !!!"
"Jangan galak-galak sayang."
"Heh !!! Gak usah panggil sayang !!"
"Iya deh, babe-"
"Udah, Udah !! Sana makan !!!"
Makan siang kali ini, benar-benar membuat Kaylie merasa kesal, marah dan bahkan rasanya dia ingin memukul Davide dengan tongkat baseball atau kayu panjang untuk menyadarkan lelaki itu dari kegilaannya sendiri. Benar-benar lelaki brengsek, bagi Kaylie menahan diri selama ini dari bosnya itu. Jika bisa, Kaylie pasti akan memborong kesabaran untuk bisa menghadapi makhluk satu itu.
Tapi boleh Kaylie akui, makanan yang dibelikan bosnya memang benar-benar sangat enak. Ah, Kaylie bodoh orang kaya pasti akan membeli makanan mahal dengan rasa yang enak, lihat saja dia dibelikan nasi padang dengan daging rendang yang cukup besar, dengan tekstur daging yang empuk. Belum lagi, bumbunya yang begitu meresap.
Tapi Kaylie menggelengkan kepalanya, dia tidak boleh terlalu terhanyut akan barang atau makanan pemberian si gila yang kaya itu, atau Davide pasti akan menggodanya kembali dan itu membuat perempuan itu merasa kesal dan geram.
Disisi Davide sendiri, dia mengagumi cara Kaylie berbicara (Meskipun sering menghina dan memakinya), dan juga cara perempuan ini bekerja memperlihatkan jika dia bersungguh-sungguh dan serius dalam pekerjaan. Bahkan cara makannya terkesan sopan dan anggun, padahal Davide tahu perempuan itu pasti merasa sangat kelaparan. Terlihat dari wajahnya yang sedikit pucat, apakah dia tidak sarapan saat datang kemari ??
Di tambah masalah dengan Mira tadi, sebenarnya Davide tidak tega dan ingin sekali membantunya tapi dia terdiam dan terpaku dengan cara Kaylie yang berani menjawab dan menatap tajam ke arah istrinya itu. Luar biasa, bagi Davide.
Kebanyakan kekasihnya, pasti akan memohon ampun dan meminta maaf kepada Mira, tapi Kaylie.. ?? Dia sama sekali tidak mau merendahkan diri sebegitu nya demi Mira. Ya, meskipun Kaylie sendiri memang belum mau menerima perjanjian mereka sebagai selingkuhan bayaran. Tapi tetap saja, Kaylie malah memperlihatkan diri sebagai perempuan anggun dan lembut.
"Kau menikmatinya ??"
"Hmm.. Terima kasih. Kau tidak makan ??"
Kaylie menunjuk ke arah nasi kotak di depan Davide, lelaki itu menggelengkan kepalanya.
"Tidak, aku bisa memakannya nanti. Oh iya jangan lupa makan seblak dan juga baksonya. Aku sudah memilih level pedas kesukaanmu."
"Benarkah ?? Apakah aku terlihat seperti orang yang menyukai pedas ??"
"Oh ayolah, level 7 bagimu tidak terlalu pedas bukan, lagipula kau selalu memesan seblak dengan level 7."
Kaylie memandang curiga, "Darimana kau tahu hal itu ??"
Davide terkekeh pelan, "Insting calon suami kepada calon istrinya memang tidak salah."