Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 28



"Apakah kau benar-benar yakin ??"


Davide mengangguk.


"Jika sampai wanita gila itu menyentuh bayiku, maka aku akan memukulmu !!"


"Kenapa aku ??"


"Karena ini semua ide gila mu, dan jika aku mendapatkan masalah, maka ini salahmu !!"


"Iya, kekasihku yang paling cantik, aku akan melindungi." Davide berbicara dengan nada di buat-buat, yang terdengar sangat menjijikan bagi Kaylie sendiri.


"Menjijikan !!"


Davide tertawa, keduanya kini bersiap untuk menuju ke rumah Davide. Hah, entah iblis apa yang merasuki Kaylie dan menerima saja perjanjian gila dari Davide. Dan sekarang, dirinya bahkan harus berpura-pura menjadi selingkuhan Davide di hadapan kedua orang tua Davide, apakah ada ide paling gila yang pernah Kaylie dengar ?? Ingin sekali, Kaylie menipu dan melarikan diri dari Davide, tapi wanita itu tahu Davide bukanlah lelaki bodoh.


Malam ini, Kaylie bahkan di belikan pakaian bagus oleh Davide, dan harus berdandan dengan rapi. Drowny juga, di belikan pakaian bayi yang lucu, dengan kain gendong yang indah. Kaylie benar-benar tampil indah dan menarik meskipun dengan menggendong bayi. Justru aura ibu muda yang begitu menggoda itu, bahkan saat mereka berbelanja di mall, banyak lelaki yang melirik ke arah Kaylie dengan tatapan terpikat.


Tidak jarang, beberapa lelaki berfikir jika Davide dan Kaylie adalah pasangan suami istri, dan Drowny anak mereka. Beberapa dari mereka berdoa semoga Kaylie dan Davide berpisah, sepertinya aura ibu muda lebih menawan dan memikat daripada seorang anak gadis perawan. Hal itu membuat Davide rasanya ingin mencongkel mata mereka yang berani memandang Kaylie, di dekat wanita itu, sisi posesif dan cemburu Davide malah aktif.


"Aku tidak mau bertingkah seperti perempuan manja yang menggoda mu, itu menjijikan !! Dengan penipuan seperti ini saja, nama baikku tercemar !!" Ujar Kaylie dengan kesal dan emosi di sana.


"Iya, sayang. Iya, kamu gak usah akting apapun. Dengan membawa perempuan dan anak bayi, mereka sudah mengetahui nya. Lagipula kedua orang tuaku, selalu berfikiran negatif padaku."


"Lalu, kenapa kau malah menggunakan siasat seperti ini ?! Bukankah seharusnya kau merubah sifat mu menjadi lebih baik ?!"


"Aku lelah." Lirih Davide dengan perlahan, dia sebenarnya belum yakin apakah dia benar-benar bisa menceritakan semua masalah nya kepada Kaylie atau tidak, wanita itu memang tahu masalah perjodohan paksa Davide dan Mira, tapi wanita itu belum tahu masalah Davide dan kedua orang tuanya.


"Apa ??" Kaylie sedikit tidak mendengarkan ucapan Davide, karena suara mobilnya.


"Tidak, maksudku.. Iya."


"Huh ??"


"Sudahlah, sebentar lagi kita sampai." Ujar Davide mengalihkan perkataannya sendiri.


Kaylie hanya memandang curiga, tapi dia sendiri berfikir untuk tidak menanyakan lebih lanjut. Berfikir jika itu adalah masalah pribadi Davide sendiri, Kaylie tidak mau menggubris masalah pribadi seseorang hanya karena dirinya sudah dekat dengan Davide.



Di rumah, Mira, Nyonya Marlina, Tuan Martin, Nicholas, dan Darel bersiap, karena mereka sudah mendengar suara dari mobil Davide datang masuk ke dalam rumah.


Darel bergemetar ketakutan, dia tahu rencana dari Davide, kakaknya sendiri. Nicholas yang juga mengetahui semuanya, justru memperlihatkan ekspresi senang karena Kaylie akan datang kemari. Disisi lain, Mira sendiri tersenyum dalam hatinya, dia merasa dengan menekan Davide maka semua rencananya akan berjalan dengan mulus.


Dengan begini, dia tidak mungkin bisa mengancam ku lagi. Batin Mira kesenangan, dan bangga.


Tapi sepertinya senyum kemenangan Mira harus luntur, saat Davide datang tidak sendirian. Melainkan..


Dia datang, bersama dengan Kaylie, dan membawa seorang anak bayi.. Tunggu apa ?! Bayi ?! Kedatangan Davide dan Kaylie menuai tatapan kaget, bingung dari semua orang yang ada di sana (Kecuali Darel dan Nicholas tentunya).


"Kak Kaylie !!!" Nicholas malah berlarian mendekati Kaylie yang ada di sana, dan menyambutnya dengan tersenyum.


"Kak Kaylie datang !! Yeayy !! Kak Kaylie bawa adik Drowny juga ya ?!" Ujar Nicholas dengan senang dan riang.


Disisi lain, wajah kedua orang tua Davide semakin memerah marah, sementara Mira tidak habis pikir dengan tindakan Davide.


Apa yang dilakukan lelaki gila itu ?! Apakah dia benar-benar bunuh diri ?! Tapi aku bisa menggunakan kesempatan emas ini untuk membuat suasana semakin panas.


"Apa-apaan ini Davide ?!"


Davide yang mendengar suara ayahnya, hanya menatap ke arah lelaki yang sudah lanjut usia itu, dan hanya mengangkat bahunya dengan acuh dan bahkan ekspresi begitu santai seakan tidak menunjukkan kesan jika dirinya bersalah.


"Aku hanya mengikuti perkataan mu."


"Apa maksudmu ?!" Ujar Nyonya Marlina kali ini.


Davide mengangkat alisnya dan berbicara dengan santainya, "Well, aku mabuk dan memperkosa Kaylie. Jadi, aku harus bertanggung jawab, bukan ??"


Kaylie yang mendengarkan ucapan Davide terkejut dalam hati, bukan itu rencana awalnya. Tapi baguslah, dengan embel-embel pemerkosaan, terkesan jika ini adalah kesalahan Davide, tapi... Jangan bilang dia akan mengakui Drowny hasil pemerkosaannya ?! Jika iya, maka Kaylie akan dengan senang hati melempar Davide dengan panci dan wajan goreng.


"A..apa maksud semua ini.. Davide.. ??" Kali ini Mira yang berbicara dengan bingung, sebenarnya dia sangat bingung dengan perkataan dari Davide.


"Iya, aku memperkosanya. Dua kali sebenarnya, dan ya.. Aku harus bertanggung jawab. Kaylie sudah tidak memiliki keluarga, hidup sendirian, membutuhkan pekerjaan, dan.. Aku memanfaatkannya." Ujar Davide tersenyum di bagian akhir, hal itu semakin membuat Kaylie merasa sangat bingung. Perkataan Davide justru secara tidak langsung malah memojokkan dirinya sendiri, bukannya membuat nama Kaylie kotor, justru Davide mengaku dengan senangnya setelah memperkosa Kaylie.


Oke.. Ini semua di luar rencana...


"Kau memperkosanya.. Dan kau malah bangga ?!"


"Aku bukan bangga, aku hanya mengakui kesalahanku. Dan.. Itu artinya, aku harus menikahi Kaylie juga." Ujar Davide dengan santainya.


Kaylie mulai memahami alur permainan dari Davide sendiri, dirinya bisa mempersiapkan dirinya. Sementara Darel sendiri tidak tahu harus bagaimana dia bersifat, Nicholas adalah anak polos, dia tidak peduli apapun yang dia inginkan adalah memiliki ibu seperti Kaylie.


"Ayah benar, Ayah harus menikahi Kak Kaylie." Ujar Nicholas menyuarakan keinginannya sendiri, sementara Kaylie tercengang dia tidak pernah bisa memahami situasi seperti ini.


"Menikahi.. Kaylie.. ??" Ujar Mira berbicara dengan nada rendah, kali ini pikirannya kosong dan mulai buyar. Rencananya ingin menjebak Davide yang membawa Kaylie, gagal total. Bahkan kali ini, Mira hanya bisa terdiam membeku.


"Iya.. Jika kau tidak terima, maka kau boleh menceraikan ku.. Lagipula aku tidak keberatan memberikan sedikit recehan kepadamu." Ujar Davide menyeringai di sana, seakan dirinya lah yang menjadi pemenang dalam permainan gila ini.


Kau pikir bisa menang begitu saja !! Batin Mira mengeram kesal, dia tahu jika itu semua adalah rencana gila dari Davide. Maka dia harus memulai semua dramanya sendiri.


"Ti..tidak... Aku masih.. Aku masih menyayangimu dan Nicholas.. Aku.. Aku rela jika kau mau menikah lagi."


"Begitukah ?? Tapi sayangnya, aku ingin bercerai. Mira, aku bukanlah lelaki yang baik untukmu.. Kau lihat sendiri, aku memperkosa perempuan, berselingkuh darimu berulang kali. Aku bukan lelaki yang baik, aku berharap kau bisa mencari lelaki lain yang lebih baik, lebih sempurna daripada aku.. Seperti June Andrews."


Perkataan Davide seketika menjadi bom bagi Mira sendiri, meskipun Davide memasang wajah sedih dan penuh sesal.


"Aku tidak peduli dengan perkataan orang tuaku, tapi aku menyesal telah melakukan semuanya kepadamu.. Aku berharap kau bisa bersama dengan lelaki lain yang lebih pantas. Dan, hukuman ku adalah.. Aku tidak akan lagi tinggal di rumah ini, aku akan pergi, aku tidak akan lagi bekerja pada perusahaan ayah." Ujar Davide, membuat semua yang ada di sana terdiam dan tidak bisa berkata apapun.


*Rencana gila apalagi kakak ?!


Apa yang kau pikirkan, Davide* ?!