
"Kakak cantik !!"
Kaylie terkejut saat dirinya membuka pintu mobil Davide terlihat anak lelaki yang sempat dia kenali, hingga dia menyadari itu adalah Nicholas putra dari atasannya sendiri.
Saat ini, Davide menjemput (Secara paksa) Kaylie untuk berangkat bersamanya. Padahal perempuan sudah berusaha menolak, untuk menjaga jarak dari Davide, tapi ada ratusan cara bagi lelaki itu untuk menarik Kaylie menuruti keinginannya. Benar-benar lelaki licik. Dan saat perempuan itu membuka pintu mobil, dia terkejut melihat Nicholas yang duduk di bagian belakang langsung menyapanya, juga dengan Darel.
"Yeayy, berangkat bersama kakak cantik !!"
"Ke..Kenapa putramu disini ?? apa dia juga ikut ke kantor ??" Tanya Kaylie bingung melihat Davide yang sudah duduk di kursi pengemudinya.
"Dia bersikeras untuk pergi bersamamu, dia ingin bertemu denganmu." Ujar Davide tersenyum.
"Ta..tapi kenapa ??"
"Karena Nicholas, pengen ketemu sama calon ibu baru-"
"Ehh, silahkan masuk Kaylie. Maafkan anak ini memang sangat cerewet." Ujar Darel memotong pembicaraan dari Nicholas, lelaki itu sedikit berdecih dengan kesal.
Cih, ayah dan anak sama saja, caper sama cewek. Semoga aja Kaylie betah ya, sama kedua lelaki gila nan manja itu Batin Darel sedikit kesal dengan tingkah Nicholas yang benar-benar mirip dengan ayahnya, Davide. Astaga, jika Darel menjadi Kaylie, pasti akan pergi meninggalkan Davide begitu saja.
Kaylie terkekeh pelan, dia kemudian masuk ke dalam mobil. Nicholas mendekati Kaylie dan menatap wanita itu dengan tatapan memohon.
"Kakak cantik, Nicholas boleh minta pangku gak ??"
"Eh ?? Boleh kok, ayo sini." Ujar Kaylie dengan sopan, dia kemudian menggendong Nicholas dan memposisikan anak itu agar nyaman di pangkuannya.
Meskipun anaknya Kaylie masih bayi, tapi wanita itu cukup dekat dengan anak yang meskipun usianya di atas anaknya sendiri, Kaylie sudah terbiasa membantu dan bermain dengan anak-anak, dia tidak kaku lagi dengan anak kecil. Dan Nicholas sepertinya sangat menyukai Kaylie sejak awal, entah kenapa anak itu rasanya ingin dekat dan penasaran dengan sosok perempuan yang dia temui di lift.
"Kaylie, aku minta maaf jika terkesan mendadak. Tapi nanti malam akan ada meeting dari klient, dan aku memintamu untuk datang." Ujar Davide yang sepertinya tidak mau kalah dengan putranya sendiri untuk bisa mendapatkan perhatian dari Kaylie.
"Kenapa mendadak ??" Ujar Kaylie dengan kesal, Davide kan tahu jika Kaylie memiliki anak bayi, kenapa malah memberitahu hal begini secara mendadak ?!
"Maafkan aku, acara ini benar-benar di luar dugaan."
Kaylie menghela nafasnya berat, "Bagaimana dengan putraku ?! Alisha memiliki kuliah nanti malam."
"Masalah itu jangan khawatir, Darel pasti akan selalu siap siaga membantumu."
Aku lagi, aku lagi Batin Darel dengan kesal, tapi wajahnya malah tersenyum dengan manis meskipun dalam hatinya memaki kakaknya yang selalu menyerahkan tanggung jawab kepadanya.
"Aku hanya akan merepotkan orang lain." Ujar Kaylie.
Ahh~ Kaylie.. Kau perempuan yang sangat pengertian daripada kakakku Batin Darel tersenyum dalam hatinya, mendengarkan ucapan dari perempuan itu yang terdengar sangat tidak enak, saat Davide menyerahkan tanggung jawab pada adiknya.
"Sama sekali tidak, lagipula meeting tidak akan lama. Aku berjanji." Ujar Davide dengan nada serius, meskipun Darel sendiri tidak yakin apakah perkataan kakaknya yang satu itu bisa di pegang atau tidak.
"Tentu saja."
"Baiklah.. Maaf Darel, malah membawamu dalam masalah ini." Ujar Kaylie tidak enak, sementara Darel mengangguk.
"Tidak masalah, lagipula aku terbiasa mengurus anak-anak, dan-"
"Kau juga bisa mengurus bayi, bukan ??"
"Err.. Bisa.." Ujar Darel sedikit tidak yakin, karena...
Dia merawat Nicholas saja saat usia anak itu 3 tahun, dan anak itu sudah bisa berjalan, berlari, dan juga berbicara. Tapi merawat bayi.. ?? Apakah dia bisa.. ??
"Tenang saja, Darel sudah pernah menjadi baby sister dadakan bagi Nicholas saat masih bayi. Percaya atau tidak, adikku lebih jago mengurus Nicholas kecil daripada istriku sendiri." Ujar Davide, membuat Kaylie melihat ke arah Darel dengan tatapan sedikit penasaran.
Davide memberikan kode melalui matanya, kepada Darel, sehingga membuat Darel menghela nafasnya dan mengangguk.
"Iya, itu benar. Aku bisa mengurus bayi dengan sangat baik." Ujar Darel tersenyum ke arah perempuan itu.
"Baiklah kalau begitu." Ujar Kaylie menghela nafasnya dengan berat, sebenarnya dia benar-benar ragu meninggalkan Drowny kecilnya bersama lelaki asing, tapi Darel terlihat bukan seperti lelaki kasar yang jahat, buktinya Nicholas sering bermain dengan Darel.
"Aku harap, kau tidak bermasalah meminum wine ringan."
"Hah ?? Kau mau anakku mabuk setelah menyusu dariku ?! Tidak !!" Tegas Kaylie, dia ini masih ibu menyusui masa iya, meminum wine. Dia mau memberikan putra kecilnya wine ?!
"Hanya setetes ??"
"Tidak !! Drowny masih menyusu dari tubuhku, kalau aku meminum wine, berarti sama saja aku meminumkan bayi kecilku wine ?!"
"Mira meminum wine saat hamil dan menyusui, lihat saja bagaimana Nicholas sekarang ??"
"Tidak peduli, aku tidak seperti istrimu !!"
"Itu benar, kakak cantik ini lebih baik dari ibu !! Aku memilih kakak cantik ini !" Ujar Nicholas juga ikutan tidak terima saat Kaylie malah di samakan dengan ibunya sendiri. Jelas lebih menang Kaylie darimanapun seginya.
Davide menepuk keningnya sendiri, sementara Darel tersenyum penuh kemenangan melihat Davide sepertinya merasa kewalahan dengan keras kepala Nicholas dan Kaylie.
Akhirnya Kak Davide merasakan apa yang aku rasakan saat dia keras kepala seperti itu ?! Nah, pusing kan Batin Darel penuh kemenangan.
"Ya udah deh." Ujar Davide mengalah, padahal dirinya memiliki alasan sendiri kenapa dia meminta Kaylie untuk meminum wine.
Suasana kemudian berubah saat Kaylie kembali berbicara dengan Nicholas yang ada di pangkuannya. Hubungan antara Kaylie dan Nicholas membuat Davide dan Darel tersenyum sendiri, perempuan dan anak itu terlihat sangat akrab seperti seorang anak dan ibu kandung.
Mereka sangat akrab, aku tidak salah memilih Kaylie disini Batin Davide dengan senang, seakan pilihannya tidaklah salah.