Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 25



~Jangan di baca pas siang hari, yang puasa kalau batal jangan salahin Authornya.. Ini Author updatenya malam hari, bacanya habis buka aja. ~


"Jadi, Alisha pergi malam ini ??"


"Jangan berfikiran yang aneh-aneh, aku tidak mengijinkan mu tidur disini !!"


Davide memasang wajah memelas, dia kemudian memeluk secara paksa Kaylie, membuat wanita itu terkejut bukan main dan kesal. Kaylie berusaha keras melepaskan pelukan dari Davide meskipun itu sangat sulit.


"Lepas !!"


"Aku stress, aku banyak masalah, aku butuh hiburan."


"Minta sama istrimu sana !!!"


"Aku maunya kamu."


"Ihh !! Davide !! Lepas !! Darel tolongin.." Kaylie berharap kalau Darel akan membantunya, melihat adik dari Davide juga ikut masuk ke dalam rumah dan melihat tingkah kakaknya itu, tapi sepertinya ini bukan hari keberuntungan Darel.


"Maaf Kaylie, Kalau Kak Davide lagi emosi, dan aku bantuin kamu. Yang ada badan aku dijadiin samsak tinjunya dia."


"Hah ?! Masa dia main kasar sama kamu ?!"


"Aku gak akan kasar cuma sama kamu, kok babe."


"Ihh !! Istri kamu ntar ngelabrak aku lagi ?!"


Tapi Davide tetaplah Davide, dia keras kepala dan sulit sekali untuk bisa melepaskan diri dari lelaki gila itu. Memang pada dasarnya saja, lelaki itu sedang manja dan membutuhkan belaian dan kasih sayang dari Kaylie.


"Gak akan sayang, ayolah.."


Kaylie menghela nafasnya berat, dia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Davide selama ini, kenapa malah memilih dirinya yang merupakan seorang janda ?? Kenapa dia tidak memilih gadis perawan yang masih segar dan cantik, dan malah memilih seorang ibu-ibu ?! Hah, Yang benar saja lelaki ini.


"Davide, aku bilang gak ya- Hey !!"


Belum selesai berbicara, Kaylie terkejut bukan main saat Davide menggendongnya dengan tangannya, wanita itu sempat berteriak kecil karena terkejut dengan gerakan Davide yang secara tiba-tiba mengangkat tubuhnya itu.


"Davide !!!"


"Kelamaan, aku bawa aja ke kamar, langsung eksekusi tanpa ampun." Ujar Davide dengan tidak sabaran, membuat Kaylie kesal tapi juga bingung, bagaimana bisa Davide mengangkat tubuhnya dengan sangat mudah.


"Davide !! Turunin !!"


"Nanti aku turunin, kalau udah sampai ranjang."


Kaylie memberontak tapi semua sia-sia saja, lelaki itu benar-benar sangat kuat dan hebat, Davide kemudian melangkah dengan santai menuju ke arah kamar milik Kaylie sendiri, kebetulan Drowny tertidur di kamar milik Alisha. Jadilah, malam ini Davide memiliki kesempatan emas untuk bisa meraih tubuh Kaylie tanpa gangguan apapun.


Sementara Darel hanya menghela nafasnya, biarkan saja kakaknya berulah apapun. Dia sebagai adik sudah cukup pasrah dan menyerah saja, lagipula sebelum sampai di rumah Kaylie, Darel dan Davide sempat berdebat kecil yang membuat Darel merasa sedikit malas untuk menghentikan kakaknya itu.


Nicholas yang baru saja muncul, menatap bingung, kenapa pintu depan terbuka dan di sana hanya ada Paman Darel, kemana ayahnya ??


"Paman Darel, papa mana ??"


"Papa ada urusan sama Kak Kaylie."


"Ngurusin pernikahan ya ??"


"Bukan, ada urusan lain kok."


Ngurusin urusan ranjang, papa kamu itu mesumnya gak terkira, tapi anaknya cuma satu. Coba nikahnya sama Kaylie sejak awal, anaknya pasti udah ada 10 Batin Darel dengan kesal, tapi dia hanya tersenyum senang di hadapan Kaylie.



"Davide.. Lepas.."


Davide menggunakan dasinya untuk mengikat kedua tangan Kaylie, dengan besi di atas ranjang. Davide menyeringai senang dan licik, dia bisa melihat Kaylie tidak bisa memberontak banyak dan hanya menggeliat saja, membuat lelaki itu kemudian secara perlahan melepaskan pakaian dari tubuh Kaylie.


"Kau seharusnya menurut dari awal, sayang."


"Da..Davide.."


"Tubuh kamu sempurna, sayang." Davide memuji tubuh Kaylie yang kini tidak tertutupi apapun, sementara Kaylie tidak tahu harus bereaksi seperti apalagi, saat lelaki itu memandang tubuhnya dan memujinya. Ada hal yang salah dengan semua ini, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.


"Ji..jika kau memperkosaku lagi.. Maka aku.. Akan membenci mu."


"Benarkah ??"


"Da..Davide.. Akh.."


Davide terkekeh licik, dia bisa melihat Kaylie kembali tersentak saat tangan Davide kini berada di bagian favoritnya yaitu kedua gunung besar milik Kaylie. Tangan Davide meremas pelan, membuat Kaylie langsung merasakan sensasi yang tidak biasa.


"Lihat tubuhmu saja menyukai sentuhan ku."


"Hen..hentikan kau.. brengsek.."


"Oh, tidak perlu menahan diri, sayang. Keluarkan saja suara indah dan sebut namaku, cantik."


"Da..Davide !! hentikan !!"


"Aku tidak mendengar mu, sayang."


"Da..Davide.. Ku mohon.. Hentikan..." Wajah Kaylie memerah, dengan mata berkaca-kaca menahan hasrat dalam dirinya, apalagi saat Davide terus menyentuh dan menggoda titik sensitive nya, membuat wanita itu tidak lagi bisa berfikir dengan jernih.


"Awh, manis sekali."


Davide melepaskan kedua bagian paling dia sukai, dan mendekati wajah Kaylie. Lelaki itu kemudian berbisik dengan nada penuh hasrat dan begitu menggoda.


"Kau hanya milikku, Kaylie Ava Clare. Kau paham itu ??"


"I..Iya..."


"Anak pintar."


Davide beralih ke bagian wajah depan, dan melihat bibir yang merah menggoda. Tanpa berfikir panjang lelaki itu mulai mencium dengan lembut di awalnya, membuat Kaylie masuk ke dalam permainan menggairahkan dari seorang Davide. Lelaki itu benar-benar memanjakan, dan begitu menggoda di saat seperti ini. Meskipun dia tetap menyiksa Kaylie menggunakan semua kenikmatan dan tetap mengikat kedua tangannya.


Permainan ciuman bibir, lidah itu benar-benar membuat Kaylie merasa sangat menggila, rasanya ini benar-benar luar biasa, meskipun ini adalah perbuatan zina yang sungguh terlarang. Kaylie tidak bisa berbuat banyak, tubuhnya malah lebih memilih kenikmatan semua itu dan mengeluarkan suara yang terus keluar dari mulutnya, memanggil nama Davide dengan nada menggairahkan.



"Pagi... Kak Kaylie.."


"Hmm.. Ya, pagi.. Apakah semalam Drowny menangis ??"


Darel menggelengkan kepalanya, beruntung saja pagi ini, Alisha masih belum pulang. Karena adiknya pasti akan bertanya yang tidak-tidak, jika mengetahui kalau Davide dan Darel malam ini, kembali tertidur di sini. Hah.. Gara-gara semalam, tubuh Kaylie benar-benar hampir remuk, gila !! Berapa ronde semalam, sampai dirinya ingin mengambil cuti lagi, tapi.. Dia tidak boleh memanfaatkan Davide dan menyepelekan pekerjaan yang sudah di berikan.


Sementara Davide yang ada di sana, malah bertingkah acuh seakan tidak terjadi sesuatu semalam, tapi tetap saja kalian bisa melihat betapa segarnya lelaki itu pagi ini, dan Kaylie yang terlihat begitu lemah malam ini, astaga..


"Kak Kaylie.. Kenapa ?? Kok lemes ??" Tanya Nicholas dengan rasa penasaran.


"Hahaha gak papa kok, semalam Kak Kaylie cuma tidur salah posisi, dan- Awh !!"


"Kak Kaylie.. ??"


"Tenang, aku baik-baik saja kok." Kaylie melirik ke arah Davide saat menjawab pertanyaan dari Nicholas, dasar lelaki kurang ajar, dirinya malah bertingkah sok dingin dan acuh, semalam saja dirinya menggoda bagaikan buaya darat, giliran pagi malah sok dingin. Kaylie benar-benar akan menghajar lelaki itu habis-habisan dengan panci yang ada di dapur, jika dia bisa.


"Kak Kaylie.. Kuat masuk kerja kan ??" Kali ini Darel yang bertanya, dan Kaylie mengangguk dengan santainya, seakan tidak merasa begitu sakit, meskipun dalam hatinya menahan bagian punggungnya itu.