Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
Chapter 14



"Jadi bagaimana ??"


"Semakin lama mengenalnya, aku semakin mencintainya."


"Kau serius ?!"


Darel semakin terkejut dengan ucapan Davide kakaknya itu, sepertinya rasa suka Davide kepada Kaylie semakin besar. Dan itu yang membuat sedikit khawatir dari Darel. Pertama, dia khawatir jika Mira akan berbuat nekad, apalagi Kaylie memiliki anak bayi. Kedua, dia khawatir bagaimana reaksi orang tua mereka, ditambah Kaylie bukanlah dari kalangan atas. Tidak mungkin semudah itu mendapatkan restu, berbeda dari Mira yang memiliki status tinggi.


"Bagaimana menurutmu ??" Tanya Davide kepada adiknya. Di banding mempertanyakan pertimbangan kepada orang tuanya, Davide lebih mempercayai Darel, yang jauh lebih memahami kondisi dan keadaan nya sendiri.


"Aku.. Aku hanya khawatir pada Kaylie.."


"Jangan khawatir, aku akan melindunginya dari siapapun yang berusaha untuk melukainya."


"Bagaimana dengan ayah dan ibu ??"


Davide terdiam, "Aku tidak memerlukan restu mereka."


"Kak.."


"Tidak Darel, aku sudah tidak mau menjadi boneka mereka lagi. Memang aku berhak mendapatkan warisan sebagai pemegang perusahaan, tapi apa ?? Selama hidup aku tidak pernah di bebaskan dalam memilih, bahkan saat pernikahan !! Dan lihat bagaimana kehidupanku dan Mira ?! Apa aku bahagia ?? Apa mereka tidak memikirkan Nicholas sedikitpun ?! Tidak !! Yang mereka pikirkan adalah, Mira anak orang kaya yang pantas bersanding denganku, itu saja !!" Ujar Davide dengan emosi, dia memang selalu kesal dan marah jika membahas orang tuanya.


Bahkan beberapa kali, Davide menolak menjenguk ayah dan ibu, dengan alasan sibuk pekerjaan. Dan kau tahu respon mereka ?? Ya mereka santai saja, asalkan Davide mengurus perusahaan dengan baik dan benar, mereka tidak masalah Davide tidak menjenguk atau bahkan berkunjung. Apakah orang tua seperti itu pantas di sebut sebagai orang tua ??!!


"Kak tenanglah, aku tahu kau masih tidak suka dengan mereka. Tapi bagaimana jika kau dan Kaylie kelak benar-benar menikah, bukankah kau membutuhkan sosok wali orang tua ??"


"Aku masih memiliki keluarga lain yang menyayangiku. Mereka mau menggantikan posisi orang tuaku dalam pernikahan nanti." Ujar Davide dengan rasa percaya diri, membuat Darel hanya bisa menghela nafasnya. Tidak ada yang bisa menandingi rasa percaya diri kakaknya itu.


Sebaiknya dia menyerah saja. Dan mengiyakan setiap ucapannya.


"Lalu, apalagi yang kau katakan kepada Kaylie saat berada di rumah nya ??"


"Tidak ada."


"Benarkah ??"


"Ya.."


Darel tahu kakaknya berbohong, tidak ada apanya ?! Dia bahkan bisa melihat wajah kakaknya tersenyum tipis, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua. Apakah.. Kaylie sudah mau di cium oleh kakaknya ?? Mustahil, pasti kesulitan bagi kakaknya untuk bisa mencium atau bahkan melakukan sesuatu yang berlebihan.


Disisi lain, Davide masih tersenyum tidak jelas mengingat kejadian sebelumnya.


Flashback


"Kau mau ??"


Kaylie merasakan seseorang melihatnya saat dia memakan dimsum dengan sumpit. Wanita itu menoleh melihat Davide memandangnya makan dengan tatapan seakan menginginkan dimsum di sumpitnya.


Davide mengangguk mendengarkan tawaran dari Kaylie.


"Kau bisa mengambil nya, ada satu sumpit lagi di dalam-"


"Aku maunya yang ada di sumpit mu."


"Eh ??"


"Suapin." Ujar Davide dengan manja membuat Kaylie memandangnya kebingungan sendiri.


"Gak, udah besar !! Makan sendiri !!"


"Ihh~ suapin sayang."


Kaylie menghela nafasnya berat, apakah dia dikelilingi dua bayi di dekatnya. Padahal bayi sesungguhnya malah tenang dan tidak bersuara sedikitpun, tentu saja Drowny tertidur pulas di gendongan ibunya, sementara yang satu lagi adalah bayi besar yang manja nan menyebalkan.


"Kaya bayi aja !!"


"Aku memang bayi, kan baby kamu."


"Najis !! Jadi makan gak ?!"


Davide menerima dimsum dari sumpit Kaylie yang di suapkan pada lelaki itu. Demi Tuhan, begini kah sifat bosnya di rumah ?? Benar-benar mirip seperti kucing rumahan yang manja dan terkadang menyebalkan. Padahal di kantor terkadang dia terlihat galak, judes seperti seekor singa yang siap menerkam mangsa di depannya itu.


Disisi Davide sendiri malah senang dengan cara Kaylie memanjakan dirinya. Lelaki itu tersenyum kemenangan dalam hatinya. Walau awalnya Kaylie terus memberikan nasehat kepada Davide, tapi perempuan itu juga mau memberikan perlakuan manis kepada lelaki itu.


Bertemu orang yang dia di kenal sebelumnya dan langsung menikah, adalah sesuatu hal yang membuat Davide kesal karena dia sama sekali tidak bisa menolaknya. Begitu pula dengan Mira, wanita itu juga berusaha menolak tapi tidak bisa, membuat keduanya 'terpaksa' membangun hubungan tanpa perasaan sedikitpun.


"Mau lagi ??"


Davide mengangguk, "Sausnya yang banyak."


"Iya, tuan bos."


"Panggil Davide ajalah, cuma kita berdua."


"Iya, Davide."


"Panggil sayang aja biar lebih enak."


"Banyak maunya !! Udah ayo buka mulut."


Meskipun sedikit kesal, tapi jujur tingkah dari Davide terkadang membuat Kaylie merasa begitu terhibur disana, dia tertawa dalam hatinya. Benar-benar lelaki manja yang menyebalkan, dia tidak bisa membayangkan betapa tertekannya lelaki dengan perilaku manja berhadapan dengan istrinya yang galak itu.


"Aku jadi semakin sayang sama kamu, nikah yuk."


"Heh !! Sembarangan !!" Kaylie menjitak kepala Davide dengan kesal saat mendengarkan perkataan bodoh dari lelaki didepannya.


"Aduh, sakit ~"


"Biarin, bodoh amat."


Lalu keduanya berbicara lainnya dengan topik yang ringan, sekaligus menemani Kaylie menghabiskan beberapa makanannya. Setelah selesai, Kaylie kemudian berpamitan kepada Davide untuk menaruh Drowny ke tempat tidurnya.


Davide mengikuti saja dari belakang, dan melihat bagaimana Kaylie memasukkan putranya ke sebuah kotak tidur bayi dengan perlahan. Davide melihat bagaimana cara Kaylie memperlakukan putranya benar-benar sangat halus dan lembut. Meskipun tempat tidur Drowny menjadi satu dengan kamar tidur Kaylie, karena perempuan itu merasa khawatir jika meninggalkan Drowny sendirian di kamar. Apalagi mereka tidak memiliki cctv untuk mengawasi kamar putranya itu.


Flashback Off


"Hey, Kak sebenarnya apalagi yang kau lihat dari Kaylie selain wajahnya ??"


Davide memasang wajah berfikir, "Dadanya."


plak !!


"Hey !!"


Davide tidak terima saat adiknya malah memukulnya dengan kertas.


"Kau ini sudah berusia 25 tahun, dan mencari perempuan dari ukuran dadanya !! Lagipula Kaylie sedang masa menyusui !!"


"Hey, Mira saat menyusui masih datar !! Dan Kaylie benar-benar sangat seksi dan-"


plak !!


"Hey, sopan lah dengan kakakmu ini !!"


"Ya habis, Kak Davide mesumnya bukan main, jadi kasihan sama Kaylie kalau beneran nikah sama Kak Davide."


Davide terdiam, "Eh, kalau aku nikah siri sama Kaylie, gimana ya ??"


"Sembarangan !! Lagian Kaylie bukan tipe perempuan kaya gitu !! Belum tentu Kaylie mau."


"Harusnya sih mau."


"Kenapa harus ??"


"Siapa sih perempuan yang bisa menolak pesona ketampananku ini."


"Mira, dia gak suka sama Kak Davide dari awal nikah sampai sekarang."


"Ya jangan nyebutin dia juga !!!"


"Kan Mira perempuan."


"Terserah."