
“I..ini tidak mungkin..”
Kaylie hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sudah beberapa kali mencoba hasil tes pack itu tetaplah sama. Kaylie sudah tahu hasilnya, dan tanda dua garis biru sudah menjelaskan semuanya. Mata Kaylie membulat sempurna, bagaimana bisa secepat itu ?? Ini gila ?! Apakah itu berarti perkataan Davide benar, dirinya hamil ?! Astaga, bagaimana bisa ?? Apakah.. Insting seorang suami selalu tepat ?? Dulu Damian juga sama, dan Kaylie menyangkalnya, lalu sekarang Davide ?? Astaga..
Tok...tok...tok...
“Mah ?? Apakah mama baik-baik saja ??”
Kaylie kemudian merubah suaranya, “Tenang saja sayang, mama baik-baik saja..”
“Baiklah kalau begitu..”
Kaylie menghela nafasnya, saat mendengarkan Nicholas sudah beranjak pergi dari depan kamar mandi, apakah gadis itu berteriak terlalu kencang hingga Nicholas mendengarnya ?? Biarkanlah.. Setidaknya dia bisa menenangkan diri karena ada Nicholas dan Drowny di sana bersamanya, meskipun tidak ada yang lain di rumah itu.
Kaylie keluar dari kamar mandi, dia melihat Nicholas sedang bermain bersama dengan Drowny. Kaylie tersenyum melihat kebersamaan mereka, tapi ada rasa perih dalam dirinya saat melihat ekspresi Nicholas mengetahui jika Drowny tidak bisa melihatnya.
“Saat besar nanti, aku akan menjadi dokter, dan menyembuhkan mata untuk Drowny.”
Ucapan Nicholas tiba-tiba terdengar di pikiran Kaylie, wanita itu tersenyum, dia tidak menyangka anak seusia Nicholas adalah anak yang begitu tulus dan baik. Bagaimana bisa anak seperti Nicholas malah tumbuh dari keluarga yang tidak harmonis dan malah berantakan seperti itu. Mira, ibu kandungnya saja tidak bersifat seperti itu. Davide ?? Mungkin sifat itu menurun dari Davide, karena bagaimanapun lelaki itu masih memiliki sifat tenang dan tulus meskipun menutupi sisi gelap dalam dirinya.
Ting.. Tong...
Sebuah bel berbunyi, membuat Kaylie menoleh ke arah pintu depan, lalu tidak lama seorang pelayan datang menemui Kaylie dan berkata kepada Kaylie.
“Nyonya.. Ada tamu di luar.”
“Siapa ??”
“Dia bilang, dia adalah rekan kerja dari Tuan Davide.”
“Davide sedang pergi, biar aku coba menemuinya.”
Pelayan itu mengangguk meninggalkan Kaylie, lalu Kaylie sendiri berjalan menuju ke pintu depan, dan melihat siapa rekan yang dimaksud. Dan berfikir jika dirinya mungkin bisa menjelaskan kepada orang tersebut jika Davide sedang tidak di rumah. Sebenarnya Kaylie bisa menyuruh pelayan untuk berkata kepadanya, tapi.. Rasanya terkesan tidak sopan, apalagi ini adalah rekan kerja Davide, mungkin ada sesuatu yang penting. Jadilah Kaylie berjalan menuju pintu dan menyambut tamu itu.
“Selamat datang, maafkan aku, tuan- Eh ?? Tuan June ??”
Sosok di depannya ternyata adalah June yang sempat menjadi partner kerja di Perusahaan Florian. June tersenyum, dia sempat menundukkan kepalanya secara perlahan lalu mengangkat kepalanya, dan menatap ke arah Kaylie.
“Maafkan aku, tidak sempat datang ke pernikahanmu.”
“Tidak apa, Tuan June.. Kau pasti sangat sibuk, lagipula acaranya benar-benar mendadak.” Ujar Kaylie tertawa kecil.
June menatap wajah indah cantik di depan matanya, apalagi saat wajah indah itu tertawa, rasanya ada sesuatu dalam diri June yang tidak bisa dia tahan. Ada sesuatu di antara mereka, entah apakah Kaylie merasakannya atau tidak, atau hanya dirinya yang merasakan secara sepihak ?? June tidak peduli.
Sesuatu itu seperti ganja yang membuatnya kecanduan akan sesuatu, membuat June terus menerus ingin melihat wajah cantik nan rupawan di depannya itu. Harus June akui, Davide benar-benar lelaki brengsek yang beruntung, lahir dari keluarga perusahaan besar, dan mendapatkan gadis secantik Kaylie.. Dirinya hanya bisa merebut Mira yang tidak diinginkan Davide sejak awal, Mira wanita bodoh yang hanya tergila-gila akan harta, bahkan bisa wanita itu bisa kalian pancing dengan uang koin.
Pantas saja, Davide langsung membuang Mira tanpa berfikir panjang, dan bahkan mampu menarik Nicholas, serta menikahi Kaylie.
“Tuan June.. ??”
“Oh.. Ma..maafkan aku.. Aku hanya teringat akan seseorang saat melihat wajahmu.” Ujar June dengan sedikit malu karena ketahuan menatap ke arah wajahnya.
Ah sialan !! Setelah aku bisa merebut perusahaan Florian, dan menguasai semuanya, aku pastikan akan merebut Kaylie dari tanganmu Davide.. Tunggu saja June menyeringai dalam hatinya, dirinya sangat menginginkan wanita di depannya itu, dan dia bisa membayangkan jika setiap malam, wajah indah itu yang akan menemaninya di atas ranjang selamanya.
“Begitukah ?? Jadi.. Ada apa ?? Apakah ada keperluan dengan Davide ?? Dia sedang pergi.”
“Begitu ?? Baiklah, aku akan kembali nanti.. Sebenarnya ada, tapi... Aku akan menelfonnya nanti.”
“Baiklah aku permisi dulu.”
Lalu June pergi dari sana, daripada dirinya semakin tidak berdaya dengan pesona indah milik Kaylie. Sementara Kaylie tidak pernah menyangka adanya sisi serigala kejam dan licik dalam diri June, wanita itu tetap saja memberikan keramahan dan kesopanan kepada sosok June.
...
Malamnya, saat Davide pulang ke rumah, mereka begitu bahagia, bahkan Davide membawakan makanan kesukaan Kaylie dan juga Nicholas, dari sana semuanya terasa sangat bahagia. Bahkan Alisha dan Nathan memiliki acara sendiri, dan makan di luar. Entah kenapa, mereka belum mengatakan apapun, dan hanya berkata ingin berjalan-jalan sembari makan malam bersama.
Lalu setelah semua selesai, dan kini Davide dan Kaylie berada di kamar, tiba-tiba Kaylie memberikan perkataan misteriusnya, dan itu membuat Davide menatapnya dengan bingung dan penasaran. Kaylie berdiri sembari bersandar di dinding, dan Davide yang sudah duduk di kasur yang terasa empuk dan enak.
“Aku ingin mengatakan sesuatu..”
“Apa itu ??”
“.... Kau pasti senang.”
“Eh ?? Senang ??”
Perkataan itu semakin membuat Davide merasa bingung, lalu Kaylie menyerahkan sebuah barang kepada Davide, membuat lelaki itu membulatkan matanya kaget, lalu tersenyum senang dan bahagia.
“Dugaanku benar !! Yes !!”
“Jangan senang dulu !! Aku masih terlalu cepat untuk hamil ?! Bagaimana Drowny ?!”
“Tenang sayang, aku akan membantu mengurus anak-anak, tapi aku senang !! Aku benar-benar bahagia !!”
Kaylie menghela nafasnya berat, lalu Davide bangkit dari kasurnya dan memeluk Kaylie dengan erat. Lalu dia berbisik ke pada Kaylie dengan senang tapi juga licik.
“Karena aku menang taruhan, maka hari ini aku bisa mendapatkan jatahku.”
Kaylie langsung mendorong tubuh Davide, meskipun tidak bisa melepaskan pelukan tapi setidaknya membuat jarak antara Davide dan Kaylie.
“Taruhan ?! Aku tidak pernah membuat taruhan ?! Dan aku baru saja hamil, dasar brengsek, bejat !!”
“Sayang.. Ayo kita buat kembar di dalam perutmu.. Aku ingin anak kembar !!”
“Tidak akan sialan !!”
“Sayang~”
“Davide !! Menurut atau kau tidur di luar.”
“Jatah atau aku harus mengikatmu ??” Ujar Davide menyeringai licik, membuat Kaylie menghela nafasnya berat, kenapa sih bisa-bisanya Kaylie jatuh kepada lelaki brengsek seperti Davide.
“Kau benar-benar iblis bernafsu !!”