
"Semua sudah siap, saatnya pulang."
"...."
"Tunggu, apalagi.. ?? Kau ingin aku pulang sendiri ??"
Itu lebih baik Batin Kaylie saat melihat Davide tidak mengatakan apapun, dan tidak menyalakan mobilnya. Lelaki itu memandang ke arah Kaylie, dan kemudian tangannya meraih tangan wanita itu.
Seperti biasanya, Davide akan mengantar dan menjemput Kaylie, meskipun wanita itu tahu sebenarnya itu hanyalah akal-akalan Davide untuk bisa mendekatinya, tapi Kaylie tidak bisa menolak. Dia yakin lelaki itu akan kembali mengancamnya, jadilah tidak ada yang bisa Kaylie lakukan selain menuruti perintah Davide. Dan lagipula Davide pasti akan langsung menariknya masuk ke dalam mobil jika Kaylie menolaknya.
"Dimanakah lelaki brengsek itu menyentuhmu ??!!" Ujar Davide menatap ke arah Kaylie dengan tatapan tajam dan nada sedikit marah.
"Eh ?? A..Apa maksudmu.. ?? Tuan June ?? Dia hanya membicarakan masalah kerjasama dan-" Kaylie yang mendapatkan pertanyaan seperti itu malah merasa kaget dan bingung, tapi juga sedikit gugup karena tatapan Davide kepadanya.
"Aku melihat, dia memegang tanganmu." Potong Davide saat mengatakan mengenai June yang menyentuhnya.
"Oh, iya dia bersalaman denganku.. Apakah.. Apakah ada masalah.. ??"
"Tentu saja itu masalah, dia menyentuhmu !!"
Kaylie terdiam mendengarkan perkataan dari Davide, "A..apakah kau cemburu ??"
"Tentu saja aku cemburu !! Aku tidak suka melihat apa yang menjadi milikku di sentuh oleh orang lain !! Aku tidak peduli, fakta jika dia bercinta dengan istriku, tapi aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu !!"
"Eh, dia apa-"
"Kaylie, ingat baik-baik !! Jangan biarkan dia mendekati atau menyentuh mu, paham ?!"
Kaylie mengangguk, Davide sedikit mulai meredakan kemarahannya. Sepertinya dia terlalu berlebihan memarahi Kaylie sampai seperti itu, gadis itu bahkan tidak tahu apapun.
"Maafkan aku, aku hanya tidak suka kau berdekatan dengannya." Ujar Davide dengan nada suara sedikit lebih rendah dari sebelumnya.
"Tidak apa." Ujar Kaylie, mungkin Davide sedang banyak masalah sehingga lelaki itu mudah marah, dan bahkan saat dirinya..
Eh Tunggu, Davide marah dan cemburu saat Kaylie di sentuh atau berdekatan dengan lelaki lain, apakah.. Lelaki itu benar-benar menyukainya ?? Pipi Kaylie sedikit merona melihat perlakuan Davide.. Tapi otaknya mengingat kenangan saat bersama Damian, suaminya yang sudah meninggal.
Dia adalah lelaki yang baik, tulus, dan selalu lembut dalam memperlakukan, memang berbeda dengan Davide yang terkadang memaksa dan juga tidak mau mengalah, tapi kedua lelaki itu memiliki kesamaan yaitu sangat posesif dan mudah cemburu. Damian bahkan pernah menanyakan 100 pertanyaan jika Kaylie bertemu dengan lelaki teman sekelasnya dulu. Dan entah kenapa sisi posesif Davide mengingatkan Kaylie dengan suaminya dulu.
Sebuah suara dari handphone Davide membuyarkan lamunan Kaylie. Lelaki itu melihat ke arah layar handphone sebelum menerimanya, dan kemudian mengangkat sambungan telepon itu.
"Ya, Darel ?? Ada apa ??"
"Kak ini gawat, sepertinya Mira benar-benar memberitahu soal perselingkuhan mu kepada ayah dan ibu."
"Oh, ****** itu sudah mulai menyiram bensin rupanya, biarkan saja. Aku akan datang ke rumah malam ini dan membantu menyalakan api, dan membakar."
"Kak ini serius, Bagaimana jika mereka mengusir mu ?!"
"Itu lebih bagus, katakan pada mereka coret saja aku dari KK."
"Kak Davide, kau gila ?!"
"Sama sekali tidak, aku normal, mereka yang membuatku gila."
"Lalu bagaimana dengan Nicholas ?? Bagaimana juga dengan aku ?? Bagaimana dengan perusahaan ??"
"Hey tenanglah, aku sudah memperkirakan semua ini, baguslah jika dia mengatakan kepada ayah dan ibu. Aku hanya perlu membantunya membakar suasana, dan mengenai mu.. Kau tinggal pilih saja, aku atau kedua orang itu ??"
"Baguslah."
Lalu telepon di tutup, Kaylie yang melihat dan mendengarkan semua pembicaraan itu sedikit takut, apakah Davide memiliki masalah dengan keluarganya hingga dia berani meminta namanya di coret dari.. Tunggu, kalau sudah menikah, tentu saja seorang anak tidak akan tercatat dalam KK. Seketika wajah nya datar, menatap ke arah Davide.
"Kaylie.. Aku meminta tolong padamu."
"Untuk apa ??"
"Datang bersamaku, dan bawa Drowny juga."
"Eh.. Kau tidak akan melibatkan aku dan Drowny dalam masalah keluargamu, kan ??"
"Maafkan aku, tapi iya. Aku membutuhkanmu dan Drowny, tapi aku memberikan jaminan keselamatan 100% dari mereka." Ujar Davide menjelaskan semua sebelum salah paham dengan Kaylie, bisa-bisa wanita itu ngambek dan enggan menolongnya, atau bahkan meninggalkan nya di saat dirinya sangat membutuhkan bantuan lnya.
Kaylie menghela nafasnya berat.
"Apa yang harus aku lakukan ??"
"Kau harus mengatakan jika kau adalah selingkuhan ku."
"Kau tidak akan mengklaim jika Drowny adalah anakmu, juga kan ??"
"Tanpa perlu berkata apapun, masalah Drowny biarkan mereka bermain dengan pikiran mereka sendiri." Ujar Davide terkekeh pelan, dia sudah bisa menebak bagaimana suasana rumah nanti saat membawa perempuan lain yang menggendong anak.
"Baiklah.. Aku akan membantumu." Ujar Kaylie dengan pasrah.
"Tumben sekali." Davide menaikkan alisnya bingung, biasanya Kaylie terkadang menolak dengan keras permintaan aneh Davide, apalagi jika menyangkut masalah Drowny.
"Jika aku tidak mau, pastinya kau juga akan mengancam ku." Ujar Kaylie dengan datar dan jutek.
Davide tertawa geli, memang benar dia pasti akan mengancam. Dia sebenarnya bukanlah tipe lelaki sadis yang akan membunuh perempuan dengan mudah tanpa ada permasalahan, tapi tetap saja perilaku kejam Davide saat membunuh orang, terlihat di depan mata Kaylie. Bahkan lelaki itu selalu menyimpan senjata seperti pisau dan juga pistol di balik jasnya itu.
"Kau benar-benar mengenali calon suamimu dengan baik." Ujar Davide dengan percaya diri.
"Pede banget ?! Najis !!"
…
"Jadi, dia berselingkuh lagi ??"
Mira mengangguk dengan perlahan, dengan wajah sedih dan air mata yang keluar dari matanya, sementara Darel hanya memutar matanya malas. Dia sudah tahu tabiat busuk Mira yang selalu mengadu kepada kedua orang tuanya.
"Anak itu, jika dia benar-benar lebih menyayangi wanita lain, aku akan menendangnya keluar dari rumah ini !!" Ujar wanita yang sudah terlihat tua bernama Marlina Florian dengan kesal, dia sudah jengah mengenai laporan perselingkuhan dari Davide, putranya.
Dengan suasana yang sedih, hanya Darel dan Nicholas saja yang sepertinya tidak terlalu sedih atau merasa duka, justru sepertinya anak itu senang, karena Davide berkata kepada putranya akan membawa Kaylie ke rumah. Anak itu merasa sangat girang dan riang. Sementara Darel hanya mendengarkan ucapan Mira dengan jengah.
"Aku.. Aku sudah berusaha menjadi istri.. yang baik untuknya.."
"Tenanglah Mira, kami akan berbicara kepadanya, oke ?? Tidak perlu khawatir." Marlina memeluk Mira yang menangis sembari menenangkannya.
"Aku akan menelfon nya untuk datang kemari secepatnya." Ujar lelaki bernama Martin Florian, ayah dari Davide dan Darel. Lelaki itu kemudian mengambil handphone nya dan menelfon salah satu nomer di sana.
Apakah kau benar-benar bisa menghadapi semua ini.. Kak Davide.. Batin Darel merana melihat bagaimana ekspresi dan reaksi dari kedua orang tuanya, yang sepertinya sangat marah.