
"Jadi, kak bagaimana pekerjaanmu tadi ??"
Saat ini, Kaylie sudah berada di rumah. Tangannya mendekap putra kecilnya itu, dan menyusuinya serta menggendong nya menggunakan kedua tangannya. Alisha bertanya dengan sedikit penasaran, dia akan memulai jam kuliah nanti saat magrib, sementara ini masih jam empat sore, masih ada waktu bersantai sebelum datang ke kampus.
Kaylie mengangguk, "Baik-baik saja, hanya.. Saat bekerja aku selalu memikirkan Drowny, rasanya begitu khawatir karena berpisah dari putraku sendiri."
Alisha terkekeh pelan, "Itu wajar saja, kau belum pernah meninggalkan Drowny selama itu. Tapi pasti dengan berjalannya waktu, kau akan terbiasa dengan itu semua."
"Kau benar. Oh iya, kau bisa beristirahat sebelum kuliah nanti, aku tidak mau kau kelelahan dan tertidur di kelas."
"Baiklah, kakakku tercinta."
Alisha kemudian keluar dari ruangan kamar Kaylie dan bersiap untuk kuliah nanti. Sementara Kaylie sendiri mengayunkan Drowny dalam gendongannya dan sedikit bersenandung kecil guna menenangkan putranya itu. Bayi mungil itu tersenyum dengan puas dan bahkan menggenggam tangan Kaylie di sana.
"Pintarnya anak mama.. Ehh, kenapa susunya melumer kemana-mana." Kaylie mengambil tissue dan mengelap seluruh minuman di mulut putra kecilnya itu, wajahnya begitu senang melihat wajah polos putranya itu.
Kaylie bersyukur meskipun suaminya sudah meninggalkan dirinya, tapi suaminya memberikan hadiah paling indah dari pernikahan mereka, yaitu putra tersayang nya, Drowny.
…
Suara orang berteriak kesakitan terdengar, darah tergenang di bagian bawahnya, sementara lelaki itu hanya menikmati dan melihat bagaimana orang-orang bawahannya itu menyiksa musuh-musuh mereka.
Davide memang tidak turun tangan untuk menyiksa mereka, karena dia memiliki rencana sendiri setelah ini. Davide kemudian turun dari kursinya dan kemudian turun ke bagian bawah, dimana banyak orang di siksa di sana. Davide bak raja iblis yang menikmati jiwa berdosa di siksa dengan berjalan di tengah-tengah mereka tanpa rasa kasihan sedikitpun.
"Jadi, Cathy.. Bagaimana ??"
"Sesuai dengan dugaan anda, tuan.. Para bedebah itu dikirim oleh seseorang untuk membunuh anda." Ujar Cathy memberikan laporan melangkah di sebelah Davide.
"Aku heran, kenapa tidak ada satupun musuhku yang tertarik untuk menculik Mira sebagai ancaman."
"Mungkin mereka tahu, jika anda tidak menyukai.. Mira ??"
Cathy tahu, meskipun Mira menikahi Tuannya, tapi Davide melarang Cathy untuk memanggil Mira dengan sebutan nyonya, karena Davide sekalipun tidak berfikir Mira pantas mendapatkan gelar sebagai Nyonya Besar Florian.
"Mereka tahu aku juga tidak mencintai perempuan ****** itu, tapi mereka terkadang menculik selingkuhan ku hanya untuk di sandera. Kalau Mira yang di sandera, aku tidak perlu repot-repot untuk menyelamatkannya." Ujar Davide sedikit bercelatuk kesal.
Sementara Cathy sendiri adalah perempuan kaki tangan Davide dalam masalah bisnis kotor seperti ini, kaki tangan mafia yang memang memiliki keterampilan tersendiri dalam beladiri dan bertarung. Cathy adalah teman semasa kecil Davide sejak dulu, anehnya keduanya tidak sedikitpun memiliki rasa satu sama lain, dan malah bertingkah bak saudara.
"Lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya, Tuan ??"
"Well, setelah ini aku memiliki rencana."
"Apa itu ??"
"Aku akan mendatangi rumah Kaylie dan mencoba merebut hati janda muda yang menarik perhatianku."
Cathy menepuk keningnya sendiri, dia berfikir bosnya memiliki rencana dalam bisnis ini, rupanya rencana percintaan. Cathy terkekeh dan menggelengkan kepalanya, tapi dia tahu siapa itu Kaylie. Pantas saja, atasannya sangat tergila-gila akan janda muda itu. Cathy akui, Kaylie sangatlah cantik dan manis, dia juga perempuan mandiri yang selalu berusaha melindungi dan memperjuangkan putranya itu. Kalau boleh jujur, Kaylie cocok juga dengan atasannya, ditambah bosnya itu sedikit cuek dengan anak.
Kaylie bisa mengajari Davide untuk menjadi orang tua yang lebih baik bagi Nicholas.
"Jangan lupa, belikan makanan atau bunga, Tuan. Perempuan sangat menyukai hadiah."
"Aku memilih makanan, lagipula dia sedang masa sedang menyusui. Pasti membutuhkan makanan banyak. Aku benar-benar akan memborong semua restoran demi Kaylie."
"Aku mendukungmu, bos."
…
Kaylie menggendong putranya menuju meja makan, ini sudah waktunya dia makan malam. Karena Alisha berkata sudah memasak untuk makan malam, tapi mungkin Kaylie harus memanaskan masakan itu terlebih dahulu sebelum menikmatinya untuk makan malam. Beruntung Kaylie masih memiliki kain jarik yang cukup panjang untuk bisa dia gunakan menggendong Drowny di gendongan sembari memanaskan masakan.
"Hmm... Sayur Bening ya ?? Ah, memang memakan sayuran sangat segar dan enak." Celetuk Kaylie melihat lauk yang sudah di sediakan oleh Alisha.
Makanan sederhana yang terlihat enak bagi Kaylie, dan terasa sangat nikmat apalagi sayur bening dengan ikan asin yang digoreng. Sepertinya Kaylie akan makan banyak malam ini.
Baru saja, Kaylie berencana mengambil panci untuk memanaskan sayur, tiba-tiba bunyi bel pintu di luar berbunyi.
Ding dong..
"Eh ?? Siapa lagi itu ??"
Kaylie mau tidak mau harus menuju ke arah pintu depan. wanita itu akhirnya menaruh panci itu kembali dan menuju ke arah pintu depan yang masih membunyikan bel pintu.
"Siapa ya- Kau ?!" Kaylie membuka pintu dan kaget melihat di sana berdiri Davide dengan membawakan begitu banyak bungkus makanan. Dan tersenyum kepadanya.
"Hay baby~"
Kaylie yang kesal awalnya ingin menutup pintu dan mengabaikan Davide, tapi sayang lelaki itu sudah lebih dulu mengganjal pintu dengan kakinya sehingga Kaylie tidak bisa menutup pintunya.
"Sayang, jangan tinggalkan aku sendiri."
Kaylie menarik nafas berat, "Mau apa kau ?!"
"Tidakkah kau membuka pintu dulu, kakiku sakit." Padahal itu hanyalah akal-akalan dari sosok Davide sendiri, mana ada lelaki mafia yang selalu terkena tembakan dan selamat itu, merasa kesakitan hanya karena kaki yang menahan pintu. Tapi Kaylie dengan ogah-ogahan akhirnya membuka pintu dan menatap tajam ke arah Davide.
Beruntung Drowny tidak berteriak atau menangis sedikitpun karena adegan kecil antara Kaylie dan Davide di sana.
"Jadi, kau mau apa ?!"
"Kaylie... Istriku kabur membawa seorang anak." Davide berbicara dengan serius Membuat Kaylie menanggapinya dengan serius juga.
"Eh ?? Kenapa malah kemari ?! Cari sana istrimu dan anaknya ?!" Ujar Kaylie dengan kesal.
"Aku sudah mencarinya, dan aku menemukannya."
"Hah ??"
Davide tersenyum jahil, "Ini istriku ada di hadapanku saat ini." Lalu Davide tertawa pelan melihat ekspresi Kaylie setelah di kerjain.
Kaylie yang kesal, mengambil sandal jepit yang dia pakai dan hendak melempar ke arah Davide, sebelum lelaki itu angkat tangan dan menunjukkan barang yang dia bawa.
"Ehh.. iya.. iya.. ampun.. jangan galak dong, aku bawain makanan buat kamu, ada juga buat si baby kecil."
Kaylie menghela nafasnya, "Ya udah, kamu masuk."
"Yeayy~ makasih sayang~"