
“Davide ?? Kau ??”
Davide hanya menyeringai licik, “Hah.. Well, aku sebenarnya hanya ingin mengurus masalah perceraian, tapi ternyata ada masalah lain yang harus aku urus denganmu.” Celetuk Davide memandang Mira yang kini telah di tangkap oleh polisi, dan duduk di sebuah kursi dengan kedua tangan terborgol.
Davide memang sengaja memberikan laporan segera kepada polisi sebelum Mira mampu melarikan diri, seperti dugaan Davide. Wanita itu hampir saja melarikan diri, jika para polisi tidak sempat menangkapnya.
“Urusan apalagi ini ?! Kau bahkan tidak ada hubungannya dengan Damian !!”
“Tapi aku ada !!”
Tiba-tiba Kaylie muncul dari sana, memandang Mira dengan tatapan tajam seakan dia hendak membunuh Mira saat itu juga. Kaylie muncul tanpa membawa Drowny, karena dia menitipkan putranya kepada Alisha tadi. Kaylie terlihat begitu penuh dengan emosi, di tambah Rendra akhirnya sedikit membuka masa lalu Mira dengan Damian.
Ternyata Mira dan Damian adalah sepasang kekasih, sebelum Damian bertemu dengan Kaylie. Tapi Damian memilih berpisah, karena mengetahui sifat dan karakter Mira yang buruk, dan begitu matre. Selama berpacaran Mira sering berselingkuh dengan lelaki lain demi uang, jadilah Damian merasa begitu jijik dan enggan berhubungan dengan Mira. Putusnya hubungan mereka, membuat Mira begitu patah hati, meskipun dia berselingkuh demi uang, tapi dalam hatinya masih sangat mencintai Damian.
Hingga pertemuan Damian dan Kaylie, lalu hubungan mereka begitu serius dan menuju ke pernikahan. Membuat Mira semakin hancur hati, dan memilih untuk menikahi Davide, yang dijodohkan secara paksa. Pernikahannya dengan Davide sebenarnya karena paksaan, dalam hatinya Mira masih sangat mencintai Damian.
Karena itu, dia sengaja memberikan perintah kepada orang-orang untuk menembak atau melukai Kaylie, tapi karena Damian melindungi istrinya, jadilah Damian yang tewas dalam peristiwa malam itu, dan Drowny juga adalah rencana busuk dari Mira karena iri dan cemburu, apalagi Drowny anak kandung Kaylie dan Damian.
“Kau.. Membunuh suamiku !!!”
Kaylie marah, menampar Mira dengan penuh emosi. Davide yang awalnya ingin menenangkan Kaylie, kini mengundurkan niatnya untuk melerai keduanya.
“Seharusnya bukan kau yang menikah dengan Damian tapi aku !! Dan malam itu seharusnya kaulah yang mati bukan Damian !!”
“Ka..kau !!”
“Sudah cukup.” Ujar Davide melerai, dengan memegang Kaylie. Davide hanya khawatir, Kaylie melakukan hal yang lebih parah daripada sebelumnya, karena Kaylie terlihat begitu emosi dan sangatlah kesal saat ini.
Dan sepertinya Mira tidak memperdulikan tamparan dari Kaylie, dan malah emosi kepada Kaylie. Seakan rencananya gagal itu semua karena Kaylie. Memang wanita sialan Mira, dia bahkan tidak mengakui kesalahannya sedikitpun.
“Jika aku bisa, aku akan menyirammu dengan air keras, seperti yang kau lakukan pada putraku, ****** sialan !!”
“Kaylie.. Kaylie.. Sudah..”
Davide akhirnya mengajak Kaylie untuk keluar dari ruangannya itu, daripada Kaylie menghajar Mira habis-habisan. Jadilah Davide berfikir menenangkan istrinya yang terlihat sangat emosi itu.
...
Di lain tempat, suasana penuh dengan ketegangan. Saat Marlina hampir mempertanyakan mengenai Mira beberapa kali kepada Meghan. Di tambah, wanita itu keluar cukup lama hanya untuk mendatangi Mira. Dan itu membuat Marlina semakin curiga, di tambah Meghan mengatakan jika Mira baik-baik saja, dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.
“Apa kau yakin, jika Mira baik-baik saja ??”
Meghan mengangguk, “Dia hanya ingin beristirahat, karena kemarin dia belajar untuk menggerakkan kaki dan tangannya, tapi dia terlihat kelelahan saat ini.”
Meghan terpaksa harus berbohong kepada Marlina, daripada wanita itu mengalami kumat di bagian jantungnya. Marlina sempat merasa begitu curiga akan ucapan Meghan, karena merasa ada yang janggal pada ucapan Meghan, tapi Marlina tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini.
“Apa dokter sudah memeriksanya ?? Haruskah aku mendatangi kamarnya ??”
“Tidak usah, dokter mengatakan jika Mira membutuhkan istirahat untuk saat ini.”
Sampai kapan aku bisa menutupi semua ini dari Marlina ?? Astaga Davide, apa yang harus aku lakukan sekarang ?? Apakah kita bisa membongkarnya saat ini juga ?? Batin Meghan dengan penuh rasa gelisah untuk saat ini.
Disisi Marlina sendiri, ada perasaan kuat untuk mendatangi kamar dari Mira. Entah kenapa ?? Apakah karena Mira benar-benar mengalami sesuatu yang cukup parah ?? Atau ada hal lain, yang mungkin di sembunyikan oleh Meghan kepadanya ?? Entah kenapa dirinya benar-benar ingin mengetahui mengenai Mira saat ini juga. Tapi Marlina tidak mungkin akan meminta bantuan kepada Meghan.
Aku harus mencari tahu, sepertinya ada sesuatu yang salah Batin Marlina dalam hatinya. Apakah ada sangkut pautnya dengan Davide, putranya sendiri ??
...
Kembali pada Davide dan Kaylie.
Mereka melihat Kaylie tampak frustasi dan menangis, sementara Davide menenangkan di sebelahnya. Nicholas melihat ibu Kaylie nya menangis, dia merasa tidak terima. Dia merasa tidak suka, kepada siapapun yang telah menyakiti ibunya.
“Kenapa Mama Kaylie menangis ?? Siapa yang membuatnya menangis ??” Tanya Nicholas kepada Darel atau Alisha yang ada di sana.
“Nicholas tenang ya, gak ada yang membuat Mama Kaylie nangis kok.” Ujar Darel berbohong, meskipun dia tahu kenapa Kaylie menangis. Tapi tidak mungkin, Darel mengatakan jika ibu kandungnya, Mira yang telah membuat Kaylie menangis dan terlihat sangat sakit hati.
“Nicholas benci sama orang yang udah nyakitin Mama Kaylie.” Ujar Nicholas dengan tetap memandang ke arah Kaylie yang memang tidak terlalu jauh dari mobil mereka.
Apakah.. Nicholas benar-benar bisa membenci ibu kandungnya demi Kak Kaylie ?? Batin Alisha dalam hatinya, menggendong sembari menggerakkan secara perlahan Drowny yang ada di dalam gendongannya.