
***Mohon di baca jangan siang hari, terutama untuk yang masih puasa.
Udah ada peringatan lho, dari Author nya***.
"Ja..Jangan !! Davide !! Jangan lakukan itu !!"
Kaylie masih berusaha keras untuk menahan dirinya dan mendorong Davide, meskipun tenaganya tidak sekuat Davide, setidaknya dengan memberontak membuat nafsu lelaki itu menghilang dan akan melepaskannya, tapi rupanya semua tidak semudah itu. Davide justru semakin bernafsu dan tidak sabar untuk bisa menguasai perempuan itu secepatnya, meskipun dalam hatinya juga merasa kesal karena Kaylie sepertinya tidak terpengaruh akan obat perangsang yang dia berikan.
Jujur, Davide khawatir dengan kesehatan Kaylie jika memberikan obat perangsang dengan dosis yang tinggi, bisa-bisa malah membuat tubuh perempuan itu lemah dan mempengaruhi anaknya juga. Tapi Davide juga tidak tahan, dirinya benar-benar menginginkan Kaylie sejak awal pertemuan.
"Dengar Kaylie.. Bukankah perjanjian awal kita, kau akan menuruti keinginanku."
"Apakah kau hanya menginginkan tubuhku selama ini ??"
Davide terkekeh pelan, "Bukan hanya tubuh, tapi aku menginginkanmu !! Dan aku ingin menjadi kekasihku, selingkuhan ku."
"Ke..kenapa aku ??"
"Kau sempurna Kaylie... Jika kau menuruti keinginanku, maka aku akan menjamin semuanya, termasuk nyawa anakmu itu."
"Kenapa ?! Aku bisa menjaga putraku !! Memang siapa yang mengincar nyawa putraku ?!"
"Aku."
Kaylie menatap kaget dan tidak percaya, "A..apa ??"
"Iya, Kaylie.. aku akan mengincar nyawa putramu jika kau terus menolak keinginanku."
"Brengsek !!"
Davide terkekeh licik di sana, "Jadi bagaimana.. Hmm ?? Serahkan tubuhmu padaku, dan turuti semua keinginanku, sayang."
Kaylie terdiam sejenak, dia tidak tahu bagaimana bisa dirinya terjebak dalam permainan licik mafia brengsek di depannya itu. Tapi, Kaylie tahu dirinya tidak bisa main-main dengan Davide, apalagi mengetahui sifat asli lelaki itu yang merupakan sosok kejam nan bengis.
"Ba..baiklah.."
"Gadis pintar, tidak perlu berfikir terlalu rumit. Lagipula, dengan menghancurkan pernikahanku, maka aku akan memberikan apapun yang kau inginkan." Bisik Davide dengan nada senang, saat Kaylie sepertinya mulai takluk di hadapannya itu.
…
"Aduh, Kak Kaylie kok belum pulang ?? Ini udah hampir jam 11 malam." Ujar Alisha dengan gelisah.
Tidak hanya Alisha, bahkan Darel beberapa kali menghubungi nomer dari Davide, tetapi lelaki itu tidak mengangkatnya. Sementara Nicholas sudah tertidur pulas di samping Drowny kecil yang juga tertidur di sana. Aneh, padahal ruangan itu tidak menggunakan AC, tapi Nicholas bisa tidur dengan nyaman dan tidak merasa kepanasan meskipun hanya menggunakan kipas angin.
"Aku udah menghubungi kakakku, kayanya handphone mati deh." Ujar Darel juga ikutan gelisah.
"Terus ini gimana ??"
"Gini aja, aku tidur di sofa ya, kita tunggu besok pagi aja." Usul Darel, karena merasa jika Kaylie tidak akan kembali pada malam hari, dan sepertinya firasatnya benar-benar sangat tidak enak, begitu pula dengan Alisha.
"Memang sebelumnya gak di kasih tahu apapun ??"
Darel menggeleng, dia benar-benar tidak tahu apapun. Semua di luar rencana dan pemikirannya.
"Aku cuma di bilangin kalau di suruh nemenin Drowny kecil. Tapi gak di kasih tahu kapan pulangnya sih, Kaylie bilang gak sampai malam."
"Ya udah, kalau gitu tunggu besok aja."
"Nicholas, gimana ??"
"Gak papa, biarin dia tidur disini. Kasihan kalau di pindahin, ntar malah kebangun."
"Ehm.. Sebenernya disini ada kasur tapi bawah, kalau kamu... mau ??"
"Eh, gak papa ??"
Alisha mengangguk, lagian Darel adalah adik dari bos Kaylie masa iya di kasih tempat tidur di sofa. Tapi, sebenarnya Alisha juga tidak enak memberikan kasur bagian bawah, mau bagaimana lagi ?! Atau.. Suruh tidur di atas nemenin Drowny sama Nicholas.
"Atau kamu tidur di atas aja, sekalian nemenin Nicholas juga, sama jagain Drowny. Biar aku yang tidur di bawah."
"Hah ?? Kan ini.. kamar kamu.."
"Gak papa kok, aku biasa tidur di bawah."
Darel terdiam sejenak, tapi kemudian dia mengangguk, "Ya udah deh."
…
Davide menghirup aroma tubuh Kaylie, mencium dan menjilat leher perempuan itu, sementara kedua tangannya sibuk melepaskan pakaian Kaylie serta pakaian dalamnya. Sementara Kaylie sendiri hanya bisa menahan diri, dirinya antara khawatir, takut, panik, bingung tapi juga terpaksa pasrah pada keadaan.
Setelah merasa tubuh Kaylie tidak tertutupi oleh kain apapun, tangan Davide kemudian menelusuri tubuh indah dan seksi milik Kaylie, tangannya menyentuh beberapa titik sensitif perempuan itu dan membuat tubuh Kaylie bergetar merasakan sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya.
Davide merasakan getaran itu, dan menyeringai licik. Kaylie mulai perlahan mengeluarkan suara dari mulutnya dan itu membuat Davide merasa sangat puas.
"Akh.. Da..Davide.. Hen..hentikan.."
"Kenapa ?? kau menikmatinya ??"
"Ti..tidak.. ah !!"
"Tidak ??"
Davide mulai bergerak di kedua gunung besar milik Kaylie, tangannya perlahan meremasnya, memijat pelan, dan bermain di bagian titik sensitif pada dadanya itu, membuat Kaylie tidak bisa menahan diri, tangan Davide benar-benar lihai bermain pada kedua dada besarnya itu, hingga cairan putih keluar dan meluber ke dada besar itu.
Davide yang mengetahui itu, berfikir untuk menyiksa Kaylie dengan sensasi yang lebih kuat dan nikmat. Davide kemudian menjilati cairan putih ASI yang meluber pada dada Kaylie, membuat wanita itu menarik rambut lelaki itu dengan kuat merasakan lidah Davide bermain-main di bagian dadanya.
"Da..Davide !! hen..hentikan !!"
"Kau terlihat sangat menikmatinya."
"Ti..tidak... !!!"
"Benarkah ??"
Dengan jahil, Davide kembali menjilati bagian dada Kaylie, membuat tarikan di rambutnya semakin kuat, tapi justru itu membuat lelaki itu semakin bersemangat untuk melakukan lebih dan lebih. Rasanya Davide tidak pernah merasakan sensasi nikmatnya berhubungan intim sebelumnya, entah dengan Mira, atau dengan selingkuhan lainnya sebelum Kaylie.
Tapi kali ini, rasanya lelaki itu benar-benar sangat bersemangat apalagi penolakan awal dari Kaylie membuat Davide terasa seperti tertantang karena perlakuan Kaylie.
Setelah beralih ke bagian dada besar itu, Davide mulai menurun ke bagian perutnya dan mulai menjilati dan tangannya mencari titik sensitif lainnya. Hingga tangannya turun ke bagian bawah, dimana titik paling sensitif seorang perempuan, Kaylie tersentak saat mendapati tangan nakal di bagian bawahnya.
"Da..Davide.. Kau.."
"Perempuan selalu terkejut saat aku menyentuh nya, bagaimana jika aku bermain dengan lidahku ??"
Kaylie menggelengkan kepalanya, tapi Davide tidak memperdulikan itu. Dia bahkan bisa melihat wajah memerah Kaylie dan matanya berair, lelaki itu yakin Kaylie pasti menangis mengeluarkan air matanya saat Davide menyiksanya dengan sangat kuat. Mungkin seharusnya, Davide mengikat kedua tangannya, tapi itu bisa menjadi bahan pertimbangan Davide di acara ranjang selanjutnya. Untuk awal, dia akan menunjukkan kepada Kaylie betapa liarnya sosok seorang Davide di atas ranjang.
Davide mulai melebarkan kedua paha perempuan itu, dan mulai mendekatkan wajahnya pada titik sensitif Kaylie, dengan lidahnya Davide mulai bermain-main di sana. Kaylie tidak bisa berkata apapun, dia merasakan tubuhnya di terjang rasa nikmat, geli dan semuanya membuat kepalanya hampir pecah. Ini benar-benar gila !!
Bagaimana bisa sosok seorang Davide bermain begitu liar disini.