
“Tunggu.. Jadi.. ??”
Kaylie akhirnya menceritakan semuanya kepada Alisha, dengan panjang, jelas dan detail. Dia tidak mau ada kesalahpahaman antara dia, Kaylie, dan Davide. Kaylie menceritakan semuanya dan mengatakan semua apa yang sebenarnya dia pikirkan dan dia rasakan kepada Davide.
Kedua gadis itu sedang berada di ruang tamu, dan berbicara dengan santai. Nicholas masih berada di kamarnya dan masih tertidur, di saat inilah, Kaylie memanfaatkan momen untuk berbicara secara pribadi kepada adiknya. Dan sepertinya perkataan Kaylie membuat kabar yang mengejutkan adiknya, beruntung saja Alisha bukan orang yang memiliki penyakit jantung. Jika iya, maka Alisha pasti akan masuk ke rumah sakit saat ini.
Disisi lain, Alisha sendiri terkejut bukan main, jadi.. Davide adalah seorang penjahat yang kejam dan tidak memiliki hati, itu sangat berbeda dengan perilaku Davide di depan mereka selama ini. Lelaki itu terlalu baik untuk menjadi seorang penjahat, apalagi membunuh seseorang. Bukannya Alisha tidak percaya dengan istilah, jangan menilai seseorang dari luarnya, tapi tetap saja itu membuat dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
“Apakah.. Darel juga begitu ??” Tanya Alisha yang entah kenapa memikirkan dan penasaran dengan Darel, adik dari Davide yang juga terlihat lebih ramah dan rendah hati.
Kaylie mengangkat bahunya, “Entahlah, tapi kelihatannya Darel lebih baik perilakunya daripada Davide.”
Alisha mengangguk entah kenapa ada perasaan lega, saat Darel mungkin bukanlah lelaki yang jahat, tapi.. Kenapa Alisha malah senang dengan jawaban Kaylie, padahal kakaknya masih belum pasti dengan jawaban itu. Alisha tidak mau membahas mengenai Darel terlalu banyak.
“Dan.. Apa sekarang ??” Tanya Alisha.
Kaylie terdiam sejenak, lalu kemudian berbicara mengenai apa yang diinginkan oleh Davide semalam, “Dia memintaku untuk menikahinya, dengan ancaman akan menyebarkan secara umum mengenai video.”
Alisha membulatkan matanya, menikah dengan Davide ?? Tapi kenapa ?? Apakah lelaki itu diam-diam menyukai dan mencintai kakaknya ?? Karena Alisha mengetahui arti tatapan yang diberikan Davide kepada Kaylie, yang pernah dia tangkap beberapa momen.
“Vi..video ??”
“Ingat saat aku meeting dan pulang pagi hari kemarin ??”
“Ya ?”
“Dia memberikan aku minuman entah apa, dan dia membawaku ke hotel. Dan.. Ya kau tahulah.”
Alisha menutup mulutnya tidak percaya, ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu, ya meskipun di penuhi oleh paksaan. Alisha sendiri tidak tahu harus berekspresi apalagi, dan membalas apalagi. Dia bahkan merasa seperti mendapatkan kabar yang terdengar mustahil baginya.
“Lalu bagaimana sekarang ??”
“Dia bilang-”
Ding dong
Suara bel pintu depan berbunyi, membuat pembicaraan kedua perempuan itu terhenti sejenak, Kaylie langsung berdiri dari tempat duduknya, sembari menggendong Drowny dengan kain dan satu tangannya menahan kepala anak itu dengan perlahan.
Kaylie membuka pintu depan, dan memberikan ekspresi sudah kuduga serta tatapan datarnya menatap ke arah depan.
“Hai, sayang. Kau merindukanku. Oh iya, bagaimana Nicholas ?? Dan Drowny kecil ??”
“Jangan bertingkah manis setelah mengancamku semalam !”
“Sayang, jangan marah. Aku akan memberikanmu ciuman manis untuk- awh !! Itu sakit !”
Kaylie menginjak kaki Davide dengan kasar sebelum lelaki itu menyelesaikan perkataannya sendiri, membuat Davide memberikan ekspresi kesakitan, meskipun sebenarnya dia tidak terlalu sakit, dia hanya berakting untuk mencari perhatian Kaylie saja.
“Masuk !! Aku ingin berbicara denganmu.”
“Tidak ada yang perlu di bahas sayang, kau harus menuruti permintaanku bukan ??”
“Maksudku.. Mengenai permintaan gilamu itu ?! Separah itukah rumah tanggamu, hingga membuat otakmu bergeser ?!”
Davide tertawa di sana, “Tidak sayang, otakku bergeser karena jauh darimu.”
“Menjijikan !!”
...
“Ayah !!”
Nicholas berlari mendekati Davide yang datang ke rumah. Lelaki itu menundukkan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk memeluk putranya.
“Datanglah kemari, putraku.” Ujar Davide tersenyum senang, anak itu berlari memeluk ayahnya.
Alisha melihat interaksi kedua anak dan ayah itu terlihat sangat bahagia dan saling menyayangi satu sama lain. Alisha menjadi sangsi dan bingung, dia mendengarkan cerita kakaknya dan perilaku Davide sangat berbeda jauh, Davide terlihat seperti lelaki yang baik, tulus dan sopan. Jauh dari penggambaran lelaki jahat, kejam dan licik.
“Maafkan aku malah membuatmu dan Kaylie menjadi kerepotan.” Ujar Davide menatap Alisha dengan ekspresi tidak enak dan sungkan.
Alisha tersenyum, “Tidak apa, malah aku sangat senang dengan kedatangan Nicholas.”
Kaylie kemudian mendatangi mereka berdua.
Davide mengangguk, dia kemudian menatap ke arah Alisha.
“Bisakah aku menitip Nicholas sebentar, nanti aku akan mengajaknya pulang.” Ujar Davide dengan sopan kepada Alisha. Dan di jawab oleh gadis itu, dengan tersenyum.
“Baiklah.”
Lalu Kaylie mengajaknya pergi dari sana, Davide mengikuti dari belakang. Alisha hanya melihat ke arah kakak dan juga Davide berlalu dari sana, gadis itu kemudian menatap ke arah Nicholas dan tersenyum.
“Ayo, Nicholas !! Kita memasak masakan kesukaanmu !!”
“Yeayy, ayo Kak Alisha !!”
...
Awalnya Kaylie hanya ingin mengajaknya berbicara di ruangan berbeda, tapi entah kenapa Davide terus menerus mempertanyakan keberadaan Drowny. Awalnya, Kaylie enggan untuk memberitahukannya, tapi sepertinya Davide memiliki insting yang begitu kuat. Lelaki itu langsung masuk ke kamar Kaylie, dan melihat Drowny tertidur di kotak kasurnya.
“Apa yang sebenarnya kau inginkan ?! Jangan dekati putraku, kau monster !!”
Davide terkekeh, dia mengamati Drowny yang tertidur dengan pulas nya, lelaki itu mendekati bayi mungil itu di sana.
“Monster ?? Akulah monster yang akan kau inginkan, dan kau cintai sayang.”
“Apa sebenarnya niatmu ?!”
“Aku ingin kau menikahi ku, dan tinggal bersamaku. Masalah Alisha, kau tidak perlu khawatir, aku akan memberikan keamanan untuknya.” Ujar Davide.
Kaylie tidak bisa berkata apapun, dia padahal berfikir ingin menjadikan Mira dan kedua orang tuanya sebagai alasan untuk menolaknya. Sepertinya Davide benar-benar serius memaksa Kaylie untuk menuruti keinginannya.
“Kenapa ??” Tanya Kaylie dengan tatapan tajam, dan Davide terkekeh pelan, serta menyeringai licik.
“Aku hanya ingin menjaga putra kecil manismu ini, dan aku ingin mendapatkan seorang istri sempurna sepertimu.”
“Aku tidak sempurna !”
“Dan aku harap kau tidak menolaknya, Kaylie.. Karena jika kau menolak, maka kau tidak akan mendapatkan perlindungan dariku, dan kau tahu orang tuaku dan Mira bukanlah tipe baik dan lemah lembut.”
“Bukankah kau juga begitu ??”
“Benar, tapi aku menyayangi putramu, dan keluargamu. Aku tidak akan melukai mereka.”
Tangan Davide membelai kepala Drowny dengan lembut menggunakan tangannya, dan matanya memandang kagum ke arah bayi mungil yang masih tertidur lelap.
“Berikan aku waktu untuk berfikir.”
“Tidak ada waktu, jika kau mengiyakan maka besok kita menikah. Jika tidak, kau akan memberikan kedua orang tuaku dan Mira untuk menyentuh putramu.” Ujar Davide menyeringai licik.
“Sudah kuduga, semua ini jebakan licikmu, brengsek !”
“Jadi bagaimana, sayangku ?? Kau akan menerimaku, bukan ??”
Kaylie terdiam, dia mengangguk pelan. Davide mengetahui gerakan kepala Kaylie, tapi lelaki itu ingin menggodanya.
“Katakan sayang, berikanlah suara indahmu kepadaku.”
“Ya !!”