
Kaylie menggendong Drowny, sembari menggandeng Nicholas berjalan menuju ke arah supermarket. Davide sudah menyewa seorang sopir untuk Kaylie, agar istrinya bisa pergi jika Davide sedang sibuk bekerja. Dan sepertinya Kaylie memanfaatkan waktu luang, untuk mengajak Nicholas berjalan-jalan sembari berbelanja keluar rumah, mereka mampir di supermarket untuk berbelanja, sekaligus Kaylie hendak memasak masakan untuk suaminya nanti malam.
Nicholas tampak sangat bersemangat karena itu, dia asyik berlarian kesana dan kemari hanya untuk melihat-lihat dan terkadang mengambil snack makanan kesukaannya, sementara Kaylie sibuk mengambil beberapa sayuran dan buah-buahan.
“Nicholas jangan jauh-jauh, sayang. Nanti kau tersesat.” Ujar Kaylie berbicara kepada putranya itu, Nicholas mengangguk.
“Iya mah, aku udah selesai kok. Aku ngikutin mama aja.” Ujar Nicholas dengan patuh.
Anehnya, Nicholas begitu patuh dan menurut kepada Kaylie, padahal dengan Davide atau Darel, anak itu terkadang masih tidak menghiraukan, tapi dengan Kaylie dia begitu taat. Setelah mengambil beberapa sayuran, buah, dan perlengkapan lainnya. Kaylie dan Nicholas menuju ke arah kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.
Setelah selesai semuanya, dan membayar mereka kemudian melangkahkan kaki keluar, menuju ke sebuah stand makanan yang berada di depan supermarket. Disana, Kaylie menawari Nicholas untuk membeli makanan, dan sepertinya Kaylie tahu apa yang disukai oleh Nicholas dan tidak. Nicholas mengangguk, dia sangat suka Sandwich dan burger. Kebetulan ada penjual burger di dekat sana, dan sosis bakar.
“Aku ingin burger !!”
“Hahahaha.. Baiklah.. Tapi belikan mama sosis yang ada di sebelahnya juga.”
“Drowny juga ??”
“Drowny masih belum bisa makan, buat mama aja sosisnya ya..”
“Oke mama !!”
Kaylie menyerahkan selembar uang kepada Nicholas. Lalu anak itu berjalan dengan senangnya, dan riangnya membeli makanan disukainya. Kaylie menaruh beberapa plastik belanjaannya, tidak lama sopir yang menunggu di dalam mobil mendatangi Kaylie dan berbicara dengan sopan.
“Nyonya.. Saya akan memasukkan barang-barang ke mobil.”
“Oh.. Oke.. Gak usah semuanya, nanti sisanya aku aja.”
“Tidak apa, Nyonya.. Sekalian saja.. Lagipula kondisi nyonya sedang hamil, jangan membawa barang terlalu banyak.”
“Ya udah..”
Kaylie tidak bisa menolak ucapan sopir itu, karena jika sampai Davide tahu, maka Kaylie tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya nanti. Setelah seluruh barang bawaan sudah di bawa pergi, sang sopir kemudian berpamitan pergi dari sana dengan sopan, setelah itu Kaylie sendirian dengan Drowny, berfikir untuk mendatangi Nicholas di stand tersebut, tiba-tiba sebuah suara terdengar membuat Kaylie menolehkan kepalanya ada yang memanggil namanya.
“Kaylie.. ??”
Kaylie menoleh mendapati June sedang bersama dengan kedua orang tua Davide, Kaylie terdiam sedikit kaget dan bingung, tapi dia tidak takut sedikitpun. Dia tidak takut, karena ucapan Davide yang menguatkan dirinya, agar tidak terlalu larut dalam perkataan dari orang lain, termasuk jika dirinya di hina sebagai perempuan murahan, maka Kaylie boleh berdiri dan membela diri karena pada dasarnya dia tidak salah, yang salah adalah Davide.
“Oh.. Tuan June..” Ujar Kaylie dengan sopan tapi juga sedikit bingung bagaimana cara dia harus menyapa atau berkata apalagi.
Lalu Nicholas berlari membawa bungkus berisikan burger dan juga sosis pesanan Kaylie, sembari memanggil wanita itu.
“Mama Kaylie !!” Ujar Nicholas berlari dan kemudian menyerahkan bungkus makanan itu ke Kaylie, dan tersenyum dengan senang.
“Makanannya udah datang !! Nicholas suka !!” Ujar Nicholas dengan riang, membuat suasana semakin memburuk.
June memandangi Nicholas sembari mengingat perkataan Davide, yang menyatakan jika anak itu bukanlah anak kandung Davide.. Apakah itu anak dia ?? Anaknya dan Mira ?? Rasanya June ingin sekali menyelidiki setidaknya untuk memeriksa menggunakan test DNA. June benar-benar merasa penasaran dengan perkataan dari Davide.
Disisi lain, Marlina dan Martin terlihat kaget bukan main, Nicholas memanggil Kaylie dengan sebutan mama ?! Dia bahkan terlihat bahagia dengan keberadaan Kaylie sebagai ibunya. Kedua orang itu terdiam membatu, Marlina ingin sekali marah dan meluapkan emosi karena melihat pemandangan yang membuatnya tidak habis pikir, kenapa Nicholas malah menerima Kaylie sebagai ibunya daripada Mira ?!
“Nicholas ??”
Nicholas menolehkan kepalanya melihat kakek dan neneknya di sana, tapi entah kenapa anak itu terdiam sebentar lalu tersenyum tapi tetap tidak mendekati kedua orang tua itu, dan hanya menyapanya dari kejauhan.
“Nenek !! Kakek !! Hai..” Ujar Nicholas tapi tetap tidak mau beranjak dari sisi Kaylie di sana.
“Nicholas.. Dekati mereka.”
“Gak mau.”
“Ke..kenapa ??”
“Papa bilang untuk terus berada di samping Mama Kaylie, dan gak boleh deket sama siapapun.” Ujar Nicholas dengan polosnya, membuat kedua orang tua itu terpaku apakah Davide benar-benar semarah itu sehingga tidak membiarkan Nicholas dekat dengan mereka ??
Sepertinya anak ini lebih dekat dengan Davide ?! Akan lebih sulit bagiku mencari tahu semua ini, Mira tidak mungkin akan membuka mulutnya begitu saja Batin June menanggapi ucapan dan perilaku Nicholas yang sama sekali tidak mau menuruti ucapan Kaylie untuk mendekati mereka.
“Nicholas, apa kau membenci kami ??” Tanya Martin dengan perlahan, Nicholas mengangguk. Membuat semua yang ada disana terdiam kaget, bahkan Kaylie sendiri.
“Nicholas, bukankah aku sudah memberikan pelajaran, untuk tidak membenci seseorang ??” Ujar Kaylie sedikit tegas, tapi Nicholas menggelengkan kepalanya.
“Papa yang bilang.. Kalau Kakek, Nenek, dan Mama Mira itu jahat, aku gak boleh deket mereka.” Ujar Nicholas dengan gamblangnya, membuat Kaylie merasa kesal dalam hatinya.
Aku akan bicara dengannya ?! Bagaimana bisa dia mengajari hal seperti itu kepada anak kecil seperti Nicholas ?! Batin Kaylie dengan marah dan kesal, bagaimana bisa Davide malah mengajari hal yang tidak baik kepada anaknya sendiri ?!
“Davide.. Yang mengajarimu seperti itu ??” Ujar June dengan penasaran, tapi biarlah saja.. Dia memang sengaja ingin menciptakan api lebih panas dengan suasana seperti ini, bisa menjadi adu domba yang menarik apalagi Nicholas adalah satu-satunya yang dianggap sebagai pewaris perusahaan Florian.
Nicholas mengangguk, “Dia bilang, kalau kakek, nenek dan Mama Mira itu jahat sama Mama Kaylie, makanya Papa nyuruh gak boleh deket-deket sama mereka.” Ujarnya dengan polos dan lugu, membuat June semakin berfikir jika ini bisa dia jadikan sebagai ajang adu domba yang sebenarnya, tapi.. Apakah Kaylie akan terkena dampaknya ??
“Kenapa ayahmu berkata hal yang tidak pantas seperti itu ??” Ujar Marlina semakin penasaran dan bingung, kenapa Davide bisa-bisanya berbicara dengan sangat tidak pantas.
Belum sempat Nicholas menjawab tiba-tiba sosok lelaki sopir milik Kaylie datang berkata kepadanya.
“Nyonya, Tuan Davide memberikan kabar kepada saya untuk segera membawa anda pulang ke rumah.” Ujar sang sopir itu berbicara kepada Kaylie.