Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 35



“Carilah gaun mana yang kau suka, jika sudah kau bisa menemui ku di luar.”


Davide mengajak Kaylie ke sebuah butik khusus gaun, dan di sana terpajang beberapa gaun pengantin yang tampak indah, dan mewah, tapi harganya sangatlah mahal. Kaylie menatap ke arah Davide dan berbicara dengan perlahan saat mendekati lelaki itu.


“Tidak bisakah kita mencari gaun yang lebih murah, atau jika kau mau aku bisa menjahit untuk kita berdua.” Ujar Kaylie berbisik, Davide tertawa pelan.


“Untuk masalah harga, jangan khawatir. Aku akan membayarnya untukmu sayang.” Ujar Davide berbisik dengan nada lembut ke arah wanita itu.


“Tapi-”


“Tidak ada tapi-tapian, ayo carilah apa yang kau inginkan. Aku sudah mendapatkan jas yang aku perlukan.”


“Kau benar-benar keras kepala.” Kaylie menghela nafasnya berat, dia sebenarnya bukan tipe perempuan yang selalu menggantungkan hidupnya pada lelaki lain, kecuali suaminya dulu, saat masih hidup.


“Aku menganggapnya sebagai pujian sayang, baiklah aku keluar sebentar, jangan terlalu lama memilih.” Davide sempat mengecup kening Kaylie perlahan, lalu keluar dari toko.


Sementara beberapa pelayan toko, tersenyum melihat kejadian di depan mereka. Dan berfikir betapa romantisnya Davide dan Kaylie, keduanya benar-benar sangat romantis dan begitu unik. Davide yang sudah keluar dari toko, dan Kaylie yang akhirnya bertanya kepada pelayan mengenai beberapa gaun lainnya.


...


Davide berdiri di depan toko, memandangi sekitar, dia tahu seperti apa karakter dari Mira. Meskipun Davide mengajak Kaylie ke tempat yang tidak pernah di kunjungi oleh Mira, tapi lelaki itu tetap berhati-hati dan juga waspada dengan keadaan sekelilingnya.


Tapi tetap saja, tidak ada hal yang mencurigakan di sekitar sana, hanya orang lewat dan beberapa pengunjung toko yang juga masuk ke sana. Davide berfikir hendak masuk kembali menemui Kaylie, hingga matanya menangkap seorang tunawisma yang duduk di sekitar toko, tidak jauh dari sana.


Disisi lain, Kaylie sendiri sudah memilih pakaian gaunnya, dia kemudian berpamitan sebentar dengan pelayan tersebut.


“Aku permisi, aku harus memanggil... Kekasihku.”


“Tentu saja, nyonya silahkan.”


Kaylie keluar dari toko dan mencari Davide, hingga dia melihat sebuah pemandangan yang sangat langka dalam hidupnya. Davide, sosok lelaki yang terlihat egois, pengancam, dan licik terlihat begitu rendah hati dan baik, memberikan beberapa uang untuk seorang tunawisma lelaki tua, dia bahkan mengajak berbicara dan terlihat ramah.


Bisa Kaylie lihat wajah tampan, dan keren Davide saat bersifat rendah hati dan ramah seperti itu, berbeda saat dia sedang mengancam dan egois terlihat begitu kejam bak iblis, tapi saat seperti ini dia lebih mirip malaikat. Tidak lama, Davide meninggalkan lelaki tunawisma yang terlihat sangat senang dengan pemberian dari Davide, seakan dia adalah seorang yang kehausan di padang pasir dan di berikan air gratis oleh seorang malaikat.


Davide kemudian mendekati Kaylie.


“Maaf membuatmu menunggu lama, aku tadi sedang berbicara dengan seseorang.” Ujar Davide, Kaylie hanya mengangguk, dia enggan memuji atau apapun itu, dia yakin Davide pasti akan besar kepala jika mendengarkan pujian dari Kaylie.


“Tidak apa.”


“Baiklah, ayo kita masuk.”


...


“Baiklah, aku tahu kau pasti akan bertanya kepadaku, bukan ??”


Darel saat ini, hanya bisa menghela nafasnya. Alisha belum mengatakan apapun dari mulutnya, tapi mata dan juga wajahnya sudah melukiskan semuanya. Darel hanya bisa terdiam, bingung dan tidak tahu harus menjelaskan seperti apalagi mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


“Singkat saja, Davide, kakakku menyukai kakakmu.”


“Hanya menyukai.. ??”


“Entahlah, aku sebenarnya juga bingung. Dia menyukai atau mencintai kakakmu.”


“Atau terobsesi ??”


Darel mengangkat bahunya, “Aku tidak tahu, tapi dia berkata akan merawat dan menjaga Drowny juga. Dia akan mengangkat bayi mungil itu sebagai anaknya.”


“Itu sudah jelas, kau lihat saja bagaimana reaksi Nicholas saat itu.” Ujar Alisha dengan memberikan tatapan datar, dia ingat tadi pagi bagaimana reaksi Nicholas saat mengetahui pernikahan ayahnya dan juga Kaylie.


“Sebenarnya apa yang terjadi pada kakakmu, istrinya, dan anakmu ?? Nicholas bahkan jauh lebih dekat dengan Kaylie, dan Davide ??”


Darel mengangkat alisnya, “Kau.. Tahu mengenai istri dari Kak Davide ??”


Alisha mengangguk, “Kaylie sudah menceritakan semuanya kepadaku. Termasuk mengenai istri dari Davide, tapi dia tidak mengatakan namanya..”


“Mira. Istri Kak Davide namanya Mira, Kak Davide memang tidak pernah mencintai Mira, karena pernikahan mereka hanya berdasarkan perjodohan paksa.” Ujar Darel menjelaskan sejak awal, Alisha mengangguk.


Darel terkekeh pelan, “Tidak sama sekali, hubungan mereka semakin rusak dan rumit. Aku pernah di tampar oleh Kak Mira, saat mereka berdua bertengkar.”


Alisha mengangguk, dia terdiam sejenak. Bukankah itu artinya, Mira dan Davide masih sah sebagai suami istri ?? Apakah bisa mereka menikah, bagaimana tanggapan dari orang-orang di sekitar mereka yang akan mencap Kaylie sebagai seorang pelakor ?? Alisha membulatkan matanya.


“Darel, kita harus menghentikan mereka !!” Ujar Alisha secara tiba-tiba.


“Eh.. Ke..Kenapa ??”


“Kak Davide dan Kak Mira masih terikat pernikahan, bukan ??”


“I..iya ??”


“Ini namanya perzinaan !! Apa yang akan orang-orang pikirkan tentang Kak Kaylie nantinya ?! Aku.. Aku tidak akan membiarkan Kak Kaylie mengalami penderitaan untuk kesekian kalinya ?!”


“Woah.. Woah.. Tenang Alisha.. Santai, oke ?? Tenangkanlah dirimu.” Ujar Darel melihat nada suara dari Alisha yang berbicara tampak begitu panik dan juga bingung.


Alisha menarik nafas beberapa kali, dia mencoba mengontrol pikiran negatifnya itu, dan berfikir untuk bisa lebih tenang dan tidak terbawa suasana yang tegang dan juga rumit ini. Setelah tenang, barulah Darel mulai berbicara.


“Sebenarnya, Kak Davide kemarin sudah mengatasi semuanya. Dia berfikir akan mengeluarkan diri dari Keluarga Florian, dan membangun marga sendiri. Itu artinya perjanjian pernikahan Mira dan Davide bisa di rubah dan berujung pada perceraian mereka berdua.” Ujar Darel menjelaskan secara rinci mengenai rencana dari Davide sedikit, ya mau bagaimana lagi. Darel tidak memiliki pilihan lain selain, mengatakan kepada Alisha mengenai semuanya, dan berharap jika Alisha bisa menerima dan memberikan sebuah dukungan serta solusi.


Alisha terdiam sejenak, mencerna semua perkataan dari Darel di depannya.


“Itu artinya, posisi Kaylie bukan sebagai pelakor ??”


“Sebenarnya iya, hanya saja. Kak Davide menemukan cara agar dirinya bisa semakin di benci dan di usir oleh keluarga Florian sendiri.”


“Lho, kenapa ??”


Darel terdiam, “Maaf aku belum bisa memberitahu semuanya. Intinya Kak Davide Cuma pengen keluar dari Keluarga Florian dengan memberikan sebuah cap paling jelek dan buruk, tapi tenang Kaylie tidak akan terkena impas dari rencana ini.”


“Kau berjanji ??”


“Aku akan membantu Kaylie jika posisinya terdesak, nanti.”


Alisha terdiam, kemudian mengangguk dan pasrah saja, “Baiklah, tapi ingat !! Jika sampai ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kak Kaylie, maka aku tidak akan tinggal diam !!”


“Iya, kau tenang saja, masalah itu, aman.”