
“Hey.. Anak-anak sudah tertidur..”
“Lalu ??”
Kaylie masih acuh dan tidak memperdulikan tatapan Davide kepadanya. Wanita itu melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan memastikan agar Drowny tertidur dengan lelap di kotak tempat tidurnya yang memang masih satu ruangan dengan Kaylie dan Davide. Wanita itu masih terlihat sangat khawatir meninggalkan Drowny tertidur di ruangan yang berbeda, jadilah wanita itu mengayunkan pelan tempat tidur Drowny memandangi wajah manis putranya itu, sementara Davide masih memandangi wanita cantik yang kini sudah menjadi istrinya itu, bahkan setelah beberapa kali bersama, Kaylie masih saja terlihat cantik di matanya, apalagi saat Kaylie menggunakan piyama di tubuhnya.
“Tidurlah..”
Kaylie terdiam, dia kemudian memandang ke arah Davide, dan dia sudah menduga bagaimana tatapan dan reaksi lelaki itu kepadanya.
“Aku tahu isi pikiranmu !! Dasar lelaki mesum !!” Ujar Kaylie dengan ketus dan sedikit kasar di sana.
Davide hanya tersenyum licik, “Ayolah kita sudah menikah.. Ada yang kurang, jika malam pertama, kita tidak melakukannya.”
“Hey, tidak perlu malam pertama pernikahan, bahkan saat pertama bertemu, matanya sudah menunjukkan semua sisi mesum, gilamu itu !!” Ujar Kaylie dengan sedikit ketus dan masih dalam kondisi marahnya.
“Sayang~ jangan paksa aku untuk menyeretmu ke atas kasur.” Ujar Davide menyeringai di sana memandangi ke arah Kaylie. Sementara wanita itu menghela nafasnya berat, dia kemudian mendatangi Davide yang sudah lebih dulu berbaring di atas tempat tidur.
“Haruskah aku memasang tembok di atas kasur, untuk membatasi wilayah tidurmu dan tidurku ?!”
“Jangan bercanda sayang, kemarilah, tertidur di sebelahku.”
Kaylie yang awalnya ogah-ogahan, Davide kemudian memegang tangan wanita itu dan menariknya hingga jatuh ke atas kasur, dan langsung memeluk Kaylie dengan erat.
“Lepaskan aku !!”
“Tidak akan..”
Kaylie menghela nafasnya secara kasar, “Lalu sekarang apa maumu ?!”
Davide tidak berbicara apapun, dia hanya melakukan hal yang mungkin akan menganggu dan mengusik Kaylie. Davide mengecup, menjilati bagian telinga wanita itu, kemudian berbisik menggodanya.
“Kaylie~ Apa kau benar-benar enggan untuk melakukannya denganku ??” Bisik Davide dengan nada menggoda.
“Le..lepaskan aku...”
Davide mulai memberikan gigitan kecil di telinga Kaylie, membuat sensasi rasa geli menjalar di tubuh Kaylie, wanita itu merasa geli, dan tidak nyaman sebenarnya, tapi Davide terlalu kuat dia bahkan tidak berdaya di pelukan lelaki itu.
Davide kemudian membalikkan tubuh Kaylie hingga berbaring telentang di atas kasur, dengan Davide berada di atas tubuh Kaylie. Wanita itu masih berusaha menahan Davide, meskipun dirinya tidak berdaya, tapi itu bukanlah masalah besar bagi lelaki itu, dia bahkan tidak terusik sedikitpun dengan pergerakan Kaylie.
“Sayang... Tenanglah..”
“Da.. Davide hentikan !!”
“Jangan sampai aku mengikat kedua tanganmu dengan tali, sayangku.”
“Kau pikir aku takut ?!”
Davide terdiam mendengarkan tantangan Kaylie itu, tapi lelaki itu menyeringai licik di sana, dan sepertinya itu menjadi alarm tanda bahaya bagi Kaylie sendiri.
Beberapa menit kemudian..
“Hey !! Davide !!”
Kaylie tidak menyangka, Davide benar-benar melakukan pengikatan kepadanya. Apakah laki-laki ini benar-benar gila untuk saat ini ?! Astaga, bahkan setelah pernikahan, Davide memberikan sisi dominannya kepada Kaylie, anehnya dia tidak pernah memberikan sisi dominan ini kepada Mira, padahal Davide terlihat jauh lebih keren dan kuat dengan sisi dominan yang begitu melekat kepadanya.
Meskipun mengikat kedua tangannya, Davide tidak memberikan ikatan yang kasar dan begitu kencang sehingga menyakiti tangan Kaylie. Ikatan dengan dasi itu hanya bertujuan menahan kedua tangan Kaylie, bukan untuk menyakitinya atau mengurungnya di kamar. Davide masih bisa membedakan mana perlakuan untuk menahan atau menyerang.
“Kau benar-benar gila..”
Davide terkekeh pelan, “Aku sudah memperingatkanmu. Jangan harap kau bisa berjalan dengan benar, besoknya.”
“Ka..kau..”
Davide mencium bibir Kaylie dengan lembut, membuat wanita itu tidak bisa melanjutkan perkataannya. Tangan Davide terulur untuk membuka setiap kancing di baju Kaylie, lidah Davide bermain-main di bagian mulut Kaylie, menjilati bibir wanita itu, dan masuk ke dalam mulutnya. Benar-benar terasa begitu panas, bahkan hingga Kaylie kini tidak memberontak, melainkan menikmati permainan gila dari Davide.. Benar-benar di luar nalar semuanya..
...
“Lho, Kak Kaylie kenapa ?? Kok jalannya pincang gitu ??”
Alisha yang di pagi ini, mempersiapkan sarapan untuk seluruh orang yang ada di sana, sebenarnya Davide bisa saja menyewa seorang pelayan. Tapi Alisha menolaknya, lagipula waktunya untuk berangkat ke kampus masih jam 8 nanti, dan Alisha berfikir ini adalah tanda dia berterima kasih kepada Davide yang telah memberikan mereka tempat tinggal yang layak, meskipun itu semua karena Davide menikahi Kaylie, kakaknya. Alisha tetap merasa berhutang budi kepada Davide.
“Oh, ini.. Karena semalam aku terpeleset di kamar mandi, jadinya kakiku sedikit keseleo.”
“Yah.. Berarti, Kak Kaylie gak bisa nganter Nicholas sekolah dong ??” tanya Nicholas dengan sedih.
“Nicholas berangkat sekolah jam berapa ??” Tanya Alisha dengan rasa penasaran.
“Jam 8, Kak Alisha..”
“Eh, kan Davide udah nikah sama Kaylie. Harusnya Nicholas panggil, Kaylie itu mama dong, dan Alisha di panggil bibi.” Ujar Darel kemudian menyadari ada yang salah dengan panggilan Nicholas kepada kedua perempuan yang kini sudah menjadi bagian dari Keluarga Davide juga.
Nicholas menyadari perkataan dari pamannya Darel, awalnya Alisha merasa sedikit malu dengan ucapan dari Darel, masa iya, dia masih muda di panggil bibi. Tapi Alisha menyadari jika, Nicholas saja memanggil Darel dengan sebutan ‘paman’. Jadilah Alisha berfikir membiasakan diri dengan panggilan baru itu, apalagi dirinya sudah masuk ke dalam keluarga ini.
“Eh iya, jam 8 kok, Bibi Alisha.” Ujar Nicholas memperbaiki perkataannya sebelumnya, Alisha tersenyum dengan ramah.
“Berangkat sama aku sama Darel aja, ntar kita yang anterin dulu, gimana ??”
Perkataan lembut Alisha, dan wajahnya yang tersenyum ke arah Nicholas, tanpa sadar membuat Darel tersentak sejenak, dia memalingkan wajahnya dan meminum air karena hampir tersedak makanan yang dia kunyah. Sementara Alisha dan Nicholas asyik berbicara sendiri satu sama lain.
“Boleh !! Yeayy !! Sama Bibi Alisha dan Paman Darel !!”
Nicholas lalu melihat ke arah Kaylie, dan memberikan tatapan memelas di sana, dengan sedih dan berbicara kepada ibunya itu.
“Mama Kaylie mending istirahat di rumah aja sama adik Drowny, kasihan kakinya masih sakit.”
“Hehehe.. Iya..”
Sebenarnya Kaylie merasa canggung dengan panggilan dari Nicholas, dan dalam hatinya merasa sedikit tidak enak. Karena bagaimanapun juga Mira adalah ibu kandung asli Nicholas, dan Kaylie merasa telah menyingkirkan posisi Mira kepada Nicholas, tapi apa boleh buat, ini semua karena anak itu juga yang tidak menolak sejak awal. Bahkan Nicholas menerimanya dengan tangan terbuka, dan memilih tinggal dengan Kaylie dan Davide, bukan dengan Mira.