
“Aku suka sama kamu, dan aku cemburu kamu deket sama Yudha.” Ujar Darel akhirnya mengatakan dengan nada perlahan dan mengejanya satu persatu agar Alisha tidak salah paham lagi.
Perkataan Darel membuat Alisha hanya bisa memperlihatkan ekspresi kaget dan terkejut bukan main, saat mendengarkan perkataan Darel kepadanya. Alisha sedikit meragukan pendengaran dan perkataan Darel, sehingga dia bertanya lagi.
“... Kak Darel.. Suka sama aku.. ?? Beneran ??”
Darel mengangguk, “Kamu.. Gak takut kan sama aku ?? Karena kamu udah tahu kaya gimana Kak Davide, aku pikir kamu juga akan takut..” Ujar Darel dengan sedikit sedih, dia khawatir membuat Alisha malah merasa sangat ketakutan karena ulah kakaknya yang secara tidak langsung memaksa Kaylie untuk memiliki hubungan dengannya ataupun menikahi wanita itu. Tapi Darel tidak melakukan pemaksaan sama sekali.
“Kalau kamu gak terima juga gak papa, aku hanya ingin menyampaikan apa yang aku rasakan.” Ujar Darel dengan nada pasrah karena Alisha sama sekali tidak menjawab apapun.
Tanpa berkata apapun, Alisha kemudian memeluk erat Darel, dan tersenyum kepadanya, “Aku juga menyukai Kak Darel, aku pikir cintaku akan bertepuk sebelah tangan.” Ujar gadis itu dengan kelegaan, membuat Darel terkejut dan berakhir tersenyum dengan senang.
“Kalau begitu.. Kita berpacaran ??” Tanya Darel untuk memastikan sekali lagi, perasaan Alisha kepadanya. Gadis itu mengangguk.
“Tentu saja.”
Darel sebegitu senangnya, dia bahkan memberikan ide yang membuatnya menerima pukulan ringan dari Alisha.
“Kalau begitu ayo membolos hari ini, kita rayakan hari jadian ini, dan pergi ke hotel !!”
“Heh !! Ngapain ke hotel ?! Lagian aku ada tugas penting yang harus aku kumpulin !!” Ujar Alisha dengan kesal.
“Hehehehehe peace..”
...
“Apa-apaan ini Davide !!”
“Tidak bisakah, kau tanda tangani ini dan semua selesai ?! Kau hanya akan membuat masalah sepele menjadi besar !!”
“Masalah sepele ?? Perceraian ini adalah masalah sepele, bagimu ?!”
Davide menahan tawanya sejenak, “Tidak perlu bertingkah seakan-akan kau mencintaiku, lihat aku sudah berbaik hati. Aku berikan perusahaan, RUMAHKU, semuanya sudah. Apalagi ?? Apakah itu kurang ??”
Davide hanya tertawa geli, melihat keteguhan Mira dan kedua orang tuanya untuk mencari Davide, dan beruntung saja mereka bertemu di tengah jalan, bukan di rumah. Jika sampai kedua orang tuanya dan Mira berusaha menyentuh Kaylie, maka Davide tidak segan-segan akan memotong tangan mereka tanpa belas kasihan sedikitpun.
Davide terlihat tidak takut sekalipun, dia bahkan hanya menjawab dengan santai, meskipun sebenarnya dia sangat jengah dengan melihat kembali orang-orang yang tidak pernah ingin dia lihat.
“Davide, kali ini kau-”
“Ini urusanku dengan Mira, kalian berdua diam !” Ujar Davide dengan nada tajam dan ketus ke arah ayahnya sendiri, tapi kemudian berubah menatap ke arah Mira sembari memberikan seringaian liciknya, menunjukkan bahwa Davide sama sekali tidak merasa takut meskipun Mira bersama kedua orang tuanya.
Di..dia... Dia bahkan tidak takut ?! Batin Mira, dia selalu berfikir jika Davide adalah sosok lelaki brengsek yang terlihat pecundang saat berhadapan dengan kedua orang tuanya. Pernah Davide tidak membalas saat di tampar, atau di pukul karena mendengarkan aduan dari Mira. Tapi kali ini, dia bahkan mengertak.
“Selama ini kalian lebih percaya dan dekat dengan Mira, bukan ?? Angkat saja wanita ****** itu menjadi anak kalian, mudah bukan ?? Jangan cari aku, atau Darel sekalipun, dan sebaiknya selesaikan perceraian ini. Buat surat warisan untuk Mira saja, selesai !” Ujar Davide dengan final, dia berfikir dia seharusnya tidak mengulang perkataannya lagi, ini sudah kesekian kalinya Davide memberikan ucapan yang sama.
Sampai kapan sih kalian berhenti mengejarku, aku di rumah cuma di jadiin robot bekerja yang harus selalu menuruti perintah istri. Giliran aku pergi, di cari mulu !! Batin Davide dengan nada menggerutu dalam hatinya, padahal dia sudah hidup tenang dan damai bersama dengan Kaylie, kenapa malah ada orang yang masih mengejarnya.
“Kau pikir kau bisa hidup tanpa kami ?!”
“Bisa. Lihat, aku masih bisa bernafas, masih sehat, masih kuat. Kalian pikir aku anak-anak yang selalu membutuhkan kalian ?! Setelah aku keluar perusahaan saja, kalian terlihat kewalahan !!” Ujar Davide memutar matanya malas mendengarkan perkataan mereka.
Davide berfikir ini adalah waktunya karma yang tepat untuk membalas kedua orang tuanya, dalam hati Davide merasa cukup puas berada di atas kedua orang tuanya. Ini adalah hal yang sebenarnya dia impikan selama ini, tinggal dan hidup bersama orang yang dia pilih, membangun perusahaan tanpa nama orang tuanya.
Tapi.. Apakah yakin, mereka bisa lebih sukses dari Davide ?? Entahlah, hanya Tuhan yang bisa menjawab itu semua.
Flashback.
“Davide ?! Apa-apaan ini ?! Kenapa nilai kamu turun drastis ?!”
Davide yang masih berusia 9 tahun hanya bisa menundukkan kepalanya, dia memang mendapatkan nilai kurang dari biasanya. Davide selalu ranking satu, mendapatkan nilai 9 – 10, tapi kemarin dia asyik membaca novel dan lupa belajar mendapatkan nilai 8, sebenarnya itu nilai yang cukup tinggi daripada teman lainnya.
“Maafkan aku.. Aku kemarin membaca novel.. Aku akan berusaha di ulangan depan.”
Lelaki itu menghela nafasnya berat, dia selalu mengharapkan anaknya bisa terus menjadi sosok yang cukup cerdik dan pintar, sosok yang harus selalu sempurna dan hebat. Tapi putranya mendapatkan nilai 8 adalah salah satu aib baginya, dia tidak bisa membiarkan ini akan mempengaruhi nilai selanjutnya.
“Aku sangat kecewa padamu.. Sebagai hukuman, kau tidak boleh mendapatkan makan malam selama 3 hari, dan bakar semua novel mu.”
“Ta..tapi..”
“Tidak ada tapi-tapian !! Aku ayahmu, turuti aku !!”
Davide kecil hanya bisa mengangguk saja mendengarkan perkataan itu, masih baik dirinya tidak menerima pukulan dari ayahnya atau tamparan seperti kemarin. Jadilah Davide hanya bisa pasrah saja dan melangkah keluar dari ruangan ayahnya.
Flashback off
“Kalian seharusnya beruntung, aku tidak membunuh kalian, dan membiarkan kalian menikmati hasil jerih payahku kemarin.” Ujar Davide berbisik pada dirinya sendiri.
Davide tetap memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan nanti ke depannya, Mira pasti tidak akan tinggal diam begitu saja, dia pasti akan terus menerus mengincar atau meneror Davide sebelum mendapatkan apa yang dia mau..
Tunggu.. Bukankah dia sudah mendapatkan harta kekayaan Davide seutuhnya, kenapa dia masih mengincar Davide ?? Ataukah.. Ada seseorang yang mengendalikan Mira ?? Sudah pasti, wanita itu sangatlah bodoh, bahkan lebih bodoh dari yang Davide duga. Davide tahu siapa itu.. Tapi dia memilih agar lelaki itu memainkan permainannya saja dulu.