Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 31



“Jadi.. Apalagi sebenarnya rencana mu ??”


Saat Davide dan Darel berada di dalam mobil setelah mengantarkan Kaylie kembali ke rumahnya. Nicholas masih diijinkan oleh Kaylie untuk tinggal di rumahnya sementara, sebelum Davide menjemputnya kembali. Tapi lelaki itu memiliki rencana lain, dia tidak akan hanya menjemput Nicholas, tapi juga Kaylie ke dalam rumahnya. Darel sepertinya mengetahui kejanggalan dari semua rencana licik Davide yang sedang dia jalani, karena itu dia berbicara secara pribadi saat berdua seperti ini dengan kakaknya.


“Ada banyak rencana yang sedang aku jalankan, tunggu saja hingga besok.” Ujar Davide secara misterius.


“Dan apakah ini menyangkut Kaylie ?? Kau tidak akan memaksanya untuk menikah denganmu, bukan ??” Ujar Darel menyipitkan matanya menatap ke arah kakaknya itu, sementara Davide tersenyum miring di sana.


“Hmm.. Memaksanya menikah ya ??” Ujar Davide memikirkan ide dari ucapan Darel.


“Hey, kak !! Kau tidak akan melakukannya, bukan ?!”


“Kau tahu Darel, aku akan selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, bukan ?? Entah bagaimanapun caranya.” Ujar Davide dengan nada licik di sana, dia sepertinya memikirkan sebuah ide yang terkadang tidak bisa di tebak oleh orang lain, termasuk saat dia berbicara kepada orang tuanya.


Darel menghela nafasnya berat, dia benar-benar akan menyalahkan kedua orang tuanya untuk yang satu ini, meskipun terkesan hidup dengan dipaksa dan harus selalu menurut, tapi kedua orang tuanya juga memberikan kebebasan yang terlalu berlebihan.


Sejak dulu, jika Davide berhasil melakukan apa yang mereka inginkan. Seperti, Nyonya Marlina menginginkan Davide mendapatkan nilai bagus, dan jika Davide benar-benar mendapatkan nilai bagus dan tinggi, maka dia akan menuruti keinginan Davide, apapun itu !! Tapi disisi lain, jika Davide tidak bisa mendapatkan nilai bagus, maka dia akan mendapatkan hukuman yang cukup keras dan cukup sadis untuk anak seusianya saat itu.


Darel mengenal dengan baik kepribadian Davide, itulah kenapa dia sebenarnya melarang keras kakaknya untuk bertemu atau mendekati Kaylie, Darel hanya merasa kasihan jika kepada wanita itu. Hanya saja, kakaknya terlampaui cerdik, dan licik. Dan kebetulan Davide lah yang pertama kali menemui Kaylie, bukan dirinya. Jadilah, Davide sudah memulai permainannya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


“Lalu bagaimana dengan Alisha ?? Kau tidak akan melibatkan gadis itu juga, kan ??”


“Kita lihat saja nanti.”


...


Disisi lain, Kaylie sendiri sedang menidurkan putranya dan juga Nicholas. Kedua anak itu tampak tertidur dengan tenang, Nicholas sendiri juga bisa tertidur dengan pulas meskipun cuaca begitu panas dan dia hanya memiliki kipas angin di kamarnya. Kaylie menghela nafasnya secara perlahan, mengingat perkataan Davide yang benar-benar di luar nalar dan pemikirannya.


Apakah rencana berbicara dengan kedua orang tuanya, juga adalah rencana licik Davide untuk menjebaknya ?! Argh !! Kaylie tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang, apakah dirinya akan di teror oleh kedua orang tua Davide atau Mira ?? Atau bahkan mungkin akan di jadikan sasaran pembunuhan ?? Entahlah, Kaylie masih tidak tahu harus bagaimana lagi sekarang.


Kaylie mengamati ke arah wajah Nicholas, betapa kasihan nasib anak itu. Kaylie menebak, anak itu kekurangan kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya. Mungkinkah karena Kaylie seorang ibu, membuat Nicholas berfikir jika Kaylie juga bisa memberikan kasih sayang kepadanya ?? Kaylie teringat bagaimana ibu dari Davide membentaknya, dan membuat putranya menangis ketakutan, dan Nicholas begitu marah kepadanya.


Aneh, padahal seorang nenek biasanya akan bertingkah begitu baik dan lembut kepada cucunya, tapi kali ini.. Dia bahkan tidak mempedulikan Nicholas yang sedang berada di dekatnya ?? Setidaknya biarkan Nicholas masuk ke dalam kamar atau membiarkan agar anak itu tidak berada di ruangan itu, sebelum meluapkan emosinya. Rasanya Kaylie begitu penasaran, seperti apa sebenarnya Keluarga Florian itu, kenapa di majalah mereka selalu di katakan sebagai keluarga bahagia, sementara yang di lihat oleh Kaylie tidaklah seperti itu ??


Bahkan biasanya, seorang yang sudah berusia lanjut, akan lebih tenang dalam menghadapi masalah, tidak penuh dengan emosi. Anehnya, Davide yang merupakan anaknya, malah jauh lebih tenang meskipun berbahaya. Kaylie belum pernah melihat Davide marah hingga seperti itu, atau.. Karena dia belum melihatnya ?? Ya, Kaylie belum mengetahui sifat asli Davide seperti apa.


Apakah saat marah akan mengamuk, dan menganiaya orang di sekitarnya ??


Handphone dari Kaylie berbunyi, wanita itu melihat ke arah layar, dan membaca sebuah nama, lalu mendengus kesal.


Panjang umur, baru saja aku memikirkannya, dia sudah menelfon ku. Batin Kaylie melihat nama Davide tertera di sana dan sedang menelfon nya. Kaylie mengangkat telepon itu dan berbicara pada lelaki itu.


“Katakan, ada apa ??”


“Kaylie.. Ada berita buruk.”


Mendengarkan suara dari Davide yang tampak serius, membuat Kaylie merasa ada sesuatu yang salah dari nada dan ucapan lelaki itu, tapi Kaylie berusaha agar tetap tenang.


“Apa itu ??”


“Kau ingat, saat malam meeting itu ?? Dan aku membawamu ke hotel ??”


“Ya ??” Perasaan Kaylie semakin tidak enak di sini, apalagi yang sebenarnya terjadi kepadanya ?!


“Apa ?? Lalu bagaimana sekarang ??”


“Jangan khawatir, aku sudah menangkap orang itu, dan dia sudah berada di tanganku.”


“Baguslah, itu artinya berita tidak akan tersebar, bukan ??”


“Tidak. Tapi..”


“Tapi apa ??”


“Foto itu akan aman, dengan syarat kau mau menikah denganku, itu saja.”


Tatapan Kaylie menjadi datar dan tidak lagi panik melainkan kesal dan geram.


“Katakan saja,  jika kau berusaha menjebakku, brengsek !!”


Dari seberang sana, Davide tertawa puas. Sementara Kaylie rasanya ingin mematikan saluran telfon dan membanting handphone nya sendiri dengan kesal, tapi dia ingat terdapat dua anak di sekitarnya yang sedang tertidur pulas dalam mimpi.


“Ayolah Kaylie.. Kau tidak ingin menganggu tidur kedua anak itu, bukan ?? Lagipula kau hanya perlu mengiyakan dan menurutinya, aku akan menghapus foto dan video ini.”


“Jangan bilang, jika sebenarnya kau sendiri yang mengambil gambar dan merekam secara diam-diam hanya untuk mengancamku ?!”


“Kau sangat pintar sayang, inilah kenapa aku menyukaimu.”


“Dasar lelaki sialan !!”


“Aku sangat menyukai umpatanmu, terdengar sangat manis.”


Kaylie menghela nafasnya berat, rasanya jika Davide ada disini, dia akan melemparnya dengan televisi jika bisa, sayangnya lelaki itu sedang berada jauh dari sana, dan lagi Kaylie tidak mungkin akan meninggalkan kedua anak itu hanya untuk melandeni Davide yang terus saja membuatnya darah tinggi.


“Ayolah sayang, jawab saja, iya atau tidak ???”


“Tidak perlu memberikan kesan, seakan aku bisa memilih tidak ?!”


“Baiklah cantik, itu artinya iya.”


“Mati saja, kau sialan !!”