
"Kau keterlaluan Davide.." Ujar Marlina dengan nada rendah dan terlihat sangat marah dengan perkataan Davide, sementara putranya malah tersenyum dengan angkuh, seakan dirinya tidak mempedulikan orang tuanya itu lagi.
"Ya, aku memang.. Jadi, bolehkah aku keluar dari rumah ini ??" Ujar Davide dengan santai.
"Pergi dan jangan kembali lagi !!"
"Baiklah, permintaan mu akan aku turuti, Nyonya Marlina." Ujar Davide dengan penuh riang gembira, disisi lain Mira yang seharusnya senang, tapi wanita itu memandang Davide yang terlihat tidak hancur sedikitpun, malah lelaki itu merasa senang.
Apa yang sebenarnya lelaki itu rencanakan ?? Batin Mira.
Davide kemudian berjalan keluar dari rumah itu dengan santainya. Sementara Marlina dan Martin masih tidak percaya dengan perlakuan Davide, sementara Mira menatap penuh curiga kepada Davide yang sepertinya merasa tidak beban sedikitpun, bahkan Davide tahu dirinya pasti tidak di perbolehkan bekerja pada perusahaan Florian lagi.
Disisi lain..
"Hey, Valen.. Tolong kabari semua pegawai mengenai rencana kita tadi."
"Baik, Tuan Davide."
"Besok, kau juga akan pindah bersama denganku, dan lakukan sesuai permintaanku."
"Baik."
Davide menyeringai licik, dia mematikan teleponnya itu. Dan kemudian melihat ke arah Kaylie yang duduk di kursi, Darel yang berdiri tidak jauh dari sana dan berbicara dengannya, dan Nicholas yang duduk tenang di sebelah Kaylie.
Davide kemudian memikirkan ide untuk bisa mendapatkan perhatian Kaylie.
Kenapa sih tadi malah gak pakai adegan kekerasan, nampar kek apa mukul gitu, padahal aku udah buat kericuhan sebesar itu Batin Davide mendumel sendiri dalam hatinya, dia kemudian menyeringai licik.
Davide menampar pipinya sebelah kanan, kemudian mengambil sebuah pisau lipat dan menggores bagian pipi kirinya sedikit. Dia kemudian memberikan ekspresi sedikit kesakitan dan begitu murung. Setelah itu, dia kemudian melangkah dan mendekati ke arah Kaylie dan lainnya.
Kaylie, terkejut dengan kedatangan Davide, di tambah luka yang dia alami. Nicholas juga sama terkejutnya dan bingung.
"Lho, papa kenapa ??" Tanya Nicholas.
"Oh, gak kok.. Ini cuma berantem sama mama, sama nenek juga." Ujar Davide dengan nada sedih dan sedikit kesakitan.
"Kok sampai berdarah gitu ??"
"Iya, ini tadi nenek gak suka sama kalau papa pilih Kak Kaylie, makanya tadi pipi papa di gores. Terus mama juga marah dan nampar papa." Ujar Davide dengan suara di buat-buat kepada putranya itu, tapi karena luka yang ada pada pipi dari Davide begitu nyata dan juga berdarah, Kaylie tidak memperdulikan nada dari ucapan Davide dan memperhatikan ke arah darah dari pipi lelaki itu.
"Parah lukanya, aku obatin ya." Ujar Kaylie dengan panik, juga Nicholas yang bersedih, sementara Darel menatap datar ke arah kakaknya.
Dia tahu, jika itu hanyalah akal-akalan kakaknya, lagipula Marlina, ibunya tidak pernah berperilaku kasar hingga menggunakan pisau untuk menggores putranya, apalagi Mira. Jangankan sempat menampar, bahkan memegang rambutnya saja, pasti Davide akan mematahkan lengan wanita gila itu. Tapi kenapa Davide pakai acara tipuan gitu ?? dan membuat kesan jika dia sedang mengadu domba antara Nicholas dan ibunya, serta Kaylie dan kedua orang tuanya.
"Lagian kenapa pakai acara kaya gitu ?? Kan jadinya ada bentrok sama orang tua." Ujar Kaylie mengelap luka Davide yang berdarah, sembari berbicara lembut kepadanya.
Kalian percaya jika Davide adalah putra emas kesayangan orang tuanya ?? Sepertinya tidak.
"Nah udah selesai." Ujar Kaylie selesai memberikan obat merah dan kain kapas pada luka dari Davide untuk menutupi lukanya.
"Ya udah, ayo pulang." Ajak Davide kepada mereka semua.
"Kemana ?? Ke rumah ku ??" Tanya Kaylie dengan penuh tanda tanya, Davide menggelengkan kepalanya.
"Kaylie, kamu mau gak kalau tinggal sama aku."
"Hah ?! Jangan ngada-ngada !! Masa iya, aku udah kehilangan harga diri di depan orang tuamu, sekarang tinggal sama lelaki tanpa hubungan yang jelas. Gak, gak usah !!" Tolak Kaylie mentah-mentah, dia bukannya tidak suka atau membenci Davide (Ya meskipun dalam hatinya tidak suka dengan perilaku Davide) Tapi itu bukanlah alasan yang membuat Kaylie menolak.
Melainkan norma yang ada di sana, dia dan Davide tidak memiliki hubungan apapun, bahkan menikah saja tidak. Dan jika mereka tinggal bersama, itu bukanlah hal yang baik, terutama di sana terdapat norma sosial yang tidak ingin Kaylie langgar. Ya meskipun dirinya sempat melakukan itu dengan Davide sih.
"Ayolah, Kaylie.. Mama papa aku, bukan tipe orang yang baik. Dia akan melakukan segala cara, bahkan dengan cara yang licik sekalipun." Ujar Davide memohon.
Kaylie menghela nafasnya berat, inilah yang tidak dia sukai jika masuk dalam permasalahan orang-orang kaya yang begitu banyak uang. Jika ada masalah, yang membuat mereka merasa tidak suka, maka uang yang akan berbicara, sementara korban dengan status rendah seperti Kaylie hanya bisa menikmati siksaan mereka dengan mulut tertutup. Terutama Davide ini, jika keinginan tidak terpenuhi maka nyawa orang yang menjadi bahan permainan.
"Inilah alasan kenapa aku sempat menolak rencana gila mu ini ?! Orang tuamu terlihat sangat marah, dan sekarang ?!"
"Kaylie.. Ayolah.."
"Tidak !!"
"Aku mohon.."
Davide tidak bisa berkata apapun, kali ini dia hanya bisa menuruti saja keinginan Kaylie sendiri. Kaylie hanya membatin dalam hatinya Tumben sekali Davide tidak memaksanya, biasanya lelaki itu tidak menerima penolakan sedikitpun dariku Batin Kaylie dengan nada penasaran, tapi dia tetap saja diam, dan acuh tidak memperdulikan Davide yang mungkin marah dan tidak suka karena penolakan Kaylie.
Lagipula, siapa perempuan yang mau tinggal dengan lelaki lain yang sudah beristri ?! Mana istrinya gila dan galak ?!
"Papa, aku lapar." Celetuk Nicholas, seketika Davide teringat jika dirinya dan Nicholas belum makan malam.
"Pulang aja ke rumah, ntar aku masakin, kayanya aku masih ada bahan makanan di kulkas." Ujar Kaylie memberikan saran, dan di terima oleh Nicholas yang sepertinya sangat menyukai makanan buatan Kaylie.
…
Benar saja, Nicholas makan dengan sangat lahap, Davide sendiri merasa tidak percaya masakan Kaylie bahkan jauh lebih enak daripada masakan Mira. Ya jelas saja, sejak awal menikah hingga sekarang, Mira tidak pernah menyentuh dapur kecuali jika sedang mengambil minuman di kulkas, bahkan saat dirinya di paksa untuk memasak, Nicholas saja tidak menyukai masakannya. Hanya Darel yang tidak memakan, karena dia sendiri sudah makan di rumahnya sebelum berangkat ke rumah milik Davide.
"Maaf, aku hanya ada daging ayam." Ujar Kaylie sebenarnya tidak enak menghidangkan masakan seadanya kepada orang-orang yang sudah terbiasa makan makanan yang mungkin lebih mahal dan lebih enak.
"Ini sangat enak, aku mau makan masakannya, Kak Kaylie tiap hari !!" Ujar Nicholas dengan riang dan terlihat sangat senang.