Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 64



“Jadi.. Benar.. Tadi terdapat penembakan ??”


Kaylie mengangguk, setelah tragedi itu, Davide pulang lebih cepat dari biasanya untuk memeriksa apakah Kaylie, Drowny dan Nicholas baik-baik saja, dan apakah ada yang terluka juga Alisha. Tapi melihat semua kondisi baik-baik saja, membuat Davide merasa cukup lega, meskipun dalam hatinya merasa kesal dan emosi karena ulah Mira. Bagaimana bisa wanita itu membahayakan nyawa istrinya ?? Dan beruntung Nicholas sedang sekolah, jika tidak ?! Tunggu..


Benar, Mira pasti tahu jika Nicholas tidak ada di rumah, jadilah dia melancarkan aksinya untuk melakukan hal seperti itu. Dasar wanita sialan batin Davide menghina dan memaki Mira dalam hatinya.


Tidak lama, sebuah telfon dari nomer tidak dikenal kemudian menghubungi Davide, lelaki itu melihat di layar handphonenya dan mengangkat sambungan telfon itu.


“Halo ??”


“Maaf sebelumnya, atas nama Davide Florian ??”


“Iya, saya sendiri.”


“Tuan, maaf tapi tiket anda menuju ke italia terpaksa harus kami batalkan, karena cuaca yang cukup buruk. Membuat pihak dari pusat membatalkan beberapa perjalanan ke luar negeri.”


“Begitukah ?? Jadi, apakah tidak ada jadwal lainnya untuk pergi ke Italia ??”


“Untuk sementara masih belum ada konfirmasi, tapi uang anda akan kami kembalikan. Jika cuaca membaik, dan di ijinkan untuk melakukan penerbangan, maka pihak kami akan kembali menghubungi anda.”


“Baiklah, terima kasih.”


Davide menutup telepon itu sembari menghela nafasnya berat, kenapa semuanya langsung memberikan ujian begitu sulit. Di tambah lagi, haruskah Kaylie dan Drowny terlibat bahaya karena ulahnya ?? Bagaimana Nicholas ?? Apakah Darel mampu melindungi mereka di saat Davide begitu banyak urusan saat ini ?? Davide menggelengkan kepalanya, sepertinya semua masalah langsung menimpa kepadanya, dan bahkan melibatkan kehidupan Kaylie.


Haruskah dia melepaskan Kaylie, agar wanita itu terhindar dari masalah ?? Tapi masa, iya Davide melepaskan seluruh tanggung jawab yang seharusnya dia berikan kepada Kaylie.


“Kaylie.. Kita harus berbicara secara empat mata.” Ujar Davide menatap ke arah Kaylie yang duduk di sofa bersama Alisha, dan juga Darel serta Nicholas yang baru saja datang.


Kaylie mengangguk, “Baiklah.”


Kaylie meninggalkan ketiga orang dan Drowny di tangan Darel, yang menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya. Mereka berfikir sebenarnya apa yang terjadi, di tambah raut wajah Davide sama sekali tidak bisa terbaca untuk saat ini, apakah dia sedang menangis, senang, atau marah ?? Tapi opsi senang mungkin tidak ada di pilihan.


Mereka hanya bisa terdiam penuh tanda tanya, sembari memperhatikan Kaylie yang mengikuti Davide dari belakang. Menuju ke dalam kamar. Mereka hanya bisa menunggu hasil pembicaraan keduanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


 


...


 


“Maaf.”


Itulah kalimat yang keluar dari mulut Davide kepada Kaylie, perempuan itu menaikkan alisnya bingung, maaf untuk apa ??


“Aku melibatkan hidupmu dan Drowny dalam bahaya.”


Barulah Kaylie mengerti maksud dan arti perkataan Davide kepadanya. Kaylie terdiam sejenak, memang benar setelah menikah dengan Davide hidupnya berubah. Entah menjadi lebih baik atau lebih buruk, dia juga tidak tahu.


Lebih baik, karena secara ekonomi dan material dirinya bisa terbantu oleh Davide, dan tidak perlu repot untuk bekerja demi mencukupi kehidupan Drowny, tapi secara buruknya. Kaylie mungkin akan di pandang sebagai seorang perempuan murahan yang merebut suami orang, dan terlibat masalah mafia dengan Mira dan mungkin June. Kaylie tahu kehidupannya begitu berbahaya karena Davide adalah seorang yang brengsek dan curang dalam bekerja dan mendapatkan uang. Dan bodohnya Kaylie masuk ke dalam perangkap Davide untuk selamanya.


Tapi dalam sisi hati, Kaylie mulai menyukai Davide, lelaki itu mulai menunjukkan kepedulian besar kepadanya dan kepada anak-anaknya, Davide sosok lelaki brengsek yang bertanggung jawab mengenai Nicholas, semuanya dialah yang menanggung terlepas dari perilaku brengseknya yang selalu berselingkuh di belakang Mira. Nyatanya Nicholas lebih dekat dan peduli dengan Davide, sosok ayahnya ketimbang ibu kandung yang melahirkannya.


Melihat perilaku Mira juga, Kaylie sedikit demi sedikit mengetahui kebiasaan buruk Davide. Buktinya setelah menikahi Kaylie, Davide tidak sekasar itu, melalui pengakuan Darel, adiknya. Memang mengejutkan mendengar pernyataan Darel, jika Kaylie merubah Davide secara utuh. Davide begitu kasar dan brengsek kepada Mira, dia bahkan sering sekali memarahi dan memaki Mira. Dengan Kaylie, Davide malah cenderung untuk mengalah.


“Memang.” Ucapan Kaylie membuat suasana semakin menegang, Kaylie menatap Davide dengan tatapan terluka.


“Kedua orang tuamu memandangku dengan rendah, Mira menyalahkanku , dan bahkan mengirim seseorang untuk mencelakai aku. Entah apalagi yang akan dia lakukan ke depannya.” Lanjut Kaylie membuat Davide hanya bisa terbungkam, dirinya tidak bisa berkata apapun, dan hanya bisa mendengarkan karena ucapan Kaylie adalah fakta.


“Tapi.. Kita sudah menikah, kita sudah berjanji, dan bersumpah. Jadi kita tidak memiliki pilihan lain selain menghadapi mereka, aku tidak mau mempermainkan pernikahan seperti kau dan Mira. Nicholas sudah cukup tertekan dengan kehidupan dulunya itu.” Lanjut Kaylie dengan tegas, Davide hanya bisa mengangguk, dia menyadari dulunya dirinya mempermainkan pernikahannya dengan Mira hanya karena keduanya sama sekali tidak mencintai.


Mira hanya mencintai harta, dan Davide tidak sekalipun menerima pernikahan itu dengan senang, pernah Davide mencoba melarikan diri dengan memalsukan pengantin lelaki untuk hadir dalam pernikahan tapi tidak bisa. Membuat Davide terpaksa jatuh dan bersumpah di pernikahan secara paksa. Adanya Nicholas juga sebenarnya secara paksaan, karena nyatanya Davide sangat enggan menyentuh tubuh Mira.


Tidak heran, Nicholas tumbuh sebagai sosok yang membenci ibu kandungnya, karena sejak awal terbentuknya Nicholas karena rasa benci dan bukan karena kebahagiaan, sama seperti Drowny yang lahir dari kebahagiaan pernikahan Kaylie dan Damian dulu. Tapi anehnya, Kaylie malah menjadi sosok yang sangat di sukai oleh Nicholas sejak pertama bertemu. Entah karena kebetulan atau apa ?? Mungkinkah Nicholas adalah sebagai wujud nyata dari perasaan Davide yang tidak bisa dikeluarkan ?? Entahlah.. Mungkin iya..


“Jadi.. Kau tetap akan mau bersama denganku.. ?? Meski nyawa taruhan ??”


“Hey.. Jangan berkata seperti itu..”


“Berkata apa ??”


“Seakan-akan kau akan pergi meninggalkan dunia ini.”


“Bukankah kau yang bertanya dan membawa istilah mempertaruhkan nyawa ?? Kau pikir kita sedang dalam masa perang ?! Aku tidak akan menyerah begitu saja untuk keselamatan putraku !!” Ujar Kaylie dengan ketus, membuat Davide yang tadinya shock dengan perkataan itu sedikit mulai lega.


“Well, kalau begitu kita harus mulai bekerja sama, dan kau harus berlatih dengan senjata.”


“Kenapa ??”


“Untuk berjaga-jaga.”


“Tidak terima kasih, aku masih kuat memukul seseorang dengan tangan dan menendang seseorang dengan kakiku.”


“Sepertinya aku salah menikahi seseorang perempuan.. Harusnya aku memeriksa apakah kau perempuan anggun, atau perempuan tentara yang kuat.”


“Well, perempuan anggun yang lemah akan mati dengan cepat. Dan apakah aku harus memaksa Drowny untuk bangkit dari tubuh kecilnya untuk membantuku ?? Kau pasti bercanda.”


“Ternyata aku tidak salah memilih.”