Mistress And Jerk Boss

Mistress And Jerk Boss
chapter 36



“Tidak bisakah, kau tidak menatapku seperti itu ?!”


Davide hanya terkekeh pelan, dia saat ini berada di dalam kamar milik Kaylie. Dan wanita itu sebenarnya dari awal ingin mengusir Davide pergi dari sana, bagaimana tidak, lihat saja lelaki itu malah duduk bersantai di sana. Lelaki itu malah duduk berhadapan dengan Kaylie yang sedang menggendong dan menyusui Drowny kecil, wanita itu tahu betapa mesum dan bejatnya Davide, itulah kenapa dia awalnya ingin mengusir Davide, tapi sayang Drowny kecil sudah terlanjur menangis di sana, dan meminta susu pada ibunya. Mau tidak mau, Kaylie harus menggendong, menyusui dan menimang perlahan bayi mungil itu.


Davide mendekati Kaylie, kemudian matanya memandang ke arah Drowny yang terlihat sangat asyik meminum susu dari Kaylie, dengan perlahan lelaki itu membelai rambut tipis di kepala Drowny, sembari tersenyum.


“Sangat manis, aku akan menggendongnya saat dia sudah selesai nanti.”


“Aku masih mencurigaimu.” Celetuk Kaylie dengan ketus dan penuh curiga mengetahui seperti apa karakter dari Davide itu sendiri.


“Kau bisa memeriksa seluruh tubuh, dan pakaianku untuk memastikan apakah aku membawa senjata atau tidak. Tapi jujur, dia lebih manis dari yang aku bayangkan.” Ujar Davide membelai dan menatap dengan gemas ke arah Drowny yang secara perlahan menggerakkan tangannya.


“Tissue.. Ambilkan tissue..” Ujar Kaylie saat melihat susu melumer dari mulut Drowny, Davide meraih beberapa helai tissue di dekatnya, dan menyerahkannya kepada Kaylie.


Wanita itu melepaskan mulut putranya, dan mengelap beberapa susu asi yang melumer, terlihat Drowny masih menjilat bagian bibirnya yang masih terdapat sisa susu. Davide memandangnya dengan sedikit heran.


“Berapa usianya ??”


“3 bulan saat ini, ada apa ??”


“... Tidak.. Hanya saja.. Kenapa matanya masih belum terbuka, apakah dia masih belum bisa melihat ??” Tanya Davide dengan rasa penasaran.


Gawat !! Kaylie masih belum menceritakan apapun mengenai apa yang terjadi pada Drowny sebenarnya, dan Kaylie juga tidak menyangka jika Davide akan mempertanyakan hal seperti itu, lumrah saja. Davide sudah memiliki seorang anak, dan dia pasti tahu hal mengenai bayi dan anak-anak. Kaylie masih terdiam.


“Jadi.... Dia tidak bisa membuka matanya.”


“Kenapa ??”


“Davide.. Putraku tidak normal seperti anak pada umumnya.. Dia buta.”


Davide membulatkan matanya mendengarkan perkataan Kaylie di bagian akhir.


“Ma..maafkan aku.. Aku tidak bermaksud..”


“Tidak apa. Drowny anak yang kuat, dia pasti mampu dengan kondisi yang kekurangan saat ini.” Ucap Kaylie tersenyum dia tahu, Davide tidak bermaksud kasar, lelaki itu hanya tidak tahu dari awal.


Toh Kaylie juga tidak menyangka, hubungan mereka akan sejauh ini, sejak awal dia berfikir Davide akan lelah mengejarnya, karena penolakan Kaylie terus-terusan. Tapi Kaylie salah, malah Davide semakin berani dan berbuat nekad hingga memaksanya masuk ke permainan gilanya, dan menikah dengannya.


“Kenapa kau tidak berkata dari awal ?? Aku bisa membiayai operasi atau mencarikan donor mata ??”


Kaylie menggelengkan kepalanya, “Tidak, sejak awal aku memang tidak ingin membebanimu. Karena itu aku selalu menolakmu, tapi kau keras kepala. Jika kau menikah denganku akan banyak kekurangan yang kau terima. Aku tidak terlahir dari orang kaya, dan lihat saja.. Untuk rumah kontrakan ini saja, di bayari oleh suami sebelum dia meninggal. Sebulan setelah memberikan uang sewa setahun, dia meninggal. Kedua, ada kecelakaan yang menimpa Drowny, hingga dia kehilangan kemampuan penglihatannya setelah meninggalnya suamiku.” Jelas Kaylie panjang lebar mengenai apa yang sebenarnya terjadi kepadanya, Davide sampai tidak bisa berkata apapun untuk saat ini.


“Davide.. Sebelum ini terlambat, pikirkanlah semuanya. Apa kau benar-benar ingin menikahi ku ?? Begitu banyak kekurangan, dan segala tragedi terjadi kepadaku. Sampai aku berfikir.. Apakah aku pembawa kesialan untuk suami dan juga putraku-”


Berat bagi Kaylie menghadapi semuanya sendirian, seorang janda yang memiliki anak, di tambah dia tinggal di Jakarta dengan biaya hidup yang tinggi, pekerjaan akan sulit dia cari jika memiliki anak bayi, dan lagi biaya kuliah Alisha, kehidupan sehari-hari ?? Davide sama sekali tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Kaylie sebelum dia datang dan membantunya dengan memberikan uang.


“Tapi sekarang.. Kau bahkan memiliki masalah dengan kedua orang tua, dan istrimu.”


“Justru itulah yang aku inginkan sejak awal. Aku selama ini hidup dalam bayang-bayang kedua orang tuaku, aku ingin bebas. Tapi begitu banyak hal yang tidak bisa aku lakukan, pertama aku kesulitan melepaskan diri dari Mira, dan mencari penggantinya. Kau, satu-satunya wanita yang aku dekati, dan Nicholas suka sejak awal. Dengan begini, kehidupanku akan berubah drastis.”


“Tapi.. Apa kau yakin ??”


Davide mengangguk dengan mantab, “Sangat yakin.” Ujar Davide tersenyum ke arahnya, dan memberikan keyakinan akan apa yang sebenarnya terjadi bukanlah kesalahan Kaylie justru sebaliknya. Apalagi saat Kaylie hadir dalam kehidupan Davide.


“Dengar, Kaylie.. Aku menyukaimu, mendekatimu bukan hanya karena fisikmu saja, tapi aku kagum kepadamu. Ditambah bagaimana kau memperlakukan Nicholas, dan sekarang kau terbuka kepadaku. Ini adalah yang aku tunggu darimu sejak dulu, dan aku semakin menyukaimu, Kaylie. Jadi aku tidak main-main kepadamu.”


Tanpa di sadari pembicaraan mereka di dengar oleh Alisha, gadis itu seketika merasa sedikit tenang, apalagi saat keduanya mulai terbuka satu sama lain akan keadaan yang terjadi, jika begini maka Alisha tidak perlu terlalu khawatir, justru gadis itu bersyukur mendapatkan seorang lelaki yang bahkan mau menerima kakaknya apa adanya dan membantunya. Alisha tahu seberapa beban dan tertekan kakaknya itu saat semua terjadi kepadanya, Alisha kagum kakaknya tetap terlihat kuat demi putranya yaitu Drowny.


Selain itu, perkataan dari Davide yang terdengar tulus juga membuat Alisha sepertinya akan rela melepaskan kakaknya untuk lelaki itu, mungkin memang Davide seorang yang kejam dan jahat, tapi dia memiliki hati yang tulus. Entah itu hanya cover saja atau benar-benar dari hati, tapi Darel juga berjanji akan menjaga dan melindungi Kaylie jika Davide melakukan hal yang tidak-tidak setelah pernikahan.


Jika Davide melakukan kekerasan kepada Kak Kaylie, aku akan memukul dan menghajar Darel batin Alisha mengingat perkataan Darel yang terdengar sangat serius dan begitu meyakinkan.


Alisha kemudian berlalu dari ruangan itu, dia berfikir ingin membicarakan masalah dengan Kak Kaylie, tapi sepertinya percakapan antara Davide dan Kaylie sudah mewakili pertanyaan yang menganggu hati dan pikirannya selama ini. Jadi, sebaiknya Alisha tidak menganggu keduanya, yang sedang asyik berbicara satu sama lain.